NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Niat datang menghadiri acara pernikahan,dirinya harus berakhir menjadi Pengantin pengganti mempelai pria.Yang dimana Pria itu sangatlah dingin dan takdir membuat dirinya menjadi seorang istrinya.
Apakah semua berakhir dengan bahagia atau perpisahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

 Tiga puluh menit kemudian,Karina masih bertahan mengobrol dengan Lula. Sesekali Karina melihat ponsel miliknya, yang ternyata pesan dari Leo.

 "Dia lagi."ucap lirih Karina setelah membaca pesan itu.

 "Ada apa Rin?"tanya Lula pada Karina.

 "Ini ada pesan dari suamiku."mendengar jawaban itu Lula langsung melirik ke arah karina.

 "Lebih baik kamu pulang sekarang, daripada nantinya kamu dimarahi."mendengar ucapan Lula seperti itu, Karina memandang aneh ekspresi dari lula.

 "Kenapa kamu takut seperti itu?" Tanya Karina .

 "Aku tak ingin bermasalah dengan suamimu." Karina mulai paham apa yang dimaksudkan oleh Lula.

 "Baiklah." Jawab Karina yang segera mengambil tas miliknya.

 "Aku pulang dulu." Pamit Karina pada Lula yang saat itu sedang mengisi sebuah buku.

 "Iya Rin." Jawab Lula yang langsung membalas dengan Anggukkan kepala.

 Malam hari

 Malam mulai larut,namu Karina sama sekali belum bisa tidur. Bukan karena tidak mengantuk, melainkan ada sesuatu hal yang mengganggu pikiran Karina. Tepat di sampingnya, Leo tidur di sampingnya dengan jarak yang begitu sangat dekat.

 "Ada apa masalah apa?" Tanya Leo pada Karina.

 "Tidak ada apa-apa." Jawab Karina yang tidur memunggungi Leo.

 "Apa kamu sedang bermasalah dengan temanmu?" Tanya Leo yang langsung direspon menghela nafas pelan-pelan.

 "Tidak,tapi aku bermasalah denganmu." Jawaban itu langsung membuat Leo penasaran.

  Leo cukup lama berdiam dan rasa penasaran mulai menghantui pikirannya.

 "Memang apa salahku?"katanya Leo yang begitu penasaran dengan Apa kesalahan yang dia perbuat.

 Pada akhirnya Karina mengungkapkan semua rasa kekesalannya kepada Leo, dan Leo hanya terdiam mendengar penjelasan dari Karina.

 "Jadi karena itu alasannya."

 "Kenapa dari awal kamu tidak pernah mengatakan hal ini."ucap Karina yang merasa kecewa.

 "Awalnya aku hanya ingin menolong,tidak disangka akhirnya kehadiranmu di acara malam itu." Jawab Leo yang akhirnya bicara.

 "Maksudnya?"

 Leo pun menjelaskan dari awal hingga akhir hingga beruntun sampai akhir posisi Karina menjadi sekarang.

 "J-jadi..."

 "Seperti yang aku jelaskan tadi,tapi akhirnya takdir kita berdiri diatas altar." Jawab Leo yang masih santai menanggapinya.

 "Semua ini ulah Luxy, jika aku tidak menerima tawarannya tidak mungkin aku akan senasib ini."jawab Karina yang masih ingat jelas dirinya dipaksa diajak oleh Luxy untuk menghadiri acara pernikahan di malam itu.

 "Tapi mungkin Luxy tidak salah, mungkin seperti ini jalan kita." Mendengar jawaban itu Karina langsung membalikkan tubuhnya sampai akhirnya posisi mereka saling berhadapan.

"Jangan aneh-aneh."jawab Karina.

"Aku serius, mungkin ini sudah jalan kita. Lalu apa masih meragukan?"pertanyaan itu langsung membuat Karina terdiam, kondisi yang sudah terjadi memang seperti inilah akhirnya.

 Satu minggu kemudian

Karina membuka mata perlahan, seketika ia merasakan sesuatu yang berat menindih pinggangnya.Akhirnya ia sadar bahwa Leo tidur di sampingnya.

 "Ya ampun..." Gumam Karina yang dengan pelannya bergerak melepaskan diri,justru tangannya di tarik.

" Leo,lepas." protes Karina

"Hm?" Sahut Leo tanpa membuka mata.

"Ini sudah pagi, waktunya bangun." ucap Karina yang mulai sedikit cerewet.

 "Tidak mau,nanti saja bangun." Tolak Leo yang tak ingin jauh dari Karina.

 Karina terlihat begitu kesal dengan ulah Leo,yang dimana tangannya ditahan oleh Leo sampai dia tak bisa berdiri dari tempat tidurnya.

Perlahan-lahan Leo bangkit dari tidurnya,dan langsung menyapa Karina

 "Selamat pagi ,sayang."ucap leo yang menyapanya dengan senyuman hangat dari Leo untuk Karina yang langsung membuat Karina merasa aneh dengan sikap Leo.

Diawal pertemuan mereka pria itu menunjukkan sikap dingin dan lebih terlihat tegas,namun disaat hubungan mereka berjalan kini sikap Leo menunjukkan sikap yang berbeda.

Seperti lebih menunjukkan sikap hangatnya pada Karina bahkan memanggil kata sayang.

 "Kenapa diam?" Tanya Leo yang masih menatap wajah Karina,Leo pun duduk mendekati Karina di tempat tidurnya.

 "Tidak apa-apa." Karina memalingkan pandangannya kearah samping, berakhir Leo memberikan kecupan di kepalanya Karina.

 "Ayo kita bangun sayang." Ajak Leo yang langsung berdiri dari tempat tidurnya dan ia pergi ke kamar mandi membersihkan diri.

 Sedangkan Karina duduk terdiam mengingat kejadian itu kembali,"Sepertinya jantungku tak normal lagi,jika harus berdekatan dengan pria itu." Entah kenapa Karina merasa jika Leo suaminya mulai terobsesi dengannya.

  Seperti biasa Leo berangkat ke kantornya,kini hubungan mereka semakin dekat terutama dengan Leo yang gencar terus mendekati Karina.

 Siang hari

 "Memangnya kamu tidak dimarahi sama suamimu pergi kesini?"tanya Lula yang saat itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya.

 "Tidak akan,aku bosan di kamar terus.Apa dia aku ini burung yang harus ada di kandang,aku juga memiliki kebebasan juga." Jawab Karina yang dengan Santai menanggapinya.

 Di lain tempat,Leo sedang mengikuti rapat dengan beberapa direksi.Tatapan dingin mulai mengintai beberapa orang didalam ruangan itu dan semua orang fokus memperhatikan penjelasannya.

 "Aku tidak mau tahu proyek yang ada di kawasan selatan harus selesai dalam seminggu." Peringatan keras Leo pada mereka semuanya.

"Jalankan sesuai rencana,jangan ada pengurangan target dan fasilitas harus siap di hari itu juga.Catat baik-baik apa perintahku." Perintah Leo dengan tegas.

 "Baik tuan akan kami segera selesaikan." Jawab salah satu dari mereka.

 Malam hari

 Karina duduk di tepi ranjang memandang kearah jendela,sedangkan Leo duduk di sofa dengan tatapannya fokus dengan tablet miliknya.

  "Dua Minggu lagi kita akan pergi ke Maldives." Mendengar ucapan itu ,Karina langsung bengong.

 "Maldives?"

 "Iya,kita akan bulan madu disana." Jawab Leo yang tatapannya masih fokus dengan tablet miliknya.

 Mendengar kata bulan madu,wajah Karina memerah memikirkan apa yang akan terjadi pada mereka,dan apa yang akan mereka berdua lakukan.

 "Apa tidak terlalu buru-buru?" Pertanyaan itu langsung menghentikan pekerjaan Leo.

 "Dari hari pertama kita menikah sampai sekarang ini, kita belum merencanakan bulan madu.Mungkin sudah saatnya kita melakukan rencana itu." Jawaban itu membuat Karina semakin gelisah.

 "Jika aku bulan madu,berarti aku harus..." Batin Karina yang terlihat syok.

 "Bagaimana?" Tanya Leo yang masih berdiskusi tentang rencana itu.

 "Entahlah." Jawab singkat Karina yang terlihat bingung bercampur tegang.

 Leo meletakkan tablet miliknya disamping sofa dan berjalan menuju arahnya.Leo duduk disamping Karina.Leo mendekati wajah Karina ,hingga dahi Leo menempel di bahu Karina,"Aku ingin memberikan sesuatu yang indah untukmu,dan aku benar-benar serius dengan apa yang aku lakukan untukmu.Walaupun semua berawal dari terpaksa,tapi setelah kita berdiri di altar aku ingin menjadi suami yang melindungi mu dan memberikan semua kebahagiaan itu." Karina tertegun mendengar penjelasan itu.

1
partini
ga penting berarti banyak dong
apa dia Casanova huekkkk kasihan kau dapat suami posesif
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!