NovelToon NovelToon
Hanya Istri Pura-Pura

Hanya Istri Pura-Pura

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:559.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nurmay

Seorang wanita yang hidup hanya berdua dengan adik laki-lakinya, namun sang adik selalu saja membuat masalah sampai membuat sang kakak harus membereskan masalah yang di buatnya, dari masalah yang datang kepadanya di situlah dia di pertemukan dengan seorang pria yang akan masuk di kehidupan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gugatan

Zidan melajukan mobilnya dengan rasa amarahnya, ia benar-benar merasa kesal dengan apa yang dia lihat, walaupun dia belum tau sepenuhnya titik permasalahan Syafa tapi Zidan sudah menyikapi apa yang menurutnya benar tanpa ingin tau kejelasan nya lebih lanjut.

Zidan tidak kembali ke pabriknya melainkan dia pergi ke kantor pengacara keluarga nya. Dengan emosi yang menggebu-gebu ia tidak memikirkan konsekuensi apa yang akan dia perbuat.

'' Apa kamu sudah yakin ingin menggugat cerai istri kamu, Zidan?'' tanya pengacara keluarga yang tak lain sahabat dari mendiang ayah Zidan.

'' Iya Om, Zidan sudah sangat yakin.'' Jawab Zidan dengan yakin.

'' Baiklah, Om akan adakan Mediasi terlebih dulu,'' ucap pengacara itu yang langsung di sela Zidan dengan penolakan.

'' Tidak perlu mediasi Om, langsung buatkan surat perceraian saja, dan kirimkan ke alamat ini,'' ucap Zidan dengan cepat dan memberikan sebuah catatan yang tertulis sebuah alamat rumah Syafa.

Tanpa mengucapkan apapun, Zidan berlalu pergi dari kantor pengacara itu, Om Herman hanya bisa memandang dengan helaan nafasnya yang berat karena harus menanggapi kemauan anak sahabat nya yang bertindak tanpa berpikir dahulu.

Zidan kembali melanjutkan perjalanan nya menuju rumahnya, ia berniat ingin membicarakan perihal perceraian nya dengan Syafa pada Oma nya, walaupun dia tau apa yang akan terjadi jika dia memberitahu Oma nya.

Zidan merogoh sakunya berniat mencari ponsel nya namun tidak ia temukan, dia baru tersadar kalau ponselnya tertinggal di kantornya.

'' Ah sial, kenapa harus ketinggalan segala,'' gerutu Zidan yang tetap melajukan mobilnya menuju perumahan tempat ia tinggal bersama Omanya.

'' Biar sajalah, nanti biar ku suruh Rizky untuk mengantarkan nya.'' Gumam Zidan.

Sesampainya ia di rumah sang Oma, Zidan segera masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Omanya yang entah tau sekarang ada di mana.

'' Bi, Oma mana?'' tanya Zidan pada pembantunya.

'' Nyonya baru saja pergi mas, katanya sih arisan,'' jawab pembantu itu.

'' Oh ya udah, terimakasih.'' Ucap Zidan yang langsung naik ke lantai atas karena ingin ke kamarnya.

Saat ia masuk ke kamarnya, Zidan kembali merasakan kemarahan karena mengingat Syafa yang menurutnya telah berkhianat dan pergi dengan orang lain setelah membatalkan perjanjian pranikah mereka.

Dengan langkah yang panjang, Zidan menuju lemari pakaian yang terdapat ada baju-baju Syafa di sana. '' Cih, wanita murahan.'' Maki Zidan dengan rasa yang benar-benar marah.

Dengan sembarangan, Zidan melempar-lemparkan pakaian Syafa ke sembarang tempat. '' Aku tidak mau ada barang-barangnya yang tertinggal di kamar ku,''

'' Bi!!'' teriak Zidan memanggil pembantu rumahnya. Dan dengan tergesa-gesa karena panggilan Zidan anak majikannya dengan nada yang tidak biasa membuat Bi Narsih ketakutan.

'' Ada apa mas?'' tanya Bu Narsih setelah sampai ke kamar Zidan.

'' Bereskan pakaian wanita itu, tempatkan di tasnya, dan bawa ke rumah nya. Bila perlu bibi bagikan saja pada para pembantu komplek disini,'' ucap Zidan dengan nafas yang tersengal-sengal.

'' Lho inikan, pakaian Mbak Syafa, mas,'' ucap bi Narsih yang bingung dengan perintah Zidan.

'' Lakukan saja apa yang saya suruh, bi.'' Ucap Zidan dengan tegas.

'' Baik, mas.'' Dengan tergesa-gesa Bi Narsih memunguti pakaian Syafa yang berceceran di lantai karena ulah Zidan dan memasukannya ke dalam tas besar milik Syafa, setelah selesai Bi Narsih langsung permisi pergi dengan membawa tas besar itu.

Zidan membanting dirinya ke atas ranjang besarnya dan tanpa waktu lama ia sudah tertidur pulas dan masuk ke alam mimpinya.

Hari sudah mulai sore, sebuah mobil masuk ke pelataran rumah mewah itu, dan turunlah wanita tua, yang tidak lain beliau adalah Oma Zidan.

Dengan gaya glamor nya, sang Oma masuk dengan riangnya, dan berteriak memanggil nama seseorang dengan wajah ceria nya.

'' Sya!! cucu Oma. Lihatlah Oma bawakan apa untuk mu,'' teriak Oma memanggil nama Syafa.

Bukan Syafa yang menghampirinya melainkan Bi Narsih lah yang berjalan menghampiri nyonya besarnya dengan wajah khawatir nya.

'' Nyah, sudah pulang, sini biar saya bantu bawakan,'' ucap bi Narsih.

'' Bi, Syafa sudah pulang kan? tolong panggilkan dia ya,'' ucap Oma Sri yang langsung duduk di sofa empuknya setelah menyerahkan beberapa paperbag ke tangan Bu Narsih.

'' Mbak Syafa tidak pulang, Nyah.'' Jawab bi Narsih dengan pelan.

'' Oh berarti masih di rumahnya, mungkin dia masih merindukan adiknya,'' ucap Oma dengan tenang tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

'' Emmm, Nyah anuh Nyah.'' Ucap bi Narsih dengan gugup.

'' Anuh, anuh apa?''

'' Anuh Nyah, Mas Zidan dan Mba Syafa seperti nya sedang ada masalah,'' lirih ni Narsih.

'' Masalah, maksud nya apa Bi, bicaralah yang benar,'' tegas Oma Sri.

Bi Narsih pun menceritakan tentang Zidan yang menyuruh nya mengantarkan semua pakaian Syafa ke rumahnya. Setelah mendengar cerita bi Narsih Oma benar-benar terkejut tidak mengira kalau cucu laki-lakinya berbuat seperti itu.

'' Ada apa sebenarnya, Zidan tidak pernah bertindak seperti itu. Pasti ada kesalahpahaman.'' Gumam Oma yang ikut sedih mendengar cerita bi Narsih.

'' Ya sudah bi, terimakasih ya informasinya. Biar nanti saya sendiri yang menanyakan nya langsung sama anak nakal itu,'' ucap Oma dengan kesal.

'' Iya Nyah, kalau begitu saya permisi balik ke belakang,'' pamit bi Narsih yang di iyakan Oma.

'' Haaaahh, belum juga sebulan menikah sudah menghadapi masalah rumah tangga, tapi sepertinya masalah nya bukan masalah sepele. Aku harus membantu mereka untuk menyelesaikan permasalah nya.'' Tekat Oma.

Zidan keluar dari dalam kamarnya menuju dapur karena merasa haus setelah bangun dari tidur nya. Namun saat kakinya akan tangga yang paling terakhir tiba-tiba ada sebuah benda yang melayang dan mengenai kepalanya.

'' Aaawwww!!'' jerit Zidan yang merasa kesakitan.

'' Kurang ajar!! Siapa yang berani melempar sendal ke arah ku!!'' bentak Zidan pada sang pelaku.

'' Apa kamu bilang? kurang ajar? kamu yang kurang ajar!!'' omel Oma balik pada Zidan.

'' Oma? Oma kenapa melemparkan sendal ke Zidan,''

'' Jangan pakai tanya, kau ini keterlaluan sekali. Buat apa kau menyuruh Bi Narsih mengantarkan pakaian Syafa, hah!!'' omel Oma dengan nada yang kencang.

'' Oma, aku dan Syafa akan bercerai, kami sudah sepakat dengan hal ini, dan maaf Oma kali ini Oma tidak perlu ikut campur masalah kami, ini sudah keputusan final Zidan.'' Ucap Zidan dengan tegas dan tanpa permisi Zidan berlalu kembali ke kamarnya.

Penuturan Zidan membuat Oma terkejut sekaligus sedih karena permasalahan cucunya yang bahkan dia tidak tau apa sebabnya.

'' Haaahh, dada ku.'' Lirih Oma yang merintih kesakitan memegangi dada sebelah kirinya.

'' Nyah, astaghfirullah. Duduk Nyah. Yang sabar ya Nyah,'' ucap Bi Narsih yang langsung membantu Oma Sri untuk duduk di sofa ruang tamu.

Di pelataran sebuah mobil terparkir apik dan turunlah seorang pria tampan yang ternyata adalah Rizky sahabat Zidan yang datang ke rumah Oma Sri untuk bertemu Zidan.

'' Assalamualaikum Oma,'' salam Rizky yang langsung menyalami tangan Oma sahabat nya.

'' Wa'alaikumsallam, Ky. Duduklah, kebetulan kamu datang, oma mau berbicara dan bertanya sesuatu padamu.'' Ucap Oma dengan serius.

'' Kenapa Oma? oh ya Zidan ada dirumah kan?'' ucap Rizky yang langsung mendapatkan pukulan kecil di lengannya dari Oma Sri.

'' Dia ada di kamarnya, dengarkan Oma dulu jangan suka menyela pembicaraan orang tua,'' omel Oma Sri.

'' Iya Oma,''

Oma pun menanyakan masalah yang menimpa Zidan dan Syafa, Oma bertanya pada Rizky karena Oma tau kalau Zidan pasti cerita masalahnya pada Rizky.

Setelah bertanya dan di jawab Rizky, Oma dan Rizky sama-sama terkejut karena mengetahui permasalahan dan kelanjutan masalah Zidan dan Syafa yang tidak tau penyebab awalnya apa.

'' Tapi kenapa Zidan sampai menggugat cerai Syafa,'' gumam Rizky.

bersambung...

1
Yati Yati
minta 15jt safa buat byr utang plus bunganya
kinan kinan
Happy ending
dreamy
👍👍👍👍😘😘😘😘
Shuhairi Nafsir
syafa cewek murahan. senang senang Kasi pria memeluknya. sampai nga ada harga diri. memangnya patut zidan mengelar syafa perempuan murahan
Shuhairi Nafsir
cerita yang lembab lagi membosankan. Thor.
Shuhairi Nafsir
syafa gatelen sampai nga tahu menjaga harga diri sampai bisa peluk Dan mesra dgn pria lain. memang cucuk omongan zidan syafa cewek murahan.
Shuhairi Nafsir
Syafa goblok banget. bikin malu diri sendiri. Thor kalau bikin cerita biarkan berpada pada jangan sampai bikin syafa cewek yang lembab lagi goblok
Shuhairi Nafsir
malas Aku kalau cerita cewek yang lembab lagi lemah.
arwati sani
lanjut
Rini Haryati
bagus
suksez
semngt
mksh
novita purwaningrum
bagus
Trisara Wati
masa ada orgtua tdk mengenali anaknya tdk punya feeling gitu kecuali klu itu anak tirinya
amalia gati subagio
ngenes!!!! why...???? perempuan marjinal, slalu di set bodoh & halal dizalimi & harus menerima krn itu haknya!!!????
Marlina Ram
syafax kecentilan thor 🤧🤧
Marlina Ram
ceritax kok dominanx di afdal ya thor🤧🤧
Marlida Yusuf
trims
Rokinah Mamasurya
Thor bawangnya banyak banget 😭😭😭
Leni Fairus II: baca karya saya juga ya Bidadari Surga Yang Dirindukan dijamin baper
total 1 replies
Rokinah Mamasurya
nyimak dulu dehhh
Rokinah Mamasurya
aduuuhhh alamat dehh...
Leni Fairus II
, dukung karya saya juga ya Bidadari Surga Yang Dirindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!