jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tersesat Indah
"wow! Lokal oke punya juga! " keyza Sabrina gadis berusia dua puluh delapan tahun yang baru pulang dari luar negeri. setelah lulus kuliah kedokteran keyza juga sempat bekerja disana selama dua tahun. Sekitar delapan tahun keyza berada diluar negeri sebelum akhirnya dipaksa pulang oleh kakaknya
"hai tampan, ngapain disini?" dengan tatapan menggoda pada gaffi yang takut dengan wanita
"apa anda tidak tahu ini tempat apa, silahkan keluar disana pintunya" gaffi mengusir tamu tak diundangnya yang masuk ke dapur dan menggodanya dengan pakaian seksi dan wajah cantik
"sepertinya saya sedang disurga karena ketemu malaikat tampan sepertimu, nomer ponsel ada kan? Mana ponselmu" keyza dengan penuh percaya diri meminta nomer ponsel orang asing
Biasanya pria yang meminta berkenalan dengannya, kali ini keyza yang maju lebih dulu
"jangan bicara sembarangan, silahkan keluar atau saya panggilkan security sekarang" gaffi mengancam keyza
"ssttt, bantu aku keluar dari sini akan ku berikan apapun yang kamu mau" keyza memohon pada gaffi sambil mengatupkan kedua tangannya dengan wajah memelas
"keluar, sekarang!" gaffi tak peduli dengan permintaan keyza
"dasar sombong, gue sumpahin dapet istri yang nyebelin dan tua" keyza terpaksa harus keluar dari tempat persembunyiannya untuk menolak dijodohkan oleh tantenya
"hai tante, maaf toilet antri" keyza duduk disebelah amara adik dari papanya. Yang juga telah membantu merawatnya sejak kecil
"duduk key" amara mengenalkan pria yang menurutnya cocok untuk menjaga dan juga membuat keyza patuh. Sejak berada di luar negeri kelakuannya tidak terkontrol dan membuat kakaknya menyerah menghadapi adik perempuannya itu
"hai om ganteng, mau jadi sugar dadyku?" keyza menyapa pria yang akan dijodohkan dengannya
"keyza!" amara menegur keponakannya
"oke maaf, jadi saya harus panggil apa?" gaya keyza yang manja dan centil sangat terlihat
dari caranya berbicara
"panggil nama juga boleh, saya bahtiar senang bertemu dengamu" bahtiar sudah menyukai keyza sejak awal bertemu tadi
"pekerjaan?"
"polisi"
"umur?"
"tiga puluh"
" kirian empat puluh tadi, sudah pernah tidur dengan wanita?"
Keyza dan bahtiar saling menjawab pertanyaan
"keyza, yang sopan" amara benar-benar kesal dan malu
"boleh gantian bertanya bahtiar" amara meminta pada calon ponakannya agar saling mengenal
"tanya saja?" keyza duduk sambil menyilangkan tangannya ke dada
"umur?"
"dua delapan"
"pekerjaan"
"pengangguran!"
amara menyela percakapan keyza dan bahtiar "dia dokter, sangat cocok dari usia dan pekerjaan kalian"
"gajihmu cukup buat biaya perawatanku ngga? Sebulan biasa kak clay kasih seratus juta sih" keyza ingin segera pergi dari drama ini
"cukup, sudah punya pacar sebelumnya?" bahtiar melanjutkan pertanyaannya
"em, lupa tapi yang pasti mantan ku bule semua, belum ada rencana cari yang lokal sih" keyza memang banyak berpacaran dengan pria bule sejak kuliah. Pergaulannya yang tergolong bebas tanpa ada pengawasan
"sudah siap menikah?" bahtiar yang didesak orang tuanya untuk segera menikah pun tak ingin berlama-lama lagi, hatinya sudah merasa cocok dengan wanita pilihan mamanya
"sudah sih kalau calonnya ceo minimal" keyza ingin membuat bahtiar ilfeel pada pertemuan pertama dan menghentikan perjodohan ini
"saya bisa menjadi ceo saat papa saya pensiun nanti" bahtiar melakukan segala cara agar keyza menyerah dan menerimanya
"keyza, kita tidak kekurangan uang. Kamu sudah tua cari yang bagaimana lagi" amara menarik tangan keyza dan membisikkannya
"oh ternyata kaya juga, oke deh kita coba" keyza yang terbiasa bermain dengan pria tak merasa takut menerima bahtiar karena memang tak ada alasan lagi menolaknya
"sungguh?" bahtiar merasa sangat lega
begitu pun juga dengan amara, yang juga ikut senang
Padahal keyza hanya ingin menghentikan perjodohan berikutnya jika menolak bahtiar. Jika dilihat wajahnya juga tak begitu buruk
"hm, sudah kan tante aku capek baru sampe harus kesini" keyza ingin segera pulang dan bertemu dengan kakaknya
"ya sudah, karena kalian sudah pacaran bahtiar tolong antarkan pacarmu pulang, tante ada janji sama mama mu" amara akan melaporkan tugasnya sudah selesai dan berhasil
"tapi. Aku_" keyza ingin menolak tapi tak bisa
"ayo kita pulang" ajak bahtiar
"pulang? Hm oke" melihat tatapan mata amara, keyza hanya bisa menghembuskan nafasnya
Jika tidak uang jajannya akan dipotong dan itu yang paling ditakutkan oleh keyza