NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:451.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aff18

Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh

Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.



Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.


Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.


Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.


"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"



"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 - Pernikahan mendadak

Hal yang membuatku semakin kesel. Viky malah ketawa keras kayak orang kesetanan. Emangnya apa yang lucu, coba?

"Kamu kok ketawa sih! entar kalo aku beneran dinikahi sama cowok lain. Baru tau rasa, kamu!"

"Yah nggak papa lah. Kita masih bisa main selingkuh, selingkuhan di belakang suami kamu. Kan seru?!"

Emang sialan nih orang! bukannya panik ceweknya mau diambil orang lain. Malah ngajakin main selingkuh, selingkuhan.

"Kamu emang nggak pernah serius, ya Vik! nggak ada apa dibenak kamu buat nikahin aku dalam waktu cepat."

"Nikah itu gampang. Tapi ngejalaninnya yang susah Kamu mau, nanti waktu kamu habis buat didapur, ngurus anak dan lain sebagainya?"

Aku membuang nafas gusar. Sialan emang! selalu aja jawaban Viky kayak gitu tiap kali diajak nikah. Dan aku ngerasa nih cowok emang gak serius. Mau enaknya doang. Dah lah...

"Udah lah. Keluar sana! aku mau kerja."

"Kamu ngusir aku?"

"Anggep aja gitu."

"Oke. Tapi kalo pengen... aku ada di lantai atas. Kamu nggak lupa minum pil kontrasepsi kan?"

Aku nggak habis pikir sama nih orang. Isi kepalanya cuma sex doang.

"Emangnya kenapa kalo aku lupa? kamu takut aku hamil? dan kamu nggak mau tanggung jawab?!"

"Marah, marah aja terus sana! jadi cewek tempramen banget!!"

Viky keluar dari ruanganku. Aku terkejut saat dia ngebanting pintu dengan keras. Sial! kok jadi aku yang ngerasa bersalah sih? jelas-jelas dia yang ngeselin.

Arrrggghhh

****

AUTHOR POV

Ayaz melajukan mobilnya dengan kencang. Dia ingat saat seseorang tiba-tiba saja menelpon. Mengatakan bahwa Pak Surya sepertinya sedang sekarat. Dan dia meminta Ayaz untuk datang menemuinya dirumah sakit.

Ayaz begitu panik.

Dia masih tetap berharap bahwa Surya tetap baik-baik saja.

Sesampainya dirumah sakit. Ayaz langsung diantar oleh perawat untuk langsung saja masuk kedalam ruangan rawatnya.

Dan yang membuatnya heran. Disana sudah ada seorang pria paruh baya. Memakai peci dan juga sorban. Namun dia tidak memperdulikan hal itu. Dia hanya khawatir pada Surya yang kini sedang terbaring lemah. Pria itu tersenyum haru menatap nya.

"Pak Surya. Saya sudah datang." Ayaz menyentuh tangan Surya dengan lembut. Detak jantungnya melemah. Surya bahkan kesulitan mengatur nafasnya.

"Ayaz... terimakasih sudah datang. Sekarang kita tunggu sampai Thara juga datang."

Ayaz mengangguk. Sampai akhirnya pintu terbuka, dan memperlihatkan sosok Thara yang datang dengan air mata yang sudah berada dipelupuk mata. Wanita itu histeris.

"PAPI...!! Papi sakit apa? kenapa nggak pernah ngasih tau Thara kalo Papi sakit... " Thara terisak. Dan Surya mengusap lembut kepala anaknya yang kini memeluknya.

"Thara... kamu satu-satunya putri Papi. Papi sayang sama kamu, Nak... "

"Thara tau. Thara juga sayang sama Papi. Papi harus sembuh, jangan tinggalin Thara sendiri."

"Papi nggak bisa, Nak. Waktu Papi tidak akan lama lagi. Papi mengundang kalian berdua kesini untuk mengutarakan keinginan Papi yang terbesar. Papi mohon penuhi agar Papi bisa pergi dengan tenang."

"Nggak, Papi nggak boleh pergi. Maafin Thara Pi... maafin sikap Thara selama ini. Maafin Thara yang nggak pernah bisa bikin Papi bahagia."

Thara semakin terisak dipelukan Surya. Sementara Ayaz hanya memperhatikan mereka. Perasaannya bercampur aduk menjadi satu. Entah mengapa melihat wanita ini yang sedang rapuh. Hatinya terhenyuh. Dia sangat ingin menenangkan Thara namun tidak mungkin hal itu dia lakukan.

"Kalau kamu mau Papi bahagia. Tolong Nak... tolong menikahlah dengan pria pilihan Papi."

Thara mengangkat wajahnya. Entah bagaimana cara dia menanggapi ucapan Surya. Bahkan untuk menyela saja dia tidak tega. Baru kali ini Thara bungkam saat Surya bicara.

Sampai akhirnya Surya menatap Ayaz penuh permohonan. "Ayaz... kamu laki-laki baik. Saya tahu, saya tidak pantas meminta hal besar ini padamu. Tapi saya tidak punya pilihan lain. Thara putriku satu-satunya. Dan aku tidak bisa menjaganya dalam waktu yang lama. Aku.... aku meminta tolong padamu, Ayaz... tolong nikahi putriku. Jadikan dia istrimu. Aku mohon.... " Surya merapatkan tangannya. Menatap Ayaz dengan mata yang berkaca-kaca.

Ayaz sendiri bingung. Perasaannya semakin berkecamuk. Ada rasa tidak enak dalam hatinya. Entah apa yang harus dia lakukan. Dia sendiri bingung. Sekaligus terkejut dengan permohonan Surya yang menurutnya cukup berat.

"Pak Surya. Jangan bicara seperti itu. Anda akan sembuh. Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya."

"Ayaz... saya tahu Thara tidak pantas untukmu. Putriku ini memang bukan wanita baik. Tapi dengan menikahimu, aku yakin dia pasti bisa berubah. Tolong Ayaz... tolong nikahi dia. Aku sudah membawa penghulu untuk kalian. Biarkan aku pergi dengan tenang, dengan melepaskan Thara bersamamu." kali ini Surya benar-benar menagis pilu. Dan tentu saja Ayaz tidak tega melihat hal itu.

Ayaz menelan ludahnya. Ini adalah keputusan yang berat. Bagaimana bisa dia menikah secara mendadak seperti ini. Bersama wanita yang tidak pernah dia kenal. Ayaz terdiam dan menatap Thara yang kini semakin terisak dipelukan Surya.

Tatapan Surya penuh dengan permohonan. Dia tidak tega. Sementara selama ini pria itu sangat berjasa padanya. Apakah ini satu-satunya cara untuk membalas kebaikannya selama ini?

Ayaz semakin kalut. Dia bahkan tidak diberi kesempatan untuk istikharah. Dia takut bagaimana menghadapi ibunya jika tahu dia sudah menikah secara mendadak.

'Ya Robb... apa yang harus aku lakukan?'

Detak jantung Surya semakin melemah. Thara semakin panik. Tangisannya semakin keras. Dan Ayaz semakin terdesak untuk segera menjawab permohonan Surya yang sangat mendadak ini.

"Baiklah, Pak Surya. Saya akan menikahi putri Anda."

Seulas senyuman terbit diwajah Surya. "Terimakasih, Ayaz... terimakasih banyak. Saya sudah menyiapkan penghulu untuk kalian. Saya ingin kalian menikah di sini. Di hadapanku."

Ayaz menatap pria yang tadi sempat membuatnya heran. Rupanya Surya telah menyiapkan semuanya. Dia ingin Ayaz menikah dengan Thara dihadapannya. Sementara Thara hanya diam membisu. Entah apa yang dia pikirkan. Matanya menatap kosong.

Namun ketakutan terlihat jelas disana. Thara takut. Takut Surya benar-benar akan pergi meninggalkannya. Dia belum siap untuk itu. Mengingat selama ini hubungan mereka tidak begitu baik.

Dan kini...

Thara hanya bisa pasrah, saat Surya menikahkannya dengan pria asing. Pria yang menjadi kebanggaan Surya selama ini.

Lalu bagaimana dengan Viky?

Apakah hubungannya akan segera kandas setelah ini?

Penghulu itu langsung saja menjalankan tugasnya. Mengingat kondisi Surya yang semakin melemah. Dia khawatir, Surya tidak sempat melihat anaknya menikah.

Dan Ayaz. Dia juga pasrah. Menyetujui dan segera mengikuti semua yang diucapkan penghulu itu.

Dengan sekali tarikan nafas. Dia mengucapkan...

Saya terima nikahnya dan kawinnya Thara Azzahra binti Surya Adi Putra dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”

1
Surati
bagus👍
Sulati Cus
bagus
falea sezi
bodoh cerai aja ngapain mau di madu duda banyak jangan bodoh
Shifa Burhan
viky menang banyak dalam novel ini bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita, bebas sex dengan wanita lain, bebas berbuat bejat, memperkosa, kasar, KDRT, tapi dia tidak dapat karma apapun, bahkan semua kesalahan tidak terlalu dipermasalahkan

thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua

atas lelaki sejati,

fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
Shifa Burhan
lucu dan miria lihat koment reader wanita
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu

inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
Shifa Burhan
klo aku sih, bukan masalah pada keperawanan tapi sikap thara, sama seperti wanita butuh pengakuan lewat ucapan, aku rasa juga dengan lelaki

aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya

tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu
Irma sariany
g seru,, masak pemeran utama nya g perawan lgi,, ya walaupun liar, setidak nya g gitu x
Pipit
hahaha.... ngakak aku bacanya thoorr
Pipit
Alhamdulillah....aku seneng banget thoor... author emang the best...bisa ngaduk aduk emosi ku... semangat thooo...lope lope sekebon cabe 😘😘
Pipit
subhanallah...Alloh selalu punya cara untuk menyadarkan hamba-nya yang tersesat....bagus sekali thoor...aku suka 😍😍😍😍
Surati
😭😭😭😭 sabar Thara
Surati
duh ternyata Fatma si ulat bulu
Surati
Thara perlu diruqiah nih🤭🤭 kok gk sadar2 sih
Surati
Thara ingat pesan ayahmu jgn sampe terjerumus lagi
Surati
semoga thara cpt sadarnya
Surati
awal cerita yg bagus.
Siti Zuriah
smoga aja fatma bener" ingin merubah sifat nya dr cemburu k ikhlas, mengikhlaskn ayaz dr hati nya dan menerima thara adalah istri nya ayaz dan jg smoga kelahiran thara selamat sehat dan bahagia dengan kelahiran anak nya
Siti Zuriah
emang nya lo itu siapa fatma lo itu cuma benalu pelakor dan ular jg drmh itu bwt apa minta pembelaan percuma ilmu tinggi skolah sampe jauh" tp prilaku ga beradab layak nya seorang pecundang
Siti Zuriah
baru tau fatma klo lo itu pengemis cinta yg memohon untuk mengambil cinta suami org kmrn otak nya healing kmana aja fatma baru nyadar 😂😂
Siti Zuriah
baru skrg mama gina baik k thara karna thara udh hamil dasar mertua plin plan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!