NovelToon NovelToon
ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA(MAFIA KEJAM DAN CEO DINGGIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa

Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤

Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.

Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.

Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇

yu baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1:TANTANGAN BARU, KEPUTUSAN TEGAS

Hari-hari terus berlalu dengan cepat, dan kehidupan berjalan seperti biasa. Aisyah memiliki dua sisi yang berbeda — ketika bersama Alpin, Alfarro, dan kedua orang tuanya, dia menjadi gadis yang manja, ceria, dan tidak berhenti berbicara. Dia suka bercerita tentang hal-hal kecil yang dia alami, bertanya banyak hal, dan kadang membuat lelucon yang membuat keluarga tertawa. Tapi ketika dia berada di luar rumah atau di depan orang banyak, sikapnya berubah sepenuhnya — dia menjadi dingin, cuek, tidak banyak berbicara, dan terlihat tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

Di sekolah, dia tetap menjalani harinya dengan sikap yang sama — tenang, tidak banyak bergaul, dan hanya berbicara secukupnya. Tidak ada yang tahu bahwa di rumah, dia bisa menjadi gadis yang sangat berbeda dan ceria. Dia menyimpan sisi manja dan cerianya hanya untuk keluarga tercintanya.

Suatu hari, saat Aisyah sedang berada di ruang guru untuk mengambil berkas pelajaran, dia mendengar percakapan antara beberapa guru yang terlihat cemas dan sedang membicarakan sesuatu dengan suara yang rendah. Aisyah berhenti sejenak di pintu dan mendengarkan dengan sikap yang datar dan dingin, seperti yang dia tunjukkan di depan orang lain.

"Kita benar-benar harus memikirkan cara untuk mengatasinya," kata salah satu guru dengan suara yang khawatir. "Sejak beberapa minggu terakhir, ada kelompok siswa dari sekolah lain yang sering datang ke sini. Mereka mulai mengganggu siswa-siswa kita, meminta uang jajan, dan bahkan membuat keributan di sekitar lingkungan sekolah. Sudah ada beberapa siswa yang merasa takut dan tidak nyaman untuk datang ke sekolah."

"Ya, aku juga mendengar hal yang sama," jawab guru lainnya. "Tapi bagaimana kita bisa mengatasi mereka? Mereka datang dalam jumlah banyak, dan mereka juga terlihat memiliki kelompok yang kuat. Kalau kita berusaha menegur mereka, mereka akan menjadi lebih berani dan membuat masalah yang lebih besar. Kita juga tidak tahu apakah mereka akan melakukan hal yang berbahaya."

"Aku khawatir keadaan akan semakin buruk. Kalau tidak ada yang melakukan sesuatu, siswa-siswa kita akan merasa tidak aman dan mungkin akan berhenti datang ke sekolah," tambah guru yang lain lagi.

Setelah mendengar percakapan itu, Aisyah berbalik dan berjalan pergi tanpa mengatakan apapun. Wajahnya tetap datar, tidak menunjukkan rasa khawatir atau marah sama sekali. Dia hanya memahami apa yang terjadi, dan dia tahu bahwa dia harus melakukan apa yang benar, sesuai dengan prinsip yang dia pegang.

Sore harinya, ketika Aisyah sedang berjalan pulang bersama Nuri, mereka bertemu dengan kelompok siswa yang sama seperti yang dibicarakan oleh guru-guru. Mereka terlihat sedang mengelilingi sekelompok siswa dari sekolah Aisyah dan meminta uang dengan cara yang kasar. Beberapa siswa yang menjadi korban terlihat takut dan hanya bisa menurut saja, tidak berani menolak.

Ketika kelompok itu melihat Aisyah dan Nuri datang, mereka berhenti dan menatapnya dengan pandangan yang menantang. Salah satu laki-laki yang terlihat sebagai pemimpin kelompok itu maju ke depan dan berjalan mendekati Aisyah dengan langkah yang besar.

"Kau yang dari sekolah lain ya?" tanya laki-laki itu dengan suara yang keras dan menantang. "Kau lihat apa yang kita lakukan? Kalau kau pintar, lebih baik kau pergi dari sini dan jangan ikut campur urusan kami. Atau kau juga mau merasakan hal yang sama seperti mereka?"

Aisyah berhenti berjalan dan menatap laki-laki itu dengan tatapan yang dingin dan tajam. Wajahnya tetap datar, tidak ada ekspresi apapun yang terlihat. Dia menatap laki-laki itu seolah-olah dia hanya melihat benda yang tidak berharga, dan suaranya terdengar datar dan tegas tanpa ada perasaan di dalamnya.

"Ini adalah lingkungan sekolah kita," jawab Aisyah. "Kalian tidak berhak datang ke sini dan berbuat semaunya. Kalian mengganggu orang lain dan membuat mereka tidak aman. Itu salah."

Laki-laki itu tertawa dengan suara yang keras. "Salah? Siapa yang berani mengatakan itu? Kita yang memutuskan apa yang benar dan apa yang salah di sini. Kalau kau tidak mau ikut serta dengan kami, berarti kau menjadi musuh kami. Jangan salahkan kami nanti kalau kau mendapatkan masalah."

Setelah mengucapkan kata-kata itu, laki-laki itu memberi isyarat kepada kelompoknya. Mereka semua maju ke depan dan mengelilingi Aisyah dan Nuri. Jumlah mereka jauh lebih banyak daripada Aisyah, dan mereka semua terlihat siap untuk berbuat apa saja.

Nuri yang melihat hal itu menjadi takut, dia menarik lengan Aisyah dengan cepat. "Aisyah, kita pergi saja. Mereka banyak dan terlihat marah. Jangan berani-berani melawan mereka, nanti kita akan terluka!"

Aisyah menoleh ke arah Nuri dan menatapnya dengan tatapan yang datar. Dia menggelengkan kepalanya sedikit, lalu menatap kembali ke arah kelompok siswa yang sedang mengelilingi mereka.

"Aku tidak akan pergi," kata Aisyah dengan suara yang tetap tenang dan tegas. "Mereka harus tahu bahwa perbuatan mereka itu salah, dan mereka harus berhenti melakukannya. Aku tidak akan membiarkan mereka terus membuat masalah."

"Baguslah kalau begitu!" seru laki-laki pemimpin itu. "Kalau kau tidak mau pergi, berarti kau yang akan mendapatkan masalah hari ini!"

Tanpa peringatan lagi, kelompok siswa itu segera menyerang Aisyah. Mereka bergerak dengan cepat dan berusaha mendekatinya dari segala arah, berharap bisa menaklukkannya dengan jumlah yang lebih banyak. Tapi Aisyah tidak bergerak dengan cara yang sembarangan. Dia menggunakan teknik yang sudah dia pelajari selama bertahun-tahun, setiap gerakannya terhitung dan teratur, dan dia bergerak dengan kecepatan yang tidak terduga.

Setiap kali seseorang mendekatinya, dia bisa menghindari serangan dengan mudah. Ketika mereka mencoba menyentuh atau mendorongnya, dia dengan gerakan yang rapi dan terlatih bisa menahan atau mengarahkan serangan mereka kembali dengan cara yang membuat mereka tidak bisa bergerak. Semua gerakannya dilakukan tanpa perasaan, hanya dengan tujuan untuk menghentikan mereka dari berbuat salah dan melindungi orang lain.

Dalam waktu yang singkat, semua orang yang menyerangnya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka terjebak dalam posisi yang tidak nyaman dan tidak bisa bergerak, dan mereka semua terlihat terkejut dan takut. Laki-laki pemimpin itu terbaring di tanah, menatap Aisyah dengan mata yang terbelalak penuh dengan rasa takut dan malu. Dia tidak menyangka bahwa gadis yang dia anggap lemah dan mudah ditaklukkan itu memiliki kekuatan yang begitu besar.

Aisyah melepaskan pegangannya secara perlahan, lalu menatap mereka satu per satu dengan tatapan yang dingin dan menuntut. "Kalian semua sudah melihat apa yang terjadi. Kalian datang ke tempat orang lain dan berbuat hal yang salah. Kalian membuat orang lain takut dan tidak nyaman. Sekarang kalian harus berjanji bahwa kalian tidak akan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Kalian harus berhenti mengganggu orang lain, dan kalian harus meminta maaf kepada semua orang yang sudah kalian sakiti atau ganggu."

Suaranya terdengar jelas dan tegas, dan tidak ada yang berani menentang atau berbicara lagi. Laki-laki pemimpin itu akhirnya bisa berdiri dan menundukkan kepalanya dengan malu.

"Kami... kami minta maaf," katanya dengan suara yang bergetar. "Kami salah. Kami tidak akan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Kami berjanji."

Aisyah menatapnya dengan tatapan yang tetap dingin. "Kalau kalian melanggar janji ini, aku tidak akan menunggu orang lain untuk menghentikan kalian. Aku akan melakukan apa yang harus dilakukan. Ingatlah itu."

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Aisyah berjalan melewati mereka dan berjalan pulang bersama Nuri. Dia berjalan dengan langkah yang santai dan tenang, seolah-olah apa yang baru saja terjadi hanyalah hal yang biasa dan tidak berarti apa-apa baginya. Tidak ada perubahan dalam sikap atau penampilannya, dan dia tidak menunjukkan perasaan apapun sepanjang perjalanan pulang.

Setelah sampai di rumah, sikap Aisyah berubah sepenuhnya. Dia membuka pintu dengan senyum di wajahnya, dan segera berteriak dengan suara yang ceria. "Aku sudah pulang! Hari ini ada hal yang menarik terjadi lho!"

Dia berlari mendekati Alpin dan Alfarro yang sedang duduk di ruang tamu, lalu memeluk lengan mereka dengan manja. "Kalian tidak akan percaya apa yang aku alami di jalan tadi! Ada kelompok siswa dari sekolah lain yang berbuat tidak baik, tapi aku bisa menghentikan mereka semua sendirian! Tidak ada yang berani melawan aku lho!"

Kedua abangnya menatapnya dengan senyum, dan Alfarro mengusap kepala Aisyah dengan lembut. "Wah, hebat sekali adik kita! Ceritakan lebih lanjut dong, bagaimana kau bisa melakukan hal itu?"

Aisyah duduk di antara mereka dan mulai bercerita dengan antusias, tangannya bergerak-gerak saat dia berbicara, dan wajahnya terlihat sangat ceria dan bersemangat. Tidak ada sedikitpun sifat dingin atau cuek yang terlihat — dia benar-benar menjadi gadis yang manja dan suka bercerita di hadapan keluarga tercintanya.

Kedua orang tuanya juga mendengarkan dengan perhatian, dan mereka merasa sangat senang melihat Aisyah bisa menjadi dirinya sendiri sepenuhnya di rumah. Mereka tahu bahwa sikapnya yang dingin dan cuek di luar rumah adalah cara dia melindungi diri dan menjalani hidupnya dengan tenang, tapi di rumah, dia bisa menjadi gadis yang biasa saja dan mengekspresikan perasaannya dengan bebas.

Malam harinya, ketika Aisyah sudah selesai bercerita dan sedang membantu ibunya menyiapkan makan malam, dia kembali menjadi gadis yang manja dan suka meminta perhatian. Dia sering memanggil ibunya dengan suara yang lembut, bertanya apakah dia bisa membantu, dan kadang membuat lelucon yang membuat semua orang di rumah tertawa.

Tapi keesokan harinya, ketika dia kembali ke sekolah dan bertemu dengan orang-orang di luar keluarga, sikapnya berubah lagi. Dia kembali menjadi dingin, tidak banyak berbicara, dan terlihat tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan atau katakan. Ketika guru-guru berterima kasih padanya karena sudah mengatasi masalah dengan baik, dia hanya menanggapi dengan anggukan singkat dan kata-kata yang pendek, tanpa menunjukkan rasa bangga atau senang sama sekali.

Ketika kejadian yang terjadi kemarin sudah menyebar ke seluruh sekolah, banyak siswa yang menatapnya dengan pandangan yang penuh rasa hormat. Tapi Aisyah hanya berjalan melewati mereka dengan langkah yang santai, wajahnya tetap datar dan tidak menunjukkan perasaan apapun. Bagi dia, semua hal yang terjadi di luar rumah adalah hal yang biasa — dia melakukan apa yang benar, dan itu saja sudah cukup.

Hari-hari berikutnya, kelompok siswa dari sekolah lain tidak pernah muncul lagi. Mereka benar-benar menepati janji mereka, dan suasana di sekolah kembali menjadi tenang dan aman seperti biasa. Semua orang menyadari bahwa dengan kehadiran Aisyah, mereka bisa merasa aman, tapi Aisyah sendiri tidak pernah memikirkannya. Dia tetap menjalani harinya dengan sikap yang sama — dingin dan cuek di depan orang banyak, tapi manja dan ceria ketika bersama keluarga tercintanya.

Ketika dia kembali ke rumah di sore hari, semua perasaan dan sifatnya yang terpendam di luar rumah muncul kembali. Dia berlari mendekati keluarganya, bercerita dengan antusias, dan menjadi gadis yang sangat berbeda dari apa yang orang lain lihat di luar. Bagi Aisyah, ini adalah cara hidupnya — memiliki dua sisi yang berbeda, dan menunjukkannya hanya kepada orang-orang yang paling dia cintai.

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷

Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi👇👇🌷🩷

akun TikTokku: (lisalestari310 )

akun Instagramku:( Lisa Lestari)

Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Nadia Permatasari
woy keren
Sonyy Mexrizon
aku tunggu ke lanjutannya Thor semagat💪😍
Sonyy Mexrizon
aku suka dengan alur ceritanya keren ini sih cerita yang paling menarik dan bagus

buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥
Sonyy Mexrizon
kereennnn🔥😍
Sonyy Mexrizon
makin seruuu ceritanya aku suka enga nyesel aku nunggu kelanjutan ceritanya makin seruu apa lagi aku suka dengan karakter Aisyah dan kedua abangnya😍🔥
Sonyy Mexrizon
lanjutkan thor🔥💪😍
Sonyy Mexrizon
sangat luar biasa Thor makin seru bacanya💪🔥
Sonyy Mexrizon
😍😍💪
Sonyy Mexrizon
lanjutkan Thor baca kesini makin kesanah makin seruuu seritanya🔥💪
Sonyy Mexrizon
😍😍😍💪
Lestari Visa
luar biasa
Furi Pujianti
akhirnya aku menemukan novel yang aku. ingginkan
Furi Pujianti
aku tunggu bab selanjut thor semgata💪
Furi Pujianti
aku suka dengan jalan ceritanya 😍lanjut thor
Furi Pujianti
🥳🩵🩵🩵
Furi Pujianti
lanjut thor💪
Furi Pujianti
wow sangat keren dan bagus lajut thor
Furi Pujianti
keren novel KK lanjutkan KK aku suka😍
Sonyy Mexrizon
kerennn semangat Thor🥳
Sonyy Mexrizon
keren aku suka baca novel author,aku juga Maji Aisyah memiliki keluarga yang di bilang sangat menjaga permatanya dua Abang tampan yg satu mafia dan satu CEO keren Thor lanjut.ceritanya unik😍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!