NovelToon NovelToon
Gara-gara Mantan

Gara-gara Mantan

Status: tamat
Genre:Duda / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:141.2k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

"Dasar brengsek! Kadal burik! Seumur hidup aku gak mau ketemu kamu lagi. Bahkan meskipun kamu mati, aku doain kamu susah menjemput ajal."

"Siapa yang sekarat?" Kanya terhenyak dan menemukan seorang pria di belakangnya. Sebelah tangannya memegang kantung kresek, sebelah lagi memasukan gorengan ke dalam mulutnya.

"Kadal burik," jawab Kanya asal.

"Kadal pake segala di sumpahin, ati- ati nanti kena tulah sumpah sendiri."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan Impian

Kanya menatap wajah abangnya yang nampak berseri di atas panggung pelaminan. Bagaimana tidak, abangnya itu hanya tinggal membeli mas kawin, sementara semua sudah siap mulai dari dekorasi, gedung bahkan gaun pengantin yang harusnya milik Kanya, justru Mily yang menggunakannya.

Ya, pernikahan benar-benar terjadi dan hanya berganti pengantin saja.

Meski bersedih, Kanya akui Papanya benar, kalau mereka tidak boleh membuang- buang uang. Meskipun uang orang lain.

Di balik cerianya wajah Arga dan Mily, ada Kanya yang tengah meratapi nasibnya yang patah hati, putus cinta, di khianati dan batal nikah sekaligus.

Menyakitkan?

Ya iyalah, sakit hatinya bahkan tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Saking sakitnya rasanya Kanya ingin memakan daging manusia. Daging Alan tentunya.

Benar kata orang kalau tak ada persahabatan antara pria dan wanita. Dan sekarang Kanya mengakui pepatah itu. Karena nyatanya Sonya dan Alan juga memiliki hubungan lain di balik kata sahabat yang tersemat.

Berselingkuh di belakangnya.

"Brengsek!" Kanya meremas gelas di tangannya. Untung dia tidak punya ilmu tenaga dalam, karena kalau iya, gelas itu bisa pecah saking kerasnya dia meremas gelas tersebut.

Kanya memejamkan matanya, lalu menghela nafasnya. Meski abangnya menyebalkan, tapi dia tetap menyayanginya. Jadi meski hati Kanya sangat perih seperti goresan luka yang di kasih perasan jeruk nipis. Tapi Kanya tetap mencoba tersenyum di pernikahan Arga dan Mily.

"Makasih, ya, Dek. Berkat kamu Abang dan Mily menikah." Arga tersenyum lebar, membuat Kanya mencebik.

"Selamat Kak." Dia melewati Arga dan langsung menjabat tangan Mily dan memeluknya.

"Makasih Kan." Senyum Mily mengalahkan sinar mentari di luar sana.

Arga masih mengulurkan tangannya berharap Kanya akan menyambutnya, hingga dia berdecak kesal saat Kanya akan berlalu. "Heh, adik gak ada ahlak." Kanya menghentikan langkahnya, dan menatap dengan tajam.

"Pokoknya, nanti kalau aku yang nikah, Abang harus ganti rugi lagi pake dekorasi." Bagaimana pun dekorasi dan gaun pengantin semuanya adalah impian Kanya.

Arga lagi- lagi berdecak. "Yakin mau di ganti? Mau- maunya nikah di modalin mantan?" Kanya membelalakan matanya membuat Arga terkekeh. Bagaimana pun seluruh uang yang di pakai adalah milik Alan. Itu berarti jika Arga Menggantinya, sama saja dia tetap menggunakan uang Alan.

Kanya menghentakkan kakinya lalu berlalu dari panggung pelaminan impiannya.

Setelah serangkaian acara selesai Kanya memutuskan pulang lebih dulu karena bagaimanapun hatinya sakit bukan main.

Saat tiba di rumahnya, dia melihat Sonya duduk di teras rumahnya.

Kanya berdecak, mau apa dia datang. Belum cukupkah dia disakiti sangat dalam.

Saat membuka pagar Sonya langsung menyadari kedatangannya, dan berdiri.

Wanita itu bahkan memperhatikannya dari atas ke bawah seolah bingung kenapa Kanya mengenakan kebaya, yang jelas bukan kebaya pengantin, tapi kebaya pagar ayu. Iya, miris. Harusnya hari ini jadi pengantin, tapi justru turun derajat jadi pagar ayu. Dan semuanya gara- gara Sonya dan Alan. Beruntung undangan belum tersebar, kalau tidak bisa- bisa dia malu tujuh turunan, dan tujuh tanjakan karena batal nikah di ketahui orang lain.

Meski begitu ada juga beberapa tetangga yang bertanya. "Loh, bukannya Kanya yang mau nikah. Kok jadinya Arga."

Tapi, mamanya segera menjawab. "Kalian salah dengar. Jelas- jelas saya bilang Arga. Masa Kanya ngelangkahin Arga sih..." paling bisa emang kalau mengelak.

Saat itu Kanya bahkan cemberut, padahal awalnya karena uang pelangkah dari Alan cukup besar, Mama dan Papanya langsung setuju.

"Kanya?" kembali ke saat ini, Kanya melihat Sonya nampak ragu untuk bicara.

"Mau apa kamu kesini?"

"Aku-" Sonya menunduk meremas kedua tangannya.

"Langsung aja lah, jangan nunjukin wajah kayak gitu. Aku muak lihatnya. Bertingkah seolah merasa bersalah, padahal beneran salah."

Sonya mendongak, dan sudah pasti dia melihat wajah kanya yang datar sedatar tembok. Untung saja bukan cuma ekspresinya yang datar, tapi kulit wajahnya yang mulus sudah seperti menggunakan cat mahal, bening, putih dan mulus. Hingga tembok pun, bukan sembarang tembok.

Bukan seperti wajah Sonya, wajah itu sudah seperti malam berbintang, gelap dan berjerawat. Kanya heran bisa- bisanya Alan berselingkuh dengan wanita macam Sonya. Dia hanya lebih manis saja karena memiliki kulut eksotis khas Indonesia. Sawo matang. Tidak, bukan sawo matang, tapi sawo busuk.

Pokoknya menurut Kanya semua yang busuk- busuk ada pada Sonya.

"Aku datang mau kasih ini." Sonya mengulurkan sebuah kartu undangan berwarna hitam dimana tertulis nama Alan dan Sonya.

Bagus sekali setelah menghancurkan pernikahannya, akhirnya mereka menikah.

Kanya melihat tanpa mengambil. Sudah satu minggu sejak mereka bertemu di klinik, dan dari semua waktu kenapa lampir ini harus datang sekarang. Di hari harusnya pernikahannya berlansung.

"Kamu datang jauh- jauh kesini cuma mau kasih ini?"

"Maaf, Kanya, tapi aku berharap kamu bisa datang, bagaimanapun kamu juga sahabatku."

"Sahabat?" Kanya tertawa, tawa yang ngakak sampai dia merasa perutnya sakit. "Ada, sahabat yang menusuk dari belakang?"

"Bawa pergi sana, kamu pikir aku sudi buat datang?"

"Kanya..." Sonya meneteskan air matanya.

Kanya memutar matanya malas, lalu mengambil kertas undangan berwarna biru itu.

"Satu hal yang aku pikirin Sonya. Kamu gak malu menggelar pesta di saat perut kamu sudah berisi? Menyebarkan berita buruk kalian di depan semua orang, hingga mereka akan menghitung, berapa usia kandungan kamu saat kalian menikah. Harusnya nikah diam- diam, bila perlu malam hari biar gak ada yang tahu. Ah, tapi aku lupa, kalian jelas gak punya malu." Ya harusnya begitu. Menikah seperti pasangan yang di grebek warga karena ketahun jina.

Sonya semakin menangis. "Tolong jangan bicara begitu. Aku juga memiliki pernikahan impianku."

Kanya menaikan alisnya. "Oh, ya ampun. Kamu gak malu bilang begitu, di saat kamu baru saja menghancurkan pernikahan impianku?"

"Ini bukan inginku, Kanya. Tapi, aku hamil, jadi-"

Kanya berdecak. Bisa- bisanya dia meladeni wanita gila ini.

"Ya, ya... serah lah. Ini udah aku terima kan, pergi sana!" Kanya melepas sepatunya lalu membuka pintu mengabaikan Sonya, hingga saat Kanya benar-benar akan masuk Sonya kembali bersuara.

"Kamu akan datang kan?"

"Oh, tentu. Aku akan datang, bawa hadiah yang paling bagus. Dan doa yang paling banyak." Setelahnya Kanya masuk dan menutup pintu dengan keras hingga tembok rumahnya bergetar.

Di balik pintu Kanya menyandarkan tubuhnya. Kedua tangannya meremas kartu undangan pernikahan Alan dan Sonya, bahkan hingga tak berbentuk.

"Tega sekali, kamu Mas. Alan Sialan!" umpatnya. Air matanya menetes- netes deras, meski tak sederas air keran, tapi tetap saja pipinya banjir air mata.

Kanya memasuki kamarnya lalu meneliti sekitar. Mencari apa saja yang ada, dan mengumpulkannya dalam sebuah kotak, kotak yang cukup besar, hingga kotak tersebut penuh dan kamar Kanya menjadi luang. Dan saat ini Kanya menyadari jika separuh isi kamarnya selama ini diisi barang- barang pemberian Alan.

Kanya menatap kotak di depannya, lalu mulai menggunting dan menghancurkan satu persatu. Mulai dari buku, boneka, bahkan foto- fotonya bersama Alan.

Air mata terus mengalir, bahkan bahunya berguncang, saking sesegukkannya tangisan Kanya.

1
BundaneAyaFitri
wkwk 😄😄😂😂
BundaneAyaFitri
barusan berasa nyesek....eeehh kok malah kocak jdnya Thor 😄😂
Siti Maulidah
ceritatanya bagus,singkat padat dan jelas /Good//Good//Heart//Heart/
Tety Boreg
kamu jg yg maksa buat anter anya plg si alan..klo anya plg naik taksi kan ga kejadian..
Memyr 67
𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺 𝖺𝖽𝗂𝗌𝗍𝗒 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝖽𝗂𝗍𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗇𝖼𝗂 𝖺𝗅𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝖺𝗅𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌 𝗄𝖾𝗋𝗃𝖺 𝗄𝖾𝗋𝖺𝗌 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗋𝗂𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗁𝗂𝖽𝗎𝗉 𝗍𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀? 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖺𝗅𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝗌𝗍𝗒 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖾𝗋𝗐𝖺𝗃𝖺𝗁 𝖻𝖺𝖻𝗒 𝗉𝖾𝖺𝖼𝖾, 𝖻𝖺𝗒𝗂 𝖽𝖺𝗆𝖺𝗂
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗅𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝖽𝗂𝗋𝗂
Memyr 67
𝗌𝗂 𝖺𝗅𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝗌𝗂𝖺𝗅𝖺𝖺𝖺𝗇
ayoe
🥺🥺🥺🥺
Endang Sulistia
bagus Thor
Endang Sulistia
keluarga konyol
Endang Sulistia
yaa ampun...bisa bisanya si om lawak..
Endang Sulistia
Alan bener bener bodoh....keluarganya gila semua...
Endang Sulistia
🤣🤣🤣
Endang Sulistia
CK...dilan mulutmu pedes juga kayak eyang surya
Endang Sulistia
Kanya pinter
Endang Sulistia
lain kali Kanya kasi ta* kucing aja Ama sialan...😤😤😤
Endang Sulistia
Sonya..kau waras???
Endang Sulistia
gpp keturunan yg keberapa...yg penting om Suya Ama Tante masih ada bule bulenya....jadi Kanya Ama Arga kecipratan ..🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!