NovelToon NovelToon
AKU TALAK SUAMI-MU!

AKU TALAK SUAMI-MU!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Bepergian untuk menjadi kaya / Suami Tak Berguna
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Meidame

"Wanita bisa hidup bahagia tanpa lelaki." Itu tekad kuat yang Adira tanamkan pada dirinya.

*

Ketika bahagia terlalu lama menyapa, terkadang kita harus lebih waspada, karena bencana bisa datang di saat yang tenang, itulah yang di hadapi oleh Adira yang kini berada di jurang kehancuran. Ia tidak hanya kehilangan suami yang selama ini sempurna untuknya, tetapi juga orang yang selalu ada dan menemani setiap langkah di hidupnya sejak kecil.

Penderitaan Adira semakin dalam saat ia menyadari bahwa perselingkuhan ini bukan hanya mencuri kebahagiaannya, tapi juga kehidupan dan jiwanya.

Di tengah amarah dan rasa sakit yang tak tertahankan, Adira menolak menjadi korban yang pasrah. Ia bangkit dengan tekad yang membara, membalikkan keadaan, dan melontarkan sebuah gugatan yang mengejutkan. "Aku Talak Suamimu!"

Keputusan berani ini bukan hanya tentang memutus ikatan pernikahan, tetapi juga sebuah deklarasi perang terhadap pengkhianatan. Karena Adira tidak sudi untuk di hina lebih jauh lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meidame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB

• Percikan api

Beberapa bulan berlalu tanpa terasa. Entah kenapa Adira mulai merasakan percik api di hubungannya dengan Yovan. Bukan karena adanya indikasi orang ketiga. Melainkan sikap Yovan yang semakin hari selalu saja meminta kabar Adira secara berlebihan.

Misalnya seperti saat ini, Adira tengah menemani Mamanya untuk belanja di supermarket. Dan sudah mengabari pada Yovan. Bahkan juga memvideokan momen itu dengan jelas. Namun seperti tidak pernah puas, Yovan meminta setiap detail tempat yang Adira singgahi. Kemana saja, melakukan apa saja. Setiap menit cek hpnya. Padahal sebelumnya Adira tidak seperti itu. Hingga membuat Mamanya pun kesal.

"Kamu tuh kalo lagi diluar bisa gak sih jangan hape mulu!" tegur Mama saat dia sedang menanyakan bahan apa saja yang habis dan malah tidak di gubris Adira yang sibuk mengetik chat.

Adira hanya bisa terdiam dan bingung harus bersikap seperti apa saat ini. Dia tidak bisa mmengabaikan Yovan, dan juga merasa bersalah pada Mamanya.

Karena sudah merasa kesal mamanya pun mengajak Adira untuk pulang.

Benar saja, setibanya di rumah, Adira langsung di tegur habis-habisan. Padahal belum duduk atau pun menaruh barang belanjaannya.

"Kamu Mama perhatikan selalu aja sibuk sama hape. Anak-anak jaman sekarang gatau waktu dan tempat! Kalo kamu mau main hape, udah di rumah aja jangan ikut lagi sama Mama."

Tak lama kemudian Mira datang dengan wajahnya yang di lumuri masker. "Ada apa Ma? Siang-siang kok ribut sih.."

"Itu tuh adek kamu, sibuk aja main hape di jalan, lagi belanja, gatau waktu banget.."

Adira hanya diam saja. Dia sadar perbuatannya salah dan pantas untuk di tegur.

Kling!

Kling!

Suara notifikasi hape Adira berbunyi berturut-turut, membuat Mama dan Mira langsung menatap Adira dengan sinis.

Mental Adira seketika menciut dan rasanya ingin kabur dari situasi yang mencekam ini. Merasa sangat serba salah. Ingin bergerak dan membuka notifikasi itu tapi takut makin di tegur. Tapi, jika tidak di buka suara notifikasi itu makin menjadi. Akhirnya Adira memencet tombol power dengan jempolnya dengan cukup lama. Hingga akhirnya hape nya pun mati.

-saat ini lebih baik menenangkan suasana hati Mama, maaf mas Yovan. Ucap Adira dalam hatinya. Dia harus menenangkan sang Mama yang ada di hadapannya ini. Dan memikirkan cara mengatakan permasalahan ini dengan Yovan agar tidak membludak menjadi sebuah pertengkaran. Karena sudah pasti nanti saat Adira menghidupkan kembali hapenya. Maka sudah di pastikan pesan dari Yovan akan menumpuk dan penuh tanya juga tuduhan yang berlandaskan overthinking.

"Tuh baru aja di bilangin, hapenya langsung bersisik!" Ujar Mamanya kesal. Lagipula orangtua mana yang senang melihat anaknya sibuk dengan hape padahal tengah berbelanja?

"Udah Ma.. Palingan Adira itu lagi koordinasi urusan dancenya sama temen-temen kpopnya. Lain kali jangan sampai bablas kayak gitu ya Dira, kalo lagi temenin Mama ya prioritasin dulu aja orangtua." Untung saja Mira menengahi. Jika tidak, maka perkataan lebih pedas kemungkinan akan Adira terima.

Mamanya yang sudah kepala empat itu pun membuang nafas panjang. "Intinya kamu itu pegang hape harus tau waktu dan tempat!"

"Iya ma.." Adira menundukkan kepalanya. Dari kecil sampai sudah berusia sembilan belas tahun, masih saja dia terkena teguran dari Mamanya itu. Membuat Adira merasa malu. Walaupun dia sadar ini kesalahannya.

Lalu Mamanya pun pergi ke kamarnya. Meninggalkan Adira dan Mira berdua.

"Tumben banget hape kamu notifnya se-brisik itu? Kayak yang udah punya pacar.."

Adira terdiam, benar dia di selamatkan oleh Mira. Tapi kini dia akan di interogasi oleh kakak angkatnya itu.

"Kenapa diem? Sini hape-nya kalo gitu."

Adira segera menggelengkan kepalanya. "Enggak Mir, itu cuma notifikasi dari grup dance aku. Makasih ya kamu udah bantuin aku buat jelasin ke Mama. Beneran deh aku kalo udah di omelin Mama kayak tadi, gak tau mau jawab apa."

Mata Mira mengicing, mencoba melihat raut kebohongan di wajah Adira yang polos. Tentu saja tidak dia temukan. "Hm.. Lagian kamu sih, padahal tinggal jelasin aja lagi apa ke Mama. Daripada diem kayak tadi, kalo aku gak bantuin tadi gimana hayo? Kamu pasti udah denger kata-kata kasar dari mulut Mama."

Adira membuang nafas gundah, masalah dengan Mamanya sudah usai karena di lerai oleh Mira. Tinggal masalahnya dengan Yovan yang mungkin harus melalui perdebatan yang cukup panjang jika Adira tidak mengatakannya to the poin. Seperti apa yang barusan Mira katakan.

Tapi, bukan Adira namanya jika bisa langsung to the poin seperti itu.

"Dari pada ngelamun, mending sana ke kamar istirahat. Biar aku yang rapihin barang belanjaannya. Inget Dira, kamu harus bisa sesuatu itu dengan to the poin. Biar orang gak salah paham. Dan masalah enggak menjalar kemana-mana."

Adira pun menuju ke kamarnya sambil terus terngiang-ngiang perkataan Mira.

Di dalam kamar, Adira menatap layar hapenya yang hitam karena mati. Dia merasa belum siap untuk melihat pesan panjang yang Yovan kirimkan. Jujur saja, Adira tidak pandai memahami perasaan yang di ungkapkan. Apalagi jika Yovan sudah menegurnya tentang sikap dan kabar. sel-sel saraf otak Adira sulit untuk mencerna itu.

Tapi benar perkataan Mira lebih baik untuk menghadapi masalah itu. Jadilah Adira menghidupkan kembali hapenya.

Notifikasi langsung berbunyi tak beraturan, layar hape Adira sampai kaku karena banyaknya pesan dan juga misscal yang datang dari Yovan.

"Aku benci harus ada masalah begini!" Adira sudah panik duluan sebelum sempat membaca pesan itu. Emosinya justru malah naik dan ingin sekali memaki Yovan yang tidak paham situasi nya saat ini.

Nafas Adira mulai tak beraturan naik turun, dia memejamkan matanya belum siap untuk bersabar. Adira tak ingin memperkeruh keadaan. Tapi suara notifikasi tak kunjung berhenti. Amira tak bisa menangis, dirinya makin geram.

Lalu dengan emosi yang meledak-ledak, Adira membaca pesan Yovan. Betapa khawatirnya lelaki itu, dan mempertanyakan keadaan Adira. Lalu juga sedikit bercanda(?) menuduh Adira bersama lelaki lain.

Dari panjangnya dan banyaknya pesan itu, Adira sadar bahwa Yovan tidak menyalahkan ataupun memakinya. Lelaki itu mengutarakan kekhawatiran. Tetapi Adira terlanjur merasa kesal. Karena secara tidak langsung, karena ulah Yovan, dirinya malah di omelin oleh Mamanya.

Awalnya Adira memaksakan diri untuk membalas dengan kata-kata yang baik. Namun, Yovan malah bertubi-tubi melayangkan pertanyaan.

[Kamu kemana aja? Kenapa ga kasih tau aku dulu, tinggal ketik aja padahal. Malah ngilang, sengaja ya matiin hape tadi? Huu]

Entahlah, tapi pesan itu berhasil membuka kunci borgol amarah Adira. Gadis itu mengetik panjang lebar dan menyalahkan Yovan atas Omelan yang dia dapatkan.

1
Ichigo Kurosaki
Kece abis!
Bé Chun
Nggak bisa berhenti.
Dálvaca
Wow, bikin terhanyut.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!