8 Tahun pernikahan dan di karuniai seorang putri cantik,nyatanya tak mampu meluluhkan hati aldric pada Eveline sang istri.
Pernikahan mereka terjadi karena perjodohan keluarga, Aldric yang mencintai wanita lain namun tak mendapatkan restu dari orang tuanya,dan di desak untuk menerima perjodohan itu akhirnya menerima,namun tak pernah menganggap ada sang istri.
Selama bertahun tahun juga Eveline mengejar cinta Aldric, karena memang dia mencintai laki laki itu sedari lama. Segala cara dia lakukan,bahkan dengan memberikan keturunan bagi Aldric yang dia kira akan membuat laki laki itu menatap ke arah nya.
Namun nyatanya tidak, Aldric tetap sama bahkan setelah ada buah hati di antara mereka. Hingga akhirnya Eveline menyerah mengejar cinta sang suami dan hanya bertahan demi putri mereka mendapatkan figur seorang ayah, walaupun nyatanya tidak Aldric berikan pada putri mereka.
Akankah Eveline benar benar menyerah dan pergi meninggalkan Aldric? atau Aldric akan luluh dan mulai menerima Eve?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon h.alwiah putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3 Daddy pulang?
"Mom kapan Daddy pulang?"tanya Sera.
Sudah hampir dua Minggu setelah kepulangan Aldric kemarin,kini dia belum lagi pulang kerumah. Padahal setiap malam Sera selalu menunggu kepulangan nya,bahkan tak jarang Sera meminta untuk tidur di ruang tengah, berharap Daddy nya itu pulang.
Eveline pun sudah beberapa kali bertanya pada aldric kapan laki laki itu akan pulang,dia juga mengatakan jika Sera merindukan nya. Namun Aldric hanya mengatakan jika dirinya tengah sibuk.
"Sayang, Daddy lagi perjalanan kerja ke luar kota. Jadi gak bisa pulang,jangan di tungguin terus yah. Nanti kalau Daddy pulang pasti mommy ngasih tau Sera kok."
Sera tampan cemberut. "Gak bisa apa Daddy pulang dulu,cebental aja. Cela kan mau ngasih liat ini sama Daddy."
"Gak bisa sayang,kan Daddy nya lagi di luar kota. Insyaallah beberapa hari lagi bakal pulang kok,jangan sedih yah."
"Apa Daddy juga gak bisa di telpon atau video call sama cela?'
"Emmmm Daddy sibuk banget disana nya sayang,makanya gak bisa telpon atau video call sama cela."
Cela menundukkan wajahnya. "Kenapa Daddy selalu sibuk terus mom,kalau Daddy gak bisa setiap hari pulang kerumah. Harusnya Daddy bisa telpon cela kan."
Kembali Eveline rasakan lagi sesak di dadanya. Apa lagi yang harus dia katakan pada sang putri.
Sebenarnya tak tega juga,setiap saat dia selalu berbohong pada Sera,jika Daddy nya sibuk tak bisa pulang kerumah,ada pekerjaan di luar kota,padahal nyatanya Aldric pulang ke apartemen nya sendiri.
Terkadang Eveline pun merasa takut, takut jika nanti bujukan nya tak lagi di percaya oleh Sera. Dan berakhir menyakiti hati putri nya itu.
"Nanti mommy bilangin ke Daddy yah,semoga nanti Daddy bisa telpon dan video call sama cela kalau Daddy gak pulang."
Sera pun menganggukkan kepalanya. "Sudah yah,sekarang cela tidur okey."
Sera akhirnya menurut dan tidur sesuai dengan perintah mommy nya. Eveline tetap berada di samping putri nya,mengelus Surai sang putri sembari menepuk belum punggung Sera agar anak itu cepat terlelap.
Mata Eveline menerawang ke depan,menatap kosong ke arah plafon kamar. Pikiran nya berkecamuk.
"Tuhan sampai kapan aku harus menanggung semua ini."kembali Eveline menjatuhkan air matanya.
Ini bukan yang pertama kali nya Eveline menangis saat malam tiba,dimana Sera sudah terlelap disitulah air mata Eveline keluar.
Dengan memeluk tubuh putri nya, air mata itu terus keluar namun tanpa suara. Eveline kebingungan,Eveline ketakutan.
Bingung akan langkah apa yang harus dia ambil,bingung apakah bertahan nya dia disini menghasilkan sesuatu yang selama ini dia perjuangkan? Takut jika nanti dia menyerah putri nya terluka.
Eveline tak sanggup jika harus melihat putri nya terluka,namun bertahan pun sama saja. Eveline takut jika semua kebohongan berupa penenang pada putri nya terbongkar,hingga membuat putri nya merasakan sakit.
Namun jika terus berbohong pun pasti akan berakhir sama,lalu kali ini Eveline harus apa?
Dia sudah mengusahakan semuanya,membujuk Aldric untuk pulang setidaknya seminggu sekali. Membujuk Aldric untuk melakukan telpon atau video call setidaknya lima menit sehari saja dengan putri mereka.
Namun tak ada satupun yang berhasil. Jujur Eveline lelah,tapi harus bagaimana lagi.
"Tuhan tolong kuatkan aku."bisik Eveline pada dirinya sendiri.
Tak lama Eveline pun ikut tertidur dengan tangan memeluk Sera. Dan entah pukul berapa Eveline terbangun saat merasakan ada yang menggoyangkan lengan nya.
Eveline pun membuka matanya perlahan, terlihat sang suami berada di samping nya. "Bangun,pindah ke kamar."titah Aldric dingin.
Eveline pun menurut, mengikuti langkah Aldric yang membawanya kedalam kamar. Setobanya di kamar Eveline melirik ke arah jam, ternyata sudah jam satu dini pagi.
Eveline membantu Aldric melepaskan jas nya,membuka kaos kaki yang masih menempel di kaki laki laki itu,menyimpan nya di tempat cuci pakaian.
"Mau mandi sekarang? Aku siapkan air hangat nya."tawar Eveline.
"Layani saya."titah Aldric yang mau tak mau Eveline harus menuruti keinginan laki laki itu.
Meski Aldric tak pernah menganggap nya,namun Eveline tak pernah mengabaikan kewajibannya melayani suami,entah secara kebutuhan fisik maupun kebutuhan biologis laki laki itu.
****
Hingga pagi tiba,Eveline terbangun saat jam sudah menunjukkan pukul lima pagi. Rasanya dia masih ingin tidur,namun sadar ada kebutuhan suami dan anaknya yang harus dia urus.
Entah baru berapa jam Eveline bisa tidur,setelah melayani suaminya. Eveline melirik ke arah Aldric,ada perasaan sakit kala menyadari jika Aldric baru akan pulang kerumah saat Aldric membutuhkan tubuh nya.
Namun tak apa,Eveline rela asalkan Aldric tetap pulang ke rumah ini. Eveline kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya kemudian turun ke bawah untuk membantu art nya menyiapkan makanan.
Di rumah Aldric yang besar ini hanya ada tiga art,dua penjaga di gerbang masuk,dan dua supir. Tak ada pengasuh khusus untuk Sera, karena Eveline yang tak mau ada pengasuh. Eveline ingin dia yang mengurus Sera, walaupun memang terkadang ada campur tangan para art juga, apalagi saat Sera kecil.
"Mom Daddy pulang?"tanya Sera,entah kapan anak itu sudah berada di belakang tubuhnya.
"Astaghfirullah,Sera kamu ngagegetin mommy aja sayang."
Sera pun terkekeh. "Maaf mommy."
"Iya gak papa sayang,kok udah bangun ini kan weekend."
"Pengen aja mom,Sera juga udah cuci muka dan gosok gigi."
"Wah pintar sekali anak mommy."puji Eveline.
"Daddy pulang kan mom?"tanya Sera.
"Pulang sayang,tapi kalau mau ketemu Daddy nanti yah. Daddy masih tidur, sekarang Sera sarapan aja yuk sama mommy. Daddy pasti bangun nya agak siang."
Sera pun mengangguk,dia pun makan dengan di temani Eveline. Sedangkan Eveline dia hanya menemani Sera makan saja, dia tak ikut makan.
Karena biasanya dia baru akan makan jika suaminya sudah makan. Setelah mengurus Sera,barulah dia kembali ke kamarnya. Dan ternyata sang suami sudah bangun dan sudah memakai baju santai.
"Udah bangun mas,mau sarapan sekarang?"tanya Eveline.
Aldric mengangguk,dia langsung keluar dari kamar di ikuti oleh Eveline di belakangnya. Setibanya di ruang makan Eveline dengan cekatan melayani Aldric, menyiapkan piring dan mengisi nya dengan makanan. Setelah itu dia menemani Aldric makan.
"Kamu gak ada kegiatan lain kan mas? Sera kangen sama kamu,katanya ada yang pengen dia kasih ke kamu."
Aldric hanya menjawab dengan anggukan,dan kembali fokus dengan makanan nya.
Hello gays,maaf banget yah baru update. Author lagi sakit.
jaga kesehatan yah gays,ouh iya author mau info visual cast pemain cerita ini udah author post di Ig yah. Cuss langsung mampir ke Ig author.
Ig@H.alwiah_putri.writers
tiktok @alwiah_putri
Facebook @HalwiahP
Jangan lupa untuk tinggalin jejak kalian gays,like komen dan follow akun author 😉
See you next chapter
smoga segera launching adikmu