NovelToon NovelToon
AKU IBU TIRI MUDA

AKU IBU TIRI MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARGA SEBUAH PERSETUJUAN***

Pukul 22.00 Dikamar Bailla.

Rumah ini masih berdiri. Tapi udah kayak kerangka. Lampu kristal tinggal 1. AC udah dicabut 4 dari 6. Mobil di garasi tinggal Avanza bekas. Alphard, Mercy, BMW udah ditarik leasing semua.

Di pagar depan ada spanduk gede: "DILELANG. ASET PT. HERMAWAN JAYA. 25 OKTOBER 2026."

Bailla di kamar. Kamarnya masih paling utuh. Kasur masih ada. Lemari jati masih ada. Tapi kosong. Tas-tas 100 jutaan udah laku di lelang butik Zeze. Hasilnya? Cuma 300 juta. Ga ada apa-apanya dibanding utang 12,4 M.

Dia ambil buku tulis. Mulai nulis. Kolom plus minus. Kayak lagi ngerjain skripsi.

*JUDUL: PERTIMBANGAN MENIKAH DENGAN PAK ARYA*

PLUS KALO TERIMA:

*Utang 12,4 M lunas. Perusahaan selamat. 200 karyawan ga di-PHK.

*Rumah ga disita. Papa ga usah tidur di kontrakan. Mama ga usah cuci baju orang.

*Aku ga beban. Bisa kuliah lg.

MINUS KALO TERIMA:

*Aku umur 21. Dia 33. Duda anak 3.

*Aku ga cinta. Ketemu baru sekali pas Ultah Bailla 6 tahun lalu.

*Hidupku berubah. Dari heiress ke ibu sambung. Dari mall ke bengkel. Dari skincare ke minyak telon.

*Temen-temen bakal ngomong. "Bailla jual diri". "Bailla nikah sama bengkel".

* Aku takut gagal. Takut anaknya benci aku. Takut Arya nyesel. Takut aku nyesel.

Bailla taruh pulpen. Sandaran ke kursi. Natap plafon.

Dia inget 1 minggu lalu. Papa manggil dia ke ruang kerja.

Ruang kerja Papa dulu mewah. Sekarang kosong. Meja jati udah dijual. Papa duduk di lantai. Pake sarung. Rambut full putih. Umur 55 kayak 70.

"Nduk," kata Papa. Suaranya habis. "Papa mau jujur. Papa... Papa gagal. Perusahaan hancur. Rumah mau hilang. Papa ga bisa kasih kamu apa-apa lg."

Bailla waktu itu nangis. "Yah jangan ngomong gitu..."

"Papa udah coba semua, Nduk," Papa lanjut. "Jual aset. Pinjam teman. Gadai sertifikat. Ga ada yg nolong. Temen Papa yg dulu makan di sini tiap minggu... sekarang blokir WA Papa."

Papa nunduk.

"Terus... terus ada Pak Arya. Dia... dia mau lunasin semua. Cuma... dia minta kamu."

Bailla diem.

"Papa ga maksa, Nduk. Sumpah demi Allah. Kalo kamu bilang enggak, Papa ikhlas. Kita pindah ke kontrakan. Papa ngojek. Mama jualan nasi uduk. Kita mulai dari nol. Tapi... Papa ga mau kamu korban. Kamu berhak bahagia."

Waktu itu Bailla lari. Ke kamar. Kunci pintu. 3 hari.

Selama 3 hari itu dia mikir.

Bailla ngintip dari jendela. Ada ibu-ibu gendong bayi. Bayinya nangis.

Dia tutup gorden. Duduk. Nangis.

Sekarang, hari ke-7. Dia buka lagi buku tulisnya.

Monolog hati Bailla:

"Ini bukan tentang aku. Ini tentang 200 kepala keluarga yg kerja di PT. Hermawan Jaya. Kalo perusahaan bangkrut, mereka mau makan apa? Salah Papa? Iya. Tp mereka ga salah".

" Rumah ini... isinya kenangan. Foto almarhum Kakek di ruang tamu. Tempat Mama ngajarin aku masak. Tempat Papa gendong aku pas demam. Kalo disita... kenangan itu hilang. Dijadiin ruko sama bank".

"Aku. Iya aku takut. Iya aku ga siap. Tp... kapan sih hidup nunggu kita siap? Mama nikah sama Papa umur 20. Langsung hamil aku. Mama siap? Enggak. Tp Mama jalanin. Dan aku lahir."

"Kalo aku ga ambil ini... 10 tahun lg aku nyesel. Nyesel liat Papa meninggal karena kegagalnnya. Nyesel liat Mama jualan di pasar becek. Nyesel liat rumah masa kecil jd minimarket.".

" Tp kalo aku ambil... paling nyeselnya cuma ke diri sendiri. "Ah gue nikah muda. Ah gue jd ibu sambung." Yaudah. Biarin. Daripada nyesel sekeluarga".

Jadi keputusan Bismillah TERIMA. Tapi dia masih meminta waktu semalam lagi. Untuk memastikan keputusannya.

Besok paginya, Bailla mencuci muka, pakai kemeja terbaiknya, dan keluar kamar. Mami dan Papi duduk di ruang tamu, tidak sarapan. Di depan mereka, teh yang sudah dingin.

Ruang tamu itu terasa lebih sempit dari biasanya. Mami dan Papi duduk seperti dua terdakwa yang menunggu vonis dari anaknya sendiri.

Bailla tidak langsung menyapa kedua orangtuanya. Dia taruh gelas teh yang disodorkan Mami tanpa disentuh. Dingin. Sama seperti ujung jarinya. Sementara terlihat jelas di raut wajah pak Bayu dan Bu Risa menanti jawaban dari Bailla

“Mi, Pi,” suara Bailla akhirnya keluar, tipis tapi tegas. “Aku ga bisa jawab sekarang.”

Papi mengangkat kepala. Matanya merah, bukan karena nangis. Karena tiga malam tidak tidur mikir cara bayar rentenir. “Bailla, Bapak tidak memaksa kamu untuk segera mengambil keputusan tetapi Papi berharap kamu bisa mengambil keputusan tampa merasa tertekan. Papi minta maaf karna telat membuat kamu ikut menanggung semua ini ".

“Justru itu,” Bailla menatap lurus ke bapaknya. “Ini hidup aku, Pi. Sekali aku bilang iya, gak ada tombol ulang. Aku 20 tahun. Dia 38. Anaknya tiga. Aku disuruh pindah dari skripsi ke popok.”ini berat Pi jadi Aku perlu banyak waktu untuk berpikir.

Mami meremas tangan sendiri. “Mami tahu, Nak. Mami yang paling gak mau kamu kayak gini". Tapi kalau misalkan. keputusan kamu tidak.nmami dan papi akan tetap berusaha memberikan kamu kehidupan yang layak. walaupun harus berkerja mati mati an cuma yang mami takutkan kalau sampai papi mu masuk penjara bagaimana nasib kita berdua". Mami mulai menangis wajah yang dulu cantik kini sudah semakin terlihat kerutan nya.

“Makanya aku minta waktu,” potong Bailla, cepat. Bukan marah. Takut. Kalau kalimatnya kepanjangan, dia bisa nangis. “Bukan seminggu. Bukan sebulan. Cuma semalam aja, Mi. Kasih aku sampai subuh.”

Papi dan Mami saling pandang. Satu malam berarti satu malam lagi tidur dihantui ketukan pintu. Tapi satu malam juga berarti mereka tidak benar-benar merampas hak anaknya untuk memilih.

Hening. Cuma ada suara detik jam dinding, kerasnya seperti palu.

Papi menunduk. Tangannya yang kapalan mengusap wajah. “Satu malam, Bailla. papi dan mami menunggu jawaban. Biar Pak Arya tidak terlalu lama menunggu jawaban walaupun sebenarnya beliau tidak pernah mendesak”

Bailla mengangguk. Dia jalan ke arah pintu. Di pintu, dia berhenti sebentar.

“Mi, Pi,” katanya tanpa berbalik. “Kalau nanti aku bilang iya, tolong jangan bilang ‘makasih’. Bilang aja... ‘maafin Mami Papi’. Biar aku ngerasa ini bukan hadiah, tapi pengorbanan. Biar aku gak benci kalian nanti.” batin Bailla

Pintu kamar tertutup. Mami akhirnya pecah nangis di bahu Papi. Di dalam taxi, Bailla tak bisa menahan airmata begitu besar pengorbanan yang akan ia lakukan. Disisi lain hatinya ia belum ikhlas untuk menerima menjadi ibu tiri. Sementara disisi lain dia tidak tega melihat keluarganya menderita.

Dia cuma punya semalam untuk memutuskan: mengubur mimpinya, atau mengubur rumah tempat ia bernaung selama ini. Atau membuat orang yang paling ia sayangi merikuk dalam penjara. Bailla yang dulu dimanja dan dijaga dengan sepenuh jiwa dan raga sekarang akan menjadi penentu nasib semua orang.

Dan untuk pertama kalinya, Bailla, 20 tahun, paham bahwa jadi dewasa bukan soal umur. Tapi soal jam berapa kamu harus memilih antara dua hal yang sama-sama bikin kamu mati pelan-pelan.

 

1
Yuliyana
ada bima n dito, siapa ya ?
Miss Danica: Maaf kak di Bab ini ada perubahan nama tokoh dan ada yang lupa edit ... Makasih atas koreksiannya. Selamat membaca kak 😍🙏
total 1 replies
Miss Danica
Hay gaeess sahabat NT mohon suportnya karya pertama ku ini ya. mohon bimbingannya juga semoga sehat sehat semuanya sukses untuk kita semua.😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!