NovelToon NovelToon
Di Jodohin Sama Santri

Di Jodohin Sama Santri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / Romansa
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mooniecaa_moon

Celina adalah ratu clubbing yang hidupnya cuma soal hura-hura, alkohol, dan gonta-ganti cowok sesuka hati. Baginya, pakaian seksi adalah seragam wajib untuk menaklukkan malam. Dia nggak butuh aturan, apalagi komitmen.

Muak melihat kelakuan Celina yang makin liar, sang Mama akhirnya memberikan ultimatum keras: Menikah dengan seorang santri pilihan Mama, atau angkat kaki dari rumah tanpa sepeser pun uang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooniecaa_moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Zuhair yang biasanya sangat teliti, kini seolah kehilangan instingnya. Setiap kali dia lewat di depan kamar Celina dan mendengar suara bisikan, dia hanya menganggap itu suara televisi atau Celina yang lagi asyik main ponsel. Pikirannya sudah terlalu penuh dengan Sarah yang setiap hari menuntut perhatian lebih agar program hamil mereka berhasil.

Sementara itu, hubungan Celina dan Raka makin dalam. Di bawah atap pesantren yang suci, di balik pintu kamar yang tertutup rapat, mereka membangun dunia mereka sendiri.

"Rak, kalau suatu saat gue beneran bisa pergi dari sini, lo mau bawa gue ke mana?" tanya Celina suatu malam. Mereka duduk di lantai, bersandar pada ranjang yang sama, jemari mereka saling bertautan dengan erat.

Raka tersenyum, menatap mata Celina dengan intens. "Ke mana pun lo mau, Cel. Gue bakal bawa lo balik ke Jakarta, atau keliling dunia sekalian. Gue nggak bakal biarin lo terkurung di tempat yang bikin lo nggak jadi diri sendiri kayak gini."

Celina tersenyum tulus, sesuatu yang jarang banget dia lakukan di depan Zuhair atau keluarganya. Di saat Zuhair sibuk memenuhi kewajiban "biologis"-nya kepada Sarah di kamar sebelah, Celina justru menemukan "rumahnya" pada sosok Raka.

Pertemuan mereka di kamar itu tetap aman karena Raka sangat ahli dalam hal mengendap-endap. Dia selalu memastikan kembali ke asrama tepat sebelum bel Tahajud berbunyi.

Bahkan, saat pengajian pagi, Raka dengan berani duduk di barisan yang searah dengan pandangan Celina. Mereka saling melempar kode lewat tatapan mata atau senyum tipis yang hanya dimengerti oleh mereka berdua. Para santri lain, termasuk Zuhair, melihat Celina yang makin rajin itu sebagai bentuk "perubahan karakter" yang positif.

"Lihat tuh, Mas," bisik Sarah pada Zuhair saat mereka berjalan menuju Ndalem. "Istri pertama kamu kayaknya emang udah tobat gara-gara aku ada di sini. Dia jadi rajin ngaji, mungkin dia sadar kalau dia harus berubah biar nggak makin ketinggalan sama aku."

Zuhair hanya mengangguk datar. "Alhamdulillah kalau memang begitu, Sarah. Semoga saja istiqomah."

Zuhair tidak tahu, bahwa di balik wajah "tobat" Celina di pengajian, ada rencana besar dan perasaan yang makin meledak-ledak untuk pria lain yang statusnya adalah santrinya sendiri. Celina dan Raka benar-benar bermain api di dalam "istana" Zuhair tanpa laki-laki itu menyadari bahwa dia sedang dikhianati secara di rumahnya sendiri.

Tiga bulan berlalu dengan atmosfer yang sangat aneh di dalam lingkup Ndalem. Hubungan Zuhair dan Celina benar-benar mendingin hingga ke titik beku. Mereka seperti dua orang asing yang kebetulan tinggal di satu koordinat. Zuhair terlalu sibuk mengurusi Sarah yang sangat manja sejak dinyatakan positif hamil sebulan yang lalu, sementara Celina makin sibuk dengan dunianya sendiri—dunia rahasianya bersama Raka.

Kabar kehamilan Sarah menjadi pesta besar di pesantren. Semua orang memberi selamat, menganggap Sarah adalah "penyelamat" yang akan memberikan keturunan pertama bagi keluarga Kyai. Celina? Dia cuma menonton kegaduhan itu sambil ngunyah permen karet. Baginya, perut Sarah yang mulai membuncit adalah tiket kebebasannya agar tidak lagi dikejar-kejar soal kewajiban istri.

Namun, ketenangan Celina terusik saat suatu sore Abi memanggil Zuhair ke ruang kerja pribadinya. Wajah Abi tampak sangat serius, tidak ada raut bahagia meski sebentar lagi akan punya cucu dari Sarah.

"Zuhair, duduk," perintah Abi dengan nada berat.

Zuhair duduk bersimpuh, wajahnya tampak lelah. "Ada apa, Abi?"

Abi menatap putranya tajam. "Sarah sudah hamil, itu kabar baik. Tapi Abi perhatikan, hubungan kamu dengan Celina semakin tidak jelas. Kalian seperti orang asing yang tidak saling kenal."

Zuhair tertunduk. "Celina masih belum bisa menerima saya, Abi. Dia masih meminta pisah kamar."

"Tiga bulan, Zuhair!" Abi menggebrak meja pelan. "Tiga bulan kamu biarkan istri pertamamu sendirian? Kamu ini suaminya, bukan pengurus asramanya! Bagaimana dengan Celina? Sudah berapa bulan ini berlalu, apa kamu benar-benar belum menggaulinya sama sekali?"

Pertanyaan telak itu membuat Zuhair terdiam seribu bahasa. Lidahnya kelu. Ia teringat bagaimana setiap kali ia mencoba mengetuk pintu kamar Celina, ia selalu mendapat penolakan mentah-mentah atau sindiran tajam yang menyuruhnya balik ke kamar Sarah saja.

"Ingat Zuhair, Celina itu istri pertamamu. Pernikahan kalian itu amanah besar dari Kyai Roni," lanjut Abi dengan nada menuntut. "Abi tidak mau tahu, malam ini kamu harus masuk ke kamarnya. Jangan biarkan dia terus-terusan merasa tidak dianggap. Kamu harus adil, dan Celina juga harus segera memberikan keturunan dari garis pernikahan yang pertama."

Malam itu, sesuai perintah Abinya, Zuhair melangkah menuju kamar Celina dengan perasaan yang sangat berat. Untungnya, malam ini Raka tidak datang berkunjung karena ada jadwal piket malam di asrama santri, sehingga Celina sedang sendirian.

Zuhair mengetuk pintu pelan, lalu membukanya. Ia melihat Celina sedang duduk santai di pinggir tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Begitu melihat Zuhair masuk, raut wajah Celina langsung berubah menjadi sangat jijik.

"Mau apa lo ke sini?" tanya Celina ketus, matanya menatap tajam ke arah Zuhair yang tampak ragu di ambang pintu.

Zuhair menarik napas panjang, mencoba menjalankan tugasnya sebagai suami. "Celina, sudah tiga bulan kita seperti ini. Abi menanyakan hubungan kita. Bagaimanapun, saya adalah suami kamu, dan ada kewajiban yang harus—"

"Kewajiban apa?" potong Celina sambil berdiri, ia tertawa sinis. "Kewajiban bikin anak? Biar adil sama si Sarah?"

Celina melangkah maju, menatap Zuhair tepat di matanya dengan penuh keberanian. "Denger ya, Zuhair Abraham. Lo nggak akan pernah dapet anak dari gue kalau lo nggak ceraiin si Sarah itu! Lo pikir gue sudi berbagi rahim sama perempuan yang udah ngerusak hidup gue?"

Zuhair terdiam, ia mencoba menyentuh bahu Celina untuk menenangkannya, namun Celina menepis tangan itu dengan kasar.

"Jangan sentuh gue! Dan lo mau tahu sesuatu yang lebih seru?" Celina menyeringai puas, ia merasa ini saat yang tepat untuk menjatuhkan mental Zuhair sepenuhnya. "Lo tau Raka, santri baru yang lo puja-puja karena rajin ngaji itu? Dia itu cowok gue! Temen party gue dari Jakarta yang sengaja gue bawa ke sini."

Zuhair mematung, matanya membelalak kaget. "Apa? Celina, jangan bercanda..."

"Gue nggak bercanda! Dia tiap malem ke sini, di saat lo lagi asyik sama Sarah di kamar sebelah tanpa mikirin harga diri gue sedikit pun!" teriak Celina, melepaskan semua kekesalannya. "Lo bebas ngelakuin apa aja waktu itu sama Sarah tanpa mikirin perasaan gue sebagai istri sah lo, kan? Jadi sekarang adil dong?"

Zuhair merasa dunianya runtuh. Rasa bersalah, malu, dan dikhianati bercampur menjadi satu.

"Jadi, mending lo pergi dari sini sekarang. Lo nggak menarik buat gue. Muka lo, sifat lo, semuanya ngebosenin," lanjut Celina sambil menunjuk ke arah pintu. "Gue punya Raka yang jauh lebih paham gimana cara bikin gue seneng daripada lo yang cuma bisa istigfar tapi hobi bikin anak sama orang lain. Keluar!"

Zuhair hanya bisa terdiam dengan wajah pucat pasi. Ia membalikkan badan dan keluar dari kamar itu dengan langkah gontai, meninggalkan Celina yang langsung membanting pintu dengan keras. Malam itu, Zuhair menyadari bahwa ia tidak hanya kehilangan wibawanya di depan Abinya, tapi ia benar-benar telah kehilangan istrinya sendiri di rumahnya sendiri.

1
Ulfa 168
seru lanjut thor
Veronicacake: aaaaa maacie udah baca yaaaa, jan lupa like komennya yahhhh! aku update tiap hari kok ka💕💕
total 1 replies
ChaManda
😭😭
Veronicacake: kak😭😭
total 1 replies
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di ceritaku kak🤭😇
Anonim
SUKAAAA, GA TAMPLATE NARASINYAAAA! SEMANGAT THOR DI TUNGGU UDATE💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!