Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. sisi berbeda Giovanni
“Astaga Tuhan !! Giovanni !! Aku mencoba menghubungimu berkali-kali hingga handphoneku mau pecah !!”
“Apalagi, Dad ??” tanya Giovanni dengan nada kesal, saat ayahnya mulai menaikkan suaranya saat sedang menelponnya.
“Jangan katakan, ‘Apalagi, Dad ??’ padaku !! Kapan kau akan kembali ke rumah, kau tahu Keluarga Deana terus mendesak kami untuk-”
“Aku tidak mau melanjutkan hubunganku dengan wanita ular itu !! Dialah yang membuatku masuk ke Rumah Sakit Jiwa selama setahun.” Ujar Giovanni dengan nada penuh penekanan.
Di seberang sana, Arnold, ayah Giovanni menghela nafasnya berat.
“Kau pikir kamu mau memaksamu dengan wanita ular itu ?! Aku ingin kau segera menolaknya agar dia tidak mendesak kami lagi, aku sudah jengah mendengarkan suara dari Robert !!”
Kini giliran Giovanni yang menghela nafasnya berat, dia yang tadinya duduk ke arah jendela menatap pemandangan lautan yang begitu luas dan di hiasi oleh cahaya bulan, terlihat sangat indah. Tapi.. Bagi Giovanni ada pemandangan yang lebih indah lagi, lelaki itu menoleh melihat Beverly yang tertidur dengan pulas setelah Giovanni menggarapnya 6 ronde di atas kasur.
“Aku akan segera kembali.. Membawa calon istriku di hadapan kalian, sebagai bukti penolakanku yang mutlak pada wanita ular itu.” Ujar Giovanni dengan nada rendah, dan terdengar lebih lirih daripada suara sebelumnya.
“... Tunggu.. Apa ?! KAU SUDAH MENDAPATKAN CALON ISTRI ?!”
“Demi Tuhan !! Dad !!! Kau membuat gendang telingaku pecah seketika !!” Giovanni menjauhkan handphonenya, saat Arnold meninggikan suaranya dari seberang sana.
“Kau yang membuat jantungku senam, dasar anak nakal !!! Segera pulang, bawa kemari wanita yang tidak beruntung itu !!”
“Hey !!”
“Aku ingin tahu, wanita mana yang mau menerima mantan pasien RSJ sepertimu !!”
Giovanni berdecak kesal, dia tahu ayahnya terkadang sengaja menghina statusnya sebagai mantan pasien kejiwaan, tapi terkadang itulah yang membuat Giovanni yakin.. Jika ayahnya tidak kecewa kepadanya.
“Dia.. Dia sudah punya anak.”
“Hah ?? Dia bukan istri orang, kan ??”
“Dia belum menikah, tapi sudah memiliki anak. Jangan salah paham, dia wanita yang baik-baik, dia.. Hanya sempat di jebak, hingga memiliki dua anak.” Ujar Giovanni dengan nada ragu-ragu, apakah Beverly memiliki anak karena di jebak dengan alkohol dan obat perangsang, atau karena memang wanita itu pernah terhanyut pergaulan bebas yang nakal ?? Entahlah, yang jelas Giovanni mau menerima dua anak itu.
“... Kau tahu, Dad tidak peduli masa lalunya.. Dad akan mendukungmu, apapun pilihanmu. Tapi ingat, pastikan dia bukan wanita licik yang hanya menginginkan uangmu saja !!”
“Kau tidak perlu khawatir Dad.. Tapi tolong jangan katakan apapun kepada Mom. Aku ingin ini semua sebagai kejutan nanti saat di sana.”
“Baiklah, aku mengerti, sampai jumpa anak nakal !! Cepatlah pulang, aku menunggumu !!”
Lalu sambungan telepon di matikan, Giovanni menurunkan handphone itu dari telinganya, dan menaruhnya pada meja di dekatnya. Lelaki itu sempat tersenyum kecil, melihat respon ayahnya sesuai dengan keinginannya. Giovanni bangkit berdiri, dan berjalan mendekati ke arah Beverly yang masih tertidur pulas.
Giovanni segera naik ke atas kasur dengan perlahan, masuk ke dalam selimut, dan kemudian memeluk Beverly dari samping. Dia mengecup kening wanitanya, dan berbisik lembut.
“Sweet dream, baby~”
Lalu Giovanni mengubah posisinya dan mulai menutup matanya dan tertidur di sana, sambil memeluk Beverly dengan kedua tangannya.
...
“Hwaa... Hwaa.... Hwaa...”
“Hey.. Ssttt.. Mama kalian masih tertidur, kalian lapar ya ??”
Sebuah suara samar-samar memasuki telinga Beverly. Wanita itu secara perlahan membuka matanya, menguap sejenak, mengusap matanya yang terkena cahaya matahari, dan barulah dia menoleh melihat Giovanni menggendong kedua anaknya yang menangis keras di sana.
“Eh.. Oshea ?? Oscar ??”
Giovanni menoleh ke arah Beverly, yang perlahan menggerakkan tubuhnya, yang berusaha bangkit dari posisinya dan duduk bersandar pada headbed kasur.
“Kau sudah bangun ??”
“Hmm.. Kemarikan, mereka lapar pasti.” Ujar Beverly mengangkat kedua tangannya seakan meminta agar Giovanni menyerahkan kedua anaknya.
Lelaki itu secara perlahan mendekati Beverly yang bersandar di kasur, lalu menyerahkan salah satu anak itu ke tangan Beverly. Wanita itu segera mengubah posisi Oscar di tangannya, hingga bayi itu akhirnya bisa menangkup salah satu ujung d*danya, dan berhenti menangis.
“Yang satunya- eh ??”
“Aku bantu.” Ujar Giovanni mengubah posisi Oshea, sehingga anak itu bisa menyambar bagian lainnya, dan meminum s*su dengan tenang tapi Giovanni yang menggendong dan menahan anak itu dengan tangannya.
Beverly sempat terkejut dengan tindakan dari Giovanni, terlebih saat lelaki itu memberikan tatapan gemasnya kepada kedua anak Beverly.
“Mereka sangat imut dan menggemaskan~ Oh salah satu anak ini, menuruni warna matamu. Sangat indah.” Ujar Giovanni menunjuk ke arah Oshea yang memiliki warna mata biru aurora, sama seperti milik Beverly.
“Aku tidak tahu kau menyukai anak-anak..” Ujar Beverly dengan lirih, Giovanni menatap ke arah Beverly sambil tersenyum.
“Hanya anak-anak yang berasal darimu saja, yang aku sukai. Termasuk anak-anak kita nanti.” Ujar Giovanni dengan enteng, membuat Beverly tertegun sejenak, pipinya sedikit memerah mendengarkan kalimat dari Giovanni.
S*al !! Lelaki mesum ini, sangat pintar menggombal !! Batin Beverly dengan kesal dan malu-malu mendengarkan perkataan dari Giovanni.
Tok.. Tok.. Tok..
“Permisi, Tuan Giovanni dan Nona Beverly, sarapannya.”
Sebuah ketukan dan panggilan formal dari pelayan perempuan terdengar dari arah pintu, Giovanni menatap datar ke arah pintu itu lalu berbicara dengan nada tegasnya.
“Masuk.”
Pintu terbuka, seorang perempuan mendorong meja beroda dengan dua rak, berisikan dua piring untuk bagian atasnya, dan di rak tengah terdapat mangkuk buah dan sayuran. Pelayan perempuan itu mendorong kereta itu saja ke arah meja makan, yang memang tersedia di dalam kamar, setelah itu dia menghadap sejenak ke arah Giovanni dan Beverly.
“Tuan Giovanni, untuk tukang pijatnya sudah siap, kapanpun anda butuh.”
“Siang saja, setelah makan siang.”
“Baik Tuan Giovanni.”
Lalu setelah itu pelayan itu pergi berlalu dari sana, Beverly memberikan tatapan bingung dan heran ke arah Giovanni. Setelah pelayan itu sudah menutup pintu kamar, barulah Beverly membuka suara.
“Selelah itukah kau semalam, setelah menyerangku di atas kasur ??” Ujar Beverly dengan nada sedikit sinis dan ketus, Giovanni terkekeh kecil.
“Bukan untukku, tapi untukmu sayang.”
“Eh ??”
“Pinggangmu pasti sakit, bukan ?? Tenang saja, tukang pijatnya perempuan yang sudah ahli. Kau tidak akan merasakan sakit lagi di bagian pinggang, pinggul dan kakimu.” Ujar Giovanni menjelaskan dengan lembut, membuat Beverly semakin tidak percaya.
“Aku tidak akan mengucapkan terima kasih, karena setelah itu.. Kau pasti akan menyerangku lagi.” Ujar Beverly dengan nada tidak percaya mendengarkan kebaikan hati Giovanni yang pasti, akan ada embel-embel di belakangnya.
Giovanni terkekeh geli, “Kau sangat lucu sekali, sayang~” Ujarnya mencubit pipi Beverly dengan satu tangannya.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙❤️
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣