NovelToon NovelToon
Gairah Yang Dibayar Mahal

Gairah Yang Dibayar Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Demi membiayai operasi ayahnya, Natalie nekat menjual keperawanannya pada seorang pria yang tidak ia kenal. Namun pria yang datang ternyata seorang dokter berhati baik yang justru ingin menyelamatkannya dari jalan buntu itu.

Setelah melewati malam yang penuh gairah, Drake malah kecanduan dengan tubuh Natalie, padahal dia tahu kalau wanita itu hanya mengejar uang.

Saat rahasia tergelap mereka terbongkar, mampukah hubungan rapuh dan terlarang ini tetap bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Nathalie mencoba menjalani kegiatan sehari-harinya seperti biasa. Pagi itu, dengan seragam kampus yang rapi, kemeja hitam dan celana panjang berwarna krem, ia kembali ke kampus setelah mengambil cuti beberapa hari. Wajahnya masih menyisakan memar samar yang ditutupi bedak tipis, dan langkahnya terasa berat saat memasuki gerbang universitas swasta yang ramai.

Udara kampus terasa asing baginya sekarang. Mahasiswa lain berlalu lalang sambil tertawa, membahas tugas dan gosip, sementara Nathalie merasa seperti orang asing di dunianya sendiri. Di tasnya tersimpan ponsel yang sesekali bergetar, pesan dari Drake yang meminta laporan singkat atau mengingatkan kewajibannya malam nanti. Uang yang ditransfer pria itu memang membantu, tapi setiap kali ia melihat notifikasi saldo, rasa miris itu kembali datang.

Baru saja ia melewati koridor fakultas, sebuah suara yang familiar memanggilnya.

“Nathalie? Kamu kemana saja? Sudah tiga hari kamu tidak masuk?” tanya Andreas, dosen pembimbing skripsinya.

Pria berusia 34 tahun itu berdiri di depan pintu kelas dengan membawa map tugas di tangannya. Wajahnya tampan dengan kacamata tipis, dan tatapannya selalu lembut setiap kali melihat Nathalie. Sudah lama dia menyukai muridnya itu secara diam-diam.

Nathalie tersentak kecil, lalu tersenyum tipis yang dipaksakan. “Maaf Pak, saya ada urusan keluarga,” jawabnya sekenanya, suaranya datar. Ia tak mungkin menceritakan yang sebenarnya: pengkhianatan ibunya, kekerasan Hadi, dan “perjanjian” dengan Drake.

Andreas mengangguk penuh pengertian, meski ada kekhawatiran di matanya. Ia memperhatikan wajah Nathalie yang sedikit pucat dan memar samar di pipi. “Kalau ada masalah, jangan sungkan bilang ya. Saya selalu ada untuk mahasiswa bimbingan saya.”

Nathalie hanya mengangguk pelan. Andreas tersenyum lembut, lalu mengajaknya, “Ayo, masuk kelas. Hari ini kita bahas revisi proposal skripsi.”

Mereka berjalan beriringan di koridor yang ramai. Andreas sesekali melirik Nathalie dari samping, hatinya berdegup lebih cepat. Bau shampoo Nathalie yang sederhana saja sudah membuatnya gelisah.

Sementara itu, Nathalie berjalan dengan pikiran melayang jauh. Ia merasa bersalah karena kehangatan Andreas yang tulus, kontras sekali dengan Drake yang dingin dan penuh nafsu.

Di dalam kelas, Nathalie duduk di bangku belakang, mencoba berkonsentrasi. Tapi setiap kali pena menyentuh kertasnya, bayangan Drake selalu muncul. Ia menggenggam pensil lebih erat. Hidupnya kini semakin rumit.

*

*

Selang beberapa jam, kelas akhirnya usai diikuti hiruk-pikuk mahasiswa yang bergegas keluar ruangan. Nathalie duduk diam sebentar di bangku paling belakang, lalu pelan-pelan memasukkan buku catatan, pulpen, dan laptop bekasnya ke dalam tas. Pikirannya masih kacau. Setelah keluar dari kelas, ia berjalan menyusuri koridor yang mulai sepi, sinar matahari sore menyapu wajahnya yang pucat.

Tiba-tiba ponsel di sakunya bergetar keras.

Drttt… Drttt…

Nama ibunya terpampang di layar. Jantung Nathalie langsung berdegup kencang. Dengan tangan gemetar, Nathalie mengangkat panggilan tersebut.

“Halo…” sapanya lirih.

“Dasar anak tidak tahu diri! Cepat kirim uang ke ibu sekarang juga untuk ganti rugi Pak Hadi!” teriak Dyah dengan suara nyaring penuh kemarahan dari seberang. “Gara-gara kamu kabur hari itu, ibu kehilangan uang besar! Kamu sudah merusak semuanya, Nathalie!”

Nathalie menutup mata sejenak, berusaha menahan amarah dan sedih yang membuncah. “Bu… semalam aku sudah transfer semua yang aku punya. Apa masih kurang?”

“Masih sangat kurang! Jangan banyak alasan!” bentak Dyah tanpa ampun. “Hari ini ayahmu harus kontrol ke dokter dan butuh terapi. Kamu mau ayahmu lumpuh selamanya karena ulahmu? Ibu butuh uang sekarang juga, minimal lima puluh juta! Kalau tidak, ibu tidak akan tanggung jawab atas kondisi ayahmu!”

Nathalie merasa dada sesak. “Tapi Bu… itu semua uangku. Aku sudah kirim semuanya ke Ibu. Dari mana lagi aku mendapatkan uang sebanyak itu?”

“Itu bukan urusan ibu!” jawab Dyah dingin dan kejam. “Kamu yang bikin masalah, kamu yang harus tanggung jawab. Kalau sampai sore ini uangnya belum masuk, ibu pastikan ayahmu tidak akan pernah bisa jalan lagi seumur hidupnya. Kamu pilih mana? Ayahmu atau harga dirimu yang sudah murahan itu?!”

Tuut… tuut… tuut…

Panggilan dimatikan secara sepihak. Nathalie berdiri membeku di tengah koridor. Ponsel hampir terjatuh dari tangannya yang lemas. Air matanya mengalir deras tanpa suara. Tubuhnya gemetar hebat, campuran antara marah, putus asa, dan rasa bersalah yang menusuk dada. Ancaman ibunya terdengar begitu nyata dan kejam.

Ia bersandar ke dinding dingin, napasnya tersengal. Bagaimana ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat? Kembali meminta pada Drake? itu tidak mungkin.

Dari kejauhan, Andreas yang kebetulan lewat di koridor fakultas tidak sengaja mendengar percakapan telepon Nathalie dengan ibunya. Suara Dyah yang nyaring dan penuh ancaman terdengar cukup jelas di lorong yang mulai sepi.

Dosen muda itu berhenti melangkah, tubuhnya menegang mendengar nada kejam ibu mahasiswinya. Tapi dia tidak nerasa prihatin, tapi dia merasa melihat celah kesempatan yang selama ini ia tunggu.

Dengan langkah yang santai, Andreas mendekati Nathalie yang masih bersandar lemas di dinding. Wajah perempuan itu basah oleh air mata, membuat hatinya, yang sudah lama diam-diam menyukai Nathalie semakin terbakar.

“Aku tahu caranya biar kamu mendapatkan uang itu,” ucap Andreas dengan suara rendah namun penuh keyakinan.

Nathalie tersentak kaget dan langsung menoleh ke belakang. Matanya membelalak lebar ketika melihat dosen pembimbingnya berdiri hanya beberapa langkah di belakang. Wajahnya memucat.

“Bapak.....” bisiknya hampir tak terdengar.

Andreas mengangkat kedua tangan sedikit, berusaha terlihat tidak mengancam. “Saya tidak sengaja mendengar percakapan kalian tadi.”

Nathalie mundur selangkah, rasa malu dan panik bercampur. “Bapak mendengar semuanya?” tanyanya ragu, suaranya bergetar.

“Iya,” jawab Andreas pelan. “Saya ingin memberikan solusi padamu. Saya yakin bisa membantumu, Nathalie. Kamu tidak perlu sendirian menghadapi ini.”

Nathalie menggelengkan kepala kuat-kuat, air matanya masih mengalir. “Tidak usah, Pak. Biar saya pikirkan sendiri.” Ia langsung berbalik dan berusaha berlalu dengan langkah cepat, tasnya bergoyang di bahu.

Namun, suara Andreas yang tenang namun tegas menghentikan langkahnya di tengah koridor.

“Saya tahu kamu bekerja di klub malam.”

Nathalie membeku. Tubuhnya menegang hebat.

“Saya bisa kasih uang kamu lima puluh juta asal kamu tidur dengan saya,” lanjut Andreas tanpa basa-basi, suaranya rendah agar tidak terdengar orang lain. “Satu malam saja. Saya serius. Ini bisa menyelesaikan semua masalahmu.”

Nathalie menoleh perlahan, wajahnya campuran antara syok, dan amarah yang membara. Matanya yang sembab menatap tajam dosen yang selama ini ia hormati.

Plak.....

Tamparan keras mendarat sempurna di pipi Andreas. Suara itu menggema di koridor kosong. Kepala dosen itu tersentak ke samping, kacamatanya hampir melorot. Bekas merah lima jari langsung muncul di kulitnya.

“Dasar dosen gila!” bentak Nathalie dengan suara parau penuh kebencian. “Saya kira Bapak berbeda... ternyata sama saja!”

Andreas memegang pipinya, terkejut tapi tidak marah. Malah ada kilatan aneh di matanya.

Nathalie mundur beberapa langkah, tubuhnya gemetar hebat, lalu berlari meninggalkan koridor tanpa menoleh lagi.

1
Mita Paramita
akhirnya Nathalie bisa nolongin ayahnya , walaupun imbalan nya harus jadi pemuas nafsu drake.
merry yuliana
semoga drake jatuh cinta dan menghargai natalie sebagai wanita yang berharga bukan cuma barang ....crazy up.kak
Mita Paramita
cuma drake yang peduli sama Natalie 😭 Thor itu Natalie udah diperkaos sama Andreas?🤨
Mita Paramita
lanjut drake bawa kabur Natalie dari ibunya yang laknat 🤣🤣🤣
Oma Gavin
pasti drake yg datang wah andreas bisa dihabisin drake jgn lupa bu dyah sekalian dibikin sekarat ibu kok ngga ngotak malah seneng dan bangga anaknya laku mahal
Oma Gavin
apa bener nathalie anak kandung dyah kenapa setega itu menjual anaknya demi rupiah selama ini ua g yg diberikan nathalie dikemanakan buktinya ayahnya masih sekarat
Mita Paramita
drake datang dong 😭 selametin Natalie
Mita Paramita
Natalie bodoh kali cari yang lain di club...tau gitu sama drake aja atau pak dosen
Mita Paramita
lanjut drake 🔥🔥🔥
Mita Paramita
Drake pasti kaget liat Natalie 🤨
merry yuliana
crazy up kak 💪💪💪
Mita Paramita
pasti nih pasien bapaknya Natalie yg jatoh di kamar mandi 🤨
Mita Paramita
lanjut Thor 😭😭😭 mending Natalie jujur aja sama drake minta bayarin berobat bapaknya daripada dia nanggung beban sendirian 🤨
Oma Gavin
dokter psikopat gila segitu brutal nya dia sama nathalie
mama
kok iki jijik ya sama dokter ny.. kelakuan ny gk mencerminkan seorang dokter.. bukan ny ngasiih solusi buat masalah nathali
Oma Gavin
jujur sama drake biar dihabisin itu andreas dan bandot tua hadi bila perlu ibumu sekalian itu pasti ibu tiri ngga mungkin ibu kandung rela jual anaknya
Mita Paramita
kasian Nathalie nanggung beban sendirian 😭😭😭
Oma Gavin
pasti drake ini yg nolong
Oma Gavin
buang drake malah dijual ke laki" tuer bau tanah udah gitu gendut menjijikan lagi
mama
dokter oh dokter..kok mau2 tidur dgn perempuan yg bukan istri ny🤭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!