NovelToon NovelToon
Jarak Antara Kita

Jarak Antara Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: ilham Basri

Arga Ardiansyah baru saja dikhianati setelah tiga tahun berdedikasi saat perusahan tersebut mencapai puncaknya, namun yang membuat dia tetap waras adalah Elina yang sedang berada di Praha.
Arga Ardiansyah kemudian bertekad untuk bangkit kembali dan menyusul cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilham Basri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Debu Di Atas Puncak Tatra

​Suara gemuruh dari jantung bumi Tatra terdengar seperti raungan naga yang sedang meregang nyawa. Getaran hebat itu mengguncang fondasi beton Fasilitas Tatra, membuat serpihan material plafon berjatuhan seperti hujan abu yang mematikan. Di ambang pintu darurat yang sempit, Arga berdiri kaku, napasnya tersengal, sementara beban tubuh Elina di gendongannya terasa semakin berat karena kelelahan yang luar biasa.

​Namun, yang lebih berat adalah cengkeraman tangan Dani di pergelangan kakinya. Tangan itu hancur, berlumuran darah dan jelaga, namun kekuatannya berasal dari kebencian murni seorang pria yang telah kehilangan segalanya.

​"Lepaskan, Dani! Fasilitas ini akan meledak dalam hitungan detik!" raung Arga. Dia mencoba menyentak kakinya, namun Dani justru semakin mempererat genggamannya, jemarinya yang patah menggali masuk ke dalam daging kaki Arga.

​"Kita semua... akan mati di sini, Arga," bisik Dani dengan senyum mengerikan di wajahnya yang bersimbah darah. Di tangan kirinya, sebuah pemancar kecil dengan lampu merah yang berkedip cepat menunjukkan bahwa hitungan mundur bom bunuh dirinya telah dimulai. "Aku tidak akan membiarkanmu menang. Aku tidak akan membiarkanmu membawa 'aset' itu pergi."

​Nadia, yang sudah berada beberapa langkah di depan, berbalik dengan cepat. Dia mengarahkan moncong senjatanya ke kepala Dani. "Lepaskan dia, atau aku akan menghancurkan otakmu sekarang juga!"

​"Tembak saja, Nadia!" Dani tertawa, sebuah suara yang terdengar serak dan gila di tengah raungan alarm. "Begitu jariku lepas dari tombol ini, bom di bawah lantai ini akan meledak lebih dulu sebelum reaktor itu runtuh. Kita semua akan terkubur di bawah jutaan ton granit."

​Arga menatap mata Dani. Dia melihat bayangan pria yang dulu sering menemaninya minum kopi di teras kantor Cakrawala. Pria yang dia anggap saudara. Kehancuran batin yang dirasakan Arga saat ini jauh lebih pedih daripada luka fisik mana pun.

​"Kenapa, Dan? Kenapa kau memilih menjadi budak kakekku sampai akhir?" tanya Arga, suaranya mendadak rendah, penuh dengan kekecewaan yang mendalam.

​"Karena di dunia ini, Arga... tidak ada tempat bagi orang-orang seperti kita untuk menjadi bebas," jawab Dani, matanya mulai meredup. "Kita hanya alat. Dan alat yang rusak... harus dimusnahkan."

​Tiba-tiba, dari kegelapan di dalam ruangan server yang sudah mulai dilalap api, terdengar suara tawa yang tenang namun tajam. Pak Broto, dengan kursi roda elektriknya yang entah bagaimana masih berfungsi sebagian, mendekati mereka. Wajahnya yang keriput terpantul oleh cahaya api, membuatnya tampak seperti iblis dari mitologi kuno.

​"Dani benar, Arga," ucap Pak Broto. "Kau pikir kau bisa lari? Kau pikir kau bisa hidup tenang dengan Elina di luar sana? Dunia tidak akan membiarkanmu. The Iron Circle memiliki ribuan mata. Begitu kalian keluar dari gunung ini, kalian hanya akan menjadi buronan seumur hidup."

​Pak Broto menekan sebuah tombol di lengan kursi rodanya. Sebuah pintu baja darurat di samping Arga perlahan tertutup, mengancam akan mengunci mereka semua di dalam zona ledakan.

​"Pergilah, Arga!" teriak Elina tiba-tiba. Dia entah bagaimana mendapatkan kembali kekuatannya. Dia merosot dari gendongan Arga, berdiri dengan goyah namun matanya memancarkan tekad yang luar biasa. "Gunakan kode itu lagi! Kode terakhir yang belum kamu ucapkan!"

​Arga tertegun. "Kode apa, El? Aku sudah mengucapkan semuanya!"

​"Bukan yang itu! Angka di balik koin!" Elina menunjuk ke arah koin perak yang masih tertancap di panel kontrol yang terbakar.

​Arga teringat. Di bagian belakang koin perak itu, ada ukiran kecil yang selama ini dia anggap hanya hiasan lambang keluarga. Dia melihat ke arah koin itu yang kini merah membara karena panas. Tanpa memedulikan rasa sakit, Arga menerjang maju, mencabut koin itu dengan tangan kosong. Kulit telapak tangannya berdesis saat bersentuhan dengan logam panas, namun dia tidak melepaskannya.

​Dia membalik koin itu. Di sana, di bawah lambang garuda kecil, terukir angka: 00000.

​"Nol?" gumam Arga tak percaya.

​"Nol berarti ketiadaan, Arga!" teriak Pak Broto, wajahnya mendadak pucat. "Jangan! Itu adalah perintah penghapusan total!"

​Arga tidak ragu lagi. Dia meletakkan koin itu kembali ke sensor biometrik, kali ini dengan sisi belakang menghadap ke bawah.

​"Hapus semuanya," desis Arga.

​Seketika, seluruh monitor di ruangan itu menampilkan barisan angka nol yang turun seperti hujan. Suara mesin yang meraung mendadak berubah menjadi senyap. Gelombang elektromagnetik raksasa terpancar dari pusat server, menghantam segala sesuatu yang memiliki sirkuit elektronik. Kursi roda Pak Broto mati total, membuatnya terjebak di tengah api. Pemancar bom di tangan Dani meledak kecil dan terbakar, membatalkan ledakan prematur tersebut.

​Cengkeraman Dani melemah seiring dengan hilangnya nyawa dari matanya. Dia melepaskan kaki Arga, tangannya terkulai lemas di atas salju yang kotor.

​"Nadia! Bawa Elina keluar! Sekarang!" perintah Arga.

​Arga melihat kakeknya untuk terakhir kali. Pak Broto hanya menatapnya dengan tatapan kosong, dikelilingi oleh kobaran api yang mulai melahap data-data yang ia kumpulkan seumur hidupnya. Tidak ada kata maaf, tidak ada perpisahan yang manis. Hanya ada puing-puing ambisi yang runtuh.

​Arga, Elina, dan Nadia berlari menembus pintu darurat tepat saat bagian atas fasilitas itu meledak hebat. Mereka melompat ke arah lereng luar, berguling-guling di atas salju saat sebuah bola api raksasa membumbung tinggi ke langit malam Tatra, menghanguskan segala rahasia gelap yang ada di dalamnya.

​Mereka terengah-engah di atas salju, jauh dari zona ledakan. Arga memeluk Elina erat-erat, sementara di belakang mereka, Fasilitas Tatra perlahan runtuh, terkubur di bawah longsoran salju yang dipicu oleh ledakan tersebut.

​"Kita... kita selamat?" bisik Elina, suaranya gemetar karena dingin dan lelah.

​Arga menatap ke arah reruntuhan itu, lalu ke arah ufuk timur di mana semburat cahaya fajar mulai muncul. "Kita selamat, El. Tapi duniamu... duniamu yang lama sudah tidak ada lagi. Begitu juga duniaku."

​Nadia berdiri di samping mereka, menatap ke bawah lembah. Dia melihat lampu-lampu kendaraan yang mendekat dari kejauhan. Bukan kendaraan 'The Iron Circle', melainkan unit militer resmi yang kemungkinan besar datang karena deteksi ledakan besar.

​"Kita harus bergerak," ucap Nadia datar. "Kita punya waktu sekitar dua puluh menit sebelum area ini dikepung. Dan kali ini, kita benar-benar tidak punya apa-apa. Tidak ada uang, tidak ada identitas, tidak ada pelindung."

​Arga berdiri, membantu Elina bangkit. Dia menggenggam koin perak yang kini sudah hangus dan tak berbentuk di tangannya. Dia menatap ke arah masa depan yang belum pasti.

​"Aku punya kamu, El. Dan itu sudah lebih dari cukup untuk memulai semuanya dari nol," ucap Arga dengan keyakinan yang baru.

​Namun, saat mereka mulai berjalan menuruni gunung, Arga merasakan sesuatu di sakunya. Dia merogohnya dan menemukan flash drive kecil yang entah bagaimana terselip di sana saat kekacauan di ruangan server tadi. Dia melihat ke arah Elina, yang memberikan kedipan kecil yang penuh rahasia.

​Ternyata, Elina tidak menghapus seluruh data. Dia menyalin bagian yang paling penting—bukan tentang senjata, bukan tentang kontrol, tapi tentang daftar aset tersembunyi Pak Broto yang tersebar di seluruh dunia yang tidak diketahui oleh siapa pun, bahkan oleh Hendrawan.

​"Jarak di antara kita mungkin sudah habis, Arga," bisik Elina sambil tersenyum tipis. "Tapi jarak antara kita dan kebebasan... baru saja dimulai."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!