Revisi😁....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UDY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Between life or die(REVISI1)
sejenak, Girella terpesona. namun ia segera sadar.
" Ghrrr ...wahai pasukanku! Seorang manusia datang menyelinap dan merendahkan kaum zombie! Apa kalian terima jika ras zombie di injak injak oleh makhluk rendahan! Kemarilah ... mari musnahkan manusia ini," Suara Girella terdengar menggema sehingga Zombie jarak terjauh pun mampu mendengarnya, padahal ia berucap tanpa menggunakan toak.
Ghrrrrrr
Terpancing oleh perkataan Girella, mereka tentu saja langsung datang sambil berlari walau cara mereka lari tetap saja lambat, perlu waktu lama untuk datang ke istana Girella saat ini.
Beralih ke para prajurit yang melindungi Girella. Mereka mati karena tak kuasa menahan kekuatan cahaya suci milik Rian.
FLASHBACK ON
Ketika Girella meracuni Rian dan seluruh keluarganya
" Ke ... napa ka ... amu me..ra...cun..i ke..luar..ga..ku," walau tenggorokannya sakit saat berbicara, Rian terus saja menahan rasa sakit dan mengucapkan apa yang ia inginkan.
" Kau bertanya kenapa? Tentu saja karena mereka telah membunuh keluargaku!" suara Girella berucap pun terdengar menyedihkan. Dari tingkah laku yang terus di amati Rian. Girella mengingat masa lalu di mana kedua orang tuanya tiada.
" apa yang aku dan keluargaku pernah lakukan kepadamu- uhuk," tanya Rian, tenggorokannya semakin sakit. Karena terus memaksakan diri, akhirnya ia memuntahkan darah segar dari mulutnya.
" Kedua orang tuamu menghancurkan perusahaan ayahku dengan merebut klien utama perusahaannya. Nion Fradelle nama ayahku," ucap Girella. Dengan kedua bola matanya, ia menatap tajam orang yang ia anggap musuh.
" Tentu saja aku harus menghancurkannya! Mereka memperdagangkan manusia menggunakan peti kargo di semua jalur perdagangan, mulai dari udara, air dan laut. Kau pikir aku akan terima begitu saja? Tidak!" ucap ayah Rian memperjelas apa yang ia lakukan.
"Tidak ada bukti! Kau hanya mengada-ngada! Bilang saja kau iri kepada ayahku karena ia memiliki perusahaan besar. Jika kau ingin membantah, tunjukkan bukti! Tapi kau tidak bisa'kan?" ucap Girella sambil meremehkan.
" Uhuk- untuk apa aku iri jika aku sendiri mampu untuk menyaingi perusahaannya? Jika kau ingin bukti. Aku memilikinya, tapi mungkin bukti itu sudah hancur, uhukkk," ucap ayah Rian, darah segar mengalir tak berhenti di kedua sudut bibirnya.
Perlahan, keluarga Rian yang lain juga memuntahkan darah segar dari mulut mereka. Pertanda bahwa racun itu sudah mulai menggerogoti tubuh mereka. Ketika melihat kakek dan neneknya, Rian terbelalak. Leher mereka menunjukkan warna biru kehitaman. Bahwa nyawa mereka di ujung tanduk.
" Hahaha kalian akan mati! Dan dendam kedua orangtuaku terbalaskan," ucap Girella dengan semangat, ia tertawa bagaikan orang gila, mencaci maki dan terus meremehkan.
" Devils illusion," ucap Rian. lalu setelah itu, Girella memasuki dunia ilusi yang sangat menakutkan, ketika kematian kedua orang tuanya. Namun ia tak dapat melakukan apa-apa sehingga hanya bisa melihat dan menangis tak terima.
````
Saat Girella terbangun, punggungnya serasa remuk redam di hantam oleh tanah dengan cepat dan kuat dari ketinggian yang paling tinggi.
Tapi, karena Girella adalah panglima komandan zombie. Tentu saja fisik yang ia miliki tak selemah itu sehingga nyawanya masih selamat dari maut.
FLASHBACK OFF
AUTHOR POV
Dengan kecepatan bagaikan kilat, Rian bergerak melesat menuju Girella. Tapi Girella mampu melihatnya dengan kemampuan yang ia miliki.
````
" Kecepatanmu lumayan,"gumam Girella yang matanya tak bisa lepas dari gerakan Rian yang sewaktu waktu dapat menyerangnya!
````
Mode berseker yang ia gunakan sangat sensitif terhadap sekitar, sehingga mampu merasakan pergerakan musuh ataupun teman dalam jarak jangkauan yang sangat luas. Tak lupa bahwa ia juga mampu memprediksi pergerakan musuh dengan otaknya yang cepat.
TRANGGG
Kedua pedang saling berbenturan menciptakan bunyi gema yang meraung, bahkan dinding sekitar pun terlihat retak.
TRANGGG
BOOM
TRANGGG
TRANGGGGGG
TRANGGG
BOOMM
Jual beli serangan pun terjadi. Kecepatan, gerakan dan kemampuan di luar batas manusia saling berlawanan membuat siapapun merinding bila melihat secara langsung.
Rian yang bergerak, terlihat bagaikan cahaya putih. Sementara Girella seperti sebuah bayangan hitam. Kedua kekuatan yang mendukung alam, saling bersama namun tak dapat menyatu. Sesekali, ketika pedang mereka berbenturan. Mereka akan terpental jauh.
Girella mulai kehabisan tenaga, begitupun dengan Rian. Girella terjatuh menghempas tanah, namun masih bisa bangkit dengan pedangnya. Sementara Rian yang tadinya di selimuti berbagai macam warna, kini hanya di selimuti warna merah karena berali menggunakan mode elemen api.
3 pasang sayap yang melekat pada punggungnya dengan indah, kini menghilang di gantikan dengan punggung putih mulus. Energi QI yang tersisa di gunakan untuk melapisi organ bagian dalam tubuh. Agar ketika terkena serangan, luka yang di terima tak terlalu parah.
Girella yang sadar pun meminta para zombie agar tak melukai Rian dan ikut campur dalam urusan mereka. Karena ia ingin menyelesaikan dengan one by one, between life or die.
(Fisik bagian luar Rian memang tak dapat di lukai oleh senjata Girella, namun masih dapat berdampak pada organ yang berada di dalam tubuhnya.)
Sedangkan sistem hanya bisa melihat dari sisi Rian, ia tak dapat membantu karena tenaga yang tersisa saat ini tidaklah cukup. Karena Rian menyuruhnya memulihkan diri. Perintah host saat perang tak dapat di tolak, apapun resikonya. Sistem harus bisa menanggungnya.
````
Ketika Rian terbangun, ia melihat tangan dan kakinya di rantai. Ruangan gelap, kotor dan kumuh sangat terasa dari aura lembab nan mencekam yang terasa saat ini. yah, walaupun gelap, tak menjadi halangan untuk dapat melihat.
Rian di berkahi dengan kemampuan yang dapat melihat dari dalam kegelapan. Kemampuan yang ada semenjak ia masih kecil.
'Sistem,' Batin Rian memanggil sistem.
[ Ya, host]
' Apakah ada ramuan yang bisa segera mengisi Energi QI?' batin Rian bertanya.
[ Ada]
' Tampilkan status,' Batin Rian memerintah
________________
[ Menampilkan status]
[TING]
[nama; Rian Furnate
[umur;18 tahun
[Level; Level Max
[job; Cultivator. penyihir
~
[skill cultivator;Barrier Wind.DEWA BUMI. sulur rambat. Healing. Golem tanah. Wings Fire Phoenix. Ice Blast. Reading Your Mind. Needle Ice
~
[skill penyihir; The illusion of Heaven. Devil's illusion. animal controllers.
[elemen; all
[Qi; 20/ 2.000
[mana; 1.000/ 1.000
[Str; 19
[Vit; 20
[Ability; 18
[body;19
[poin; 40
[coin; $999.000.000k
________________
' tampilkan menu ramuan pengisi Qi' batin Rian memerintah.
[ Menampilkan......]
[ Herb Potion. dapat mengisi energi anda sampai penuh secara langsung setelah meminumnya. harga $10.000k]
[ Buy] [ Cancel]
Mengingat kaki dan tangannya yang di rantai. Rian tentu saja tau bahwa ia tak dapat bergerak bahkan seinci pun. Jadi, ia hanya bisa membeli melalui perintah batin.
' Buy herb potion!' batin Rian.
[ Membeli ... mengurangi uang anda sebanyak $10.000k coin]
[ Tingg ... ramuan di simpan di inventory anda]
Tubuh Rian kembali memasuki mode elemen angin membuat rambutnya harus mengikuti warna angin. Yaitu perak.
' Keluarkan herb potion ke depanku' batin Rian meminta kepada sistem.
[ Tingg... .]
Rian pun membuka dan meminum botol tersebut dengan bantuan mengendalikan elemen anginnya. Setelah merasa tubuhnya terisi secara perlahan. Rian mulai memasuki mode elemental yang menggunakan cukup banyak QI. Yaitu mode elemen Api.
Rian mulai menaikkan suhu tubuhnya hingga di tingkat besi dapat meleleh yaitu pada suhu, 1.375derajat Celcius yang setara dengan 2507 derajat Fahrenheit.
Klangg...
Klangg....
Rantai yang mengekangnya pun meleleh. Dan tentu saja cairannya tak akan menempel pada tubuh, bahkan besi panas pun tak terasa pada tubuh Rian. Karena ia menggunakan elemen yang menjadi asal usul rasa panas. Yaitu api.
' transparent skill,' saat itu juga, tubuhnya langsung menjadi transparan atau tembus pandang. Lalu menyelinap keluar melewati penjaga.
#
terima kasih bagi kalian yang sudah mampir dan like karya author yang kedua ini. maaf bagi kalian yang tidak suka dengan karya author.
jangan lupa
# like
# komen
# vote