Plakkkkkk
Suara tamparan tampak menggema di sebuah ruangan gelap dimana semua orang menatapnya dengan ekspresi terkejut diwajah mereka.
Daxia, Atau kini namanya telah berubah Yu Chaoyin, Gadis yang seharusnya melakukan rutinitas belanjanya di hari pekan kini berubah sempurna kala dirinya berada didunia yang dia anggap mengerikan.
"Ku perintahkan keluar, Atau ku hancurkan wajah sialanmu itu dengan kuku ku"
Ucapnya dengan kasar, Menatap marah pada sosok gadis muda di hadapannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pio21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan yang membuat semua orang terkejut
"Chaoyin kau tau betul status pangeran Jingmi tidaklah biasa, Dia seorang pangeran mahkota di kekaisaran Jing dimana kelak kau bisa menduduki posisi permaisuri"
Kaisar Yu menatap tajam ke arah putrinya, Sangat tidak terima mendengar perkataan Chaoyin yang mengatakan jika dirinya menjodohkan gadis itu dengan sembarang pria. Semua orang tau jika pangeran Jingmi merupakan salah satu genius muda yang banyak diincar oleh para putri dan gadis gadis bangsawan, Dan melihat putrinya menentang keras perjodohan membuat dirinya bertanya-tanya apakah putrinya masih memiliki otak atau tidak.
Tidak ada yang bisa menyangkalnya, Bahkan Meiyin sendiri sangat tertarik dengan pria tersebut, Seperti yang dikatakan oleh kaisar Yu tidak ada cela pada pria itu.
Namun sepertinya tidak bagi Chaoyin, Dia dengan cepat menimpali
"Bahkan jika dia kaisar sekalipun jika aku tidak tertarik, Maka aku akan menolaknya"
Chaoyin masih tetap pada keputusannya, Enggan menerima perjodohan yang akan membuatnya sekarat dimasa depan.
Yang benar saja, Dia sudah tau apa yang akan terjadi pada tokoh Chaoyin dimasa depan, Bagaimana bisa dia dengan gila bertunangan dengan calon pembunuhnya sendiri.
Ohh ayolah, Otaknya masih berfungsi dengan baik.
"Putri, Harap jaga sopan santun anda pada yang mulia kaisar"
Selir Rong menyela dengan sopan, Bersikap seperti ibu yang baik menegur putrinya saat melakukan kesalahan. Dia tentu saja berniat mencari muka dihadapan kaisar Yu, Ini bukanlah hal yang pertama kali dia lakukan, Bahkan di setiap kesempatan wanita paruh baya itu selalu memerankan menjadi istri dan ibu yang baik untuk menarik hati kaisar Yu. Tidak alasan lain, Selain membiarkan kaisar Yu jatuh hati padanya hingga mengangkat statusnya menjadi seorang permaisuri.
Namun sepertinya selir Rong harus memahami jika saat ini bukanlah Chaoyin yang dia hadapi yang bisa dia manfaatkan untuk mendapatkan citra baik dihadapan kaisar Yu, Melainkan seorang Daxia si gadis dengan segala tempramen buruknya.
"Kau diam"
Chaoyin menyentak dengan emosi ke arah wanita paruh baya tersebut membuat selir Rong terkejut. Dia sudah mendengar berita tentang perubahan Chaoyin beberapa saat yang lalu, Namun dia enggan mempercayainya seolah itu tidak mungkin terjadi.
Namun menyaksikan bagaimana Chaoyin menentang kaisar bahkan meneriakinya membuat dirinya percaya dan terkejut dengan perubahan sikap luar biasa gadis tersebut.
"Kau tidak memiliki hak untuk menyela, Atau bahkan mengajariku, Kau hanya seorang selir, Tau diri pada posisimu, Jangan bersikap seolah kamu adalah permaisuri disini"
Lanjut gadis tersebut tanpa basa basi membuat semua orang tercengang tidak percaya, Jika ini hanya sebuah rumor maka tidak akan ada yang mempercayainya sebab mereka tau betul bagaimana patuhnya putri Chaoyin pada selir Rong selama ini, Namun menyaksikan yang terjadi dihadapan mereka membuat mereka percaya dengan rasa sulit untuk mereka pahami.
"Putri Chaoyin, Sepertinya kau sudah melewati batasmu"
Kaisar Yu berdiri dari posisinya, Menatap putrinya dengan wajah menggelap, Sungguh dia tidak mengerti apa yang terjadi pada putrinya hingga perubahan sikap dari Chaoyin membuat dirinya kehilangan kata-kata.
Meiyin tetap diam di posisinya, Senyum tipis muncul di bibir gadis itu, Dia benar-benar bahagia berfikir jika Chaoyin akan tamat dengan perilakunya sendiri, Dia tidak perlu turun tangan untuk menjelekkan gadis itu sebab Chaoyin memperlihatkan perubahan buruknya dengan terang terangan dihadapan kaisar Yu.
Dalam otaknya tentu dia sudah membayangkan bagaimana gadis itu akan menangis ketika mendapatkan hukuman dari kaisar Yu, Sungguh dia benar-benar menanti hal itu.
Mendengar perkataan kaisar Yu membuat Chaoyin mengangkat ujung alisnya, Dia bersedekap dada dengan dagu yang terangkat mengatakan
"Lalu ada apa dengan itu? Kau ingin menghukum ku? Ahh itu sangat biasa, Bagaimana jika kau membunuhku saja, Itu lebih baik, Dengan itu aku akan bertemu disurga bertemu permaisuri dan akan aku ceritakan padanya betapa buruknya pria yang dia cintai itu"
Setelah mengatakannya Chaoyin melirik ke arah samping lantas
Sringgg
Ditariknya sebuah pedang dengan kilauan yang bisa membuat orang menebak betapa tajamnya pedang tersebut.
Cletakkk
Chaoyin melemparkannya tepat di atas meja yang ada dihadapan kaisar Yu
"Angkat pedangmu dan bunuh aku, Aku rasa itu lebih baik dari pada sebuah hukuman"
Semua orang jelas kehilangan kata-katanya, Bahkan tubuh kaisar Yu tampak membeku tidak tau harus bereaksi seperti apa.
Meiyin benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, Dia pikir dari mana keberanian Chaoyin muncul hingga membuatnya bersikap semena mena pada seorang kaisar Yu yang jelas semua orang tau bagaimana mengerikannya pria paruh baya tersebut.
Para pelayan saling menatap beberapa waktu, Entah apa yang mereka pikirkan saat ini, Namun mereka seolah mencerna kejadian ini di otak mereka masing-masing.
"Putri Chaoyin"
Belum sempat selir Rong menyelesaikan perkataannya, Sebuah tamparan melayang dengan keras mengenai pipinya.
Plakkkk
Plakkk
Tidak hanya sekali, Dua tamparan yang diterima selir Rong pada pipi kiri dan kanannya membuatnya terhuyung hingga terjatuh di atas lantai.
"Ibu"
Meiyin berdiri dari posisinya, Bergerak dengan cepat menghampiri selir Rong yang kini terduduk dia atas lantai.
"Bukankah sudah kukatakan, Ingat posisimu"
Sentak Chaoyin emosi menatap dingin kearah selir Rong yang ada dibawahnya. Dia benar-benar muak dengan wajah selir Rong yang penuh dengan tipuan itu.
"Kakak"
"Buku mulutmu sekali lagi dan akan ku robek mulutmu busukmu itu"
Meiyin langsung menggantung kalimatnya begitu mendengar ucapan Chaoyin yang terdengar begitu mengerikan, Dibandingkan menimpali ucapan Chaoyin gadis itu memilih membantu selir Rong agar berdiri dari posisinya.
Selir Rong mengepalkan tangannya dibalik lengan hanfu yang menutupi hingga pergelangan tangannya, Demi apapun dia tidak terima dengan perlakuan Chaoyin padanya hari ini, Namun membalasnya sekarang adalah ide yang buruk dimana hal itu akan merusak citranya yang sudah dia bangun selama ini dihadapan kaisar Yu.
"Tidak sekarang, Tapi lihat nanti bagaimana aku akan membalasmu"
Batin selir Rong yang menggeram penuh amarah
"Putri Chaoyin"
Suara kaisar Yu terdengar memecah keadaan membuat semua orang kini memusatkan perhatian mereka pada kaisar Yu, Begitu penasaran bagaimana pria itu akan bersikap atau bertindak atas kekacauan yang dibuat oleh putrinya hari ini.
"Ingin membunuhku?"
Tantang Chaoyin dengan wajah mencemooh, Demi apapun dia seperti gadis yang memiliki stok nyawa hingga tidak takut pada sebuah kemungkinan buruk yang bisa saja mengancam nyawanya saat ini.
"Pergilah ke istanamu"
Suara kaisar Yu terdengar datar, Istana yang dimaksudkan kaisar Yu sendiri adalah istana dingin yang merupakan tempat Chaoyin tinggal beberapa tahun yang lalu hingga saat ini, Dimana tempat itu sedikit jauh dari aula utama, Hal itu dilakukan kaisar Yu karna Chaoyin pernah membuat kesalahan besar hingga membuatnya mengambil keputusan untuk mengasinkan putrinya di istana tersebut.
"Cihhh"
Chaoyin mencibir sesaat, Ditatapnya selir Rong dan Meiyin dengan tatapan mencemooh lantas segera berbalik meninggalkan semua orang dengan ekspresi mereka masing-masing.
thanks teh 💪😍🙏
biasanya gua skip,tapi iseng2 baca dulu Ng tau bagus banget.
thanks teh 🙏💪😍
di tunggu double up ny thor