NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Reinkarnasi Kaisar Multisemesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Di puncak tertinggi multisemesta, aku adalah hukum. Namun di dunia ini, kalian memperlakukanku seperti sampah?"

Shen Long telah mencapai segalanya. Sebagai penguasa mutlak multisemesta, tidak ada lagi puncak yang bisa ia daki, tidak ada lagi musuh yang bisa menantangnya. Di tengah kebosanan abadi yang menjemukan, ia memutuskan untuk melakukan tindakan gila: membuang takhta keabadian dan melompat ke dalam siklus reinkarnasi.

Namun, takdir seolah sedang bercanda.

Ia terbangun di tubuh seorang tentara muda berwajah pucat dengan nama yang sama, Shen Long. Bukannya mewarisi kejayaan, tubuh barunya ini justru sedang sekarat di sudut kamp pelatihan militer, babak belur akibat perundungan kejam dari para seniornya.

Saat ingatan sang Penguasa Multisemesta bangkit, roda takdir berputar balik. Dari seorang prajurit yang ditindas, Shen Long siap merangkak naik, menghancurkan konspirasi, dan menunjukkan pada dunia apa artinya kemurkaan seorang Dewa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Bab 12: Celah Petir Surgawi dan Amukan Tirani Baru

Suara deru mesin turbo ganda dari jip militer lapis baja hitam nomor satu mengaum membelah kesunyian Alun-Alun Gerbang Utara Jiangnan City yang kini telah berubah menjadi pemakaman massal bagi otoritas tertinggi provinsi. Ban-ban besar kendaraan seberat beberapa ton itu berputar cepat, menggilas serpihan beton dan sisa-sisa logam hancur dari kereta perang Lin Tian, sebelum akhirnya meluncur meninggalkan kawah abu kelabu raksasa yang menyedihkan tersebut.

Di dalam kabin mobil yang kedap suara, Sun Mo mencengkeram kemudi dengan begitu erat hingga seluruh sendi jarinya memutih dan mengeluarkan suara berderit halus. Pandangan matanya lurus ke depan menembus kaca pelindung yang gelap, namun setiap beberapa detik, bola matanya secara tidak sadar bergerak ke arah kaca spion tengah. Di sana, di kursi belakang yang luas, Shen Long duduk bersila dengan mata yang terpejam sempurna. Tidak ada setitik pun noda darah, abu, atau debu badai yang menempel pada jubah militer hijaunya. Kulit pualam pemuda itu memancarkan kilau emas samar yang sangat suci, memancarkan aura keagungan yang begitu masif hingga membuat udara di dalam kabin jip terasa sangat tebal dan menghimpit dada Sun Mo.

Sun Mo tahu bahwa perjalanannya saat ini bukan lagi sekadar menjalankan tugas militer dari Komandan Cao Zhen, melainkan sebuah perjalanan mengawal sesosok dewa kematian yang sedang melangkah menuju puncak dunia kultivasi. Tiga ribu prajurit elit departemen pengawasan yang telah dicacatkan secara permanen serta jasad hancur dari Lin Tian dan tiga penasihat agung Sekte Pedang Guntur tertinggal di belakang mereka sebagai monumen kehancuran. Sun Mo menyadari bahwa faksi militer provinsi kini telah lumpuh total secara struktur dan tidak akan pernah bisa bangkit kembali dalam sejarah peradaban Jiangnan City; mereka telah dikeluarkan dari panggung dunia fana dengan cara yang paling memalukan—sebuah penjelasan yang sangat detail mengenai nasib akhir dari seluruh birokrasi penegak hukum yang korup tersebut.

"Kakak Shen, dalam waktu kurang dari dua jam, kita akan keluar dari batas wilayah administrasi Jiangnan City dan memasuki area Celah Petir Surgawi," Sun Mo berkata dengan nada suara yang dipenuhi oleh rasa takjub dan kepatuhan yang mutlak, mencoba memecah keheningan kabin yang membekukan. "Tempat itu adalah satu-satunya jalur darat terdekat yang membelah Pegunungan Terlarang Utara untuk menuju ke markas utama Sekte Pedang Guntur. Berdasarkan informasi intelijen militer lama, celah gunung tersebut dijaga ketat oleh aliansi beladiri luar sekte yang dipimpin oleh para master kejam."

Shen Long tidak membuka sepasang matanya yang sedalam malam abadi. Ia hanya menarik napas dengan ritme yang sangat teratur, membiarkan setiap hembusan napasnya menciptakan fluktuasi energi emas kecil di sekeliling tubuhnya. "Teruskan mengemudi dengan kecepatan penuh. Siapa pun atau kekuatan apa pun yang mencoba berdiri di depan jalur kendaraan ini... tidak perlu menghentikan mobil. Aku sendiri yang akan membersihkan mereka dari muka bumi."

"Siap, Kakak Shen!" Sun Mo merespons dengan tegas, menginjak pedal gas lebih dalam hingga kecepatan jip militer hitam itu melesat melampaui batas kecepatan normal di atas jalan raya antar-provinsi yang sepi.

Sementara kendaraan lapis baja itu melaju membelah pemandangan perbukitan hijau yang bergerak cepat di luar jendela, seluruh fokus kesadaran Shen Long kembali tenggelam ke dalam samudra dantiannya yang baru saja bertransformasi. Keberhasilannya menembus ranah Pengumpulan Qi tingkat pertama di tengah perjalanan tadi telah mengubah esensi energinya menjadi aliran gas emas murni yang sangat padat. Namun, bagi sang Penguasa Multisemesta, tingkat pertama ranah Pengumpulan Qi fana ini masih terlalu kerdil untuk dilemparkan ke dalam perang skala besar melawan seluruh leluhur inti sekte kuno.

Shen Long mulai mengoperasikan *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* dengan intensitas yang jauh lebih tinggi. Di dalam saku jubah militernya, token perak kuno milik Lei Zhen serta tiga cincin penyimpanan spiritual (*Spatial Rings*) yang ia rampas dari jasad tiga tetua di alun-alun tadi mulai memancarkan kilauan energi yang bergejolak. Shen Long menggunakan esensi jiwanya yang agung untuk menghancurkan segel pertahanan spiritual pada ketiga cincin tersebut secara paksa hanya dalam waktu satu kedipan mata fana.

*BUM! BUM! BUM!*

Tiga suara ledakan dimensi mikro yang tak terdengar meledak di dalam saku jubahnya. Ratusan ribu batu spiritual tingkat tinggi (*High-Grade Spiritual Stones*), belasan botol pil pemurni energi petir, dan sejumlah besar tanaman herbal langka berumur ratusan tahun yang disimpan di dalam cincin-cincin tersebut langsung dihancurkan menjadi bubuk esensi energi murni oleh kehendak Shen Long. Aliran energi spiritual ungu kemerahan yang sangat pekat dan masif meledak keluar dari dalam saku jubahnya, namun sebelum energi tersebut sempat bocor ke luar kabin mobil, pusaran dantian emas Shen Long langsung menyedot dan menelan seluruh pasokan energi tersebut secara mutlak.

*Wush... Wush... Wush...*

Aliran esensi energi petir dan batu spiritual yang melimpah itu mengalir deras menyusuri jaringan meridian utama Shen Long yang sewarna emas. Jika seorang kultivator bumi biasa mencoba menyerap energi berskala masif ini sekaligus tanpa melakukan meditasi selama berbulan-bulan, tubuh mereka pasti akan meledak menjadi serpihan daging akibat serangan balik energi. Namun, di hadapan hukum pembalikan kosmos milik Shen Long, energi petir yang liar dan kotor tersebut disaring secara ekstrem, dibakar habis seluruh elemen kotornya, dan diubah menjadi tetesan gas emas murni yang mengalir masuk mengisi samudra dantiannya yang luas.

Setiap kali pemurnian berskala besar terjadi, persendian dan seluruh struktur tulang pualam tubuh Shen Long mengeluarkan suara dentuman halus yang berirama seperti detak jantung naga purba.

Tingkat kedua ranah Pengumpulan Qi...

Tingkat ketiga ranah Pengumpulan Qi!

Puncak tingkat keempat ranah Pengumpulan Qi!

Hanya dalam waktu satu jam perjalanan melintasi jalan tol perbatasan, basis kultivasi Shen Long telah meloncat tiga tingkat kecil berturut-turut dengan cara yang sangat tidak masuk akal, mencapai puncak tingkat keempat ranah Pengumpulan Qi dengan fondasi emas yang ribuan kali lebih murni dan padat daripada standar seluruh dunia kultivasi urban bumi fana ini. Kulit tubuhnya kini memancarkan kilau putih pualam yang sangat halus, dan kapasitas energi spiritual tersembunyi yang menyelimuti tubuhnya telah siap untuk melepaskan kekuatan tamparan destruktif yang bisa meruntuhkan seluruh formasi pertahanan gunung kuno sejati.

Shen Long perlahan membuka matanya, dan sepasang pupil matanya kini merefleksikan bayangan Pegunungan Terlarang Utara yang mulai menjulang tinggi di balik kabut tebal di ujung jalan raya depan. "Sekte Pedang Guntur... kalian mengumpulkan harta kekayaan ribuan tahun ini hanya untuk menjadi bahan bakar bagi peningkatan kekuatanku," Shen Long bergumam lirih dengan senyuman tipis penuh misteri di sudut bibirnya.

---

Satu jam kemudian, jip militer lapis baja hitam nomor satu itu akhirnya tiba di pintu masuk utama Celah Petir Surgawi. Tempat ini adalah sebuah ngarai raksasa yang sangat terjal, diapit oleh dua tebing batu hitam vertikal setinggi ratusan meter yang seolah-olah sengaja dibelah oleh sambaran pedang raksasa di masa purba. Kabut tebal berwarna abu-abu pekat melayang-layang di antara celah tebing, membatasi jarak pandang mata fana hingga kurang dari sepuluh meter. Suara angin gunung yang kencang bertiup melintasi celah tebing menciptakan suara siulan tajam yang bercampur dengan gemercik petir alami yang samar di atas awan.

Namun sore ini, jalur darat yang seharusnya menjadi akses transportasi logistik antar-provinsi tersebut telah diblokir sepenuhnya secara ilegal oleh kekuatan tirani baru.

Di titik tersepit celah ngarai, berdiri sebuah dinding benteng pertahanan raksasa setinggi sepuluh meter yang terbuat dari susunan batu hitam dan dilapisi oleh lempengan besi baja tebal. Di atas dinding benteng, terpasang sebuah gerbang besi raksasa berukir kepala serigala dan petir ungu, menutup seluruh akses jalan secara mutlak.

Di atas dinding benteng dan di sepanjang area jalur aspal di depan gerbang, berdiri sekitar lima ratus murid elit dari Aliansi Beladiri Luar Sekte Pedang Guntur. Mereka semua mengenakan jubah beladiri berwarna merah tua dengan pedang panjang di punggung mereka, memancarkan aura kombinasi ranah Penguatan Tubuh tingkat tinggi dan ranah Pengumpulan Qi yang menyatu menjadi satu lapisan tekanan energi yang sangat pekat di area celah gunung.

Di barisan paling depan di depan gerbang besi, berdiri dua sosok pria paruh baya dengan sikap yang sangat anggan dan sombong. Pria yang berdiri di sebelah kiri memiliki tubuh yang sangat besar, kekar, bagaikan beruang raksasa dengan kapak baja hitam berdiameter dua meter di tangan kanannya—**Gao Shiliang**, Pemimpin Aliansi Luar Sekte yang terkenal karena kekejamannya yang telah membantai belasan klan kecil di wilayah perbatasan demi merebut tanaman obat. Basis kultivasinya berada di ranah Pengumpulan Qi tingkat kesembilan sejati.

Pria yang berdiri di sebelah kanan mengenakan jubah sutra panjang berwarna ungu tua dengan janggut kambing yang panjang—**Xie Yuan**, seorang tetua pengawas eksternal yang diutus langsung dari markas utama Sekte Pedang Guntur. Wajah Xie Yuan dipenuhi oleh kelicikan yang mendalam, dan sepasang matanya memancarkan aura haus darah yang sangat pekat. Basis kultivasinya tidak main-main; ia berada di ranah Fondasi Jiwa tingkat kesembilan sejati, hanya selangkah lagi dari menyentuh ranah Inti Emas (*Gold Core*).

Keluarga Han dan empat penasihat agung yang tewas di Jiangnan City tadi pagi ternyata telah sempat mengirimkan sinyal darurat spiritual otomatis ke arah gerbang celah ini sebelum seluruh eksistensi mereka dihapus oleh Shen Long. Mengetahui bahwa ada seorang tersangka misterius yang memiliki kekuatan tamparan menakutkan sedang meluncur menuju gerbang gunung mereka, Penguasa Sekte Besar langsung memerintahkan Xie Yuan dan Gao Shiliang untuk mengaktifkan formasi penyegelan tertinggi di celah ini, bersiap untuk menjebak dan menghancurkan kendaraan Shen Long menjadi abu sebelum ia sempat melangkah masuk ke wilayah suci mereka.

Saat jip militer lapis baja hitam nomor satu meluncur keluar dari kabut tebal dan menghentikan rodanya sekitar tiga puluh meter di depan benteng besi, Gao Shiliang mengangkat kapak baja raksasanya tinggi-tinggi ke udara. Sebuah senyuman kejam dan penuh dengan keangkuhan mutlak mengembang di wajahnya yang kasar.

"Hahaha! Tikus kecil dari Jiangnan City akhirnya telah tiba di gerbang kematiannya sendiri!" Gao Shiliang tertawa terbahak-bahak, suaranya yang berat mengandung energi spiritual yang membuat kabut abu-abu di sekeliling celah berputar liar. Ia menunjuk ke arah kaca depan jip militer hitam dengan ujung kapaknya. "Shen Long! Aku telah menerima laporan tentang bagaimana kau bersikap liar di kota kecil menggunakan teknik rahasia reinkarnasimu! Namun di Celah Petir Surgawi ini, seluruh kekuatan fisikmu tidak lebih dari sekadar tumpukan daging yang siap dicincang oleh kapakku! Keluar dari mobil sekarang juga dan bersujudlah di hadapan Tetua Xie Yuan jika kau ingin mayatmu dikubur dalam kondisi utuh!"

Para murid elit di atas dinding benteng tertawa mengejek secara serentak, mereka mulai menghunus pedang panjang mereka, menciptakan jaring pantulan cahaya logam yang dingin di bawah kabut tebal. Di mata mereka, jip militer tunggal itu sudah terkunci sepenuhnya di dalam perangkap maut yang tidak memiliki jalur pelarian sedikit pun.

Xie Yuan melangkah maju satu langkah, mengelus janggut kambingnya dengan senyuman licik yang sarat akan kesombongan seorang tetua sekte besar. "Anak muda, kau telah membantai lima penasihat agung Sekte Pedang Guntur kami dan menghapus Keluarga Han yang menjadi pelayan kami. Tindakanmu telah memicu kemurkaan tertinggi dari Penguasa Sekte Besar kami, Tuan Besar **Lei Tianhao** yang berada di ranah Inti Emas tingkat awal sejati! Hari ini, di celah gunung ini, kami telah memasang *Formasi Jaring Besi Penakluk Naga Purba* berskala raksasa! Tidak peduli seberapa hebat master misterius yang berdiri di belakangmu, hari ini, jiwamu akan diekstrak dan dibakar di dalam tungku api petir sekte kami selama seratus tahun seumur hidup!"

Di dalam kabin jip, Sun Mo menatap ke arah dinding benteng batu hitam dan susunan lima ratus murid elit tersebut dengan seluruh tubuh yang gemetar hebat karena tekanan aura ranah Fondasi Jiwa tingkat kesembilan milik Xie Yuan yang sangat masif. "Kakak Shen... pria berjubah ungu itu adalah Xie Yuan, tetua pengawas terkejam dari sekte dalam... dan mereka telah mengaktifkan formasi pertahanan gunung. Apa yang harus kita lakukan?"

Shen Long hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh penghinaan dan rasa bosan yang teramat sangat yang biasa ia gunakan untuk melihat serangga tanah yang mencoba menantang matahari. "Formasi penyegelan dunia rendah yang dipenuhi oleh ribuan lubang cacat... mereka benar-benar tidak pernah bosan mengumpulkan tumpukan sampah untuk menghalangi jalanku."

Tanpa ada rasa ragu atau panik sedikit pun, Shen Long mendorong pintu belakang jip militer lapis baja hitam tersebut dan melangkah keluar. Kakinya mendarat dengan stabil di atas permukaan aspal celah gunung yang dingin ditiup angin kencang. Angin gunung yang membawa aroma belerang dan petir meniup jubah militer hijaunya, namun aura tubuhnya begitu tenang, seolah-olah ia sedang melangkah masuk ke dalam halaman istana pribadinya sendiri, bukan sedang menghadapi kepungan ratusan pembunuh bersenjata lengkap.

Shen Long memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jubah militernya, menatap lurus ke arah Gao Shiliang dan Xie Yuan dengan sepasang mata hitamnya yang sedalam multisemesta abadi. "Kalian berdua... anjing gunung dari Sekte Pedang Guntur... omong kosong kalian di gerbang celah ini benar-benar jauh lebih banyak daripada anjing-anjing provinsi yang kubantai di alun-alun kota tadi sore. Mengandalkan selembar dinding batu hitam kotor ini dan lima ratus serangga merah untuk menahan langkah kakiku? Sungguh katak di dalam sumur yang sangat menyedihkan dan tidak tahu diri."

Mendengar penghinaan dingin dari Shen Long yang sama sekali tidak menaruh rasa hormat pada status mereka atau nama besar Penguasa Sekte, wajah Gao Shiliang langsung berubah menjadi merah padam karena amarah yang luar biasa liar. "Bajingan kecil! Kau sedang mencari mati!!!"

Gao Shiliang meraung dahsyat, seluruh energi spiritual ranah Pengumpulan Qi tingkat kesembilannya meledak sepenuhnya dari tubuh kekarnya, menciptakan lapisan aura energi berwarna kuning kecokelatan yang tebal di sekeliling tubuhnya. Ia melompat tinggi ke udara setinggi sepuluh meter dari atas aspal, mencengkeram kapak baja raksasanya dengan kedua tangan, lalu mengayunkan senjata berat tersebut ke bawah dengan kecepatan penuh menuju kepala Shen Long—teknik pamungkas aliansi luar, *Hantaman Kapak Raksasa Pemembelah Inti Bumi*.

Serangan itu membawa kekuatan fisik ribuan pon yang dipadukan dengan energi spiritual ranah Pengumpulan Qi tingkat puncak, menciptakan tekanan angin tajam yang membelah kabut abu-abu di celah gunung menjadi dua bagian horizontal yang simetris, memancarkan suara gemuruh yang mengerikan.

Namun, menghadapi serangan kapak raksasa yang dibanggakan oleh Gao Shiliang tersebut, Shen Long bahkan tidak menghentikan langkah kakinya atau mengedipkan matanya sedikit pun. Sepasang matanya tetap sedingin es kutub utara yang tidak terusik oleh percikan api kecil dari serangga tanah.

Tepat ketika mata kapak baja hitam Gao Peng berada hanya beberapa inci di atas kepalanya, tangan kiri Shen Long akhirnya bergerak keluar dari saku jubah militernya. Gerakannya terlihat sangat lambat namun mengandung keagungan hukum kosmis yang tidak terhindarkan oleh kekuatan fana mana pun. Ia membentuk telapak tangan terbuka, dilapisi oleh lapisan tipis esensi gas emas murni dari puncak tingkat keempat ranah Pengumpulan Qi miliknya yang baru saja terbentuk sempurna dengan kualitas yang sangat suci.

Shen Long tidak menggunakan senjata atau teknik beladiri serumit apa pun; ia justru mengayunkan telapak tangan kirinya dari samping dalam sebuah gerakan tamparan yang sangat luas dan santai, menyambut hantaman kapak baja raksasa seberat ratusan pon tersebut secara langsung dengan tangan kosong.

*PLAAAAAAAALAK!*

Suara tamparan itu terdengar sangat nyaring, memotong melintasi suara gemuruh angin gunung di celah ngarai dengan akurasi yang mutlak. Kekuatan destruktif emas murni dari *Teknik Pembalikan Kosmos Primordial* meledak sepenuhnya dari telapak tangan Shen Long saat bersentuhan dengan mata kapak musuhnya.

*KRAKKKKKKKKKK! BYARR!*

Tanpa ada jeda waktu pertarungan atau perlawanan sedikit pun, kapak baja hitam raksasa seberat ratusan pon milik Gao Shiliang langsung hancur berkeping-keping menjadi jutaan serpihan besi tua yang beterbangan di udara seperti pecahan kaca tipis yang dihantam palu godam raksasa! Kekuatan tamparan emas Shen Long terus melaju ke depan dengan kecepatan hukum kosmis yang tidak terhindarkan, menembus sisa pertahanan energi kuning Gao Shiliang, dan mendarat dengan telak tepat di pipi kanan wajah pemimpin aliansi luar tersebut.

*KRAKKKKK! BYARR!*

Suara hancurnya seluruh struktur tengkorak, rahang, dan seluruh jaringan tulang kepala Gao Shiliang terdengar sangat renyah dan mengerikan di tengah celah gunung yang sunyi. Kekuatan tamparan emas murni Shen Long begitu masif hingga tubuh kekar Gao Shiliang terlempar secara horizontal seperti peluru kendali jarak jauh supersonik yang ditembakkan dari peluncur, meluncur sejauh lebih dari tiga puluh meter membelah kabut tebal, sebelum akhirnya tubuh raksasanya menghantam gerbang besi benteng raksasa di bagian belakang dengan sangat keras.

*BUMMMMMMM!*

Gerbang besi benteng setinggi sepuluh meter yang berlambang kepala serigala petir itu ringsek parah membentuk cekungan raksasa sedalam satu meter akibat hantaman tubuh Gao Shiliang. Tubuh kekar pemimpin aliansi luar tersebut merosot jatuh ke atas aspal di bawah gerbang dalam kondisi yang benar-benar menghancurkan seluruh sisa kewarasan manusia fana yang menyaksikannya. Seluruh wajah bagian kanannya telah rata sepenuhnya, hancur menjadi bubuk tulang halus yang bercampur dengan darah kental hitam dan jaringan otak yang rusak. Dantian di dalam perutnya telah meledak berkeping-keping menjadi energi kosong, memusnahkan seluruh meridian utama dan memutuskan jiwanya secara mutlak dari tubuh fana dalam waktu satu helaan napas.

Gao Shiliang, Pemimpin Aliansi Beladiri Luar Sekte Pedang Guntur di ranah Pengumpulan Qi tingkat kesembilan, telah tewas seketika di tempat hanya karena satu tamparan santai dari tangan kiri Shen Long—sebuah kematian yang mutlak dan penjelasan yang sangat detail mengenai akhir dari eksistensi sang pemimpin kejam di dalam lingkungan perbatasan ini.

Melihat pemimpin aliansi luar mereka dihancurkan hingga tewas menjadi tumpukan daging hancur di atas gerbang benteng hanya dengan satu gerakan tamparan tangan kosong, lima ratus murid elit jubah merah tua yang berdiri di atas dinding benteng langsung menghentikan seluruh tawa mengejek mereka. Pedang-pedang panjang di tangan mereka gemetar hebat hingga mengeluarkan suara gemerincing logam yang halus, dan keheningan mati yang sangat mencekam seketika menyelimuti seluruh Celah Petir Surgawi. Wajah mereka berubah dari kemerahan menjadi pucat pasi seperti kertas semen, seluruh keberanian mereka runtuh tanpa bekas dalam sekejap melihat kematian tragis Gao Shiliang.

Tetua Pengawas Eksternal Xie Yuan yang berdiri di samping gerbang merasakan seluruh aliran darah di dalam jantungnya membeku secara instan. Sepasang matanya melotot keluar dengan rasa takut primal yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya selama ratusan tahun mengabdi di sekte dalam. Ia tahu betul seberapa kuat kekuatan Gao Shiliang; bahkan ia sendiri membutuhkan setidaknya beberapa jurus pertarungan serius untuk bisa meremukkan kapak besi pria itu. Namun pemuda di depan mereka ini, seorang tersangka yang baru keluar dari kota kecil, menghancurkannya hanya dengan satu gerakan tamparan anak kecil yang sangat santai tanpa menderita luka atau kelelahan sedikit pun!

Shen Long menarik kembali tangan kirinya, mengeluarkan selembar saputangan putih yang baru dari saku jubah militernya untuk mengusap setitik noda debu besi dari ujung jarinya dengan ketenangan yang menakutkan. Ia menengadah perlahan, mengunci pandangan matanya yang memancarkan kilau keemasan redup langsung ke arah wajah Tetua Xie Yuan yang masih hidup di depan gerbang.

"Seknow," Shen Long memanggil dengan nada suara yang sangat rendah namun membawa otoritas tirani mutlak yang mampu meruntuhkan langit jiwa semua orang di celah ngarai tersebut. "Tetua pengawas terkejam dari sekte dalam... kau yang mengatakan bahwa formasi jaring besimu ini bisa mengekstrak jiwaku? Sekarang... katakan padaku, bagaimana kau ingin mengaktifkan mainan jaring kecilmu itu sebelum aku memutuskan untuk meratakan seluruh benteng batu ini bersama dengan nyawa anjingmu?"

Roda kekuasaan perbatasan Sekte Pedang Guntur telah dihancurkan sepenuhnya oleh satu tamparan dari sang Penguasa Multisemesta. Di atas aspal celah gunung yang dingin dan di depan gerbang besi yang ringsek, badai pembersihan berskala raksasa berikutnya kini siap menelan seluruh barisan murid sekte tanpa ada satu pun aturan manusia fana yang mampu menahan laju amukan mutlak dari telapak tangan Shen Long.

1
Nanik S
Hadir
Kairon: Terima kasih sudah singgah kak😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!