Seina, adalah seorang gadis kampung yang hidupnya penuh dengan kesederhanaan, dia dari keluarga baik-baik, dia juga mendapatkan pendidikan yang baik dari keluarganya, namun dia harus kehilangan anggota keluarganya karena sebuah bencana.
Seina pun satu-satunya yang selamat dan dibawa ke tempat pengungsian oleh para relawan, gadis itu cukup terpuruk dengan nasibnya, namun dia tetap harus menjalani hidupnya.
Karena yang bernasib sama dengannya itu juga cukup banyak.
Hal itu membuatnya bangkit dan merangkul anak-anak yang bernasib sama dengannya.
Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita cantik jelita, dari atas kepala sampai bawah kakinya, terlihat bernilai mahal, bahkan kibasan rambutnya pun berbau dollar.
"Jadi kamu ya Seina?" tanya wanita itu dengan angkuh.
"Ya, ada apa Nyonya?" tanya balik Seina.
Wanita itu segera membuka koper besar, dan di sana terlihat sangat banyak tumpukkan uang.
"Aku sewa rahimmu!" Tegas wanita itu.
Yuk kepoin baca lanjutannya 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Mulai sedikit posesif
" Tuan, Nona, alatnya sudah siap, mari kita mulai pemeriksaan." ujar Dokter kandungan.
" Iya." Matthew segera menggandeng tangan Seina dan membawanya ke ruangan.
Dokter pun memeriksa Seina terlebih dahulu sebelum melakukan USG.
" Kemarin saya bilang pada Nona, jika memang kemungkinan bayinya kembar, karena detak jantungnya terdengar lebih dari satu." ujar dokter.
" Sungguh Dok?" Matthew tampak sangat senang.
" Ya, ayo nona silahkan tiduran dengan nyaman, kita akan memastikannya." ujar Dokter bersiap.
Saat di USG, benar saja bayi Seina kembar dua, namun masih belum terlihat jenis kelaminnya.
" Tapi ukurannya yang satu lebih kecil, ayo perbaiki lagi gizinya, nanti bicara dengan dokter gizinya ya Nona." ujar Dokter.
" Baik Dok, apa mereka sehat?" tanya Seina khawatir.
" Syukurlah, sejauh ini sangat aman." jawab dokter itu.
Seina dan Matthew bernafas lega, Matthew tampak sangat bahagia karena akan mendapatkan 2 anak sekaligus.
" Saya sudah selesai memeriksa, semuanya aman, apa ada yang mau ditanyakan?" ujar Dokter itu.
" Tidak ada Dok." jawab Seina.
" Terimakasih Dokter." ujar Matthew.
Karena tidak ada yang ditanya lagi, dokter pun undur diri.
" Seina, terimakasih." Matthew tiba-tiba memeluk Seina sangking senangnya dan mencium kening Seina.
" Ah?, sama-sama Tuan." ujar Seina terkejut.
" Cina bagaimana?" tiba-tiba Martin masuk dan membuat suasananya terlihat canggung.
" Kalian kenapa?" ujar Martin merasa aneh.
" Tidak apa-apa, aku punya anak kembar." Sahut Matthew.
" Yang benar Kak?" Martin juga tampak terkejut dan senang.
" Cina, yang benar Cin?" Martin pun memastikannya.
" Iya, tapi kami belum tahu jenis kelaminnya." ujar Seina.
" Wah keren." Martin memeluk Seina dengan sangat erat sangking senangnya.
Matthew langsung menarik Martin dari Seina.
" Kakak, ada apa?, aku kan senang." ujarnya.
" Keluar dulu, aku ingin berbicara dengan Seina berdua!" tegas Matthew tampak serius.
" Kok tiba-tiba, aku kan bukan orang lain." ujar Martin.
" Sebentar saja Martin." ujar Matthew.
Martin pun segera keluar meskipun enggan.
" Hem, Seina apa kau bisa bicara jujur padaku?" tanya Matthew.
" Apa Tuan?, kenapa tiba - tiba sekali." Seina jadi takut.
" Apa kau memiliki perasaan pada Martin?" tanya Matthew dengan tegas.
" Saya?, mana mungkin Tuan, saya kan sudah mengatakan pada anda, setelah anak ini lahir saya akan memutuskan hubungan dengan semua keluarga anda." tegas Seina.
" Apa kau yakin tidak menyukai Martin?" tanya Matthew lagi.
" Kenapa anda tanya begitu?" Seina sangat bingung, lagian kalau dia itu mau suka atau tidak juga tidak ada hubungannya dengan dirinya.
" Karena kau tampak lebih nyaman dengannya dari pada denganku." ujar Matthew.
" Apa?" Seina makin bingung.
" Itu karena memang setiap harinya Martin selalu ada untuk saya Tuan, meskipun dia tidak selembut anda, tapi Martin benar-benar menganggap saya ini manusia bukan alat untuk menghasilkan anak saja yang bisa diperlakukan seenaknya." ujar Seina dengan agak emosi.
Sebenarnya ada apa dengan Matthew hari ini kenapa dia bertanya hal yang tidak masuk akal.
" Alat?, apa maksudnya alat?" Matthew tiba-tiba saja membentak Seina.
" Lalu saya apa kalau bukan alat Tuan?, nyonya memperlakukan saya dengan sangat kasar, dan anda tidak perduli dengan itu, anda akan meminta maaf untuknya dengan membawakan hadiah banyak agar saya melupakannya, kenapa tidak dia yang minta maaf pada saya sendiri?, saya kan yang bersusah payah untuk memberikan kalian anak, kenapa saya malah dituduh merayu anda, hiks hiks hiks, kapan saya merayu anda, saya bertemu anda saja juga takut sebenarnya hiks hiks hiks." Seina menangis terisak - isak.
" Kau takut padaku?, memang aku menyakitimu?" Matthew tidak habis pikir jika Seina malah takut padanya, padahal Matthew sudah berusaha sangat baik dan perhatian padanya.
" Kalian punya kuasa, kalian punya uang kalian bisa saja menghilangkan kami dengan mudah, lalu mereka para pengungsi yang kalian tolong, bagaimana nasibnya?, saya takut, karena anda sangat percaya pada istri anda, karena anda sangat patuh pada istri anda, anda pasti akan menuruti semua permintaan istri anda, saya takut melakukan kesalahan dan tidak bisa menanggung resikonya dan menyebabkan penderitaan bagi orang lain, bagaimana bisa nyonya menampar dan memukul Mona hanya karena dia dekat dengan saya, dia takut anaknya akan seperti Mona, di mana sebenarnya hati istri anda Tuan!" Seina meluapkan semuanya pada Matthew.
Seina menangis sejadi - jadinya.
Matthew langsung memeluk Seina dan menenangkannya.
" Seina tenanglah, aku minta maaf karena tidak begitu peka dengan keadaan yang ada, aku menyadari sejak dulu aku selalu kurang baik menjadi seorang suami, jadi maafkan aku karena aku tidak tegas dan membuatmu menderita, seharusnya dari awal aku lebih tegas lagi untuk menolakmu." ujar Matthew merasa menyesal.
" Tuan, maafkan saya, lupakan apa yang saya ucapkan Tuan, maaf saya terlalu terbawa suasana, seharusnya saya terima saja, saya terlalu bodoh, maaf." ujar Seina.
" Apa yang kau katakan, jika kau tidak mengatakannya aku akan menjadi orang bodoh selamanya, aku akan mengawasi istriku lebih ketat lagi agar tidak menyakitimu lagi." Ujar Matthew.
" Tuan lupakan, soal Nyonya harus minta maaf pada saya, saya masih tidak ingin bertemu." ujar Seina.
" Okey, aku mengerti sekarang kau tidak boleh bersedih lagi, aku berterima kasih padamu karena kau mau bersusah payah untuk memberikan aku keturunan Seina, sejujurnya aku sangat sangat bahagia, terimakasih banyak Seina." ujar Matthew.
Matthew mencium kening Seina lagi, Seina terkejut untuk kedua kalinya.
" Kau ingin makan apa?, aku akan memerankan semua makanan yang kau inginkan." ujar Matthew.
" Aku terbiasa memakan masakan Mona Tuan." Ujar Seina.
" Tidak untuk hari ini biarkan Mona terbebas dari tugasnya." ujar Matthew.
" Tuan, saya sebenarnya sudah lama ingin makan Wagyu, saya ingin makan jenis makanan Barbeque, apa boleh?" tanya Seina agak takut.
" Astaga, boleh saja, baiklah hari ini kita akan berpesta." ujar Matthew.
" Ah, terimakasih Tuan." Seina langsung berdiri dan memeluk Matthew dengan sangat gembira, Matthew pun membalas pelukan Seina.
Saat Seina tersadar Seina langsung mendorong Matthew dan minta maaf.
" Maafkan saya Tuan, bisakah kita dapatkan Wagyunya sekarang. " ujar Seina.
" Pfftttt... Iya aku pesankan Seina." Ujar Matthew tersenyum.
" Tapi Seina, aku akan tegaskan padamu, kau tetap tidak boleh menyukai Martin seumur hidupmu, karena bagaimana pun kau adalah Ibu dari anakku, bisakah kau berjanji padaku?" ujar Matthew.
" Meskipun saya berjanji saya juga tidak akan menyukai Martin, karena setelah anak ini lahir kita tidak akan mengenal satu sama lain, kecuali Mona, saya akan membawa Mona bersama saya." tegas Seina.
" Wah, Martin pasti akan sangat sedih jika tahu kau mengatakan itu, tapi itu bagus, ayo kita bersiap berpesta." Matthew tampak sumringah ketika Seina benar-benar menunjukkan ketidak ketertarikannya pada Martin.
Mereka berdua pun akhirnya keluar, dan rupanya Martin masih menunggu dengan setia di depan pintu.
semangat seina, semoga author cepat membuat bahagia 🤣