NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Strategi Gila di Balik Bayangan

​Jacob memacu kudanya menembus kegelapan malam. Dia hanya mengenakan zirah ringan yang ditutupi jubah hitam agar tidak memancing perhatian patroli perbatasan Scolar yang terkenal sangat ketat.

​Pikiran Jacob masih tertuju pada kondisi kakaknya yang lumpuh dan amarah ayahnya yang meledak-ledak. Dia tahu bahwa misi pengintaian ini adalah satu-satunya cara untuk mencegah pembantaian sia-sia yang direncanakan Raja Ferdinand.

​{Aku harus mendapatkan informasi yang sangat akurat. Ayah tidak akan berhenti kecuali aku membawa bukti bahwa ada jalan yang lebih mudah untuk menghancurkan mereka.}

​"Tunjukkan apa yang bisa kau lakukan dalam mode pengintaian ini," ucap Jacob dengan nada suara yang rendah namun penuh tekanan.

​[Analisis Panca Indra Diaktifkan. Memproses frekuensi suara rendah dan deteksi pergerakan di radius lima ratus meter.]

​Pandangan Jacob mendadak berubah menjadi sangat tajam, seolah dia bisa melihat dalam kegelapan malam sejelas di siang hari. Dia bahkan bisa mendengar bisikan para penjaga di atas menara benteng yang berjarak cukup jauh dari posisinya saat ini.

​||||||||||||||

​Jacob turun dari kudanya setelah sampai di batas hutan yang berdekatan dengan tembok luar benteng. Dia menatap tembok batu yang menjulang tinggi dengan deretan kawat berduri dan jebakan kayu di bawahnya.

​"Sistem, berikan aku rute penyusupan paling aman. Aku tidak ingin berakhir menjadi landak karena panah-panah mereka," bisik Jacob sambil bersembunyi di balik pohon besar.

​[Kondisi terdeteksi: Penjagaan terlalu rapat untuk gerakan manual. Mengaktifkan Mode Auto Pilot: Mata-mata Gila.]

​Jacob merasakan sensasi dingin menyambar saraf tulang belakangnya saat kendali tubuhnya mulai berpindah secara perlahan. Namun, kali ini gerakannya tidak meledak-ledak seperti saat di medan perang.

​Kedua tangan Jacob bergerak sendiri untuk melepas sepatu botnya, membiarkan kakinya telanjang agar bisa merasakan setiap getaran di tanah.

​{Hei! Kenapa kau menyuruhku bertelanjang kaki? Tanah ini dipenuhi kerikil tajam!}

​||||||||||||||

​Tubuh Jacob mulai bergerak dengan cara yang sangat tidak masuk akal. Dia tidak berlari tegak, melainkan bergerak sangat rendah, nyaris menempel dengan tanah namun dengan kecepatan yang sangat tinggi.

​Setiap kali ada cahaya obor penjaga yang menyapu area tersebut, sistem akan membuat Jacob melakukan gerakan menghindar yang sangat presisi, seperti melompat kecil ke balik bayangan terkecil dalam hitungan milidetik.

​"Gila... ini benar-benar gila!" gumam Jacob saat dia melihat tubuhnya sendiri melakukan salto tanpa suara tepat di bawah hidung penjaga yang sedang berbalik badan.

​Sistem membawa Jacob menuju sebuah saluran pembuangan air yang sangat sempit dan dipenuhi kotoran. Bukannya merasa jijik, tubuh Jacob justru meluncur masuk dengan posisi yang sangat efisien untuk meminimalkan suara percikan air.

​{Kenapa aku harus lewat sini? Bau ini sangat menyengat!}

​||||||||||||||

​Jacob akhirnya berhasil masuk ke dalam area gudang logistik benteng setelah melewati jalur yang mustahil dilewati manusia biasa. Matanya yang kini didukung sensor sistem mulai memindai tumpukan peti di sana satu per satu.

​Mata pangeran muda itu membelalak saat melihat adanya rembesan minyak yang keluar dari pipa besar di sudut gudang. Dia ingat pernah membaca tentang arsitektur benteng Scolar yang menggunakan sistem uap dan minyak panas untuk pertahanan gerbang.

​{Tunggu, itu saluran minyak utama mereka. Jika pipa itu bocor dan aku menyulutnya dari luar, seluruh gudang ini akan meledak tanpa perlu banyak tenaga.}

​"Cepat keluar dari sini, sistem! Aku sudah mendapatkan semua yang kubutuhkan," perintah Jacob dengan wajah yang memerah karena menahan napas.

​Sistem tidak langsung keluar melalui jalan yang sama. Tubuh Jacob justru dipaksa untuk memanjat tiang kayu utama di tengah lapangan benteng dengan cara yang sangat aneh.

​Dia bergerak dengan cara memutar tiang tersebut secara vertikal, menggunakan momentum gravitasi untuk terus naik tanpa mengeluarkan suara gesekan kayu sedikit pun.

​{Apa-apaan ini? Kau membuatku terlihat seperti penari akrobat di tengah markas musuh!}

​Jacob hampir tertawa karena melihat betapa absurdnya gerakan tubuhnya sendiri saat dia harus bergelantungan di ujung atap gudang dengan hanya menggunakan dua jari saja.

​||||||||||||||

​Pangeran Helios itu akhirnya berhasil melompat keluar dari tembok pembatas dan mendarat dengan sangat mulus di luar area benteng. Dia segera berlari kembali menuju tempat kudanya disembunyikan sebelum sistem melepaskan kendali penuh atas otot-ototnya.

​"Hah... hah... kau benar-benar sistem yang sangat tidak waras," ucap Jacob sambil mengatur napasnya yang tidak beraturan.

​Jacob kemudian memejamkan mata, memproses semua data visual yang dia lihat di dalam gudang tadi dan meminta sistem memproyeksikannya dalam bentuk peta strategi.

​Sebuah visual hologram muncul di depan mata Jacob berdasarkan ingatannya yang diperjelas oleh sistem. Jacob menunjuk ke arah pipa minyak yang dia temukan tadi dengan senyum yang menyeringai.

​Satu serangan panah api di titik bocor itu akan menyebabkan reaksi berantai yang meruntuhkan menara utama benteng tanpa perlu pasukan masuk ke dalam.

​"Jadi, kita tidak perlu membawa ribuan prajurit untuk mati di depan gerbang itu. Aku yang akan menghancurkan fondasinya sendiri," kata Jacob dengan penuh keyakinan.

​{Betapa luar biasa. Ayah akan mengira aku memiliki kekuatan dewa jika melihat benteng sekuat ini runtuh karena satu panah dariku.}

​Jacob tersenyum puas dan segera memacu kudanya kembali ke perkemahan dengan perasaan yang sangat lega.

​||||||||||||||

​Saat dia melewati jalur hutan yang gelap, sistem tiba-tiba memberikan peringatan merah yang sangat terang di sudut penglihatannya.

​[Peringatan: Kehadiran entitas tak teridentifikasi terdeteksi di depan. Target memiliki aura membunuh yang sangat pekat.]

​Jacob mengerem kudanya dengan mendadak, menatap tajam ke arah sosok berjubah merah yang berdiri diam di tengah jalan setapak. Sosok itu perlahan menarik tudungnya ke bawah, memperlihatkan wajah yang sangat cantik seolah seorang bidadari baru saja turun ke bumi.

​Kain jubah merah itu kemudian sengaja dilepaskan hingga jatuh ke tanah, menampakkan setelan hitam ketat yang sangat minimalis dan seksi. Wanita itu membawa sepasang belati tipis yang berkilau di bawah cahaya bulan.

​{Tunggu... rambut perak dan tato mawar di leher itu. Dia Natali, sang malaikat pencabut nyawa dari serikat pembunuh bayaran yang legendaris itu?}

​Pangeran muda itu melompat turun dari kudanya dan berjalan beberapa langkah ke depan dengan tangan yang tetap berada di dekat gagang pedang. Dia menatap mata Natali yang dingin namun memikat itu tanpa rasa takut.

​"Namaku Jacob dan jadilah sekutuku, Natali," ucap Jacob dengan nada bicara yang penuh wibawa.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!