NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Bunga

   "Sudah jauh lebih baik nak ? Cerita kan apa yang terjadi kenapa kau menanggis dalam tidur mu".

Ratna melepas pelukan nya, sambil memberikan gelas pada sang puteri, habiskan air minum itu kau terlihat gelisah dan seperti tidak baik baik saja, jangan menyimpan masalah mu sendiri.

"Beberapa hari terakhir setelah ayah menegur ku tentang hubungan kami, aku khawatir Bu, banyak pertanyaan dalam batin ku yang tidak bisa ku ungkapkan sampai aku mencari tau nya sendiri, Aku tadi bermimpi hari yang dimana aku tidak pernah mengetahui nya, tempat dimana sama sekali aku tidak mengetahui nya bahkan sosok seorang anak bayi perempuan yang aku tidak mengenalnya.

   Di dalam mimpi aku bagai seperti seorang Ibu hamil yang tersiksa dalam batin dan raga ku Bu aku meregang emosi di setiap hari, menuntut keadilan sebagai seorang istri, hari hari ku penuh masalah dan begitu banyak hutang yang tidak bisa di selesaikan, aku merasakan sakit di setiap hari, tidak ada yang mengetahui apa yang ku rasakan.

Hingga hari itu aku melahirkan seorang gadis mungil yang begitu cantik dan aku pergi bersama seorang anak laki laki kecil, anak yang begitu akrab dengan ku, memanggil ku kakak mengajak ku kembali dan berkata, jangan menyerah dalam hidup, ini pilihan mu, kakak hanya bisa memilih untuk mengakhiri memulai kehidupan baru atau kakak melanjutkan dengan keadaan yang begitu buruk, begitu banyak orang ku lihat saat aku mengikuti arah dimana anak laki laki itu menunjukkan sesuatu pada ku.

    Begitu banyak orang menunggu ku dengan khawatir, sedih, disana Ibu, ayah, adik adik ku, dan aku melihat ada Helen dan Vandy, ada begitu banyak orang yang tidak ku kenal juga Bu, tapi anak itu bilang ketika aku bingung melihat mereka yang tidak ku kenal.

   Mereka yang menemani ku selama ini, hanya satu yang ku kenali begitu akrab dalam hidup ku Bu, aku begitu merindukan sosok nya, dia Andra.

Andra yang ku kasihi Bu, ku cintai tapi Tuhan lebih mencintai nya hingga membawa nya ke pangkuan nya.

dia tersenyum menatap ku lekat, tidak berbicara apapun tapi aku mendengar suara nya pulang lah aku menemani dan menjaga mu.

    Aku menanggis meraung merasakan sakit sejak awal aku melihat begitu tersiksa hidup ku di dalam mimpi.

Hingga sosok nenek tua begitu cantik dengan kebaya Jawa kuno menghampiri ku bersama anak laki laki itu.

Pulang lah ndok aku jangan larut dalam khawatir mu, kami hanya menjalankan tugas kami, seperti yang tertulis dalam takdir, eyang puteri ada di setiap langkah dan hidup mu.

kau gadis yang kuat kembalilah dalam hari hari mu, dengan apa yang sudah kau lihat ini semoga kau mendapat jawaban atas yang kau pertanyaan selama ini.

    Eyang itu menitah pada anak laki laki itu Bu, Len. Ajaklah mbak yu mu pulang pahing, temanilah dia seperti yang di perintahkan dan tertulis dalam takdir mu.

nenek itu menyebut diri nya eyang Puteri dan menyebut anak laki laki itu adik ku bernama pahing, Bu. Apa ibu mengenal nya?

Nenek tua itu berkata terakhir kali nya, ikuti suara yang memanggil mu, jangan kau toleh kebelakang selama kau berjalan pulang, pegang tangan adik mu, dia akan membawa mu sampai dirumah mu.

Lalu aku berjalan Bu tidak tau apapun itu nama nya.

aku seperti masuk dimensi yang tidak aku kenali.

Jelas Bunga yang membuat Ratna tersenyum, ternyata Bunga begitu banyak menyayangi tidak ingin hidup nya jatuh dalam sengsara, Tuhan begitu baik nak pada mu, Ia mengijinkan mereka membantu mu bukan karena ingin menduakan Tuhan, kau begitu istimewa berbeda dengan kamu manusia lain nya"

   Ibu jelaskan sedikit pada mu, dengerkan cerita ibu nak.

Dua gadis itu yang menunggu cerita dari Ratna, mereka duduk bersisihan.

"Sejak dahulu manusia berdampingan dengan kaum yang memang tidak terlihat nak, ada yang memiliki kelihatan lebih dari apa yang Tuhan ciptakan pada manusia lain, ada yang memang berdampingan dengan para leluhur sebelum ada nya kita sekarang, dan kau salah satu nya Bunga".

"Ayah dan Ibu berusaha menutupi supaya kau bisa hidup normal layak nya teman teman mu, dan yang lain, tapi usaha tetaplah gagal".

   "Apalagi setelah kau sakit waktu itu nak, sudah tidak ada yang bisa kami tutupi semua berjalan dengan waktu pasti kau akan merasakan kehadiran mereka"

"Eyang Puteri itu leluhur ibu dari Tanah Jawa, turun menurun beliau menjaga keturunan nya, tapi ibu tidak tau garis itu jatuh di hidup mu".

"begitu cantik rupa nya, walau usia nya tidak lagi muda, mengayomi dan melindungi. Aura yang tidak pernah di miliki manusia jaman sekarang begitu tenang".

     "Sekarang Ibu mengerti kenapa terkadang kau begitu tenang dalam menghadapi hari hari mu, Beliau begitu menjaga mu, tidak mau kau rusak dalam era sekarang atau pun era yang lain".

"Jiwa muda yang begitu keras karakter mu bagai pendekar yang tidak mau kalah bertarung"

"bawalah dalam doa mu nak, supaya Tuhan selalu melindungi dan memelihara dirimu dalam hidup ini"

"Lalu Pahing itu siapa Bu? Anak laki laki itu begitu mirip rupa dengan Tora",

tanya bunga yang ingin mengetahui lebih banyak lagi.

   "Ibu pernah mengandung sampai 7 bulan nak, waktu itu ibu tidak mengetahui kalau adik mu sudah tiada dalam kandungan, ibu melahirkan instan walau janin dalam kandungan ibu sudah meninggal, Mbah mu memberi nama pahing karena dia terlahir di hari Jawa pahing".

  "Tapi ibu tidak tau kalau dia terlahir kembali untuk menjaga seperti leluhur yang lain".

"kau tidak perlu khawatir, kau mempunyai Tuhan untuk kau berlindung dan meminta. Jangan kau duakan Tuhan mu karena ada nya mereka, karena mereka hanya menjaga dunia ini yang di tugaskan Tuhan bukan untuk di sembah dan puji".

"Apa kau sudah mengerti?"

"apa yang terjadi dalam mimpi mu anggaplah jawaban dari apa yang kau minta dari Tuhan, tinggal kau menyaring baik buruk nya, anak ibu sudah dewasa bisa mengerti apa yang ibu katakan barusan".

   "Tidur lah kembali anak anak, Helen jaga Bunga ya, panggil saja kalau ada apa apa".

"Baik ibu, maaf menganggu mu ibu, Ayo Nga tidur berdoa dulu jangan ***** nempel bantal langsung molor deh"

Ratna yang melihat mereka berdua bagai saudara kandung, begitu senang .

"Ya sudah selamat tidur anak anak gadis ibu".

...****************...

Di sebuah cafe mereka asik mengobrol sambil bermain ponsel, hingga pesanan yang mereka order tadi pun di antar pelayan cafe.

"Permisi nona ini pesanan nya Ice Capuccino, Ice Chocolate dan Cake Red Velvet lalu Cake Tiramisu size Medium sudah lengkap pesanan nya jika ada di perlukan panggil lah kami nona. Permisi"

"Maaf saya tidak memesan cake tiramisu mba"

komplain Bunga pada pelayan cafe.

"ada yang memasankan untuk mu nona selamat menikmati permisi"

Wajah bertanya tanya Bunga dan Helen sambil melirik kiri kanan mengitari cafe yang mereka singgahi, "siapa yang pesan Nga? Kamu janjian juga orang nya belum datang kan"

" entahlah Len .. sudahlah makan lah"

Saat mereka menunggu kedatangan Revo, mata Bunga memicing pada sudut cafe di dalam ruangan yang khusus ada musik karoke, seperti mengenal orang di dalam sana.

"Apa kamu melihat itu Len ? di dalam sana?" Tunjuk bunga dengan isyarat supaya tidak menganggu yang lain juga.

"itu seperti Chandra Nga, apa kamu mau kesana ?"

"tidak perlu kita tunggu saja disini sampai ia selesai bersenang senang, aku akan menelepon nya sebentar."

Panggilan telepon bunga tidak ada respon menjawab dari Chandra, sampai ada pesan teks masuk ternyata itu Chandra, " ada apa sayang ? Aku sedang meeting dengan kolega baru ku"

"meeting dimana Chand ?"

"di kantor dong masa di mall sayang, ada apa sayang?"

Senyum sinis terbit di bibir Bunga saat mengetahui pengakuan Chandra, yang tidak jujur pada nya.

Hingga Revo tiba di dalam Cafe duduk bersisihan di antara dua gadis yang di kenal nya.

Revo sangat mengenal Bunga dan Helen, karena kemana Bunga pergi Helen selalu ada.

"Hai... Maaf lama menunggu aku terjebak macet di jalan sudah di antar cake tiramisu mu Nga, Favorite kamu itu kan belum berubah.

Kalau tidak habis tenang ada Helen yang akan menghabiskan nya"

Mereka bercanda bersama mengingat masa lalu saat masih belia di tempat kuliah, tidak lama Vandy datang menyusul dengan wajah masam pada dua teman perempuan nya.

"Tega kalian liburan tidak mengajak loh, baru hari ini kalian memberitahu ku"

Ceriwis Vandy membuat helen tak mau kalah,

"kita itu liburan seru Van, salah sendiri tidak merespon telepon ku kemarin"

Semakin ramai dan seru obrolan mereka berempat, sampai Vandy mengingat seperti mengenal Revo,

"Apa kamu pernah tinggal di Jawa Tengah sana Revo ? Aku seperti tidak asing dengan dirimu".

"Sering ku lihat di sebuah Cafe, aku pernah tinggal di Jawa Tengah, karena pendidikan kilat dari kantor lama ku".

Revo pun tersenyum, "Iya benar aku pernah ada di sana membuka Cafe itu setelah aku lulus kuliah dan ikut dengan ayah ibu ku, saat ayah di pindah Dinas dan aku tidak tau harus apa di kota orang lain".

"Sungguh sempit dunia ini, aku bertemu lagi, masih suka duduk di sudut cafe dengan buku gambar dong sampai sekarang Rev ?"

Vandy yang Jabir membuka tabir tak pernah orang lain ketahui.

"Dia ini suka gambar di sudut cafe Unge, menggambar wajah wanita dengan seketsa, aku sering melihat dari luar cafe yang hanya di lapisi kaca transpara"

Tengah bercanda mereka Bunga sedang menunggu ruangan yang sejak tadi di lihat nya, Helen yang mengetahui nya berusaha mengalihkan pandangannya Bunga. tidak lama pintu pun terbuka mereka yang di dalam keluar satu persatu, Bunga yang tidak ingin di ketahui berusaha memalingkan wajah nya.

Begitu terkejut saat mendapati kekasih nya ada di dalam sana, keluar dengan perempuan begitu akrab dengan nya, Bunga masih berfikir positif mungkin makan siang nanti mau meeting. sudahlah... Malas memikirkan itu hati Bunga

"Nga, kamu baik baik saja ?"

bisik Helen yang hanya dapat jawaban sebuah senyuman.

"Tuhan jika Engkau mengijinkan hubungan ini tegurlah siapapun yang salah".

bunga berdoa dalam hati yang tidak bisa di ungkapkan lewat kata kata lagi.

"Mau pesan apa lagi, Pesan lah ini sudah lewat jam makan siang loh"

tegur Revo pada tiga sekawan itu.

Vandy pun tidak menolak nya, segera memanggil pelayan cafe.

Begitu terkejut ketika pelayan cafe menegur Revo dengan sebutan "Selamat siang Pak, ada yang bisa saya bantu menjamu tamu tamu bapak?"

"Hei, kamu pemilik cafe ini Revo?"

Tanya Bunga kaget menebak nebak.

"aku sudah cafe ini berdiri aku di bantu sepupu ku mengurus nya, sampai beberapa waktu lalu aku kembali ke ibu kota ini, kita bertemu di pameran lukisan kemarin itu lah aku belum lama tiba".

"Kami sering singgah di cafe ini Revo, karena cafe ini memiliki menu yang memang banyak sekali yang jadi menu kesukaan ku, ternyata kau pemilik nya".

Revo hanya tersenyum dan dalam hati nya aku sengaja membangun ini untuk kamu singgahi Bunga, aku ingin kau tau sudah lama aku menunggu tapi aku takut untuk mengungkapkan semua nya.

Menyimpan perasaan tulus begitu lama tanpa di ketahui lawan nya, sangat menyiksa Revo, dia hanya ingin Bunga memiliki tempat singgah walau tidak pernah menceritakan apa yang di rasakan.

Sudut ruangan cafe Bunga melihat sosok yang sering di liat nya dengan tatapan senyum tapi ketika mata melihat wajah sosok itu seperti samar di pandangan Bunga.

menangkap suara yang tidak di ketahui asal nya,

kamu akan bahagia jika bersama dia, dulu pernah menemani sebelum aku ada dan aku tiada.

"Gaes.. Kita pulang yuk sudah sore sekali, nanti ibu mencari kasian sendiri dirumah ayah belum pulang, kamu mau ikut kerumah ku Revo?"

"lain waktu aku pasti main kerumah mu Bunga, salam untuk Tante ya.."

Setelah mereka permait, Bunga memberikan kunci mobil kepada vandy,

"mau ikut kerumah apa langsung pulang ?

jadi kalian menginap dan tidak mengajak ? Sungguh teman macam apa kalian".

Revo yang melihat tiga sekawan itu hanya tersenyum memandang gadis yang di sayangi nya jauh lebih ceria sekarang di kelilingi banyak orang yang perhatian.

"Hati-hati yaa, kabari aku bunga."

"Besok kita berangkat ke Bandara siang, mau bareng atau gimana ? Kalau bareng bermalam saja dirumah Vand, aku dan Bunga lagi sibuk mengerjakan sesuatu nanti."

Jelas vandy penasaran dengan apa yang di kerjakan teman teman nya berlibur menghilang dari muka bumi tanpa kabar pada nya. "Baiklah aku akan menginap, aku mampir kerumah dulu untuk mengambil keperluan selama dinas nanti".

Dua gadis yang selalu bersama hanya terkekeh dengan kejengkelan vandy pada mereka.

"enak ya ngerjain vandy Nga"

penasaran tapi tidak mendapat jawaban, ngapain aja ya selama libur kemarin, sambil menunggu Vandy mengemasi barang barang dinas nya, dua teman nya menunggu dalam mobil.

"Sekarang kita mau kemana?"

Ucap Vandy di depan pintu mobil.

"Pulang lah, aku sama Bunga lagi sibuk dirumah vand"

"Kalian memang juara bikin kesel para perempuan.

baiklah kita kerumah bunga sekarang"

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!