"Saat kesetiaan hanyalah topeng dan kasih sayang adalah alat untuk merampas, Karin memilih untuk tidak menjadi korban."
Karin mengira hidupnya sempurna dengan suami setia bernama Dirga, sahabat sejati seperti Laura, dan kasih sayang Mama Mona. Namun, dunianya runtuh saat ia menemukan Laura hamil anak Dirga. Kehancuran Karin memuncak ketika Mama Mona, ibu yang sangat ia cintai, justru memihak Laura dan memaksanya untuk dimadu.
Di balik pengkhianatan itu, terbongkar rahasia besar: Karin bukanlah anak kandung Mona. Sebaliknya, Laura adalah putri kandung Mona yang selama ini dirahasiakan. Mona sengaja memanfaatkan kekayaan keluarga Karin untuk masa depan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Aku merasa heran dengan sikap Mas Dirga yang seolah begitu perhatian pada sahabat baikku, Laura. Namun, aku selalu menepis semua perasaan buruk itu, karena menurutku tidak mungkin mereka memiliki hubungan apa pun.
“Sudahlah, Karin. Jangan berpikir sempit seperti itu. Tidak mungkin mereka mengkhianatimu. Lagipula cuma pakai kemeja saja, kan?” gerutu Karin dalam hati sambil menatap sahabat dan suaminya yang sedang fokus menikmati makanan di meja.
Laura yang sejak tadi menyadari tatapan Karin langsung membuyarkan lamunan sahabatnya itu.
“Karin, kamu kenapa? Kok dari tadi cuma diam saja? Kenapa kamu nggak ikut makan?” tanya Laura dengan nada heran.
Dirga yang menyadari sikap istrinya sejak tadi juga mencoba membujuk Karin agar mau makan.
“Sayang, kamu kenapa nggak makan? Kamu marah ya karena Mas minjem in baju ke Laura? Mas minta maaf, ya. Mas cuma kasihan sama Laura. Tadi malam dia kedinginan dan nggak punya baju ganti,” ucap Dirga berusaha menenangkan.
Namun bukannya luluh, Karin justru semakin kesal mendengar banyaknya alasan dari suaminya.
“Mas kan tahu harusnya kalau mau minjem in baju ke Laura bisa bilang dulu sama aku. Bajuku banyak. Ngapain malah minjem in baju kamu? Dan lihat cara Laura pakai baju kamu itu, kenapa kancingnya dibuka seperti itu? Apa dia sengaja biar kamu tergoda?” ketus Karin dengan nada tinggi.
“Ya ampun, Karin. Cuma soal kancing baju saja kamu sampai marah begitu. Kamu kok jadi berlebihan sih? Bukannya kemarin kamu sendiri yang bilang kalau aku ini sahabat kamu dan sudah kamu anggap saudara? Tapi sekarang cuma karena aku pakai baju Mas Dirga saja kamu marah,” balas Laura dengan kesal.
Ucapan Laura membuat Karin terkejut. Ia menatap sahabatnya dengan perasaan campur aduk.
“Aku mau kamu cepat ganti pakaian, Lau. Aku nggak suka kamu pakai baju suamiku,” ucap Karin sambil menatap Laura yang masih sibuk mengaduk teh di cangkir favoritnya.
“Kamu memang sahabat aku, Lau. Tapi kamu sudah terlalu lancang. Kamu pakai baju suamiku tanpa izin, bahkan pakai cangkir kesayanganku tanpa bilang dulu,” cerocos Karin yang emosinya mulai meledak.
Karin kemudian meninggalkan mereka dan masuk ke kamar. Ia membuka lemari, mengambil satu set piyama, lalu kembali menghampiri Laura.
“Ini baju gantinya sudah aku siapkan. Sekarang ganti, dan lepas baju Mas Dirga yang kamu pakai itu,” ucap Karin tegas.
“Oke, aku ganti. Lagian ngapain sih kamu sewot banget, cuma soal baju saja,” balas Laura dengan ketus.
Dirga yang melihat keributan itu hanya bisa menghela napas panjang. Ia memilih tidak ikut campur karena takut justru membuat Karin semakin marah.
Awas saja kamu, Rin. Aku akan rebut semua yang kamu miliki. Bukan cuma baju Mas Dirga, tapi Mas Dirga juga. Aku akan buat hidup kamu menderita, batin Laura penuh ambisi.
Laura dan Karin memang sahabat dekat. Namun bagi Laura, Karin adalah saingannya. Ia iri melihat hidup Karin yang nyaris sempurna dan keluarga yang utuh dan suami yang sangat menyayanginya, sesuatu yang tak pernah ia miliki.
Saat malam tiba, Karin sibuk menyiapkan makan malam untuk suaminya. Sementara itu, Laura sama sekali tidak membantu, seolah-olah ia adalah nyonya rumah.
“Laura, kamu bisa bantu aku siapkan makan malam? Aku mau buat makanan spesial buat Mas Dirga,” pinta Karin.
“Maaf ya, Rin. Aku lagi sibuk,” jawab Laura tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.
Padahal sejak tadi Laura hanya sibuk scrol TikTok dan mengirim pesan entah kepada siapa.
“Lagian cuma masak begitu saja, kamu harus ngerepotin aku,” ketus Laura sebelum pergi meninggalkan dapur dan masuk ke kamarnya.
Karin terdiam. Ia tak menyangka sikap Laura berubah drastis itu. Di rumah ini, seharusnya dialah nyonya, bukan Laura.
Satu jam kemudian, Karin selesai memasak. Ia menata makanan di meja, lalu mandi dan bersiap menyambut kepulangan Dirga.
Bel pintu berbunyi. Karin hendak membukakan pintu, tetapi Laura sudah lebih dulu menyambut.
“Assalamualaikum, sayang. Mas pulang,” ucap Dirga sambil membuka pintu. Namun yang berdiri di hadapannya bukan Karin, melainkan Laura.
Dirga terkejut melihat Laura mengenakan daster merah terang dengan riasan wajah sempurna yang membuatnya tampak sangat cantik.
“Eh, Mas Dirga sudah pulang? Ayo, silakan masuk,” sambut Laura dengan senyum manis.
“Oh, iya. Makasih. Karin ke mana, kok kamu yang bukain pintu, Lau?” tanya Dirga heran.
“Karin lagi mandi, Mas. Jadi aku yang bukain pintu. Nggak apa-apa kan?” jawab Laura lembut sambil sengaja mendekatkan tubuhnya ke Dirga.
Karin yang melihat pemandangan itu langsung terkejut.
“Laura!” teriak Karin penuh amarah.
Sontak Dirga dan Laura gugup saat melihat Karin berdiri di hadapan mereka dengan wajah penuh kecemburuan.
Dirga nikah siri sama Laura?
status belum cerai kan ya sama Karin
berarti Karin ijinin poligami apa bagemane kak
Dirga nikah pas status masih resmi sama Karin
kalau sama penghulu berarti Siri? Tapi itu sama aja Dirga poligami sementara dong ya
kalau secara hukum jelas gak bisa kan belom cerai
dan itu gak pake wali gak sah...
ku cuma bingung pas baca chapter 23-24 cuma mau mastiin nikahnya itu gimana maksudnya
maap banyak tanya, bingung beneran soalnya 🙏
pria itu kan menawarkan sebuah informasi
apalagi dibayar mahal
tapi di bawahnya kemudian dia malah gak gak kasih tahu, padahal yang menawarkan informasi itu si pria bukan Karin yang tanya
jadi ada inkonsistensi di sini
kalau aku jadi Karin, ku bakal tabok si informan dan ngomong
"Hei, aku sudah bayar kamu 100 juta untuk informasi receh?
Kamu tau info itu gak lapor polisi dan malah minta uang dariku? aku bakal laporin kamu ke polisi sebagian pemerasan! sekarang kasih tau aku siapa atau polisi akan datang, oh ya aku sudah rekam pembicara kita 🤣"
Karin bakal jadi the winner
keep update kak
semangat 💪
apakah ini cerita panjang??
semangat terus ya kak