NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Selir Gendut

Transmigrasi Ke Tubuh Selir Gendut

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸

Seralina Lexander adalah seorang wanita yang bekerja sebagai pengantar bunga dan dia anak yatim. Di siang hari Sera sangat terburu" pergi ke alamat tujuan, sebab dia hampir terlambat gegara membaca buku di perpustakaan, saat di perjalanan Tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang membuat mobil tersebut menabrak Sera. darah mengalir dan bunga-bunga berserakan.

Li Qiang Xu adalah seorang wanita cantik, sebelumnya ia pernah di tidurin oleh Kaisar saat Kaisar mabuk, dan Qing di kabarkan hamil membuat permaisuri membencinya sebab dia seorang permaisuri tapi belum mempunyai keturunan. sedangkan Qiang hanya satu malam bersama Kaisar, sudah di kabarkan hamil.

semenjak Qiang sudah berstatus Selir, Kaisar menyanyangi Qiang dari pada permaisuri begitupun Selir lain. Ibu Suri pun terus menerus menemui Qiang membuat permaisuri semakin murka. Permaisuri pun membayar pelayan dapur untuk mencampurkan obat fiktif kepada makanan Qiang, hingga beberapa hari Qiang di kabarkan mengalami keguguran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ᴀᴜᴛʜᴏʀ_ʀᴀʙʙɪᴛ¹⁸, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Hari ulang tahun ibu Suri

Permaisuri Xun Sin tersenyum, lalu mengangguk. "Saya juga merindukan Yang Mulia. Tapi..." Ia menjeda kalimatnya, menatap Kaisar dengan tatapan menggoda. "Saya ingin bermain sedikit." ucap permaisuri Xun Sin.

Kaisar mengangkat alisnya, tertarik. "Bermain? Permainan apa yang kau maksud, Xun Sin?" tanya kaisar Yao Chong.

Permaisuri Xun Sin mendekatkan bibirnya ke telinga Kaisar dan berbisik, "Saya ingin Yang Mulia menebak, apa hadiah yang saya siapkan untuk ulang tahun Ibu Suri besok. Jika Yang Mulia berhasil menebak, saya akan memberikan apapun yang Yang Mulia inginkan malam ini." jawab permaisuri Xun Sin.

Kaisar tertawa pelan, merasa tertantang. "Kau membuatku penasaran, Xun Sin. Baiklah, aku terima tantanganmu. Tapi jika aku menang, kau harus menemaniku sepanjang malam, tanpa penolakan." ucap kaisar Yao Chong yang penuh semangat.

Permaisuri Xun Sin tersenyum penuh arti. "Tentu saja, Yang Mulia. Tapi jika Yang Mulia kalah..."

"Jika aku kalah?" ucap kaisar Yao Chong menaikkan sebelah alisnya.

"Maka Yang Mulia harus menuruti semua permintaan saya selama satu hari penuh," jawab Permaisuri Xun Sin dengan nada menggoda.

Kaisar terdiam sejenak, berpikir. Tantangan ini cukup menarik. "Baiklah, aku setuju. Mari kita mulai permainan ini, Xun Sin." ucap kaisar Yao Chong dengan senyum penuh kemenangan. Ia yakin, ia akan memenangkan permainan ini dan mendapatkan malam yang tak terlupakan bersama permaisurinya.

Kaisar menyeringai. "Baiklah, Xun Sin, mari kita mulai. Hmm, hadiah untuk Ibu Suri... pasti sesuatu yang istimewa. Apakah itu kain sutra dari daerah terpencil?" tanya kaisar Yao Chong.

Permaisuri Xun Sin menggelengkan kepalanya sambil tersenyum misterius. "Bukan itu, Yang Mulia. Tebakan yang bagus, tapi kurang tepat." jawab permaisuri Xun Sin.

Kaisar berpikir sejenak, mengerutkan keningnya. "Atau mungkin, perhiasan berlian yang berkilauan? Ibu Suri sangat menyukai perhiasan." ucap kaisar Yao Chong.

Permaisuri Xun Sin kembali menggelengkan kepalanya. "Bukan itu juga, Yang Mulia. Hadiah ini jauh lebih berharga dari sekadar perhiasan." jawab permaisuri Xun Sin.

Kaisar mulai merasa frustrasi. Ia sudah menebak dua kali, dan keduanya salah. "Ayolah, Xun Sin, berikan aku petunjuk!" ucap kaisar Yao Chong memohon.

Permaisuri Xun Sin terkekeh. "Baiklah, baiklah. Petunjuknya adalah... hadiah ini akan membuat Ibu Suri sangat bahagia, dan juga akan membawa kebahagiaan bagi seluruh keluarga kerajaan." jawab permaisuri Xun Sin.

Kaisar terdiam, mencoba mencerna petunjuk yang diberikan permaisurinya. "Kebahagiaan bagi seluruh keluarga kerajaan... Apa yang bisa membuat semua orang bahagia?" tiba-tiba, matanya membulat.

"Apakah... apakah ini tentang keturunan?" tanya Kaisar dengan nada terkejut. "Apakah kau... hamil, Xun Sin?" tanya kaisar Yao Chong penasaran.

Permaisuri Xun Sin tersenyum lebar, matanya berbinar bahagia di bawah cahaya mentari pagi yang masuk melalui jendela. Ia mengangguk pelan. "Selamat Yang Mulia. Yang Mulia akan segera menjadi seorang ayah." jawab permaisuri Xun Sin dan tersenyum.

Kaisar tertegun sejenak, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Kemudian, senyum lebar merekah di wajahnya. Ia meraih permaisurinya dan mengangkatnya ke dalam pelukan erat, berputar-putar di tengah ruangan.

"Ini... ini adalah hadiah terbaik yang pernah kuterima di pagi hari!" seru Kaisar dengan nada penuh kebahagiaan. "Aku sangat bahagia, Xun Sin! Kau telah memberiku anugerah yang tak ternilai harganya!" ucap kaisar Yao Chong yang sangat bahagia.

Permaisuri Xun Sin tertawa bahagia dalam pelukan Kaisar. "Saya juga sangat bahagia, Yang Mulia. Saya tidak sabar untuk menyambut kehadiran buah hati kita." jawab permaisuri Xun Sin.

Kaisar menurunkan permaisurinya dan menatapnya dengan tatapan penuh cinta. "Aku berjanji, aku akan menjadi ayah yang baik untuk anak kita. Dan aku akan selalu mencintaimu, Xun Sin." ucap kaisar Yao Chong dan ia menyentuh perut Permaisuri dengan lembut.

Permaisuri Xun Sin membalas tatapan Kaisar dengan senyuman tulus. "Saya tahu itu, Yang Mulia. Saya percaya pada Yang Mulia." jawab permaisuri Xun Sin.

Pagi itu, Kaisar dan Permaisuri Xun Sin menghabiskan waktu bersama, membicarakan tentang masa depan dan anak yang akan segera lahir. Kaisar tidak bisa berhenti tersenyum, merasa sangat bersyukur atas anugerah yang telah diberikan kepadanya. Ia tahu, pagi ini adalah pagi yang tak akan pernah dilupakannya. Udara terasa lebih segar, dan dunia terasa lebih cerah.

...****************...

4 hari kemudian, terlihat seorang wanita cantik duduk di depan cermin dengan kulit yang lebih putih, sedangkan sang kucing hitam terus saja memandangnya tanpa berkedip.

"Meong... Apa kau beneran tuan Qiang?" tanyanya polos.

"Ming, apa kau percaya kepada Ruyi? Maksudnya apa dia buka mata-mata dari permaisuri?" tanya Qiang sambil melihat jendela yang terlihat Ruyi yang sedang menyiram bunga di halaman kediaman.

Kucing hitam mendengkur. "Ya, aku percaya dia bukan mata-mata dari permaisuri." ucapnya

"Nyonya, pelayan permaisuri datang dan memberikan kain sultra ini kepadaku. Katanya ini dari permaisuri untuk nyonya, apa nyonya tidak takut... Jika kain sultra di tambahkan..."

"Tidak perlu takut, aku akan bermain-main dengan permaisuri dan kamu menikmati saja tontonan gratis." ucap Qiang.

"Kamu simpan saja kain itu di meja," ucap Qiang melihat Ruyi dari cermin.

"Baik nyonya," jawab Ruyi sambil berjalan menuju ke meja untuk menyimpan kain sultra tersebut.

Sedangkan Qiang melihat Ruyi dari cermin yang sedang meletakkan kain sultra di meja. "Sepertinya benar apa yang di katakan Ming, jika dia bukan mata-mata dari permaisuri. Tapi... Aku harus berhati-hati." batin Qiang.

...****************...

Keesokan harinya, istana dipenuhi gemerlap perayaan ulang tahun ibu suri. Para pejabat dan tamu undangan memenuhi aula utama,

memberikan penghormatan kepada ibu suri yang duduk anggun di samping kaisar. Suara musik dan tawa berbaur, menciptakan suasana yang meriah dan penuh sukacita.

Kaisar, dengan wajah penuh kasih, menoleh ke arah ibunya. "Ibu, semoga di hari yang berbahagia ini, ibu selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan." ucap kaisar Yao Chong.

Ibu suri tersenyum lembut, meskipun matanya menyimpan sedikit kekhawatiran. "Terima kasih, anakku. Kehadiranmu dan semua orang di sini sudah menjadi hadiah yang tak ternilai bagiku." ucap ibu Suri.

Di tengah perayaan, permaisuri memasuki aula dengan anggun. Gaunnya yang mewah berkilauan, dan senyumnya merekah saat ia mendekati ibu suri. "Ibu suri," sapanya dengan hormat, "di hari yang istimewa ini, saya ingin memberikan hadiah terbaik untuk ibu." ucap permaisuri Xun Sin.

Semua mata tertuju pada permaisuri, menunggu dengan rasa ingin tahu. Permaisuri menarik napas dalam-dalam, lalu mengumumkan dengan suara lantang, "Saya mengandung putra mahkota!" ucap permaisuri Xun Sin dan tersenyum manis.

Aula seketika riuh dengan sorak sorai dan ucapan selamat. Ibu suri tampak sangat terharu dan memeluk permaisuri dengan penuh kasih. "Ini adalah kabar terbaik yang pernah kudengar! Terima kasih, permaisuri. Kau telah memberikan kebahagiaan yang tak terhingga bagi keluarga kekaisaran." ucap ibu suri yang sangat bahagia.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
kaylla salsabella
kok lama gedek aku sama kaisar bodoh
Herlina Susanty
lanjut thor smgt
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
yeeeeeeee. ... manusia ular Sekutu permaisuri
kaylla salsabella
yeee berhasil
kaylla salsabella
kenapa tidak di simpan di ruang dimensi tuh kalung🤔🤔
author_rabbit18✍︎: mungkin dia blm tahu caranya😂
total 1 replies
kaylla salsabella
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut
kaylla salsabella
lagi thor
kaylla salsabella
Ming raja kucing
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
Osie
seruuuu..moga msh ada lanjutannya🙏🙏💪💪
Osie
curiga aku kalau yg dikandung permaisuri bukan anak kaisar🤭🤭🤭
Osie
sera transmigrasi ke jaman lampau..moga paket komplit ya..punya ruang dimensi..jago bela diri..smart n lebih licik dr yg paling licik..secara dr dunia modern kan
Rya Wijayanti
gak di lanjut lgi kah?
Santai Dyah
halo thor saling suport yuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!