Akibat terlalu baik sama seseorang yang tak cukup dekat, membuat ia harus terjebak dengan kisah satu malam yang rumit.
hingga suatu ketika benih itu tumbuh dirahim nya, ia meminta pertanggung jawaban tapi apa yang ia dapatkan.
" gugurkan saja kandunganmu! aku tak akan menikahi mu!" ucap seseorang dengan tegas, rahang otot ny terlihat, mata nya yang lebar tampak melotot.
*****
beberapa tahun kemudian ia bertemu kembali dengan laki-laki itu, tapi ia tampak berbeda, dia berubah, berusaha mendekati anak nya dan diri nya?
lalu gimana kelanjutan nya cusss baca!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkky_11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masa lalu 3
Disudut yang lain, andito menjalani aktifitas nya seperti biasa tak ada fikiran yang menganggu nya, ia tampak tak perduli sama kejadian yang lalu. " to, ngafe yok." ajak arga.
Andito mengangkat alis nya sebentar." gue lagi males ga." tolak nya, ia saat ini sedang berada dirumah andito, bukan karena ada acara dia kesini karena ada urusan pekerjaan saja.
Blukk...
Arga melempar bantal sofa kearah andito." giliran gue yang ajak aja loe males-males terus bilang."
" enggak asik banget loh." ujar nya, arga lalu menggambil berkas nya dan berlalu dari hadapan nya.
" ga, jangan pergi dulu." panggil nya yang tak digubris oleh arga.
*****
Kurang lebih satu bulan ia menjalani hari-hari nya yang hampa, ia berusaha memakai baju yang setutup mungkin, setiap kali ada laki-laki yang ingin mendekat ia tampak menjauh. sejak kejadian itu lia menjadi seperti bukan manusia, ia tampak merenungi setiap kehidupan nya, wajah nya pucat, badan nya begitu kurus.
" lia, kalau kamu ada apa-apa aku bersedia kok menjadi teman curhatmu." ujar halima, saat ini sedang jam istirahat, halima merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi sama teman nya, ia melihat nya miris tatapan nya tampak sedih.
Lia menggeleng. " enggak papa mbk." ucap nya lirih.
kepala lia terasa begitu pening, ia ingin sekali tidur hari ini kalau bisa ia oun ingin tidur selamanya.
" kenapa makan nya enggak kamu makan li?" tanya halima saat ia tanpa sengaja nasi didepan nya masih utuh. ini bukan pertama kali nya lia tidak menghabiskan nasi nya sudah hampir satu bulan ia kehilangan semangat dalam hidup nya.
lagi, lia menggelengkan kepala nya.
" masih penuh mbk perut ku."
" li kalau kamu sakit jangan dipaksa, aku lihat kamu semakin hari semakin memburuk kesahatan mu." tampak nya khawatir, tangan halima lalu meraba dahi nya dan panas.
" kamu demam, mending kamu izin aja li." ujar nya kembali.
" enggak bisa mbk, aku butuh uang banyak untuk bayar kos ku."
" aku bis~~." kalimat halima terjeda saat melihat lia memuntahkan cairan bening.
Huekk..huekkk...huekkk...
Halima dengan sigap memijat tengkuk sahabat nya. " tuhkan wajah kamu pucat li, aku pesankan taxi online yah, aku ijin juga."
lia menggeleng lemah." enggak papa mbk, mungkin belum makan itu jadi mual." ujar nya meyakinkan.
Halima diam ia tak mau ikut campur lebih dalam lagi.
*
Setalah sampai dirumah kos nya, lia merebahkan tubuh nya. Ia memikirkan kejadian beberapa minggu yang lalu, seketika ia mengingat tanggal berapa saat ini? Bukan kan dia udah waktu nya datang bulan?
lia tampak panik, ia lalu mengambil ponsel nya untuk melihat kalender. saat mengetahui bahwa sudah tanggal 6 ia kaget, ia menggelengkan kepala nya.
" enggak mungkin kan tuhan." gumam nya.
Ia telat 5 hari. Tangisan nya kembali pecah, berderai-derai air mata mengalir deras hingga tengah malam, ia telah menyesali hidup nya ini.
" aku harus tes dulu." ujar nya.
Malam hari nya, ia memakai jaket, tidak lupa masker dan kacamata baca nya, kepala nya ia tutupin topi. Ia pergi ke apotik unuk membeli alat tes kehamilan setalah mendapatkan nya ia langsung pulang.
***
apa benar andito tak memikirkan lia? Sebenar nya tidak, fikiran itu sempat datang tapi selalu ia tepis bahwa itu kesalahan bersama itu atas sama-sama mau melakukan nya.
Ia tersenyum smirk. " enak aja aku yang salah, dia aja mau kok." ujar nya sambil memutar-mutar bolpoin yanh berada ditangan nya.
fajrina masuk kedalam ruangan nya tanpa mengetuk." apa kamu tidak mempunyai sopan santun rina." andito tampak marah, fajrina atau biasa nya dipanggil rina itu adalah seketaris pribadi nya.
Rina menunduk panik bercampur takut." ada wanita yang tiba-tiba datang dan marah-marah ingin bertemu bapak." ungkap nya.
" kamu begitu saja enggak bisa ngatasi! Ada apa dengan kamu ini?"
Brakkkk... Pintu itu terbuka dengan keras hingga pintu nya menatap dinding.
Wanita itu.
Andito memejamkan mata nya sebentar, lalu menyuruh rina untuk meninggalkan nya.
Andito sudah siap ingin berbicara, tapi wanita itu lebih dulu menyodorkan benda kecil yang berbentuk segi panjang dengan dua garis merah yang tampak jelas.
" tanggung jawan kami tuan andito!" ujar nya dengan penekanan.
Cih.
Andito meludah. ia lalu mendekat kearah lia, menarik dagu nya keatas hingga tatapan mereka bertemu.
andito menatap sekilas mata lia yang sembab dan lingkar hitam dimata nya, tapi ia tak memperdulikan itu!
" kamu pikir aku percaya bahwa anak yang ada diperutmu ini anak aku?" andito menunjuk perut lia yang rata.
" dasar perempuan murahan!"
lia tak bisa menahan ucapan racun andito, ia tampak lelah tak ada tenaga tapi entah kenapa seakan-akan tubuh nya tak terima, ia mengangkat tangan kanan nya dan...
Plak.... Plak...
Lia dengan berani menampar andito hingga mengecap tangan nya. " kamu itu laki-laki brengsek yang pernah aku temui!"
" kamu juga wanita murahan yang pernah aku temui, seharus nya kamu intropeksi dengan dirimu sendiri, kenapa bisa kamu mau-mau aja di tidurin sama laki-laki yang tak kamu kenal!" bagikan tusukan pisau yang menancap ditubuh nya, kalimat berduri itu sungguh membuat nya sesak, berucap sebusa apa pun percuma ia tak akan pernah percaya dan mengakui nya.
" kamu mau apa kesini? Mau minta tanggung jawab! Hah? " andito seakan mengerti arti kedatangan nya.
" aku enggak mau bertanggung jawab anak itu!"
" kamu aborsi saja anak itu!"
" janga kahwatir soal biaya aku tahu kamu enggak akan mampu, biar aku yang biayai in." ujar nya santai, ia lalu bebalik arah dan berjalan ke arah jendela.
mata lia tak mampu lagi untuk menangis, ia lalu keluar tanpa berucap apapun.
ia tak ingin lagi melihat wajah nya, ia juga tak ingin lagi berada dikota yang sama dengan nya, lia lalu mengelus perut nya." tuhan kenapa engkau mengujiku seberat ini? Aku tak mampu tuhan sungguh!
lia berjalan mengikuti kaki nya entah membawa nya kemana, setiap bertemu orang yang hamil dijalan ia mengelus perut rata nya. " jika aku aborsi aku tak mampu melihat darah dagingku sendiri dibunuh dengan tanpa salah apa-apa ini semua salah dia, dia laki-laki gila itu!" gumam nya.
Setelah berfikir panjang, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat pekerjaan nya, ia akan hidup kembali didesa dan tak akan pernah ke kota ini.
✓halima.
Hai mbk, aku aulia mau mengundurkan diri dari tempat pekerjaan karena ada sesuatu hal yang tak bisa dijelaskan, terima kasih mbk sudah mau menjadi temanku, terima kasih juga selalu baik sama aku, aku berdoa semoga mbk halima selalu diberikan kebahagian.
Aulia.
terkirim. Kini saat nya ia mengemasi barang-barang nya dan pergi dari tempat ini.
dan mulai saat itu aku gk sembarangan deket laki,. kl anakku dah oke baru aku serius tp kl anakku gk suka ya udah gk maksa. krn anak lbih penting Dr apapun.