Raffi & Syila💙
Kisah cinta rumit yang di jalani dua orang remaja SMA.
Awal nya kisah mereka hanya di landasi oeh perjodohan dari orang tua mereka.
Namun siapa sangka karena perjodohan tersebut, timbul rasa cinta di hati ke dua nya.
Namun sikap dingin dan cuek Rafi mampu menutupi Rasa cinta nya kepada Syila.
bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa saja halangan dan ritangan yang di hadapi dalam mempertahankan hubungan mereka?
dan bagaimana Akhir dari kisah cinta mereka?
silahkan baca:👇
🄺🄴🅃🄾🅂 🄳🄸🄽🄶🄸🄽 🅅🅂 🄶🄰🄳🄸🅂 🄼🄰🄽🄹🄰
pemanis cerita ada di part 44 (possessive rich man 7) yah...
*Semoga kalian suka yaa...
kalau ada salah koment nya jangan pedes pedes yah😅
babay😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fithry fifhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 20
(Kecupan singkat dan sebuah penghianatan)
Masih Flashback yaa🙂
"Lalu kenapa kaka masih pertahanin aku?"
"Gue ngga bisa ngelepasin lo gitu aja! gue ga rela kalau suatu saat nanti lo harus di milikin cowo lain!"
'Egois'
Itulah sekiranya kata kata yang terlintas di pikiran Syila. ia tidak menyangka pria tampan seperti Rafi sanjaya mempunyai sifat seperti ini.
"Lo boleh bilang gue egois, tapi itu emang kenyataan nya." Ucap Rafi jujur.
mulutnya mengatakan ia tidak mencintai gadis itu. namun ia tidak tau dengan hatinya. perasaan takut kehilangan itu selalu merayapi hati dan pikirannya. entahlah ia bingung dengan perasaan nya sendiri.
"Jujur gue ngerasa nyaman saat di dekat lo. sikap lo yang manja, cengeng, kekanak kanakan, buat gue ngerasa kalau gue lagi sama dia."
"Cinta pertama gue!"
'Degg'
'Bolehkan Syila menangis sekarang'
'Dengan tidak langsung Rafi hanya memanfaatkan kan kehadiran nya'
'Miris memang'
Syila...
gadis ini mencoba tenang saat hatinya kini menjerit sakit.
'Hatinya rapuh'
"Cinta emang kuat banget, ya? kata orang cinta pertama itu buat kita cinta banget sama orang itu. dan aku percaya, kaya aku ke kaka. kaka cinta pertama aku!"
Ucap syila tersenyum pake smile. mencoba menutupi luka yang kini semakin terbuka.
"Hm lo bener gue emang cinta banget sama dia. dia yang mampu ngubah hidup gue, mampu buat gue selalu bahagia, di cewe kedua yang paling berharga di hidup gue setelah mamah!"
'Oh, shit... Syila sudah tidak kuat'
Lagi lagi Syila tersenyum pake smile. mencoba mengontrol detak jantung yang kini kian memburu. namun sayang, sebuah air bening keluar dari matanya tanpa di komando.
'Air mata sialan'
itula mungkin decakan kesal gadis ini. cape cape menutupi luka. eh, malah di dihianati air mata
'Runtuh sudah pertahanan nya'
Syila mengusap kasar air matanya. dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Rafi. mencoba membuat dirinya seakan ia adalah wanita kuat, walaupun sekarang ia rapuh.
Sedangkan Rafi, pria itu hanya diam memandangi tubuh gadis itu yang bergetar. dan tangan gadis itu yang sibuk menepis kasar air mata nya. namun, tatapan gadis itu menatap lurus ke depan. hati nya sakit melihat gadis itu menangis karena nya.
.
Syila menolehkan kepala nya. dan sekarang ia bertemu tatap dengan mata Rafi. Yang entah sejak kapan pria itu menatapnya.a tangan nya yang tadi tengah sibuk mengusap air mata di pipi nya pun terhenti. membiar kan air bening itu meluncur dengan bebas.
'Hebat'
Itulah kata kata yg pantas di ucapkan untuk gadis cantik ini. lihat lah matanya menangis namun bibirnya tersungging membentuk sebuah senyuman, seakan gadis ini baik baik saja.
"Aku pengen pulang!"
*****
"Makasih!"
Ucap Syila sembari keluar dari mobil sedan warna hitam milik Rafi. saat mobil tersebut sudah teeparkir cantik di pekarangan rumah nya.
Syila tersenyum kecut saat Rafi diam tanpa menoleh ke arahnya. dan tanpa berpikiran apapun, Syila langsung melangkahkan kakinya meninggal kan Rafi
"Syila!"
Langkah nya terhenti, saat suara dari belakang memanggilnya. ia berbalik menatap Rafi yang sudah berdiri di luar mobilnya.
"Kenapa?" tanya Syila saat sudah berada di hadapan Rafi.
"Besok gue ga bisa jemput lo!"
"Iya ga papa ko."
"Kalau besok atau kapan pun ada yang ngebully lo, lawan jangan diam aja. jangan kaya orang cupu yang mau di tindas tindas!"
Syila mengangguk.
"Kalau lo butuh bantuan, bilang sama temen temen gue. mereka ada buat lo!"
Kali ini Syila diam.
"Dan satu lagi kalau gue ga ada atau ga ada kabar, jangan nyariin gue, jangan khawatirin gue, dan jangan tangisin gue! cewe cantik sebaik lo ga pantes nangisin cowo brengsek ke gue. lo ngerti?"
Ucap Rafi dengan wajah datar nya.
sedangkan Syila, gadis ini diam tidak mengerti dengan ucapan Rafi apa maksud kata kata pria ini?
"Maksud kaka apa?"
"Ga ada!"
"Kaka mau ninggalin aku?" Tanya Syila lirih. kali ini hati nya merasa takut.
Rafi...
pria ini terdiam.
"Jawab ka... kenapa diam? kaka mau ninggalin aku?" Tanya Syila kembali dengan air mata yang sudah turun membasahi pipi nya.
Lagi lagi Rafi diam.
"Ka jawab!"
Rafi tetap diam namun tangannya nya terangkat mengusap air mata gadis itu.
"Ka...."
"Lupain!"
"Aku takut kalau kaka akan...."
"Gue bilang lupain!"
Sentak Rafi keras membuat gadis ini menunduk.
Rafi mengakat tangan nya menyentuh dagu kekasihnya dan mengakat nya agar gadis ini menatap nya,
"Maafin gue! lupain semua nya dan ga usah di pikirin!"
'Cup'
"Gue pergi!"
satu kecupan singkat ia daratkan di kening gadis itu dan tanpa aba aba ia pun langsung berbalik memasuki mobilnya dan menjalan kan nya. meninggalkan gadis itu yang masih terdiam.
Sedangkan Syila...
gadis terdiam, menyentuh kening nya yang di kecup Rafi tadi. hal pertama yang ia rasakan.
Ia terus memandangi mobil Rafi yang mulai keluar dari gerbang rumah nya sampai mobil itu tak terlihat.
"Aku harap yang aku takutin ga akan terjadi!" gumam nya pelan.
"Tumben akur?"
Syila menolehkan kepala nya saat suara itu terdengar, dan terlihatlah Kaka nya, Ari, yang kini sudah berada di samping nya. dan tanpa mengindahkan ucapan kakanya itu kakinya pun langsung mekangkah berlalu meninggalkan Ari tanpa sepatah kata apapun.
Ari menatap kepergian adik nya dan kembali menatap gerbang rumah nya yang sudah tertutup.
"Gue ga akan pernah maafin lo Fi, kalau hal yang ade gue takutin terjadi!"
Flashback off.....
*****
Syila...
gadis cantik ini terduduk di salah satu bangku perpustakaan. mata nya tak pernah luput dari rentetan rentetan kalimat yang terpampang di buku tersebut. ini lah yang hanya bisa ia lakukan. berharap mencari kesibukan agar tidak terlalu memikirkan Rafi, pria yang masih tidak tau dimana.
Sekarang gadis ini pasrah. segala cara ia coba untuk menemukan Rafi. namun, nihil. usaha nya tidak membuahkan hasil. sekarang ia sudah lelah mencari nya. walaupun di dalam sana hati nya meronta ronta agar ia tetap berusaha, namun sekarang pisik nya tidak mendukungnya. ia hanya bisa berdoa semoga pria itu masih hidup dengan keadaan sehat.
'Aamiin'
"WOY AYO CEPETAN KELAPANGAN!"
"ADA APAN SIH?"
"TAU DAH NGAPAIN JUGA!"
"BURUAN DAH RAME ITU!"
"ANJIRRR KAGA USAH NABRAK NABRAK WOY!"
"IYA NIH SELOW DONG!"
"EMANG DI LAPANGAN ADA APAAN SIH? BAGI BAGI SEMBAKO YA?"
"UDAH WOY KAGA USAH NGEBACOT. YO KITA LIHAT!"
Itulah sekiranya teriakan teriakan siswa di luar perpustakaan. membuat gadis ini terheran di tambah lagi semua penghuni perpustakaan pun ikut keluar. membuat ia mau tak mau pun mengikutinya. jujur, ia juga kepo.
Syila keluar dari perpustakaan dengan paling akhir. terlihat semua siswa berlarian ke arah lapangan dan ada juga yang hanya melihat dari lantai atas. ia berjalan dengan gontai menghamapiri siswa yang kini tengah berdiri di pembatas pagar lantai 2 yang langsung bisa melihat jelas arah lapangan basket dan parkiran.
Tubuh Syila menegang, jantung nya seakan berhenti berdetak melihat seorang pria blasteran dengan seragam yang memang selalu berantakan tengah berjalan santai.
"Ka Rafi...," gumamnya pelan dengan tangan yang menutup mulutnya. pertanda bahwa ia benar benar tidak percaya bahwa pria itu kembali.
'Hatinya bahagia dan bersyukur'
'Oh, shit!'
Namun kebahagiaan di hatinya tak berangsur lama. sekarang ia merasa hati nya tercubit saat pria yang ia rindukan tidak datang sendiri. melainkan dengan seorang gadis cantik yang terlihat sangat manis. terlihat jelas gadis itu memang asli berdarah indonesia.
"Pahra!"
Syila menolehkan kepala nya saat mendengar suara itu. terlihat ke 4 teman nya, Ajeng, Alin, Salsa, dan Naya yang dengan kompak mengucapkan kata tersebut. bahkan pandangan ke 4 gadis itu sangat pokus ke depan.
Syila kembali menatap ke depan. hatinya sakit saat melihat ke dua manusia itu yang di dikerubungi siswa siswa.
Dalam pikiran nya, apakah dia gadis yang di cintai Rafi?
'Apa dia cinta pertama Rafi?'
Syila menguatkan pegangan tangan nya di pagar pembatas, saat melihat gadis itu bergelayut manja di tangan Rafi.
dan Rafi...
pria itu hanya diam seakan menikmati. tidak seperti dirinya yang selalu mendapat tepisan kasar saat ia melakukan hal yang di lakukan gadis itu.
'puk...'
Sebuah tepukan di pundaknya membuyarkan pandangan nya, terlihat ajeng yg melakukan nya, dan ke 3 teman nya yang menatap nya prihatin.
"Ikut kita!" ucap Ajeng.
"Aku mau ketemu ka Rafi!" ucap Syila yang kembali menatap ke arah lapangan.
"Ga ada gunanya Syil... sekarang lo ikut kita!" ucap ajeng
dan kemudian menarik tangan Syila tanpa persetujuan gadis itu dan di ikuti ke 3 teman nya di belakang. meninggalkan siswa yang kini mulai berbisik bisik.
*****
Syila...
gadis ini berjalan gontai di lorong koridor yang sepi. karena memang sekitar 5 menit yang lalu, bel masuk sudah berbunyi. ia menghembuskan napas nya kasar saat kata Ajeng terngiang ngiang di kepala nya.
*****
Flashback on.....
"Dia itu Pahra, mantan pacar nya Rafi! gue denger mereka pacaran lama banget, dari kelas 9 SMP sampai kelas 11 SMA. tapi sayang, katanya hubungan mereka putus karena Pahra yang minggat ke hongkong. dan setelah itu, gue ga tau lagi. karena Pahra emang seangkatan Rafi, kelas 12."
Flashback off...
*****
Itulah sekiranya kata kata Ajeng yang masih terekam jelas di otaknya.
Syila menghentikan langkahnya. tubuhnya kembali menegang, jantung nya berdetak lebih cepat, saat melihat pria tampan itu yg berjalan menghampirinya. dia sendiri tidak ada gadis itu.
'degg'
'Sakit'
Hati gadis ini terasa sakit saat Rafi begitu saja melewatinya tanpa sepatah kata apa pun. bahkan Pria itu tidak menoleh sama sekali. seakan pria itu tidak melihat keberadaan nya.
Dengan cepat Syila membalikan tubuhnya. terlihat pria itu yang berjalan dengan santai dengan wajah datar nya ke arah depan.
"Ka Rafi!"
Langkah pria itu berhenti saat suara itu terdengar. Rafi membalikan tubuhnya dan menatap gadis itu dengan datar di ujung sana.
Melihat pria itu yang berhenti dan berbalik menatap nya, membuat Syila dengan cepat menghampiri nya.
Syila menghentikan langkahnya saat ia kini telah berada di hadapan Rafi. gadis ini terdiam memandangi wajah tampan milik pria itu. mereka saling bertatapan, terlihat tatapan kerinduan di mata Syila.
sedangkan Rafi...
entahlah pria ini menatap gadis cantik di hadapan nya dengan perasaan apa. yang jelas hanya terlihat tatapan datar
"Apa kabar?"
'Oh, shit!'
kenapa gadis ini melontarkan pertanyaan yang sangat konyol.
"Baik!"
Ucap Rafi dingin. dan kemudian pria itu kembali berbalik. melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. namun dengan cepat tangan nya di cekal oleh Syila.
Rafi menatap nyalang tangan nya yang di cekal Syila. dan buru buru saja gadis itu melepaskan nya saat melihat tatapan tidak suka di mata Rafi.
"Maaf!"
"Lo mau apa?" Tanya Rafi dingin.
Syila menggeleng pelan.
"Kaka kemana aja? kenapa ngilang dan ga ada kabar?"
"Itu bukan urusan lo!"
'Degg'
Apa pria ini bilang? bukan urusan nya? apakah pria ini lupa kalau dirinya adalah kekasihnya?
"Apa kaka bilang?! bukan urusan aku?"
"Ya, bukan urusan lo. lo ga ada hak buat tau semua urusan gue!"
"Tapi aku pacar kaka... aku berhak tau!"
Rafi diam mendengar kata kata Syila.
"Kalau gitu kita PUTUS!"
'Degg'
jatung Syila seakan berhenti. mata nya membulat dengan sempurna saat mendengar kata kata Rafi.
"Kaka bercanda?" Tanya Syila tak percaya
"Ngga... kita putus dan gue udah bilang sama mamah buat ngebatalin perjodohan kita!"
"Kenapa ka? apa karena cewe itu?" Tanya Syila lirih bahkan air mata nya sudah meluncur dengan bebas.
"Ya,... gue cinta dia!"
'Jlebb🔪🔪'
'Kenapa harus sesakit ini ya allah'
"Lupain gue dan gue akan ngelupain lo! anggap ga pernah terjadi apa apa di antara kita. dan satu lagi, ... jangan ganggu hubungan gue!"
Ucap Rafi dingin dan kemudian berlalu meninggalkan gadis itu yang mematung. mencerna ucapan pria itu yang begitu terdengar jelas di telinga nya.
'pluk'
Syila menjatuh kan dirinya. sehingga ia kini duduk berlutut di lantai koridor. ia menyentuh dada nya yang kini terasa sangat sesak, menatap kepergian pria itu dengan rasa tak percaya.
'Apa ia sedang bermimpi'
'Ya dia harap ia hanya bermimpi'
Tidak mungkin kesetiaan nya di balas dengan penghianatan seperti ini,
*******************************************
(Aku netesin air mata loh waktu buat part ini. massa kalian engga?)
Like
Like
Like
Like
Like
komen, vote, And favorit nya dunks😅😅