NovelToon NovelToon
Bila Tak Jodoh

Bila Tak Jodoh

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Badboy / Cintamanis / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Marya Juliani Jawak

Menceritakan tentang hubungan kasih antar remaja hingga dewasa yg sudah berjalan lama. Tak terasa, hubungan bertahun - tahun membuat perasaan mereka menjadi tak menentu. Ada rasa jenuh sehingga ingin melepas.

Bersama dengan orang yg baru membuat diri kita akan bahagia, tanpa kita sadari bahwa ada hati lain yg bisa saja terluka.

Ditengah kebimbangan dan rasa jenuh yg melanda, mampukah kita mempertahankan hubungan lama yg dimulai dari awal atau melepaskannya begitu saja guna kebahagiaan yg kita dapatkan dari orang baru?

Simak terus yu bg/kk... Novel ketiga aku. Semoga suka ya 🤗.

Jangan lupa tinggalkan jejak (Rate, Favorite, Like, Komen ya). Salam sehat selalu 🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karlina....

Beda Ratna maka beda juga dengan Karlina. Karlina di tempatkan pada Desa yg cukup jauh dari perkotaan juga. Jangan beranggapan itu desa yg kecil seperti desa ditempati oleh Ratna. Desa yg menjadi tempat praktek lapangan Karlina adalah Desa yg besar dengan pendapatan yg lumayan setiap hasil panen tiba.

Setelah menyelesaikan jam dinasnya, Karlina berencana jalan - jalan sebentar sebelum kembali ke rumah tempat mereka tinggalin selama satu bulan praktek lapangan.

Pikiran yg terlalu jenuh ternyata berdampak pada pekerjaannya. Dia kehilangan fokus dan emosinya yg tak stabil.

"Aku balik dulu ya." Pamit Karlina pada rekannya yg akan berjaga menggantikan dia.

"Istirahatlah, jangan pikirkan Fajar. Dia tidak akan berubah." Nasihat Selvi salah satu rekan perempuan Karlina.

Fajar merupakan salah satu rekannya laki - laki. Pria yg pemikirannya masih ingin bebas mencari kesenangan belaka. Walaupun sikapnya kadang kasar, tapi otaknya lumayan genius dalam belajar. Banyak yg resah akan perbuatannya, tapi banyak juga yg membutuhkan kepintarannya.

Kemarin malam ia habis berantam dengan Karlina. Bagaimana bisa Fajar berkelahi dengan salah satu warga desa yg terkenal preman di desa ini. Tidak sadar apa jika mereka menumpang, mala mencari masalah besar pada orang yg salah.

"Kamu kalau gak tau masalahnya diam aja ya Kar. Jangan kayak emak - emak rempong yg selalu sibuk mengurusi urusan aku. Ingat kamu bukan siapa - siapa aku." Ucap Fajar pada saat lukanya sudah selesai di obati Tomi. Dia menjadi naik tensi akibat Karlina datang langsung memaki dirinya. Karlina yg bertanggungjawab terhadap warga yg menjadi bahan amukan Fajar tidak terima dengan luka yg ditorehkan Fajar.

"Kalau bukan karena rekan, aku juga gak akan ikut campur dalam masalah kamu. Ingat Fajar kita hanya sebulan di sini. Bisa tidak kamu memberi kesan baik selama sebulan ini. Please buat nama campus kita harum." Balas Karlina yg mulai emosi

Mengingat pertikaian kemarin membuat kepala Karlina pusing kembali. Bagaimana bisa Fajar hampir membunuh warga desa ini.

Awh... Ringis Karlina karena kakinya tidak sengaja menabrak bebatuan sedang. Ia merasakan sakit yg luar biasa pada kakinya. Dalam keadaan terduduk, ia mencoba bangkit berdiri. Dilihatnya sedikit luka pada jempol kaki dan lutut kirinya.

Mengingat tidak ada bahan yg bisa digunakan untuk menutupi luka kakinya, ia melepaskan jacket tipisnya dan membalut kan pada lututnya.

"Sial, aku harus segera pulang. Eh.... Tapi dimana ini?" Bingungnya sendiri melihat sekitar yg belum pernah di lalui nya.

"Gawat, aku nyasar." Batinnya mencoba berjalan kembali walaupun tertatih - tatih.

Fajar 💬 Sel, Karlina mana?

Selvi 🗨️ Lo, bukannya dia udah di rumah ya? Soalnya dia sudah pulang sedari tadi.

Mendapatkan jawaban dari Selvi dan melihat angka jarum jam di pergelangan tangannya membuat dia risau. Seharusnya Karlina sudah pulang sedari tadi. Ini sudah terlalu lama untuk Karlina pulang.

Tanpa berpikir lama lagi, Fajar segera mengambil jacket yg ada di kamarnya dan keluar mencari Karlina. Ia sudah berusaha menghubungi Karlina tapi hp nya tidak aktip. Ia berencana minta maaf atas ucapan kasarnya kemarin yg mungkin menyakiti Karlina. Ia sadar, emosi yg memuncak membuat hubungan mereka menjadi retak. Tak seharusnya dia kasar pada perempuan.

Door.....

"Berhenti....! Atau kamu saya tembak di tempat!" Perintah seorang polisi yg sudah mendekat kepada seorang tersangka.

Dengan napas yg tersengal - sengal, pemuda tersebut berhenti. Kedua tangannya terangkat ke atas. Tidak ada pilihan lain selain menyerah. Jalan yg ia lalui adalah jalan buntu. Kita harus melompat untuk sampai ke bawah jika tetap ingin berlari. Pilihan selamat atau terjatuh ke jurang yg curam.

Pak polisi mendekat ke arah pemuda tersebut dengan pistol yg masih diarahkan kepada dirinya. Disaat jarak mulai mendekat, polisi tersebut menyimpan pistolnya dan mengeluarkan borgol. Ia berencana memborgol tangan pemuda itu seperti temannya tadi.

Bugh.....

Bugh....

Bugh....

Pemuda tersebut mendaratkan bogem mentah pada polisi tadi. Kesempatan tersebut ia pergunakan untuk kabur dari jeratan polisi itu. Setelah berada di jalan raya, ia berlari kembali. Tapi sial polisi - polisi lain lagi datang mengejar dirinya.

Pemuda tersebut lari dan lari lagi walaupun detak jantungnya sudah terdengar di telinganya. Melalui jalan sungai, ia terus berjalan.

Door....

Salah satu polisi berhasil mengenai bahu kirinya.

(Suara apa itu?) Takut Karlina yg tak jauh dari sungai juga. Langkah kakinya dipercepat agar bisa menyebrangi sungai untuk berjumpa dengan perumahan warga.

Bugh....

Akh.....

Tubuh Karlina terbentur dengan tubuh Gemilang. Gemilang menangkap tubuh kecil Karlina agar tidak terjatuh. Sedangkan tangan Karlina memegang pundak Gemilang. Merasa licin ia melihat tangannya yg sudah terdapat darah.

"Kamu terluka." Ucap Karlina setelah posisinya berdiri.

Gemilang tidak memperdulikan Karlina, ia ingin berlari kembali.

Door.....

Akh.... Jerit Karlina berjongkok. Dia menutup telinga dan kedua matanya.

Aish.... Rintihan Gemilang memegang kaki kanannya. Rasa sakit dan panasnya timah peluru dirasakan oleh tubuhnya kembali.

"Berhenti....!" Teriak beberapa polisi mengarahkan pistol ke arah Karlina dan Gemilang. Mereka berjalan mendekat.

Dengan napas yg memburu, Gemilang menjambak rambut Karlina untuk berdiri. Dia memutar tubuh Karlina sehingga punggung Karlina berada di dada Gemilang.

Ia mengeluarkan pisau dan mendekatkan ke arah leher Karlina. Karlina hanya bisa menangis sesenggukan. Kedua kakinya sudah bergetar menahan rasa takut yg ia rasakan.

"Mundur, atau dia ku bunuh!" Ancam Gemilang yg membuat polisi tadi mundur selangkah.

Hikz.... hikz....

"To.... tolong jangan bunuh aku...." Tangis Karlina yg tak di hiraukan pemuda tersebut.

"Kamu mau membunuh dia? Bunuh saja!" Perintah salah satu polisi yg baru saja datang. Wajahnya tidak terlihat karena memakai penutup wajah. Ia melangkahkan kakinya mendekat kepada mereka.

"Kamu pikir aku main - main?" Tanya pemuda tersebut.

Ia mulai mendekatkan pisau tadi pada leher Karlina.

Bugh....

Bugh....

Fajar sudah berhasil memukul Gemilang dan pisau tadi dilemparkan pada polisi yg mendekat tadi. Polisi tadi menangkap dengan senang hati. Ia sengaja mengajak Gemilang berbicara agar tidak menyadari keberadaan Fajar.

Dua lawan satu antara Gemilang, Polisi, dan Fajar. Mereka baku hantam sebentar hingga Gemilang benar - benar menyerah.

Byur....

Karlina jatuh ke sungai akibat tersenggol salah satu dari mereka ketika baku hantam tadi.

Karlina.....

Kar.....

Ucap Polisi tersebut dan Gemilang secara bersamaan. Fajar yg melihat Karlina terjatuh ke sungai berusaha ingin menolong. Tapi langkah kakinya terhenti. Ia mundur dan menggelengkan kepalanya. Ia memiliki trauma.

Polisi tadi melihat sekilas dan ikut terjun ke sungai mencari keberadaan Karlina.

(Karlina bertahanlah, aku akan menemukan dirimu) Tekadnya.

Sembari mencari keberadaan Karlina, Gumilang sudah diamankan oleh polisi berserta rekan tindak pidana lainnya. Mereka berjumlah 7 orang yg berhasil di ringkus.

Happy Reading Say..... Semoga kalian suka. Jangan lupa 💟, ⭐, 👍 serta 💬 ya say.... 🤗😇

1
rikosembiring
Ditunggu lanjutannya y thor
Marya Juliani Jawak: Siap... Di pantengin terus ya 🙏😇
total 1 replies
Marya Juliani Jawak
Makasih kk.... Sukses buat kita semua 🤗
TK
first
semangat
sukses
TK
next
TK
first coment 👍
Nicco
Sabrina nya kapan nikah ya kak,novelnya terlalu greget pengen tau endingnya nih😁
Marya Juliani Jawak: Hahaha, sabar bang, semua ada waktunya. Indah pada masanya. hrhehe
total 1 replies
TK
semangat Thor 👍
Marya Juliani Jawak: Makasih kk....
total 1 replies
TK
like
TK
first 👍
TK
Anne dan Anna hadir 👍
TK
first
TK
next Thor 👍
TK
lelaki Berkacamata 🤗🙏
Marya Juliani Jawak
Makasih kk.... Semangat selalu 💪
TK
Anne dan Anna hadir 👍
Darah Biru (Bangsawan)
next up 💕😘😘😘😘
Darah Biru (Bangsawan)
😘😘😘
Darah Biru (Bangsawan)
semangat selalu 💕
Darah Biru (Bangsawan)
💕💕💕
Darah Biru (Bangsawan)
💕💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!