NovelToon NovelToon
Balas Dendam Nyonya Cha

Balas Dendam Nyonya Cha

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

Han Ji-an rela dicap "mandul" dan dihina mertua demi menutupi aib suaminya, Kang Min-woo, yang tidak subur. Namun, ketulusannya dikhianati. Min-woo berselingkuh dengan sahabat sekaligus dokter kandungan Ji-an, memalsukan rekam medisnya, lalu mendepaknya tanpa sepeser uang pun.

​Di titik hancur, Ji-an dinikahi Cha Jin-wook, CEO nomor satu di Korea. Tiga tahun berlalu, Ji-an membuktikan kebohongannya dengan melahirkan dua anak. Kini, ia kembali ke Seoul sebagai Nyonya Besar Cha Group yang elegan, siap menghancurkan karier, rumah tangga, dan harga diri orang-orang yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 : Tamu yang tak diundang

​Gedung Grand Ballroom Hotel Shilla malam itu diselimuti kemewahan yang menyilaukan. Lampu gantung kristal berukuran raksasa memantulkan cahaya keemasan, menerangi ratusan tamu dari kalangan elit politik dan bisnis Seoul yang hadir dalam perayaan ulang tahun ke-30 Ilsung Group.

​Namun, di balik fasad kemegahan itu, ketegangan merayap di antara keluarga pemilik perusahaan.

​Di ruang tunggu VIP, suasana justru terasa mencekam. Kang Min-woo mencengkeram gelas wiskinya dengan gusar, sementara dasi kupu-kupunya terasa mencekik lehernya. Di sudut ruangan, Jung Se-hee—yang kini telah resmi menjadi istrinya selama tiga tahun—sedang mematut diri di depan cermin besar. Gaun sutra merah darah yang dikenakannya sangat pas melekat di tubuhnya yang ramping, namun wajahnya yang dipulas riasan tebal tidak bisa menyembunyikan guratan kelelahan dan stres.

Visual Kang Min-woo dan Jung Se-hee [inspiration from Korean actor and actress Park Sunghoon and Han Sohee]

​"Min-woo ya, apa Cha Group benar-benar akan datang malam ini?" tanya Se-hee, suaranya terdengar cemas. "Sekretaris Kim dari Cha Group bilang mereka akan hadir, tapi sampai sekarang bangku utama mereka masih kosong."

​Min-woo meneguk wiskinya hingga tandas.

"Mereka harus datang, Se-hee. Jika Cha Group tidak menanamkan modalnya di proyek pembangunan resor kita di Jeju, saham Ilsung akan terjun bebas besok pagi. Ayah sudah mengancam akan mencopot posisiku sebagai Wakil Presdir jika aku gagal mengamankan kontrak ini."

​Pintu ruang tunggu terbuka dengan kasar, dan Nyonya Oh melangkah masuk dengan napas terengah-engah. Wajah paruh bayanya yang penuh kerutan tampak panik di bawah lampu ruangan.

​"Min-woo! Se-hee! Cepat keluar! Kudengar mobil dari Cha Group baru saja tiba di lobi utama. Presdir Cha Jin-wook sendiri yang datang!" seru Nyonya Oh sembari membetulkan letak kalung berliannya yang super mahal.

​Mendengar nama Cha Jin-wook, wajah Min-woo langsung semringah. "Benarkah, Ibu? Baguslah. Ayo, kita harus menyambutnya di depan pintu masuk ballroom. Kita tidak boleh kehilangan muka di hadapan orang paling berkuasa di dunia bisnis Korea saat ini."

​Se-hee segera menyusul suaminya, merapikan gaunnya, dan memasang senyum paling menawan yang ia miliki. Selama tiga tahun ini, statusnya sebagai menantu Ilsung Group selalu digunjingkan di belakang punggungnya oleh para nyonya sosialita karena ia menikah dengan Min-woo hanya berselang satu bulan setelah perceraian Ji-an. Ditambah lagi, skandal "keguguran" yang dialaminya tiga tahun lalu membuat posisinya di keluarga Kang agak goyah. Jika malam ini ia berhasil membantu Min-woo mengambil hati Cha Group, posisinya sebagai Nyonya Muda Ilsung akan aman tak tergoyahkan.

​Di lobi utama Hotel Shilla, perhatian semua orang tersedot sepenuhnya ketika sebuah mobil Rolls-Royce Phantom hitam berhenti tepat di depan karpet merah. Dua pengawal bertubuh tegap segera membuka pintu belakang.

​Sepatu kulit buatan tangan yang mengilap menginjak lantai marmer. Cha Jin-wook keluar dari mobil, memancing bisik-bisik kagum dari para tamu yang kebetulan berada di lobi. Aura dominan dan dingin yang dipancarkannya membuat orang-orang secara tidak sadar mundur beberapa langkah, memberikan jalan.

​Namun, kejutan sesungguhnya terjadi ketika Jin-wook tidak langsung berjalan masuk. Pria yang terkenal anti-sosial dan kejam di dunia bisnis itu berbalik, mengulurkan tangannya yang besar dengan gerakan yang sangat lembut dan protektif ke dalam mobil.

​Sebuah tangan dengan jemari lentik, berkulit seputih susu dan dihiasi cincin berlian marquise-cut 10 karat yang memesona, menyambut uluran tangan Jin-wook.

​Han Ji-an melangkah keluar dari mobil.

​Malam itu, Ji-an mengenakan gaun malam haute couture berwarna hitam legam dengan potongan backless yang memamerkan punggung indahnya yang mulus. Kontras antara kulitnya yang putih bersih dan gaun hitamnya membuat Ji-an tampak seperti dewi malam yang misterius dan sangat berkuasa. Rambutnya disanggul modern dengan menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya yang proporsional. Bibirnya dipulas lipstik merah tua yang tegas, memancarkan aura dingin yang sangat berbeda dari Han Ji-an yang dulu.

​Jin-wook menatap istrinya dengan binar penuh kekaguman di matanya, lalu melingkarkan lengannya di pinggang ramping Ji-an. "Siap, Nyonya Cha?" bisiknya di dekat telinga Ji-an.

​Ji-an mendongak, menatap suaminya dengan senyuman manis namun misterius. "Tentu saja, sayang. Pertunjukannya baru saja dimulai."

​Di depan pintu masuk ballroom, Kang Min-woo, Jung Se-hee, dan Nyonya Oh berdiri dalam barisan penyambutan. Senyum mereka mengembang lebar ketika melihat siluet tinggi Cha Jin-wook berjalan mendekat di koridor yang dilapisi karpet merah.

​"Presdir Cha! Sebuah kehormatan besar Anda berkenan hadir di—" Kalimat Min-woo terhenti mendadak di tenggorokan. Kakinya seperti dipaku ke lantai, dan matanya membelalak lebar, nyaris keluar dari rongganya.

​Di samping Cha Jin-wook, berjalan seorang wanita yang sangat, sangat ia kenal. Wanita yang tiga tahun lalu ia usir di tengah hujan badai tanpa uang sepeser pun. Wanita yang dokumen medis palsunya menyatakan bahwa dia mandul dan tidak berguna.

​"Han... Han Ji-an?!" desis Min-woo, suaranya bergetar hebat.

​Di sampingnya, Jung Se-hee mengeluarkan suara pekikan tertahan. Wajahnya seketika memucat, kehilangan seluruh darahnya.

Cangkir sampanye yang dipegangnya bergetar hebat hingga cairannya tumpah mengotori gaun merah mahalnya. "T-tidak mungkin... Kenapa jalang itu..."

​Nyonya Oh bahkan harus berpegangan pada pilar marmer di dekatnya karena lututnya mendadak lemas. "Ji-an? Bagaimana bisa?!"

​Ji-an menghentikan langkahnya tepat tiga langkah di depan mantan suami dan mantan sahabatnya itu. Ia tidak menunjukkan ekspresi terkejut atau marah. Sebaliknya, ia menatap mereka bertiga dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan meremehkan, seolah sedang melihat serangga yang mengotori sepatunya.

​"Lama tidak bertemu, Wakil Presdir Kang, Dokter Jung... ah, maksudku, Nyonya Kang," kata Ji-an, suaranya mengalun tenang, begitu jernih dan penuh percaya diri hingga membuat ketiganya merinding.

​Min-woo menelan ludah dengan susah payah. Matanya beralih dari wajah cantik Ji-an ke tangan Cha Jin-wook yang masih bertengger posesif di pinggang Ji-an. "Presdir Cha... ini... apa maksudnya semua ini? Mengapa wanita ini..."

​Cha Jin-wook menatap Min-woo dengan sepasang mata elangnya yang mematikan. Tekanan intimidasi yang dipancarkan Jin-wook seketika membuat atmosfer di sekitar mereka menjadi seberat timah.

​"Wanita ini?" Jin-wook mengulang kata-kata Min-woo dengan nada yang amat dingin hingga mampu membekukan darah siapa pun yang mendengarnya. "Jaga bicaramu, Wakil Presdir Kang. Kau sedang berhadapan dengan Han Ji-an, istri sahku. Nyonya Besar dari Cha Group."

​DUARRR!

​Kata-kata Jin-wook seperti petir di siang bolong yang menghantam kepala keluarga Kang.

​"I-Istri?! Nyonya Besar Cha Group?!" Nyonya Oh berteriak histeris, lupa bahwa mereka berada di tempat umum. "Presdir Cha, Anda pasti sudah ditipu! Wanita ini... wanita ini mandul! Dia tidak bisa memberikan keturunan! Dia diusir dari keluarga kami karena rahimnya cacat!"

​"Ibu, diam!" bisik Min-woo panik, mencoba menghentikan ibunya yang mulai lepas kendali, namun terlambat. Beberapa tamu penting yang berada di dekat mereka mulai menoleh dan berbisik-bisik mendengarnya.

​Ji-an tidak marah mendengar makian Nyonya Oh. Ia justru melepaskan tawa kecil yang terdengar sangat elegan.

​"Mandul? Kerusakan permanen pada sistem reproduksi?" Ji-an melangkah satu babak lebih dekat ke arah Nyonya Oh dan Se-hee. Ia membuka tas tangan kecilnya yang bermerek Hermes, lalu mengeluarkan sebuah ponsel model terbaru. Dengan beberapa ketukan, ia memutar sebuah video pendek dan mengarahkannya tepat ke depan wajah Se-hee dan Nyonya Oh.

​Di dalam video itu, tampak dua anak kecil yang sangat menggemaskan sedang bermain di sebuah taman berumput hijau di New York. Anak laki-laki yang berusia dua tahun tampak tertawa riang sambil mengejar bola, sementara seorang bayi perempuan di dalam kereta bayi tersenyum memamerkan dua gigi bawahnya yang baru tumbuh. Wajah kedua anak itu adalah perpaduan sempurna antara ketegasan Cha Jin-wook dan kelembutan Han Ji-an.

​"Perkenalkan, ini Cha Hyun-woo, putra pertamaku yang berusia dua tahun. Dan ini Cha Seo-ah, putri keduaku yang berusia delapan bulan," kata Ji-an dengan nada bangga yang sengaja ditegaskan. "Aku melahirkan mereka berdua secara normal dan alami di New York. Apakah ini yang Ibu sebut sebagai 'rahim yang cacat'?"

​Wajah Nyonya Oh bergantian menatap video dan wajah Ji-an dengan ekspresi syok yang luar biasa. "T-dua anak?! Dalam tiga tahun?!"

​Sementara itu, mata Ji-an kini terkunci sepenuhnya pada Jung Se-hee, yang tubuhnya sudah gemetar seperti daun kering ditiup angin.

​"Dokter Jung Se-hee," panggil Ji-an, memanggil nama sahabatnya dengan penekanan yang dingin. "Kau adalah kepala spesialis kesuburan di Rumah Sakit Pusat Seoul, bukan? Bisakah kau jelaskan pada ibu mertuamu yang pintar ini... bagaimana mungkin seorang wanita yang kau diagnosis 'mandul total' tiga tahun lalu, bisa melahirkan dua anak yang sehat dalam waktu singkat setelah menikah dengan pria lain?"

​Se-hee melangkah mundur, napasnya memburu panik. "Ji-an ah... itu... itu pasti ada kesalahan... diagnosis medis bisa saja salah..."

​"Salah?" Ji-an tersenyum sinis, matanya berkilat tajam memancarkan kebencian yang mendalam. "Atau memang sengaja 'disalahkan' karena ada konspirasi menjijikkan antara seorang suami yang tidak tahu malu dan seorang pelakor yang serakah?"

​Min-woo yang merasa harga dirinya diinjak-injak di depan umum, mencoba membela diri. "Han Ji-an! Jaga ucapanmu! Kau tidak punya bukti untuk menuduh kami!"

​"Bukti?" Cha Jin-wook menyela, suaranya yang berat memotong kata-kata Min-woo dengan mutlak. Jin-wook memberi isyarat dengan tangannya, dan Sekretaris Kim segera maju, menyerahkan sebuah map dokumen tebal berlambang firma hukum nomor satu di Korea.

​"Wakil Presdir Kang, tiga tahun lalu, Anda dan Dokter Jung Se-hee menyuap staf administrasi rumah sakit untuk menukar hasil tes kesuburan Anda dengan istri Anda. Hasil yang asli menunjukkan bahwa Anda lah yang menderita azoospermia, sementara Han Ji-an sepenuhnya sehat," kata Jin-wook dengan nada datar namun mematikan. "Kami telah mengamankan saksi kunci, rekam medis asli yang Anda sembunyikan, serta aliran dana suap dari rekening pribadi Jung Se-hee ke staf tersebut."

​Mendengar itu, Min-woo merasa seluruh dunianya runtuh. Rahasia terbesar yang ia sembunyikan dengan mengorbankan Ji-an, kini dikuliti habis di depan matanya sendiri.

​"M-Min-woo... apa itu benar?" Nyonya Oh menatap putranya dengan pandangan tidak percaya. "Kau... kau yang tidak bisa memberikan keturunan?"

​Para tamu undangan di sekitar mereka kini sudah berkumpul, berbisik-bisik dengan riuh, bahkan beberapa di antaranya mulai mengambil foto secara sembunyi-sembunyi. Skandal terbesar abad ini dari keluarga Ilsung Group sedang terjadi langsung di depan mata mereka.

​Ji-an menatap Min-woo yang kini tertunduk dengan wajah pucat pasi, lalu beralih ke Se-hee yang mulai menangis ketakutan. Rasa puas yang luar biasa menjalar di dada Ji-an, namun ini barulah permulaan.

​"Tiga tahun lalu, kalian merebut segalanya dariku. Nama baikku, harga diriku, dan membuangku seperti sampah," kata Ji-an, suaranya sangat tenang namun penuh dengan ancaman yang nyata. "Mulai malam ini, aku akan memastikan Ilsung Group tidak akan pernah mendapatkan sepeser pun investasi dari Cha Group. Dan untuk kalian berdua... bersiaplah untuk menghabiskan sisa masa muda kalian di balik jeruji besi atas tindakan pemalsuan dokumen dan pencemaran nama baik."

​Ji-an berbalik, melingkarkan kembali lengannya di lengan Jin-wook yang kokoh.

​"Ayo masuk, sayang. Udara di sini mendadak terasa sangat kotor karena ada tikus," ujar Ji-an manis.

​Jin-wook tersenyum protektif, mengecup pelipis istrinya di depan semua orang, menegaskan posisi Ji-an yang tak tersentuh. Mereka berdua melangkah masuk ke dalam ballroom dengan anggun, meninggalkan keluarga Kang yang kini hancur berantakan di pintu masuk.

​Min-woo menatap punggung Ji-an yang menjauh dengan rasa penyesalan yang membakar dadanya. Wanita yang dulu begitu mencintainya dan rela berkorban untuknya, kini telah kembali sebagai sosok yang akan menghancurkannya tanpa ampun.

1
Mutia Kim🍑
Seneng banget deh Ji-An dapat pengganti yg jauh lebih baik🥰
Mutia Kim🍑
Memang lebih baik kamu pergi saja dari keluarga toxic itu Ji-an😌
Mayraa_Tapaa: makasih ka udah mampir
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
Mampir ya readers readers yg baik dan keren-keren, udah up banyak episode loh jadi enak bacanya...setiap hari juga bakal up min 4 episode sehari ya....
kutunggu kehadiran kaliam🤗✨️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!