SANG NAGA PURBA (Garis Darah yang Terbuang)
Di Benua Canglan, garis darah adalah segalanya. Terlahir dari pasangan prajurit kuat Klan Chi, bayi Chi Tian justru dibuang ke kasta terendah karena Altar Naga tidak memberikan respon sedikit pun. Dianggap sampah tak berguna, ia ditinggalkan untuk mati.
Belasan tahun berlalu, Chi Tian kembali menyamar di balik jubah hitam dan zirah perak, siap membalas dendam di Arena Penyisihan.
Namun, empat klan agung tak pernah menyadari kebenaran mengerikan ini: Altar Naga hari itu bukannya mati, melainkan darah Chi Tian terlalu tinggi dan agung untuk dijangkau oleh altar biasa.
Mereka pikir telah membuang sebuah sampah, tanpa tahu telah melepaskan seekor Naga Purba yang siap meruntuhkan seluruh takhta kesombongan benua!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BENTROKAN DENGAN TIGA PENGAWAS
Keheningan malam yang hangat di dapur rumah panggung itu mendadak hancur berkeping-keping.
BAM! BAM! BAM!
Daun pintu depan rumah panggung kayu itu digedor dengan sangat kasar hingga engsel tua dan pasaknya berderit nyaring.
Debu-debu kayu beterbangan di udara, diiringi suara benturan keras yang tak sabar.
"Keluar cepat! Buka pintunya, kuli busuk!" Sebuah suara berat, parau, dan syarat akan nada intimidasi menggema garang dari balik pintu.
Sun'an terlonjak kaget. Wajahnya yang semula diliputi rasa haru seketika berubah pucat pasi.
Tanpa membuang waktu, wanita tua itu berlari terburu-buru menuju pintu depan, mencoba meredakan situasi sebelum emosi tamu tak diundang itu meledak.
Saat daun pintu ditarik terbuka, berdiri tiga sosok pria bertubuh kekar di atas ambang pintu.
Mereka adalah bagian dari ras Half-Dragon—kaum kasta menengah yang mendominasi posisi pengawas tambang dan prajurit kota.
Sebagai keturunan Half-Dragon, potensi garis darah mereka jauh melampaui budak Low-Blood, mampu mencapai Peringkat 2 hingga 6.
Pria di posisi terdepan berada di Peringkat 2, sementara dua rekannya di belakang adalah veteran Peringkat 3.
Mereka bertiga mengenakan zirah kulit bersisik kusam—seragam resmi pengawas yang bertugas menindas para pekerja tambang.
"Maaf, Tuan-tuan Pengawas... Ada apa malam-malam begini?" tanya Sun'an dengan suara gemetar, berusaha sesopan mungkin.
Namun, pengawas Half-Dragon di posisi terdepan bahkan tidak sudi memandang wajahnya.
Tanpa mengindahkan kehati-hatian, tangan kasarnya yang berotot mengayun cepat, menghempaskan bahu Sun'an tanpa belas kasihan.
BRUK!
"Singkirkan badan kotormu, wanita tua!"
Tubuh rentan Sun'an terlempar ke samping, menghantam lantai kayu keras hingga tersungkur.
Tian Xue yang melangkah dari arah dapur seketika menangkap pemandangan tersebut.
Dalam sekejap, darah di dalam nadinya mendidih bagaikan lahar membara!
Ibunya tersungkur menahan sakit, sementara tiga pengawas Half-Dragon itu melangkah masuk dengan wajah angkuh.
"Bajingan... Berani-beraninya kalian!"
Wush!
Tanpa aba-aba, Tian Xue melesat maju bagai kilat.
Ia tidak membocorkan aura Naga Purba agar tidak mengundang kecurigaan. Ia murni mengerahkan kekuatan fisik Peringkat 3 yang telah disembunyikan di bawah kulitnya.
Dalam hitungan mikrodetik, sisik tipis berwarna kusam menjalar cepat melapisi lengan kirinya, mengeras menjadi cakar pembantai.
BOOM!
Satu tinju mentah mendarat telak di dada pengawas Half-Dragon Peringkat 2!
Udara di dalam ruangan terlontar keras. Pengawas itu bahkan tidak sempat menyadari apa yang terjadi ketika tubuh besarnya melayang menembus dinding kayu dan terlempar ke halaman luar.
AAAKHHH!
Dua pengawas Half-Dragon Peringkat 3 yang tersisa terbelalak syok.
Sebagai praktisi Peringkat 3 dari ras Half-Dragon, refleks bertarung mereka terpicu secara otomatis. Zirah sisik tebal melingkupi tubuh mereka saat memasang kuda-kuda tempur.
"Keparat Low-Blood! Beraninya kau!" teriak salah satu pengawas seraya menebaskan cakar berunsur angin ke arah leher Tian Xue.
BOOM!
Tinju berlapis kekuatan fisik brutal milik Tian Xue bertabrakan langsung dengan cakar pengawas Half-Dragon Peringkat 3.
Gelombang tekanan udara mengempaskan meja dan kursi bambu hingga hancur berkeping-keping.
Tian Xue hanya terdorong mundur satu langkah dengan tumpuan kaki yang sangat kokoh.
Sementara sang pengawas Half-Dragon terlempar mundur lima langkah dengan lengan yang gemetar hebat.
"Dia... Siapa sebenarnya budak ini?!" gumam pengawas Peringkat 2 yang tadi terlempar keluar, merangkak di halaman dengan darah segar menetes dari bibirnya.
Namun, dua pengawas Peringkat 3 sisanya tidak berniat mundur. Mengandalkan keunggulan jumlah dan kebanggaan ras Half-Dragon, mereka menyerang dari dua sisi berbeda secara bersamaan!
Pertarungan jarak dekat berlangsung sengit dan liar.
Dua Half-Dragon Peringkat 3 saling melengkapi, melayangkan pukulan demi pukulan berlapis sisik tebal yang menggetarkan lantai rumah panggung.
Tian Xue terdesak mundur hingga menyenggol pilar kayu.
Melihat celah tersebut, kedua pengawas menyeringai kejam. Mereka mengerahkan seluruh sisa energi Peringkat 3 ke ujung cakar mereka, melayangkan dua pukulan fatal yang mengincar dada dan leher Tian Xue!
Di mata orang biasa, posisi Tian Xue sudah terkunci mati.
Namun di sudut bibir Tian Xue, senyuman dingin justru terukir samar.
Tian Xue sengaja memiringkan tumpuan badannya, membiarkan dua pukulan berkecepatan tinggi itu mendarat telak di kedua bahunya!
BRUK... BRUKK!
Zirah sisik di bahu Tian Xue retak berantakan. Rasa sakit menusuk saat darah segar merembes membasahi pakaian kasarnya.
"Haha! Mati kau, Bocah!" seru kedua pengawas merasa serangannya menembus pertahanan lawan.
Namun, rasa puas itu menguap dalam sekejap.
Tian xue sengaja memanpaat kan tubuh nua sendiri untuk mencari celah, ini lah gaya bertarung dia.
Kedua pengawas membeku saat menyadari tubuh Tian Xue sama sekali tidak bergeser satu inci pun!
Dengan membiarkan dua pukulan menancap di bahunya, Tian Xue berhasil memotong seluruh ruang gerak kedua pengawas Half-Dragon tersebut.
"Saatnya kalian membayar," bisik Tian Xue dingin.
Mengabaikan rasa sakit di bahu, Tian Xue mengerahkan seluruh daya dorong fisik Peringkat 3 ke kedua lengannya yang bebas. Cakar kusam di jemarinya mengeras secara ekstrem.
Tebasan Cakar Naga!
DUARR!
Dua tebasan angin tajam menghantam dada kedua pengawas dari jarak dekat.
Aaakhh.!
Teriak kedua pengawas tingkat 3, meraka tidak menyadari, anak kaum low blod punya gaya bertarung yang brutal, mengorbankan bahu nya sendiri.
Zirah sisik tebal mereka pecah berantakan, dan tubuh kedua Half-Dragon Peringkat 3 itu terlontar deras keluar pintu, menubruk rekan mereka di halaman.
"Aaaakkhh.!
tubuh mereka tumpang tindih di atas tanah.
Sebelum mereka sempat menghisap napas lagi, bayangan hitam melompat tinggi melintasi ambang pintu.
Tian Xue sudah berada tepat di atas mereka di bawah terpaan sinar bulan.
Hantaman Gempa Naga!
DUAAAAR!
Bumi bergetar hebat. Hantaman ganda mendarat telak di dada mereka. Tanah amblas sedalam setengah meter, menimbulkan ledakan debu membubung tinggi.
Ketika debu terangkat, tiga pengawas Half-Dragon itu terbaring kaku di dalam lubang—hancur dan tak lagi bernapas lagi.
"Tian'er..."
Suara gemetar Sun'an memecah keheningan yang mencekam.
Dengan langkah terhuyung, Sun'an berlari keluar. Ia merangkul bahu Tian Xue yang ternoda darah dengan tangan gemetar.
"Kau tidak apa-apa, Nak? Bahumu... darah ini..." tanya Sun'an terisak.
"Aku tidak apa-apa, Bu," jawab Tian Xue pelan. "Ini hanya luka ringan."
Ia meraih tangan Sun'an yang gemetar. Namun di dalam hatinya, Tian Xue tahu bahwa membunuh tiga pengawas Half-Dragon malam ini adalah genderang perang pertama.
Kota pengawas tidak akan lagi aman bagi mereka.