NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Menyelinap

​Kota Lingjian berdiri tegak dengan tembok-tembok yang dilapisi batuan basal hitam, memantulkan cahaya bulan yang pucat.

Kota ini adalah persimpangan bagi para kultivator, pedagang, dan informan. Di sini, nyawa memiliki harga, dan informasi adalah mata uang yang paling berharga.

​Tian Hao berdiri di kejauhan, mengamati gerbang kota yang dijaga ketat oleh prajurit berseragam perak.

Ia tidak memilih jalur utama. Baginya, berjalan melewati pemeriksaan adalah tindakan ceroboh yang membuang waktu.

Ia menaikkan tudungnya, membiarkan tubuhnya menyatu dengan kegelapan di bawah rimbunnya pohon-pohon tua yang mengelilingi tembok luar.

​Ia bergerak seperti embusan angin malam. Dengan bantuan Manifestasi Qi Tahap 2, setiap pijakannya pada permukaan tembok tidak mengeluarkan suara sedikit pun.

Energi bumi yang ia serap membuat berat tubuhnya seolah-olah menyatu dengan gravitasi tembok tersebut.

Ia merayap ke atas, melewati penjaga yang sedang menguap, dan mendarat dengan ringan di sebuah gang sempit yang gelap di dalam kota.

​Suara bising dari kedai-kedai minuman mulai terdengar. Tian Hao berjalan menyusuri lorong-lorong belakang, menghindari lampu lampion yang terang.

Namun, indra pendengarannya yang tajam tidak bisa menghindari percakapan yang sedang hangat dibicarakan di setiap sudut kota.

​"Kau dengar berita dari wilayah Barat?" tanya seorang pedagang gemuk di sebuah kedai terbuka. "Keluarga Tian... habis. Rata dengan tanah oleh keluarga Lin dalam satu malam."

​"Kudengar mereka harus mengerahkan pasukan untuk melawan makhluk suci dan mengalami kerugian besar sebelum serangan itu terjadi," sahut yang lain sambil menuangkan arak. "Kasihan sekali. Tapi ya, begitulah keluarga bangsawan menengah. Sekali salah langkah, langsung musnah dari sejarah."

​Tian Hao berhenti sejenak di balik pilar kayu sebuah rumah besar. Mendengar berita tentang pemusnahan keluarganya tidak membuat jantungnya berdegup lebih kencang.

Tidak ada kemarahan, tidak ada dendam yang membara. Baginya, keluarga Tian hanyalah sebuah bab lama yang sudah selesai ia baca. Kehancuran mereka adalah konsekuensi logis dari kelemahan mereka sendiri.

​“Dunia tidak menangis untuk yang lemah,” batin Tian Hao. “Mereka hanya menjadi bahan pembicaraan bagi mereka yang menunggu giliran untuk jatuh.”

​Ia tidak peduli apakah ayahnya masih hidup atau apakah adiknya, Tian Mei, berhasil selamat dari luka mematikan yang ia berikan.

Jika mereka bertahan hidup, itu adalah nasib mereka. Jika mereka mati, itu adalah akhir dari kegunaan mereka. Fokusnya sekarang adalah hal yang jauh lebih besar: Pegunungan Zhou.

​Tian Hao membutuhkan peta yang lebih detail mengenai Pegunungan Zhou, jantung dari Dataran Tengah yang konon menjadi tempat peristirahatan terakhir beberapa kultivator kuno.

Menurut sisa ingatan dari kehidupan sebelumnya, salah satu fragmen rahasia Mutiara Surgawi tersembunyi di sebuah titik yang hanya bisa diakses saat posisi bintang sejajar dengan puncak tertinggi pegunungan tersebut.

​Ia menyusup ke sebuah paviliun milik seorang cendekiawan tua yang dikenal sebagai pengumpul arsip geografi.

Paviliun itu dijaga oleh beberapa formasi pelindung sederhana, namun bagi Tian Hao yang memiliki Mutiara Surgawi, retakan dalam formasi tersebut terlihat sejelas retakan pada kaca yang pecah.

​Ia menyelinap masuk melalui ventilasi atap. Bai Kecil keluar dari lengannya, bergerak di langit-langit paviliun untuk mencari keberadaan manusia di dalam gedung. Setelah mendapatkan kode "aman" dari desisan halus Bai, Tian Hao turun ke ruang arsip.

​Di sana, ribuan gulungan tersusun rapi. Ia tidak menggunakan cahaya api; ia menggunakan aliran Qi pada matanya untuk melihat dalam kegelapan total. Tangannya bergerak cepat namun lembut, menyisir rak demi rak sampai ia menemukan sebuah gulungan tua dengan simbol gunung yang dilingkari cahaya ungu.

​Peta Pegunungan Zhou: Jalur Langit.

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Leon: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Leon: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Leon: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Leon: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Leon: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Leon: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Leon
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!