NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Pangeran Yang Sakit

Transmigrasi Ke Tubuh Pangeran Yang Sakit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Akademi Sihir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Murid Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: NoxVerse

Sejak kecil, Adrian Pratama Putra hidup di lingkungan keluarga yang menuntut kesempurnaan. Orang tuanya selalu menetapkan standar yang sangat tinggi. Karena itulah Adrian setiap hari bekerja mati-matian demi bisa menjadi sosok anak yang mereka inginkan.

Hingga akhirnya, Adrian telah berada di titik keputusasaan total. Ia menyerah dan tidak lagi mengejar apa yang namanya keluarga.

Di saat itulah, ia mulai mengenal novel. Hatinya yang dulu retak, kini perlahan pulih berkat hobi barunya itu.

Namun, mungkin akibat terlalu banyak membaca sebuah novel, Adrian tiba-tiba masuk ke dalam salah satu novel yang pernah ia baca. Masalahnya, novel yang dia masuki itu ... dark fantasy! Sebuah webnovel yang terakhir kali dia baca.

Terlebih lagi, ia masuk ke dalam tokoh Pangeran Kedua bertubuh lemah, yang sebentar lagi akan menjemput ajalnya!

Halo para pembaca. Ini karya pertamaku, jadi mohon maaf bila banyak kesalahan dan typo yang bersebaran😓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NoxVerse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Melakukan Tindakan

Sudah beberapa hari dia berpindah ke dunia ini. Adrian sudah mengetahui beberapa hal didunia ini dan tubuh yang dia tempati sekarang dari Sistem.

Flashback ....

"Jadi maksudmu aku masuk di web novel itu? Dari kesekian banyak web novel, aku terlempar di dalam web novel ini? Apa kau gila!" teriak Adrian. Dia menjambak rambutnya penuh depresi.

 Masuk kedalam novel yang terakhir kali Adrian baca Blossoms Of The Empire , rasanya dia ingin gila. Meskipun judulnya biasa saja, jangan terkecoh dengan alur apa yang didalamnya.

Dark fantasi—Singkatnya novel ini. Menceritakan Darian Edgar, seorang putra mahkota yang memiliki keinginan untuk melenyapkan seluruh iblis yang menjadi ketakutan seluruh umat manusia.

Dimulailah petualangannya dalam menaklukkan iblis bersama rekan-rekan yang selalu mengepakkan sayapnya, menemaninya dalam menghabisi iblis yang selalu mendukung di sampingnya, serta kisah cinta yang sangat mengandung gula.

Meski ceritanya seperti biasa-biasa saja di awal. Dipertengahan halaman kau akan disuguhkan dengan kematian satu persatu rekan Darian secara tragis. Bahkan, Darian harus menerima kenyataan, bahwa wanita yang iya cintai telah mati di bunuh oleh iblis.

Hingga sampai di akhir cerita, dimana Darian sudah berhadapan dengan raja iblis, akar dari masalah ini. Meski dia akhirnya memenangkan pertarungan, tapi hal itu tidak merubah apapun, dia kehilangan semuanya. Rekan ... rakyat ... cinta ... nyawa mereka telah di renggut secara paksa.

Seluruh Umat manusia yang tidak bersalah  ikut kena imbas. Mereka semua mati,  menyisakan Darian saja satu-satunya manusia yang hidup.

Karena tidak ada lagi tujuan yang dia lakukan. Dia membunuh dirinya sendiri karena sudah frustasi. Niatnya ingin menyelamatkan manusia, malah itu menjadi akhir bagi mereka.

Kembali ke masa sekarang ....

Aku sekarang memasuki tubuh pangeran kedua yaitu Sean Vaughn Baldwin. Adik dari sang protagonis pria,  Darian edgar. Masalah utamanya bukan dibagian itu.

Melainkan tubuh yang aku tempati sekarang. Di dalam novelnya, Sean memiliki tubuh yang sangat lemah, hingga dirinya tidak bisa menahan dan akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Cerita aslinya akan di mulai saat Darian berumur 23 tahun. Jarak umur antara Darian dan Sean itu hanya 2 tahun, dan tubuh Sean baru menginjak 11 tahun.

Berarti, kemungkinan saat ini umur darian baru 13 tahun, jadi sebelum cerita utama nya di mulai 10 tahun lagi, Dia harus memikirkan bagaimana cara selamat hingga akhir cerita.

Dia tidak ingin mati! Dia harus memikirkan sebuah cara agar bisa bertahan hidup. Satu-satunya cara adalah meningkatkan fisik tubuh ini terlebih dahulu.

"Sistem," ucap Adrian.

Sistem menampakkan dirinya sebagai layar hologram di depan Adrian.

[Ya Host? Apakah ada hal yang ingin anda butuhkan?]

Suara mekanik kembali terdengar di dalam kepala Adrian.

"Apakah kau bisa meningkatkan kekuatan fisikku secara langsung?" tanya Adrian penasaran.

Matanya berbinar menatap layar hologram. Kalau sistem memiliki hal seperti itu, dia bisa menguasai seluruh dunia. Otaknya seperti melayang di angkasa saat memikirkan itu. Saat sebelum ucapan sistem kembali membuatnya lesu.

[Maaf Host, meskipun saya adalah Sistem. Saya tidak tidak di rancang memiliki hal Semacam itu.]

Adrian sedikit kecewa mendengar pernyataan Sistem. Tapi yang dia katakan memang benar. Semua yang dilakukan harus melewati proses yang panjang.

"Berarti, satu-satunya cara meningkatkan fisikku dengan cara melakukan latihan," keluh Adrian.

Dia sangat membenci melakukan hal yang berhubungan dengan fisik. Di kehidupan yang lalu, dia memiliki tubuh yang ramping karena jarang melakukan olahraga, tapi bukan berarti tubuhnya seperti tunggu kiris, bukan yah. Tubuh Adrian masih memiliki otot dan sixpack, walaupun tidak terlalu menonjol.

[Host tenang saja, walaupun saya tidak bisa memberikannya, tapi saya bisa memberikan misi yang bisa Host selesaikan dan mendapatkan hadiah. Status seperti yang ada di game RPG juga ada.]

Kekecewaan Adrian memudar digantikan dengan mata berbinar. Jika memang benar, maka itu akan sangat membantu dirinya.

"Kenapa kau tidak bilang dari dulu?"

[Karena Anda tidak bertanya, Host.]

Urat merah muncul di pelipis Adrian, dia membalas, "Ahaha ... begitukah? Apakah karena kau malas memberitahukannya padaku. Benar kan ... Sistem?" Bibirnya melengkung membentuk senyuman—terasa seperti ... mematikan.

[Emm ... Saya lupa memberitahu Host, tolong maafkan saya.]

Jika Sistem mempunyai tubuh, dia pasti akan membungkukkan tubuhnya 90 derajat.

Adrian menghela nafas. "Sudahlah, yang penting aku telah mengetahuinya."

Adrian berjalan ke kasur dan menghempaskan diri dengan nyaman di atasnya. Dia meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya sebagai bantalan, memikirkan sesuatu.

Selama beberapa hari ini dia masih belum pernah keluar dari kamar. Adrian belum terbiasa dengan kejadian yang menimpanya dan juga tubuh baru yang dia rasuki. Rasanya ... seperti mimpi.

Tok ... tok ... tok ....

Ketukan pintu terdengar dari luar.

"Siapa?"

"Ini saya, Lyria, Tuan Muda."

"Ah, Lyria. Masuk saja," ujar Adrian hangat.

Saat mendapat persetujuan dari pemilik kamar, Lyria membuka pintu, menghasilkan bunyi derit saat mendorong nya ."Tuan Muda, saya membawakan sarapan untuk anda," ucap Lyria, sembari membawa troli itu di depanku.

"Silahkan dimakan, Tuan Muda."

"Terima kasih banyak, Lyria," ucapku membentuk senyuman.

Lyria membalas dengan senyuman khas keibuan. "Anda tidak perlu berterima kasih, Tuan Muda. Sudah sewajarnya saya melakukan pekerjaan saja sebagai pelayan pribadi anda," tutur Lyria.

Sungguh ... aku benar-benar tidak terbiasa dilakukan seperti ini.

Sedari kecil aku dituntut mandiri. Apa-apa harus kulakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

Ah, aku juga mendapatkan informasi dari sistem, jika Lyria telah merawat Sean sejak dia masih bayi. Dia merawatnya seorang diri tanpa bantuan dari pelayan lain.

Itu pasti sangat memberatkan dirinya. Menjadi figuran ibu di usia muda, yang bahkan bukan anaknya dan merawat Sean, dimulai dari mengganti baju, menyiapkan makanan, dan masih banyak hal lainnya yang dia lakukan sendiri.

Aku membentuk senyuman yang tulus kemudian memakan sarapan pagi yang dibawa Lyria untukku.

Jika dia mengetahui bahwa aku bukan Sean yang asli. Reaksi apa yang dia berikan? Marah karena merawat yang bukan Tuannya? Atau sedih karena dia dibohongi?

Pikiranku melayang terus, memikirkan hal itu sampai aku tidak sadar telah menghabiskan makananku.

"Apa ada yang mengganggu pikiran Tuan Muda?" Raut khawatir tertampang jelas di wajah Lyria.

"Ah ... aku tidak apa-apa." Meski aku bilang begitu, raut wajahnya menjadi lebih khawatir lagi.  Jika dia mengabaikan ku itu akan lebih baik, aku tidak perlu merasakan perasaan tidak nyaman ini.

Lyria memelukku dengan lembut. Benar-benar lembut. Dia membelai kepalaku. "Apa anda tahu Tuan muda. Waktu kecil anda sangat menggemaskan. Selalu berlarian penuh energik yang membuat saya merasa senang," tutur Lyria menjelaskan masa kecil Sean.

"Benarkah?" ucapku, berpura-pura tidak mengetahuinya.

"Tentu saja. Anda bahkan selalu merengek ke saya untuk ikut bermain dengan anda."

Itu memalukan. Rasa panas menjalar dari wajahku hingga ke leher.

Entah kenapa aku merasa malu padahal itu bukan diriku.

Lyria tersenyum melihatku. Menempelkan dahinya di kepalaku. "Bahkan jika Tuan muda sudah dewasa, saya tetap melihat anda sebagai anak kecil."

Apa ini? Kurasa mataku menjadi basah, mengurangi penglihatan ku.

Ah ... apakah ini yang dinamakan seorang Ibu?

Air mata mengalir membasahi pipi Adrian.

Lyria mengangkat jemari tangannya, menghapus air mataku.

"Anda ternyata masih cengeng Tuan Muda." Lyria kembali menampilkan senyuman hangatnya.

"Aku tidak cengeng," sanggah Adrian.

"Apakah benar begitu?"

Lyria tersenyum bangkit kemudian kedua tangannya mengambil perabotan makanan tempat makan Tuannya dan menyusunnya rapi di atas troli besi.

[Ding ...!]

[Misi Utama : Melakukan latihan fisik, yaitu : Push Up 30x, Pull Up 30x,  Squat 30x, Lari sejauh 2km!]

[Hadiah : Semua status anda akan dikalikan sebanyak 3x!]

[Hukuman : Semua status anda akan dikurang 2 kali lipat dari penerimaan hadiah!]

[Harap host untuk menyelesaikannya sekarang!]

"Kenapa terlalu mendadak?"

Suara notifikasi memekik di pendengaran Adrian. Memberikannya sebuah misi yang mendadak.

[Maafkan saya host. Memang misinya baru ada sekarang]

Jadi memang tidak memang tidak ada pilihan lain selain menyelesaikan misinya. Aku juga tidak ingin mendapatkan hukuman seperti itu.

Tubuh ini sudah sangat lemah. Ditambah jika aku tidak menyelesaikannya, malah akan memperburuk keadaanku. Kemungkinan aku akan mati lebih cepat.

Memikirkannya saja aku tidak ingin. "Sistem, bisakah kau memperlihatkan status seperti  yang kau bilang itu?"

[Baik, menampilkan status ....]

【Status】

Nama : Sean Vaughn Baldwin

Identitas : Pangeran Kedua Kekaisaran Aurelion

Usia : 11 Tahun

Level: 0

Tingkat Mana: None

Kapasitas Mana: 0

Regenerasi Mana: 0 MP / detik

Statistik Dasar:

•Kekuatan: 2

•Ketahanan: 2

•Kelincahan: 2

•Kecerdasan: 10

•Karisma: 0

•Penyihir : Tingkat 0 (None)

•Pendekar pedang : Tingkat 0 (None)

Title:

•Aib kekaisaran

• Transmigrator

Skill:

•None

Misi utama: [Melakukan latihan fisik, yaitu : Push Up 30x, Pull Up 30x,  Squat 30x, Lari sejauh 2km!]

Misi Sampingan:

Misi tersembunyi:

Adrian tidak bisa berkata-kata untuk sesaat. Sistem, apakah kau tidak salah memasukkan nomor? Kenapa status dasarku begitu rendah? Alisnya terangkat karena keterkejutan.

[Maaf Host, tapi memang benar begini. Tubuh yang host tempati memang sangat lemah. Wajar bila anda mendapatkan status yang begitu rendah]

Adrian terdiam. Memang benar, dia tidak bisa membantah jika tubuh ini sangatlah lemah.

dia benar-benar tidak punya pilihan yang lain selain meningkatkannya.

Di saat Lyria selesai dengan pekerjaannya dan ingin melangkah keluar, aku menghentikannya "Lyria tunggu dulu! Ada yang ingin aku tanyakan."

Langkah Lyria terhenti, membalikkan badannya dan menatapku. "Ya, Tuan Muda?"

Adrian memainkan jarinya, tidak tau harus mulai berkata dari mana. "Begini ... aku sebenarnya ingin melakukan latihan fisik. Apakah aku bisa melakukannya di sini?" tanyaku, menunggu persetujuan Lyria.

"Latihan fisik?" Alis Lyria terangkat, terkejut mendengar pernyataan Tuan Mudanya. Ekspresinya langsung berubah khawatir. "Kenapa tiba-tiba anda ingin melakukan itu? Itu sangat berbahaya, Tuan Muda, bagaimana jika anda terluka?" Kekhawatiran benar-benar terukir jelas di wajahnya.

"Tenang saja. Aku pasti baik-baik saja, lagian aku hanya melakukan latihan biasa saja," ucapku memenangkan Lyria.

Memang benar itu cuma latihan biasa saja. Meskipun di kehidupan sebelumnya Adrian tidak menyukai olahraga, dia yakin bisa menyelesaikan latihan yang lebih berat daripada yang sistem berikan. Begitu juga dengan sekarang. Pasti itu mungkin cukup mudah.

Mulai di titik ini, sosok Adrian sebagai manusia yang hidup di dunia modern sudah tidak ada lagi. Identitasnya sekarang adalah Sean Vaughn Baldwin.

Dirinya tidak tahu jika hal yang dia bilang mudah akan sangat memberatkan dirinya.

1
Carolline2011
Ayo Thor, lanjut
ARFIAN
wah,seru juga ceritanya aku tunggu kelanjutannya ya...
NoxVerse: hehe, makasih kak. insyaallah aku akan terus updatenya
total 1 replies
Không có tên
Terperangkap dalam cerita 😱
NoxVerse: hehe, makasih sudah mampir kak/Determined/
total 1 replies
Hoa xương rồng
Aku udah baca beberapa cerita disini, tapi ini yang paling bikin saya excited!
NoxVerse: makasih banget kak😍 aku jadi semangat buat lanjutin ceritanya/Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!