NovelToon NovelToon
Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Kau Berkhianat, Aku Membalas!

Status: tamat
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:43.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Velicia, seorang wanita yang sedang hamil delapan bulan, dipermalukan dan disiksa oleh suaminya sendiri. Michael adalah Bos Mafia yang lebih mempercayai wanita lain bernama Sania, dibanding istrinya sendiri.

Dituduh tanpa bukti dan dipaksa berlutut di depan wanita yang membencinya, Velicia akhirnya menyadari bahwa cinta yang ia perjuangkan selama dua tahun hanyalah ilusi.

Namun Michael tidak tahu satu hal, Velicia bukan wanita biasa. Di balik diam dan lukanya, ia menyimpan identitas tersembunyi sebagai bagian dari dunia mafia yang jauh lebih gelap dari keluarga Kensington.

Saat Michael akhirnya menyesal, akankah Velicia memaafkannya dan kembali padanya? Atau memilih pria lain yang datang di waktu yang tepat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 3.

Sudah lima hari sejak Velicia meninggalkan mansion Kensington. Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Michael merasa segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Tuan, pihak pelabuhan menolak memperpanjang izin."

Michael mengangkat kepala.

"Alasannya?"

"Mereka tidak menjelaskan."

Michael mengerutkan kening. "Hubungi direktur pelabuhan."

"Sudah, Tuan."

"Hasilnya?"

Pria itu tampak ragu-ragu menjawab. "Dia menolak bertemu."

Atmosfer ruangan mendadak dingin, Michael melempar dokumen di tangannya dengan keras ke atas meja. Situasi saat ini bukan hal yang normal, karena selama bertahun-tahun pihak pelabuhan selalu memberi jalan bagi organisasi Kensington dan tak pernah ditolak sekalipun. Namun... hari ini berbeda.

"Tuan." Seorang bawahan lain masuk dengan wajah tegang.

"Ada masalah lagi."

"Apa sekarang?"

"Pengiriman dari utara dibatalkan."

"Kenapa?!" Michael menatapnya tajam.

"Mitra kita mengundurkan diri."

"Mereka berani mengundurkan diri?"

"Ya."

Michael mengepalkan tangannya dengan erat, urat-urat dilehernya menonjol saking emosinya. Satu masalah mungkin kebetulan, dua masalah mungkin kesalahan. Tapi jika semuanya terjadi bersamaan... maka ada sesuatu yang sedang bergerak di belakang layar.

Malam harinya...

Michael pulang ke mansion lebih awal, tapi begitu memasuki kamar utama langkahnya melambat. Ruangan itu terasa terlalu sepi, tidak ada lampu yang sengaja dinyalakan.

Bahkan, tak ada lagi secangkir teh hangat yang biasa menunggunya. Tidak ada suara langkah kaki yang tergesa-gesa datang saat ia pulang, dan menyambutnya dengan senyuman.

Velicia benar-benar sudah pergi, Michael langsung mengerutkan kening. Dia merasa kesal pada dirinya sendiri, kenapa harus memikirkan wanita itu lagi?

Bukankah Velicia yang bersalah?

Bukankah wanita itu yang menyakiti Sania?

Bukankah Velicia yang selalu membuat masalah?

Michael membuka laci meja di samping tempat tidur, dan kosong. Velicia benar-benar membawa seluruh barang pribadinya, tidak ada satu pun yang tersisa. Seolah wanita itu tidak berniat kembali, dan tiba-tiba saja dada Michael terasa sesak.

Keesokan paginya...

Michael menerima kabar buruk lagi, salah satu proyek terbesarnya gagal mendapatkan persetujuan. Padahal sebelumnya proyek itu hampir pasti lolos.

"Siapa yang menolaknya?"

"Kami tidak tahu."

Michael berdiri dari kursinya, wajahnya mulai mengeras. Dalam dunia mafia, tidak ada yang namanya kebetulan. Seseorang sedang mencabut sesuatu dari organisasinya, rapi dan sangat terencana. Namun yang paling membuatnya marah... dia bahkan tidak tahu siapa pelakunya.

...*****...

Di sisi lain kota, Velicia baru saja menyelesaikan pemeriksaan kandungannya di sebuah rumah sakit swasta. Ia duduk di ranjang pemeriksaan sambil mendengarkan penjelasan dokter. Di layar USG yang masih menyala, bayangan kecil calon buah hatinya terlihat jelas. Dan setiap kali melihatnya, hati Velicia selalu terasa lebih tenang. Di tengah semua masalah yang sedang dihadapinya, anak itu menjadi satu-satunya alasan yang membuatnya tetap kuat.

Dokter tersenyum sambil menutup berkas hasil pemeriksaan. "Kondisi bayi sangat baik."

"Syukurlah." Velicia mengembuskan napas lega yang sejak tadi tanpa sadar ditahannya.

"Perkembangannya sesuai usia kehamilan, detak jantungnya juga kuat. Untuk saat ini... tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

"Terima kasih, Dokter." Tangan Velicia perlahan mengusap perutnya.

"Sama-sama. Yang penting, Anda jangan terlalu stres dan jaga kondisi tubuh."

Velicia mengangguk pelan.

Setelah memberikan beberapa arahan tambahan, dokter itu berpamitan keluar dari ruangan.

Velicia menundukkan pandangannya ke arah perutnya yang sudah membesar. Usia kandungannya kini memasuki bulan sembilan, senyum lembut terukir di bibirnya saat jemarinya mengusap perut itu dengan penuh kasih sayang.

"Kesayangan Mama, harus tumbuh sehat, ya. Mama akan selalu melindungimu."

Suara Velicia terdengar pelan, namun sarat ketulusan. Setiap hari, ia menantikan saat bisa menimang buah hatinya. Meski banyak hal yang harus ia hadapi, dia akan melakukan apa pun demi menjaga anak yang sedang tumbuh di dalam rahimnya. Apa pun yang terjadi setelah ini, ia tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti anaknya.

Tok.

Tok.

Ketukan pintu terdengar.

Velicia mengangkat kepalanya. "Masuk."

Pintu ruangan terbuka. Seorang pria berjas hitam masuk dengan langkah tenang. Wajahnya serius, sementara tatapannya langsung tertuju pada Velicia.

"Nona Velicia."

Velicia duduk lebih tegak. "Ada kabar? Apa ada perkembangan?"

"Ya." Pria itu menyerahkan sebuah tablet.

Velicia membaca laporan di layar, pelabuhan menolak kerja sama. Mitra-mitra bisnis Michael mundur, dan dua jalur distribusi ditutup. Ia membaca semuanya tanpa perubahan ekspresi.

"Lanjutkan."

"Semuanya?"

"Ya."

Pria itu mengangguk, tidak bertanya lagi. Karena jika Velicia sudah mengambil keputusan, maka keputusan itu tidak akan berubah.

Dua tahun lalu... saat Michael menyelamatkannya dari baku tembak, Velicia sedang berada jauh dari keluarganya. Ia sengaja hidup menggunakan identitas biasa, tidak ada nama besar yang menempel padanya. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup wanita itu, seseorang menolongnya tanpa mengetahui siapa dirinya.

Orang itu adalah Michael, karena itulah Velicia jatuh cinta. Karena itulah ia memilih tinggal di sisi Michael, dan selama dua tahun terakhir ia diam-diam membantu pria itu. Dia tidak terpaksa, apalagi diminta pria itu. Sayangnya... semua pengorbanannya tidak pernah dihargai oleh Michael.

1
Heni Setiyaningsih
kayaknya cewek nya badasss soal nya cerita mafia, aku suka
Lydia
terima kasih atas ceritanya 🙏🏻
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ρυтяσ kang'typo✨
trimakasih banyak untuk cerita yang menegangkan kan ini ka... warbiasa
ρυтяσ kang'typo✨
warbiasa kereeeeen
ρυтяσ kang'typo✨
Bianca tetap di pihak Lorenzo 👀... Alhamdulillah
ρυтяσ kang'typo✨
weh perang mulai 👏👏👏👏
Rere🌠: banyak alur gak nyambung, aku tamatin dengan lier 🤧 idenya mandet yang ini, ampun dah.
total 1 replies
ρυтяσ kang'typo✨
u ngebut thor??? ini Ramon beneran masuk sana sendiri ato hanya pion juga ya🤔🤔lanjut baca ach
Diana Dwiari
ada yg janggal disini....bukanya tadi latar perang di markas Sullivan ya,kenapa tiba2 ada di depan pintu masuk markas black throne,terus mereka keluar dr bawah tanah menuju ke tempat yg luas,anggota BT bahkan ratusan keluar dr bawah tanah tiba2 kalah dg anggota gabungan Romanov,la trs kemanakah the king dan lucian,apa.mereka membiarkan markasnya dimasuki musuh....trs tiba2 anggota romanov mau menang gitu,padahal lawannya kan pasukan bayangan yg mengerikan.....
Diana Dwiari
bukannya velicia di menara pengawas.....gimana menatapnya
Rere🌠: Gk ditulis Velica turunnya, aku jg bnyk skip nulisnya kak tkt kepanjangan. Maaf ya 🤭
total 1 replies
Diana Dwiari
apakah nantinya hianca akan mati atau hidup dan bersama antonio
tuti raniati
ini keren
Lydia
Lanjut Author
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!