NovelToon NovelToon
Dibeli Seharga 1 Miliar

Dibeli Seharga 1 Miliar

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana L.

Aulia dipaksa ayah & ibu tirinya dijual ke Alexandra, mafia kejam seharga 1 miliar. Terperangkap di dunia gelap sang penguasa, bisakah cinta tumbuh di tengah rantai, bahaya, dan obsesi gila itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana L., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak Berdarah

Gedung pencakar langit milik Surya Corp berdiri angkuh di tengah kota, kaca-kaca reflektifnya memantulkan sinar matahari seolah menatap rendah pada siapa pun yang berdiri di bawahnya. Di lantai paling atas, udara terasa lebih dingin, sarat tekanan dan kekuasaan mutlak. Di ruangan seluas rumah mewah itu, dikelilingi pemandangan seluruh kota, duduk seorang pria yang memegang kendali atas segalanya Alexandra Surya.

Pria itu bersandar santai di kursi kulit hitamnya, satu kaki menyilang di atas meja kerja besar dari kayu mahoni. Jas hitamnya terbuka sedikit, memperlihatkan kemeja sutra putih yang pas di badan. Tangan kirinya memegang gelas kristal berisi cairan merah anggur, sementara mata tajamnya menatap rendah pada Pak Herman yang kini berdiri gemetar di hadapannya. Keringat dingin membanjiri seluruh tubuh pria paruh baya itu; bahkan bernapas saja terasa sulit di bawah tatapan elang Alexandra.

“Jadi…” suara berat dan serak Alex terdengar pelan namun menusuk, “Kau datang ke sini… memohon padaku untuk meminjamkan uang 1 Miliar Rupiah, hanya dalam waktu pengembalian 3 Bulan?”

Pak Herman menelan ludah kasar, kepalanya menunduk dalam. “Be… benar, Tuan Surya. Saya tahu jumlahnya besar dan waktunya singkat. Tapi saya berjanji, saya pasti mengembalikannya tepat waktu. Saya punya aset tanah dan rumah yang akan saya jual, saya”

“Cukup.” Potong Alex dingin. Ia meletakkan gelasnya perlahan, suara denting kecil itu terdengar nyaring di ruangan hening. “Kau pikir aku bodoh, Herman? Aku tahu segalanya. Bisnismu bangkrut total, asetmu habis digerogoti istri barumu, dan kau kini hidup bergantung pada belas kasihan wanita itu. Kau bahkan tak punya uang untuk makan, apalagi melunasi utang sebesar 1 Miliar.”

Wajah Pak Herman memucat sampai ke akar rambut. Lututnya lemas, hampir saja ia jatuh bersimpuh di lantai marmer dingin itu. “Tu… Tuan Surya, saya mohon! Ini masalah hidup dan mati! Anak buah Grup Macan Hitam akan membunuh keluarga saya jika besok sore uangnya belum ada! Hanya Tuan satu-satunya yang bisa menolong saya! Saya bersedia memberi jaminan apa saja!”

Alexandra bangkit berdiri perlahan, langkahnya tenang namun membuat udara ruangan berubah menakutkan. Ia berjalan mengelilingi meja, mendekati Pak Herman hingga jarak mereka hanya beberapa jengkal. Aura pembunuh yang dipancarkan Alex begitu nyata, membuat nyali Pak Herman nyaris copot.

“Jaminan?” Alex tertawa kecil, sinis dan mengerikan. “Apa yang kau punya yang bernilai bagiku? Uang? Kekuasaan? Hubungan? Kau tidak punya apa-apa, Herman. Kau hanyalah sampah masyarakat yang beruntung masih bernapas sampai hari ini.”

Pak Herman gemetar hebat, otaknya berputar liar mencari apa pun yang bisa ia tawarkan untuk menyelamatkan nyawanya sendiri. Saat matanya tak sengaja menatap foto kecil putrinya yang tercetak di kartu pelajar yang tak sengaja terjatuh dari saku foto Aulia sebuah ide gila namun menyelamatkan nyawa tiba-tiba melintas di kepalanya.

“Tu… Tuan!! Saya punya!! Saya punya jaminan paling berharga!!” seru Pak Herman, suaranya melengking karena panik. Ia segera mengambil foto Aulia itu dan menyodorkannya ke hadapan Alexandra. “Putri saya! Aulia Permata! Dia mahasiswi desain, cantik, sopan, pintar, dan sangat setia! Dia satu-satunya harta paling berharga yang saya miliki! Saya jamin dia akan menuruti semua perintah Tuan! Dia akan menjadi jaminan hidup saya!”

Gerakan tangan Alex terhenti. Pandangannya jatuh tepat pada wajah gadis manis di dalam foto itu. Wajah polos, mata jernih, dan senyum malu-malu yang begitu ia ingat wajah gadis yang menjatuhkan gelas kaca di klub malam The Phoenix tempo hari. Gadis polos yang terlihat sangat tidak pantas berada di dunia kotor itu.

Dada Alex bergetar pelan, bukan karena emosi, melainkan karena rasa penasaran dan hasrat kepemilikan yang tiba-tiba bangkit. Sejak malam itu, bayangan Aulia tak pernah benar-benar hilang dari pikirannya. Di tengah dunia yang penuh wanita palsu, licik, dan bermuka dua, gadis itu memancarkan kemurnian langka yang membuat tangannya gila ingin menghancurkannya… atau memilikinya seutuhnya.

Sudut bibir Alexandra Surya perlahan terangkat, membentuk senyum tipis yang penuh perhitungan jahat. Tatapannya berubah gelap, tajam, dan penuh obsesi.

“Jaminan…” gumam Alex pelan, matanya tak lepas dari foto itu. “Kau serius menawarkan putri kandungmu sendiri sebagai jaminan utang?”

“Ya! Sangat serius, Tuan!” jawab Pak Herman cepat, wajahnya bersinar penuh harapan meski hatinya busuk. “Dia milik Tuan sepenuhnya selama utang belum lunas! Tuan boleh melakukan apa saja padanya! Dan jika saya gagal bayar di hari ketiga bulan… dia menjadi milik Tuan selamanya! Sepenuhnya! Tanpa syarat!”

Suasana hening sejenak. Alex menikmati keputusasaan pria tua di hadapannya ini. Manusia benar-benar makhluk paling rendah; rela menjual darah dagingnya sendiri demi memperpanjang umur dan gaya hidup mewah. Namun… tawaran ini, entah bagaimana, terdengar sangat menarik bagi Alex.

Alex kembali duduk di kursi kebesarannya, menatap Pak Herman dengan tatapan mengintimidasi. Ia menekan tombol di meja, memanggil sekretaris pribadinya yang bertubuh kekar, Brian.

“Siapkan kontrak,” perintah Alex dingin, matanya tak lepas dari Pak Herman. “Kau meminjam 1 Miliar Rupiah. Tenggat waktu: 90 Hari (3 Bulan). Bunga: 20% per bulan. Jika lunas tepat waktu, kau ambil kembali putrimu. Jika gagal atau telat sedetik saja… Aulia Permata sah menjadi milikku, tubuh dan jiwanya, selamanya. Tidak ada negosiasi, tidak ada penawaran ulang. Kau mengerti?”

Darah Pak Herman seketika mendidih saat mendengar angka bunga yang gila itu. Dua puluh persen per bulan berarti dalam tiga bulan utangnya membengkak menjadi hampir 1,6 Miliar! Itu angka yang mustahil baginya. Namun, saat melihat tatapan membunuh Alex, ia tahu ia tak punya pilihan. Menolak berarti mati saat itu juga.

“S… saya mengerti, Tuan! Saya setuju! Apa saja asalkan saya dapat uangnya sekarang!” seru Pak Herman tanpa ragu, menjual masa depan putri kesayangannya dengan sangat mudah.

Brian masuk membawa kertas kontrak tebal, pena emas, dan dua amplop cek. Alex menandatangani dokumen itu dengan santai, lalu mendorongnya ke arah Pak Herman.

“Tanda tangani. Dan sumpah demi nyawamu, jangan sampai kau coba kabur atau menyembunyikan gadis itu dariku. Di mana pun kau sembunyikan dia, tanganku akan mencarimu sampai ke dasar neraka.” Suara Alex rendah, penuh ancaman maut yang membuat bulu kuduk berdiri.

Dengan tangan gemetar namun mata berbinar serakah, Pak Herman menandatangani kontrak berdarah itu. Saat tinta kering, Alexandra Surya mendorong selembar cek bernilai 1 Miliar Rupiah ke arahnya.

“Uangmu. Keluar dari sini. Dan ingat… mulai detik ini, gadis itu sudah masuk dalam daftar aset pribadiku. Jangan biarkan dia terluka, menangis karena orang lain, atau disentuh laki-laki mana pun selain aku. Kalau ada satu gores kecil saja di kulitnya… aku akan potong-potongmu hidup-hidup dan umpankan ke buaya di tambangku.”

Ancaman dingin itu masuk sampai ke tulang sumsum Pak Herman. Ia mengangguk panik, menyambar cek itu, lalu berlari keluar dari ruangan mewah itu secepat mungkin, membawa uang haram yang didapat dari pengkhianatan paling kejam seorang ayah.

Setelah pintu tertutup, Alexandra Surya kembali mengambil foto Aulia yang tertinggal di meja. Ia mengusap wajah gadis itu dengan jari telunjuk kasarnya, tatapannya berubah lembut namun tetap mengerikan.

“Jadi, kamu jaminan utangku, Sayang…” bisik Alex pelan pada foto itu, senyum liciknya melebar sempurna. “Kau pikir ayahmu akan membayarnya? Jangan bermimpi, Gadis Kecil. Dia sudah memberiku hak penuh atas dirimu sejak dia menawarkanmu tadi. Tiga bulan ini hanya formalitas. Karena aku tahu… pada akhirnya, kau akan jadi milikku sepenuhnya. Harga 1 Miliar hanyalah uang jajan bagiku. Kamu… jauh lebih mahal dari seluruh harta di duniaku.”

Di rumah sempit itu, Aulia tiba-tiba merasakan hawa dingin yang luar biasa menyelimuti seluruh tubuhnya. Jantungnya berdebar kencang tanpa alasan, seolah ada tali takdir yang baru saja diikatkan kuat pada lehernya, menariknya perlahan masuk ke dalam gua singa paling buas di kota ini.

Ia belum tahu, hidupnya baru saja diperjualbelikan secara sah di atas kertas kontrak hitam. Dan pemilik barunya… adalah iblis paling nyata yang pernah berjalan di bumi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!