Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HP Ais yang baru
Setelah Ais dan Heri selesai makan.
Heri mengajak ais ke toko handphone .
Seperti janji Heri sebelum nya
" Jom Ais . Lepas beli handphone kita kekedai baju dekat mall sana . ,,"
" Ummmm beli handphone aja Heri. Duitku mana cuku beli baju baru. " Ucap Ais ragu ragu
" Tak apa. Nanti kalau Ais dah beli handphone, baru kita ke kedai dekat atas sana .Nanti aku yg akan beli kan baju buat Ais. "
Dengan menunduk Ais berkata
" Memangnya Heri tidak rugi beli buat aku .?
Kan nanti duit Heri untuk kiriman di kampungnya kan? "
Heri tersenyum tipis " kalau setakat baju satu atau dua tidak masalah Ais. Paling harganya tidak sampai lima puluh Ringgit. Santai aja. Anggap ini hadiah tanda perkenalan kita. Ok ?"
" I iya deh ." ujar Ais terbata.
Singkat nya mereka sampai di kedai(toko) handphone yang di maksud Heri
" Mari akak nak handphone macam mane ? " Tanya pelayan toko itu menyambut kedatangan mereka berdua dengan ramah.
Sambil melihat lihat handphone yang ada di etalase kaca. Ais Tertarik dengan handphone keluaran terbaru . Handphone o**PO
" Yang ini berapa kak"? Tanya Ais
" saye tanya Kat bos dulu ,, tunggu kejap kak "
Penjaga toko melangkah masuk dalam kedai(toko)
" Entah apa yang mereka katakan . Tak lama pelayan itu keluar , sambil membawa handphone yang Ais tunjuk
" Kak handphone ini murah
saja. Kebetulan serinya sisa satu tipe ini saja .,"___
" Berapa "?
" Tiga ratus duapuluh lima Ringgit "
" Heri ini bagus Ndak handphone nya "? Tanya Ais pada Heri
" ok lha itu , beli saje, cocok untuk mu" jawab Heri
" Iya kak ini saja" .
Ais mengambil uang yang ada di tas kecil . Lalu membayar handphone tersebut.
Dengan mata berkaca kaca Ais menggenggam handphone itu .
" Ya Allah tidak kusangka aku bisa memiliki benda semahal ini . Dengan hasil jerih payah Sendiri" ucap Ais penuh syukur.
Tak lama kemudian Heri pun mengajak Ais untuk membeli pakaian sesuai janjinya.
" Jom Ais kita kesana."
" Ok Heri "
" Oh iya Ais , ummm sudah punya pacar ?" Tanya Heri sambil berjalan ke arah toko pakaian.
Ais terdiam dan berpkir dalam hati .
" Hmmm Gimana punya pacar coba , di kampung halamanku mereka memandangku seperti tak berarti. Huft ada ada saja pertanyaan nya " Pikir Ais dalam hati , Ais tidak menjawab pertanyaan nya . Lebih mengalihkan pembicaraan yang lain.
" Heri boleh minta ajarin aku gimana caranya pakai handphone ini. "? Tanya Ais dengan Malu malu.
" Nanti dekat bilik saya ajarkan " jawabnya tanpa menoleh padaku.
" Ais coba baju nampaknya cocok bila kami pakai. " Ucapnya lagi.
Aie menoleh . " Ummm boleh warna lain tak Heri.? "
" Memang kenapa warna ini ?"
"Saya tidak suka warna pink heheh"
"Ok. Cari warna lain saja"
Ais berkeliling , melihat lihat pakaian yang terjejer di dalam toko.
Ais memilih beberapa untuk di coba.
Setelah mencoba beberapa baju yang di rasa cocok . Heri pun langsung ke kasir untuk membayarnya.
Sedikit canggung sih memang . Tapi mau gimana lagi , Ais tidak mengenal daerah ini .
Selama seharian Ais terus bersama Heri . Sampai pulang Ais masih satu mobil
*********
Esok harinya pagi-pagi sekali Ais sudah siap siap kerja lagi. Menjalani pekerjaan seperti biasanya.
Lelah tentu saja lelah .
Tapi inilah nasib anak rantau.
Tiba tiba kepikiran untuk telpon orang tuaku.
Kebetulan sebelum berangkat sempat Ais menyimpan nomor handphone ayahnya.
" ahhhh nanti malam aku telpon ayah deh. " Guman Ais lirih.
******
Malam harinya
Sesuai dengan janji Ais. Malam' itu Ais menghubungi ayahnya di kampung
dengan hati berdebar Ais menekan tombol angka di handphone baru milik Ais.
Tut Tut Tut Tut.
Telepon tersambung
Dengan gugup Ais menyapa
" Halo , meafa bapak?" Ucap Ais ketika telpon tersambung di sana.
(Halo lagi ngapain pak?
" Nando tula tula inia , lahae iniaaa"? Jawabnya.
" ( Lagi cerita cerita ini . Siapa ini?
Tak kuasa air mata Ais mengalir di pipi
" Inodi inia Ama "
( Ini saya pak.)
Lama terasa hening, Ais terdiam sejenak. Berpkir apakah orang tuaku marah. ? Apakah mereka benci.? Anaknya tiba tiba hilang .
Lalu dengan suara bergetar Ais berkata lagi.
" Aesalo maafu Ama , akala wekoliwuno miina ameaalaikoomua"
(Maafkan aku pak aku pergi merantau tak meminta ijin dulu.)
Terdengar suara sedikit demi sedikit yang aku tahu dia menangis dan berkata.
" Alhamdulillah , saaloku nahamaiko bhela anakku. Ingka miinamo bhe bhiritamua."
(Alhamdulillah. Ayah pikir kamu kemana saja anakku tidak ada kabarmu.)
Ais semakin terisak. " Nando kanau we koliwuno ini Ama . Bhahi kaawu saasala bhe radhakiii . Niati kanau amalaa kanau ituaa eee Ama. No lalesa kamaigho hano radhakiii amaee. "
( Saya berada di rantau orang pak . Siapa tau ada rezeki. Doakan saya pak. Semoga lancar dan luas rezeki yang ku nanti)
ucap Ais terbata sambil sesugukkan
Setelah berbicara dengan orang tua , hati ais sedikit lega
Ais berpikir jika ayah nya marah Tapi setelah mendengarkan suara ayah nya . Hatinya menjadi lega
Ais sudah membulatkan tekad . Untuk berkerja lebih giat lagi ,agar bisa membanggakan mereka ketika pulang nanti.
********
Disisi lain.
tentang Heri
Sejak mengenal gadis sederhana bernama Ais hati nya kian bahagia.
Dengan sikapnya yang unik dan ahkk entah bagaimana menjelaskannya .
" Heri, jom kita ke office " ucap Dedy sahabatnya
" Jom lha. Boring kena tidur awal awal esok kan hari cuti. " Jawab Heri santai
" ya sudah lah. "
******..
Sejak hari itu dimana Heri jalan dengan Ais di bandar( kota) hati Heri selalu rindu padanya.
Padahal rumah tempat tinggal nya dengan tempat Heri tinggal tidak jauh. Tapi karena pekerjaan mereka berbeda . Maka membuat Ais dan Heri jarang bertemu.
Sikap nya yang unik. Suaranya yang lembut dan senyuman nya yang membuat Heri terbayang bayang. .
Ketika Heri jalan menuju ke office . Tanpa sengaja bertemu dengannya . Heri pikir Ais akan mendekat kearahnya. Malah Ais seakan akan tidak mengenalinya
Aneh .perasaan seakan tidak rela dia seperti itu.
" ahk sudahlah mungkin dia tidak terlalu memperhatikanku tadi. Apalagi sudah malam.
" Guman Heri lirih
********
Keesokan harinya .
Karena hati cuti (libur ) hari Minggu
Semua teman teman sibuk dengan kegiatan masing.
Ada yang mancing .
Ada yang main game .
Ada yang lagi telpon keluarga
Sambil duduk teras depan rumah ,
Heri malah sibuk memikirkan gadis Muna itu.
Iya Ais orang yang baru saja Heri kenal . Tapi bayang bayang nya tidak bisa di tepis dari pikiran nya
( Muna salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Tenggara)
Lagi asyik dengan lamunan . Tiba tiba Heri di kagetkan dengan suara . " Kak Heri , apa kabar ? . Kenapa selama ini tidak pernah jumpa kak Heri Lagi?"
Aneh itu yang ada dipikiran ku.
Kok bisa ? Iya dialah Ais yang menyapanya
Dengan sedikit gugup Heri menjawab.
" Kamu yang tidak muncul depan aku.
Tadi Ais panggil dengan sebutan kakak untuk aku?" Tanya Heri dengan senyum merekah
" Iya kak. Heheheh Heri kan lebih tua dari Ais. ," jawab Ais dengan wajah polosnya
' ya ampun anak ini antara gemas dan gugup jadi satu.' Guman Heri dalam hati
" Hey hey kak Heri kok melamun "?
" Ehhh , ahk tidaklah " jawab Heri gugup karena ketahuan melamun
" Kak Heri hari cuti (libur ) ini bikin apa" ? Tanya Ais.
" Hmmm Ais suka dengarkan gitar "? Heri malah balik bertanya. ' yaa ampun ,Kepana
begini yah kok jadi gugup dan berdebar-debar jantung ini. Hft..' pikir Heri dalam hati
Dengan girang Ais berkata " . Wehhh kak ayok aku ingin dengarin kak Heri main gitar. Pasti seru. Yah kan kak. . "
" Ok . Ais tunggu yah .aku ambil gitar dulu dibilik Dedy dulu"
*****