NovelToon NovelToon
Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Triplet : Tawanan Obsesi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: BumbleBee

Kau adalah milikku. Jika aku tidak mendapatkannya, maka tidak siapa pun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BumbleBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Megan Cemburu

Alena masih tidak mempercayai penglihatannya, mematung di kursi, mengabaikan Pax dan Pollux yang beradu mulut, tepatnya Pollux menjawab dengan santai setiap apa yang ditudingkan Pax kepadanya.

“Kau menyadari setiap kali ia berbicara denganmu, menduga bahwa kau adalah aku, tapi bagaimana bisa kau mendiamkan hal itu, tidak mengatakan apa pun padaku dan juga padanya.”

“Setiap dia berbicara padaku, dia tahu aku, Pollux.” Lux menyunggingkan senyumnya.

“Kau masih terkejut?” Pollux menoleh ke samping, menatap geli wajah Alena yang masih melongo. Beruntung wanita itu tidak pingsan di tempat. “Ambilkan minum, Lala.”

Paula segera berdiri, dan tidak berapa lama datang dengan segelas air di tangannya. Lux menerima gelas tersebut dan memberikannya pada Alena. “Minumlah."

Alena menolak dengan mendorong gelas yang diberikan Pollux, menatap kedua wajah yang terlihat sama itu secara bergantian, “Benar-benar sama,” lirihnya dengan suara tertahan.

“Ya, mereka memang kembar identik dan aku bersyukur terlahir sebagai wanita. Aku tidak bisa membayangkan jika terlahir sebagai pria dan berwajah sama dengan mereka, Megan pasti kebingungan untuk membedakan kami,” Paula menimpali.

Alena mengerjapkan matanya, berusaha mencerna tiap baris kata yang diucapkan Paula, dan detik berikutnya mulutnya menganga lebar, “Jangan katakan kau adalah..."

Paula menganggukkan kepalanya, membuat ucapan Alena mengambang di udara. “Triplets.”

Alena menutup mulutnya yang menganga, “Kesalah fahaman macam apa ini?” gumam Alena yang menyadari kebodohannya. Ia menatap satu persatu orang yang ada di ruangan itu, berusaha mengartikan keadaan sesungguhnya. Alena menggelengkan kepalanya, menolak untuk mengambil kesimpulan, karena faktanya, ia sudah salah mengambil kesimpulan sebelumnya.

“Jadi kau tetanggaku?” Alena menatap Pollux yang segera menganggukkan kepalanya.

“Bagaimana caraku untuk membedakan kalian? Potongan gaya rambut terlihat sama, tinggi juga sama, aku tidak menemukan pembeda sama sekali.”

“Gunakan hatimu,” Paula mengerling jenaka, “Begitu lah yang dikatakan, Megan.” Paula tersenyum sembari melayangkan tatapannya kepada Megan yang dari tadi memilih untuk diam. Senyum di wajah Paula menghilang. Di mana Megan? Ia tidak ada di sana, dan tidak ada yang menyadari kepergiaannya.

“Megan?” Paula berjalan menuju toilet yang memang terhubung dengan ruangannya. Pollux mengernyitkan dahi, begitu pula Pax dan Alena.

“Ke mana dia?” Paula mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi wanita itu.

***

Megan menatap nanar pemandangan yang ada di hadapannya. Pollux tersenyum, berjalan sembari menatap ke arah Alena. Pria itu juga tidak segan-segan untuk memberikan sapuan lembut di kepala Alena. Melihat cara Pollux memperlakukan Alena, terlebih pria itu menegaskan bahwa ia memang tertarik kepada Alena, membuat Megan tidak kuat berada di ruangan itu lebih lama. Ia takut ia mempermalukan dirinya dengan menangis, atau kemungkinan terburuknya adalah marah kepada Alena, karena sudah berhasil menarik perhatian Pollux. Ia tidak ingin hal itu terjadi, ia tidak ingin terlihat menjadi wanita menyedihkan yang sangat bodoh.

Di saat perhatian semuanya teralih pada Alena, Megan beringsut dari tempatnya, ke luar secara perlahan dari ruangan tersebut. Ia akan mencari alasan jika nanti Paula menghubunginya. Sekarang yang penting adalah menyelamatkan dirinya dari situasi menyedihkan.

Butik milik Paula berseberangan dengan pusat perbelanjaan, dan Megan memilih untuk menenangkan diri ke sana. Ia butuh sesuatu yang manis, tapi sebelumnya ia butuh tempat untuk meluapkan perasaannya.

Masuk ke dalam mall, Megan menuju toilet dan mengunci dirinya di dalam sana.

“Aku sudah melakukan yang terbaik selama ini, tapi kenapa masih menyakitkan. Aku patah hati saat mendengar ia menikah dengan Maria, aku bahkan berdiam diri selama berhari-hari di dalam kamar, menangisi pria yang kucintai tak akan pernah bisa kugapai. Tapi bukan berarti aku tidak mendoakan kebahagiaannya. Kematian Maria memberikanku secercah harapan, katakanlah aku kejam, karena dengan kepergiaannya aku kembali mendapatkan kesempatan untuk mendekati pria dingin itu. Aku merasa besar kepala dengan perubahan yang kumiliki. Cantik, menawan dan karir yang gemilang, aku melakukan semua itu dengan bekerja keras, dengan harapan meskipun ia bersanding dengan orang lain, ia akan menoleh kepadaku dan berkata ‘Wah, dia adalah temanku, si bintik itu kini benar-benar berubah dan sukses’ aku hanya ingin dia menganggapku, tapi apa yang ia kudapatkan, ia mengatakan bahwa aku adalah perpaduan dari wanita yang ia benci. Tidakkah dia tahu, aku berubah hanya untuk dia, aku menerima banyak cemoohan hanya unuk terlihat cantik, dan apa aku harus berubah menjadi Alena hanya agar dia menatapku."

Megan membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya, pundaknya naik turun, gadis itu menangis. Percaya lah, cinta dalam diam itu menyakitkan, terlebih pria yang kau cintai secara terang-terangan mengatakan ia membencimu.

Lalu apa yang harus dilakukan Megan? Menjauh? Tidak, Megan tidak akan melakukan hal itu lagi. Bukankah ia sudah pernah menjauh, dan yang ia dapatkan hanya lah tersiksa menahan rindu. Lantas, haruskah ia menjadi wanita tidak malu yang selalu berkeliaran di hadapan Pollux hanya untuk menarik perhatian pria itu? Jawabannya juga tidak, ia tidak akan melakukan hal konyol itu. Ia hanya perlu menjalani harinya seperti biasa, menyibukkan diri dengan mengabaikan pria itu seperti yang dilakukan Pollux padanya.

“Ya, mari saling mengabaikan, itu yang terbaik.” Megan segera berdiri bertepatan dengan ponselnya yang berdering.

Megan sengaja berdehem untuk menetralkan suaranya, mengusap wajah dari sisa-sisa tangisannya. “Ya, Paula?”

“Di mana kau?” terdengar sahutan kesal dari seberang telepon.

Megan terkekeh, “Maafkan aku, tiba-tiba sangat menginginkan sesuatu yang manis, aku ada di seberang jalan. Datang lah bersama Alena, akan kupesankan untukmu dan juga Alena.” Sambungan pun terputus.

Paula dan Alena akan menyusulnya. Megan segera ke luar dari bilik kamar mandi.

“Oh, Megan!” Megan mengangkat tatapannya, dan menemukan Luna yang sedang tersenyum manis ke arahnya.

“Astaga, kenapa aku selalu bertemu dengan para sahabatku di dalam toilet,” Luna menekankan kalimatnya pada kata sahabat. “Tapi aku menyukainya.”

Mengabaikan sapaan Luna, Megan melenggang pergi, melewatinya begitu saja.

Brak

Luna menutup pintu toilet, sama seperti yang ia lakukan terhadap Paula waktu itu.

“Apa yang kau lakukan?” Megan memasang wajah tidak bersahabat.

Luna tergelak, “Berikan waktumu sejenak, tidakkah kau merindukanku?” Luna memepet tubuhnya, hingga mau tidak mau Megan memilih untuk mundur.

“Kita bisa berbicara di luar, kenapa harus di sini?” sinis Megan.

“Cih,,” Luna dengan gerakan cepat menjambak rambut Megan hingga kepalanya mendongak.

“Apa kau gila!” pekik Megan, meronta dan berusaha untuk melepaskan rambutnya.

“Hanya karena penampilanmu sekarang menarik, bukan berarti kau bisa bersikap dingin di hadapanku, jalang! Bebek buruk rupa tidak akan pernah berubah menjadi angsa.” Luna semakin mengencangkan tarikannya di rambut Megan.

1
pika shu
koq GK up² thor
lyani
GPL y Meg
lyani
aku sih iyesssss
lyani
kepemilikan bro
lyani
😀😀😀
lyani
Krn cintanya bukan utk Maria
iis nuriyah: kak up 2 ajj kurang ini malah up 1✌️✌️✌️✌️🤣🤣🤣🤣 ayo semangat lgi up,a🥰🥰🥰
total 1 replies
lyani
Lux
lyani
tunggu....
lyani
kurang jitu
iis nuriyah
kak mw tnya cerita ortu triple GK ad ya
BumbleBee: ada dong kak. Di judul Menikahi Pria Tidak Sempurna di season duanya. Lucas dan Angel
total 1 replies
iis nuriyah
best👍👍👍👍
iis nuriyah
kak up,a yg bnyak donk🤣🤣🤣gk puas bca,a saking seru,a🥰🥰
lyani
wani Piro 😅
lyani
ciyeeeee
lyani
🤣
lyani
Wilson Rodriguez bodoh soal wanita 🤣
lyani
/Facepalm/
lyani
😂
lyani
nah begini harusnya
lyani
😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!