NovelToon NovelToon
SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang_Magenta

"Hanya karena aku miskin, kau membuangku seperti sampah?"

Andra, seorang kurir yang bekerja keras 14 jam sehari, baru saja diusir dari kontrakannya dan diputuskan oleh kekasihnya demi pria bermobil mewah. Namun, di saat titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Saldo Tak Terbatas Diaktifkan!]
[Level 1: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis.]
[Saldo saat ini: Rp 1.000... Rp 2.000...]

Dalam satu menit, ia mendapatkan Rp 60.000. Dalam satu jam, jutaan rupiah masuk ke rekeningnya tanpa melakukan apa pun. Dunia yang dulu menghinanya kini harus bersiap. Siapa pun yang pernah memandangnya rendah akan bersujud di bawah kakinya.

Bagi Andra, satu-satunya masalah sekarang bukan lagi cara mencari uang, tapi bagaimana cara menghabiskannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang_Magenta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Hanya Karena Aku Miskin?

Hujan turun dengan derasnya di langit Jakarta, seolah-olah alam sedang ikut meratapi nasib malang yang menimpa Andra hari ini. Pemuda berusia 24 tahun itu berdiri mematung di depan sebuah restoran mewah di kawasan Jakarta Selatan. Tubuhnya yang hanya dibalut jaket tipis seragam kurir sudah basah kuyup. Di tangannya, ia memegang sebuah kotak kecil berisi kalung perak yang ia beli dengan menyisihkan uang makannya selama tiga bulan terakhir.

Hari ini adalah ulang tahun Siska, kekasihnya selama tiga tahun terakhir. Namun, pemandangan di depannya menghancurkan segala harapan yang telah ia bangun.

"Andra, kita putus," ucap Siska dengan nada dingin yang menusuk tulang.

Siska berdiri dengan anggun di bawah payung besar yang dipegangi oleh seorang pria perlente bersetelan jas mahal. Pria itu tampak menatap Andra dengan tatapan seolah melihat kotoran yang menempel di sepatunya.

"Tapi kenapa, Siska? Apa salahku? Aku bekerja keras setiap hari, menabung sedikit demi sedikit untuk masa depan kita. Aku bahkan berencana melamarmu akhir tahun ini," suara Andra bergetar, berusaha menahan tangis yang hampir pecah.

Siska mendengus sinis. Ia menatap motor tua Andra yang terparkir di pinggir jalan dengan kondisi knalpot yang hampir lepas. "Masa depan? Andra, sadarlah! Kamu itu hanya kurir paket. Kamu bekerja 14 jam sehari hanya untuk gaji tiga juta sebulan. Untuk makan enak di restoran ini saja, kamu harus menabung berbulan-bulan, kan?"

Siska menunjuk ke arah pria di sampingnya. "Ini Erwin. Ayahnya adalah pemilik dealer mobil ternama. Hanya dalam satu jam, dia bisa menghasilkan uang yang tidak akan bisa kamu kumpulkan seumur hidupmu. Sepatu yang aku pakai sekarang harganya sepuluh juta rupiah. Itu setara dengan tiga bulan gajimu, Andra!"

Erwin, pria di samping Siska, tertawa meremehkan. Ia mengeluarkan dompet kulit asli dari sakunya, menarik selembar uang seratus ribu rupiah, lalu menjatuhkannya ke tanah yang becek di depan kaki Andra.

"Hei, kurir miskin. Ambil ini untuk ongkos pulang. Pakai untuk memperbaiki motormu yang sampah itu, dan jangan pernah ganggu Siska lagi. Orang seperti kalian seharusnya tahu diri. Dunia ini punya kasta, dan kamu berada di dasar paling bawah," ucap Erwin dengan nada merendah.

Andra mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya memutih. Amarah membuncah di dadanya, namun ia tahu ia tidak berdaya secara finansial. Ia hanya bisa terdiam dengan kepala tertunduk saat melihat Siska masuk ke dalam mobil BMW seri terbaru milik Erwin. Deru mesin mobil mewah itu seolah mengejek kemiskinannya, meninggalkan cipratan air kotor yang mengenai wajah Andra.

"Sialan! Kenapa dunia ini begitu tidak adil hanya karena uang?!" teriak Andra frustrasi ke arah langit malam. "Jika aku punya uang... jika saja aku punya kekuasaan, aku tidak akan membiarkan siapa pun menginjak-injak harga diriku seperti ini!"

Tepat saat amarahnya mencapai puncaknya, sebuah fenomena aneh terjadi. Waktu seolah berhenti berputar. Rintik hujan menggantung di udara, dan sebuah cahaya biru transparan berbentuk panel digital tiba-tiba muncul di depan matanya.

[Ding! Emosi Negatif Inang Telah Mencapai Ambang Batas...] [Sistem Saldo Tak Terbatas Sedang Melakukan Sinkronisasi dengan Realitas...] [Integrasi Berhasil 100%! Selamat, Inang Andra Pramudya Telah Terpilih.]

Andra terbelalak, mengucek matanya berulang kali. "Halu? Apakah aku sudah gila karena terlalu lapar?"

[Sistem Level 1 Diaktifkan: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis ke rekening Inang.] [Saldo saat ini: Rp 0... Rp 1.000... Rp 2.000... Rp 3.000...]

Jantung Andra berdegup kencang hingga terasa ingin melompat keluar. Ia segera merogoh ponselnya yang layarnya sudah retak, membuka aplikasi m-banking dengan tangan gemetar. Matanya hampir melompat keluar saat melihat deretan notifikasi masuk yang tidak masuk akal.

Transfer Masuk dari System: Rp 1.000 Transfer Masuk dari System: Rp 1.000 Transfer Masuk dari System: Rp 1.000

Angka di layar ponselnya terus bertambah secara real-time setiap satu detik sekali. Tanpa melakukan apa pun, tanpa berkeringat, uang itu terus mengalir bak mata air yang tidak pernah kering.

"Jika satu detik seribu rupiah... berarti satu menit aku dapat enam puluh ribu. Satu jam aku dapat 3,6 juta... Berarti dalam satu hari, aku akan memiliki lebih dari 86 juta rupiah?" gumam Andra dengan nafas memburu.

Angka itu jauh melampaui gaji tahunannya sebagai kurir. Ia melihat uang seratus ribu pemberian Erwin yang masih tergeletak di lumpur. Dengan tawa getir, Andra menginjak uang itu dengan sepatunya yang sudah bolong.

"Siska, Erwin... Terimakasih telah menghinaku hari ini," gumam Andra dengan senyum dingin yang mengerikan. "Karena mulai hari ini, aku akan menjadi pria yang tidak akan bisa kalian gapai, bahkan dalam mimpi kalian yang paling liar sekalipun."

Andra menatap panel sistemnya yang kini menunjukkan angka saldo yang sudah menyentuh puluhan ribu hanya dalam beberapa detik. Perjalanan balas dendam dan pembangunan kekaisaran ekonominya baru saja dimulai.

1
Sebut Saja Chikal
nanti saya mampir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!