NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Ahli Galangan dan Roda Pasar Gelap

Sinar matahari sore memancarkan warna jingga keemasan di atas permukaan air tenang Teluk Karang Hantu. Di pantai pasir putih yang terlindung oleh dinding batu tebing setinggi lima puluh meter, tiga kapal milik faksi Gale—Kapal Perang Lautan Merah, Kapal Sloop Bertiang Dua, dan Kapal Perintis 01—tertambat rapi di sepanjang dermaga mengapung kayu jati yang baru selesai dibangun.

Rian berdiri di tepi pantai pasir, merapatkan mantel bertudung hitamnya. Di sampingnya, Smoker berdiri sambil mengapit dua batang cerutu besar di bibirnya, membiarkan asap putih membumbung tipis ke udara, sementara Tashigi berdiri di sebelah kanan membawa buku catatan beramplop rahasia dan pena bulu.

"Rian," panggil Smoker dengan suara serak beratnya. "Semua struktur dermaga dan menara pengawas di puncak tebing sudah terpasang. Pos Terdepan 2 ini sudah siap beroperasi penuh. Tapi untuk merawat tiga kapal besar sekaligus, orang-orang seperti Johnny dan bekas penyamun itu tidak punya keahlian perkapalan yang memadai."

"Smoker benar, Tuan Rian," sela Tashigi seraya membetulkan letak kacamatanya. "Kayu jati pada lambung Kapal Perintis 01 membutuhkan penyesuaian pasak dan pelapisan getah khusus agar tidak mudah lapuk oleh arus bawah Teluk Karang Hantu. Kita membutuhkan seorang ahli galangan kapal (shipwright) yang berpengalaman."

Rian mengangguk pelan. Pandangannya beralih pada panel antarmuka semi-transparan biru yang mengapung di pandangan mata batinnya. Di kolom Inventory, sebuah tiket berwarna keemasan redup masih tersimpan rapi.

"Memang sudah waktunya," gumam Rian datar.

Ia memfokuskan pikirannya pada tiket tersebut, mengeksekusi perintah sistem secara langsung.

"Sistem, gunakan Character Recruitment Ticket (Common/Uncommon/Rare) sekarang."

HUMMM!

Pendar cahaya keemasan pekat yang berkilau terang seketika membumbung dari udara terbuka di pantai pasir putih. Partikel-partikel cahaya itu berputar cepat, membiaskan garis siluet seorang pria bertubuh tegap dengan tinggi sedang. Pressure udara di sekitar pantai bergetar halus saat pendar keemasan itu perlahan memudar dan memadat menjadi bentuk fisik yang utuh.

Seorang pria berusia sekitar dua puluh enam tahun berdiri tegak di atas pasir. Ia memiliki rambut oranye pendek yang sedikit berantakan, mengenakan kacamata pelindung (goggles) yang terpasang di dahi, jaket kerja berwarna kuning cerah dengan kancing terbuka, celana panjang cokelat yang ditopang oleh tali suspender, serta sebatang cerutu kecil yang menyala di sudut mulutnya. Di pinggang dan bahunya, terikat gulungan-gulungan tali tambang kapal berwarna putih bersih dengan berbagai ukuran.

Pria itu menarik napas dalam dari cerutunya, menepuk-nepuk debu di jaket kuningnya, lalu menatap sekeliling pantai dan tiga kapal besar yang tertambat di dermaga mengapung dengan mata terbelalak.

"Oi, oi... apa-apaan ini?" suara pria itu terdengar kasar, tegas, dan bernada lugas khas pekerja galangan kapal. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu pandangannya terkunci pada Rian, Smoker, dan Tashigi. "Informasi di kepalaku ini... jadi kau Host yang memanggilku ke sini?"

Paulie.

Foreman 1 dari Perusahaan Galley-La (Galley-La Company Dock 1) dari Water 7. Seorang ahli pembuat dan pemelihara kapal tingkat Rare yang menguasai teknik pertarungan tali (Rope Action).

[SISTEM NOTIFIKASI: Perekrutan Karakter Berhasil]

Nama Karakter: Paulie

Kategori: Rare

Asal: Water 7 / Galley-La Company (Dock 1 Foreman)

Status/Kekuatan:

Strength: 27

Speed: 24

Vitality: 26

Stamina: 26

Keahlian: Master Shipwright (Galley-La Style), Rope Action (Pipe Hitch, Half Hitch, Air Rope), Carpentry Taijutsu.

Loyalitas: Tingkat Dasar (Sistem Binding) - Mematuhi perintah Host sebagai pemimpin faksi, namun mempertahankan sikap kasar, kejujuran, kecintaannya pada kapal, dan ketidaksukaannya pada hal-hal yang tidak sopan.

Paulie melangkah mendekati Rian, sepatu boot kerjanya meninggalkan jejak dalam di atas pasir. Ia menatap Rian dari atas ke bawah, lalu melirik Tashigi. Begitu melihat Tashigi mengenakan kemeja putih dan rok panjang yang tertutup rapi, Paulie menghembuskan asap cerutunya dan mengangguk puas.

"Baguslah, pakaian wanita di sini sopan dan tidak mengumbar aurat," gumam Paulie lugas seraya menunjuk ke arah kapal-kapal di dermaga dengan ibu jarinya. "Namaku Paulie. Karena sistem sudah mengikatku di faksi Gale ini, serahkan urusan galangan, kayu, dan konstruksi kapal kepada saya, Boss!"

Smoker menghembuskan asap pekat dari dua cerutunya, menyunggingkan senyum tipis seraya melipat tangan di dada. "Seorang tukang kayu dari Water 7... Paulie dari Galley-La. Kedatanganmu tepat waktu."

Paulie menoleh kaget saat melihat Smoker dan mantel Angkatan Lautnya. "Captain Smoker?! Bahkan perwira Marine juga ada di tempat ini?!"

Tashigi membungkuk sopan seraya tersenyum ramah. "Selamat datang di faksi Gale, Tuan Paulie. Saya Tashigi, penanggung jawab administrasi dan logistik."

"Ah, ya... salam kenal," jawab Paulie agak kaku seraya membetulkan letak goggles di dahinya. Ia kemudian berbalik menatap Kapal Perang Lautan Merah, Kapal Sloop, dan Kapal Perintis 01 dengan mata berbinar-binar penuh gairah profesionalismenya.

Paulie berjalan cepat menuju dermaga kayu mengapung, melompat ke atas geladak Kapal Sloop, lalu menepuk tiang layar utama dengan telapak tangannya. Ia menempelkan telinganya ke kayu jati, mendengarkan serat kayu tersebut selama beberapa detik.

"Gila... kayu oak dan jati kualitas super!" seru Paulie gembira. "Tapi pemasangan pasak di kemudi Kapal Perintis ini terlalu longgar! Arus laut di teluk ini bisa merusak sambungan tiang layarnya dalam tiga bulan kalau tidak diperbaiki sekarang!"

Johnny yang baru selesai mengangkut peti pasokan dari gua bawah tanah mendatangi dermaga, matanya melotot heran melihat pria berjaket kuning yang sedang sibuk memeriksa tali kerek layar.

"Oi, Muka Baru!" gertak Johnny seraya berkakian lebar. "Siapa kau berani-beraninya mengatai sambungan kerek layarku longgar?!"

Paulie memutar badannya, merogoh gulungan tali dari pinggangnya dengan gerakan kilat.

WUSH!

Tali tambang putih sepanjang tiga meter meluncur seperti ular hidup dari tangan Paulie, melilit dada dan kedua lengan Johnny dalam ikatan simpul mati (Half Hitch) sebelum Johnny sempat mencabut katananya!

"Ugh?! A-Apa-apaan ikatan tali ini?!" jerit Johnny kaget, mencoba merenggangkan otot Strength 18-nya, tetapi ikatan tali buatan Paulie justru makin mengetat mengikuti dorongan fisiknya.

Paulie menarik kembali ujung talinya dengan sentakan halus, membebaskan Johnny seraya mendesis serak. "Namaku Paulie, Foreman Galley-La. Jangan banyak bicara kalau tidak mengerti struktur kayu kapal, Kacamata Hitam!"

Johnny membelalakkan mata, lalu tertawa terbahak-bahak seraya menepuk bahu Paulie. "Bagus! Tali yang sangat kuat! Kau ahli kapal yang hebat!"

Rian melangkah mendekati dermaga, menyaksikan interaksi tersebut dengan pandangan tenang.

Denting suara sistem berdenting nyaring di dalam kepala Rian.

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Master Shipwright]

Memiliki seorang ahli pembuat kapal tingkat Rare (Paulie) dalam faksi resmi untuk mengelola armada laut.

Reward: +150 System Point.

Rian memanggil antarmuka sistemnya secara mental untuk mengonfirmasi penambahan poin tersebut.

[System Point Berkat Achievement: 500 SP → 650 SP]

"Paulie," panggil Rian.

"Ya, Boss?" Paulie berbalik, berdiri tegap di hadapan Rian.

"Mulai hari ini, kau kutunjuk sebagai Kepala Galangan dan Pemeliharaan Armada faksi Gale," perintah Rian tegas. "Tugas pertamamu adalah merapikan struktur sambungan Kapal Perintis 01 dan memperkuat daya tahan tiga kapal kita terhadap arus bawah Teluk Karang Hantu."

Paulie membetulkan kacamata pelindungnya, menyunggingkan seringai bangga seraya memegang gulungan talinya. "Serahkan padaku, Boss! Dalam dua hari, tiga kapal ini akan berada dalam kondisi paling sempurna yang pernah ada di lautan ini!"

Malam hari menyelimuti Pos Terdepan 2 Teluk Karang Hantu.

Lentera-lentera minyak dinyalakan di dalam kabin kayu utama yang dibangun di tepi pantai pasir. Di dalam kabin tersebut, Rian duduk di ujung meja kayu bersama Smoker, Tashigi, Paulie, dan Johnny.

Di atas meja, terbentang gulungan peta rahasia Anbu Kirigakure serta peta pasar gelap Kepulauan Hagi.

"Berdasarkan laporan dari Dogo melalui Den Den Mushi tadi sore," Rian memulai pembicaraan dengan intonasi dingin dan penuh kalkulasi, "petinggi Kirigakure telah menaikkan tingkat kewaspadaan militer mereka di perairan utama dan mencari keberadaan faksi kita di perairan Hagi ini. Namun, mereka belum mengetahui lokasi Teluk Karang Hantu ini."

Tashigi membetulkan letak kacamatanya, merujuk pada lembar catatan di tangannya. "Tuan Rian, jika kita hanya bersembunyi di teluk ini tanpa pergerakan ekonomi, pasokan uang tunai kita di Pos Terdepan Hagi yang berjumlah 46.000 Ryo akan perlahan menyusut untuk biaya pemeliharaan armada dan pakan personel. Kita membutuhkan sumber pemasukan berulang (recurring income) dan jaringan informasi langsung dari kota pelabuhan utama Kepulauan Hagi."

"Tashigi benar, Rian," sahut Smoker seraya menumpuk kedua tangannya di atas meja, asap cerutunya memenuhi sudut ruangan. "Kota pelabuhan utama Hagi adalah pusat pasar gelap terbesar di perairan luar Negara Air. Di sana, senjata, informasi, dan bahan baku diperdagangkan tanpa memedulikan hukum militer Kirigakure. Jika kita bisa menancapkan satu titik kontak terselubung di sana, kita bisa menjual barang pampasan perang kita dan mengawasi pergerakan Anbu Kiri secara langsung."

Rian merenungkan gagasan tersebut. Skor Intelligence 14-nya langsung menyusun rantai strategi yang rasional:

Titik Kontak Pasar Gelap: Faksi Gale membutuhkan sebuah toko atau gudang perantara di pasar bawah tanah kota pelabuhan Hagi yang berfungsi sebagai kedok perdagangan legal.

Konversi Barang Rampasan: Faksi Gale memiliki simpanan persenjataan yang tidak terpakai—5 bilah Ninjato standar Kiri, 15 bilah parang pemotong kayu tebal dari Lautan Merah, serta 28 bilah Senbon. Mengonversi senjata-senjata ini menjadi uang tunai Ryo akan melipatgandakan modal kas faksi.

Kerahasiaan: Operasi ini harus dilakukan secara undercover tanpa membawa simbol Gale atau kapal perang utama.

"Kita akan melancarkan operasi penyusupan pasar gelap besok pagi," keputusan Rian mantap. "Aku, Tashigi, dan Paulie akan pergi ke pelabuhan utama Kepulauan Hagi menggunakan Kapal Sloop Bertiang Dua. Kita membawa sebagian persenjataan rampasan untuk dijual."

Johnny mengangkat tangannya. "Aku tidak ikut, Aniki?"

"Kau dan Smoker tetap berada di Teluk Karang Hantu ini, Johnny," jawab Rian. "Smoker memimpin pertahanan pos terdepan dan mengawasi sembilan tahanan Anbu serta Hozuki Ryuji. Kau memimpin Unit Beta untuk melanjutkan latihan fisik dan membantu Paulie menyiapkan material kayu."

Smoker menghembuskan asapnya, mengangguk setuju. "Pembagian tugas yang masuk akal. Kapal perang dan pos terdepan ini butuh pengawasan ketat."

"Paulie," panggil Rian. "Ambil 5 bilah Ninjato Kiri, 10 bilah parang tebal, dan 20 bilah Senbon dari gudang bawah. Kemas ke dalam peti kayu peti kargo Sloop."

"Siap, Boss! Akan ku kemas rapi malam ini!" jawab Paulie sigap.

Keesokan harinya saat fajar menyingsing, udara laut terasa dingin dan menyegarkan.

Kapal Sloop Bertiang Dua milik faksi Gale perlahan bergerak keluar dari celah karang rahasia Teluk Karang Hantu. Layar kanvas abu-abunya terbentang penuh disambar hembusan angin timur.

Rian berdiri di dekat roda kemudi geladak belakang, mengenakan mantel bertudung hitamnya. Di sisinya, Tashigi mengenakan jubah perjalanan abu-abu yang menutupi seragam adminnya dengan pedang Shigure terikat di pinggang, sedangkan Paulie berdiri di haluan memegang teropong kuningan seraya menikmati cerutu paginya.

Pelayaran dari Teluk Karang Hantu menuju teluk selatan pulau utama Kepulauan Hagi memakan waktu sekitar satu setengah jam. Menggunakan keahlian Navigation (Basic) dan arus angin yang dibaca presisi oleh Rian, Kapal Sloop meluncur tenang membelah ombak tanpa hambatan.

Jelang pukul delapan pagi, pemandangan kota pelabuhan utama Kepulauan Hagi membentang luas di hadapan mereka.

Pelabuhan Hagi adalah area yang sangat sibuk dan riuh. Puluhan kapal layar dagang dari berbagai penjuru perairan bertambat di dermaga-dermaga kayu yang membentang seperti jemari raksasa. Bangunan-bangunan batu dan kayu dua lantai berderet rapat di lereng bukit, dipenuhi oleh keriuhan suara para pedagang rempah, pelaut berwajah kasar, hingga para petarung bersenjata yang lalu-lalang secara bebas.

Rian memandu Kapal Sloop merapat di Sektor Barat—area pelabuhan yang dikhususkan bagi pedagang independen dan pendatang luar.

Seorang petugas pelabuhan berpakaian kain kulit menyambut mereka di tepi dermaga kayu. "Biaya tambat Kapal Sloop berukuran empat belas meter: 200 Ryo sehari."

Rian merogoh saku mantelnya, menyerahkan dua koin perak senilai 200 Ryo.

[Uang Tunai di Hagi Berkurang: 46.000 Ryo → 45.800 Ryo]

Petugas itu menyerahkan penanda kayu tambat dan membungkuk singkat sebelum membiarkan Rian, Tashigi, dan Paulie melangkah ke daratan kota pelabuhan.

Dua anggota Unit Beta yang ikut di atas Sloop diperintahkan untuk tetap menjaga kapal di dermaga, sementara Rian, Tashigi, dan Paulie—dengan Paulie memanggul satu peti kayu berisi persenjataan rampasan—melangkah menyusuri jalanan berbatu menuju kawasan pasar lelang bawah tanah.

Kawasan pasar bawah tanah Hagi terletak di bawah kompleks galangan kapal tua Sektor Selatan. Tempat ini dipenuhi oleh kedai-kedai remang, rumah judi, dan balai lelang yang dikelola oleh para pialang independen.

Mereka tiba di balai lelang milik Gordo—pria gemuk berkumis melengkung yang pada bab sebelumnya menjual kapal Sloop kepada Rian.

Di dalam kantor balai lelang yang diterangi lampu minyak gantung, Gordo sedang duduk di balik meja kayu besarnya seraya mengihitung koin Ryo dengan sempoa kayu.

Ketika pintu kantor terbuka dan Rian melangkah masuk bersama Tashigi dan Paulie, Gordo mendongak. Begitu matanya mengenali pemuda bertudung hitam yang pernah membeli Sloop darinya seharga 35.000 Ryo, raut wajah Gordo mendadak berubah dari angkuh menjadi sangat terkejut bercampur cemas!

Gordo dengan cepat berdiri, koin-koin Ryo di mejanya sampai berhamburan.

"T-Tuan bertudung hitam!" suara Gordo agak gemetaran seraya menyapu keringat di keningnya. "Saya... saya mendengar kabar mengguncang dari perairan luar! Kapal perang Hozuki Ryuji dan seluruh kelompok Lautan Merah dikabarkan lenyap secara total setelah berlayar menuju Pulau Ren... dan rumor di pasar gelap mengatakan bahwa kapal Sloop abu-abu milik Andalah yang berada di lokasi kejadian!"

Rian melangkah tenang, duduk di kursi kayu di hadapan meja Gordo, sementara Paulie meletakkan peti kayu di lantai dengan bunyi brak yang kokoh.

"Rumor di pasar gelap selalu menyebar lebih cepat daripada angin laut, Gordo," jawab Rian dengan nada suara datar dan dingin.

Gordo menelan ludah dengan susah payah, memandang Rian dengan rasa hormat yang luar biasa tinggi. Di mata pialang pasar gelap seperti Gordo, seseorang yang sanggup menumbangkan mantan ninja pelarian tingkat B seperti Hozuki Ryuji adalah sosok berbahaya yang tidak boleh disinggung sedikit pun.

"A-Apa yang bisa saya bantu untuk Anda hari ini, Tuan yang mulia?" tanya Gordo sangat sopan.

Tashigi melangkah maju, membuka tutup peti kayu di lantai, memperlihatkan kilauan bilah baja dingin dari 5 bilah Ninjato standar Kirigakure, 10 bilah parang pemotong kayu tebal, dan 20 bilah Senbon tajam.

"Kami ingin menjual persenjataan rampasan ini," ujar Tashigi jernih dan profesional. "Semua senjata ini dalam kondisi sangat baik dan siap pakai."

Gordo menyesuaikan kacamata pembesarnya, melangkah keluar dari balik meja untuk memeriksa persenjataan tersebut. Matanya berbinar saat melihat kualitas pengerjaan Ninjato standar Kiri.

"Luar biasa..." gumam Gordo. "Ninjato standar Kirigakure ini dibuat dari baja tempa tembus chakra yang sangat dicari oleh para Nukenin dan pengawal pribadi pedagang kaya. Saya bisa memberikan harga terbaik untuk seluruh isi peti ini:

5 Bilah Ninjato Kiri: @ 3.000 Ryo \= 15.000 Ryo

10 Bilah Parang Tebal: @ 500 Ryo \= 5.000 Ryo

20 Bilah Senbon: @ 100 Ryo \= 2.000 Ryo Total pembayaran tunai: 22.000 Ryo."

Perhitungan harga yang ditawarkan Gordo sangat rasional dan presisi sesuai standar nilai pasar gelap dunia cerita.

"Kami menerima penawaran itu," kata Rian.

Gordo segera merogoh brankas besi di balik mejanya, mengeluarkan dua kantong kain tebal berisi koin-koin Ryo emas dan perak senilai 22.000 Ryo, lalu menyerahkannya kepada Tashigi.

Tashigi menerima uang tersebut, menghitungnya secara cermat, lalu memasukkannya ke dalam peti kain cadangan.

[SISTEM NOTIFIKASI: Transaksi Pasar Gelap Berhasil]

Penjualan persenjataan rampasan selesai.

Pemasukan Tunai: +22.000 Ryo.

Pengurangan Inventaris: Ninjato Kiri (-5), Parang Tebal (-10), Senbon (-20).

Total Uang Tunai di Hagi: 45.800 Ryo + 22.000 Ryo \= 67.800 Ryo (+ 10.000 Ryo di Pulau Ren \= 77.800 Ryo Total Kas Faksi).

Setelah transaksi senjata selesai, Rian menatap Gordo secara langsung. Skor Intelligence 14-nya mengeksekusi langkah utama rencana operasi ini.

"Gordo, aku butuh sebuah gudang dan tempat usaha independen di Sektor Sekunder pasar gelap pulau ini," ujar Rian. "Tempat yang memiliki akses cepat ke pelabuhan barat dan tidak diawasi oleh informan resmi Kirigakure."

Gordo terkejut sejenak, lalu tersenyum lebar. "Ah! Anda ingin memiliki kedok usaha resmi di Kepulauan Hagi! Kebetulan sekali, Tuan! Ada sebuah gudang kayu dua lantai di gang Sektor Sekunder #08 yang baru saja ditinggalkan oleh pemilik lamanya. Tempat itu memiliki ruang penyimpanan bawah tanah yang kedap air dan lokasi yang sangat strategis. Harga sewa hak guna permanennya adalah 15.000 Ryo."

Rian memberi isyarat mata kepada Tashigi. Tashigi merogoh kantong kas dan menyerahkan 15.000 Ryo tunai kepada Gordo.

[Uang Tunai di Hagi Berkurang: 67.800 Ryo → 52.800 Ryo]

Gordo menyerahkan gulungan dokumen hak guna gudang dan kunci besi raksasa kepada Rian. "Selamat, Tuan! Gudang Sektor Sekunder #08 secara resmi menjadi milik Anda sekarang!"

Rian menerima kunci tersebut, merasai hawa dingin besi di tangannya.

"Satu hal lagi, Gordo," tanya Rian dingin. "Bagaimana situasi politik terkini di markas utama Kirigakure?"

Gordo mendekatkan wajahnya, berbisik dengan raut wajah sangat tegang. "Suasana di pusat Negara Air sangat mengerikan, Tuan... Mizukage Keempat, Yagura-sama, telah mengeluarkan dekrit pembantaian baru terhadap klan-klan pemilik Kekkei Genkai. Desa Kabut kini dijuluki sebagai Chiri no Kiri (Desa Kabut Berdarah). Banyak ninja pelarian dari klan-klan terbuang melarikan diri ke perairan luar. Pasukan Anbu Kiri menyebar di mana-mana untuk memburu mereka."

Informasi intelijen ini mengonfirmasi timeline canon Naruto secara tepat: Negara Air saat ini sedang berada dalam era kekejaman Bloody Mist di bawah kendali terselubung Yagura (yang dikendalikan oleh Genjutsu Obito). Gejolak politik internal ini menjelaskan mengapa wilayah perairan luar dipenuhi oleh Nukenin dan mengapa pengawasan Kirigakure sangat tidak stabil.

Setelah menyelesaikan urusan dengan Gordo, Rian, Tashigi, dan Paulie melangkah keluar dari balai lelang menuju lorong batu Sektor Sekunder #08 untuk memeriksa gudang baru faksi Gale.

Gudang tersebut berukuran sepuluh kali lima belas meter, dibangun dari batu karang tebal dan kayu hitam yang kokoh. Di bagian dalamnya terdapat ruang penyimpanan luas serta tangga menuju basement bawah tanah yang sangat tersembunyi.

"Gudang yang sangat solid!" puji Paulie seraya mengetuk dinding batu basement dengan buku jarinya. "Dengan sedikit penataan pintu rahasia, tempat ini bisa menyimpan pasokan kargo dan menjadi tempat perlindungan yang sangat aman!"

"Tempat ini secara resmi kita namakan Titik Kontak Pasar Gelap Hagi," ujar Rian. "Tashigi, catat gudang ini dalam dokumen arsip organisasi."

"Siap, Tuan Rian!"

Namun, saat mereka bertiga baru saja melangkah keluar dari pintu depan gudang menuju lorong batu yang sepi, radar Kenbunshoku Haki (Basic) Rian menangkap getaran aura lima orang yang bergerak mendekat dari balik tikungan lorong.

Aura mereka dipenuhi niat pemerasan dan kekerasan.

Lima orang pria berwajah kasar dengan pakaian kulit compang-camping dan parang panjang muncul menghadang jalan keluar lorong. Pemimpin mereka adalah seorang pria bertubuh kekar dengan tato serigala di lehernya—seorang preman pasar gelap lokal yang bekerja sebagai pemeras pedagang baru di Sektor Sekunder.

"Heh, lihat siapa ini," kekeh pria bertato serigala seraya menimang parangnya. "Ada pendatang baru yang baru saja menyewa gudang ini. Kau tahu aturan di Sektor Sekunder, Bocah? Setiap pemilik gudang baru wajib membayar uang perlindungan sebesar 5.000 Ryo kepada Kelompok Serigala Hitam!"

Tashigi membetulkan letak kacamatanya, matanya menyipit dingin. "Pemerasan tidak berdasar. Kami telah memiliki dokumen sewa resmi dari pengelola balai lelang."

"Dokumenmu tidak berlaku di lorong ini, Nona Manis!" tawa anak buah preman itu secara kurang ajar.

Paulie mendesis serak melalui cerutunya, kacamata pelindungnya diturunkan menutupi mata. "Sikap yang sangat tidak sopan pada wanita... dan pemerasan sampah!"

WUSH! WUSH!

Paulie memutar kedua pergelangan tangannya. Dua gulungan tali tambang putih meluncur cepat dari balik jaket kuningnya seperti dua ekor cambuk baja (Air Rope).

seseorang preman tidak sempat bereaksi sebelum tali Paulie melilit leher dan kedua kaki dua preman terdepan, lalu Paulie menghentakkan lengannya dengan kekuatan Strength 27.

BRAK! BUGHHH!

Kedua preman itu terlempar melayang tiga meter di udara, saling berbenturan satu sama lain sebelum menghantam dinding batu lorong dan pingsan seketika!

"A-Apa?!" teriak pemimpin bertato serigala dengan wajah pucat kaget. "Serang dia!"

Dua preman tersisa mencoba menerjang Paulie dengan parang terangkat.

Rian melangkah maju satu titik.

"Soru!" bisik Rian.

BAM!

Tubuh Rian melesat kilat tanpa terlihat mata telanjang, muncul mendadak persis di antara dua preman tersebut.

"Tekkai!"

Rian merentangkan kedua tangannya, menghantamkan dua siku tangannya yang memadat keras setara besi tempa ke dada kedua preman tersebut secara bersamaan.

BUGHHH!

Dua preman itu memuntahkan napas tersengal saat dada mereka dihantam benturan besi, ambruk terlentang di lantai batu tanpa sanggup berdiri kembali.

Pemimpin bertato serigala gemetaran hebat, parangnya terlepas jatuh ke tanah batu saat ia menatap Rian dan Paulie yang melumpuhkan empat anak buahnya dalam waktu kurang dari lima detik.

Rian melangkah mendekati pemimpin pemeras itu, menatapnya dengan pandangan mata dingin dari balik tudung hitamnya.

"Gudang ini milik faksi Gale," suara Rian datar namun memancarkan aura membunuh yang pekat. "Jika kau atau kelompokmu mendekati area lorong ini lagi, kau tidak akan bernapas untuk menceritakannya."

"A-Ampun, Tuan! Ampun!" jerit pria bertato serigala itu ketakutan setengah mati seraya berlari terbirit-birit meninggalkan lorong Sektor Sekunder.

Paulie menyarungkan kembali gulungan talinya ke dalam jaket kuningnya, membetulkan letak cerutunya. "Sampah lorong yang mengganggu jadwal kerja."

Tashigi merapikan jubah paginya seraya mencatat insiden tersebut. "Area Sektor Sekunder ini kini bersih dari gangguan lokal, Tuan Rian."

Sore hari menjelang senja, Rian, Tashigi, dan Paulie kembali ke Kapal Sloop di dermaga barat dan berlayar kembali menuju Teluk Karang Hantu.

Sinar matahari tenggelam membiaskan cahaya jingga di atas tiga kapal faksi Gale yang bersandar anggun di Pos Terdepan 2. Operasi penyusupan dan pembukaan aset di pasar gelap Kepulauan Hagi telah selesai dilakukan secara sempurna.

Denting suara sistem yang sangat nyaring dan berturut-turut berdenting di dalam pikiran Rian.

[MISSION COMPLETED: Roda Pasar Gelap]

Tujuan Misi: Mendirikan titik kontak terselubung di pasar gelap Hagi, mengonversi barang pampasan perang, dan mengamankan jaringan intelijen (Berhasil).

Hadiah Diterima:

+300 System Point

+150 Underworld Reputation

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Underworld Merchant]

Memiliki kedok bisnis dan gudang rahasia resmi di pusat pasar gelap Negara Air.

Reward: +100 System Point.

Rian berdiri di anjungan pantai Teluk Karang Hantu, memanggil antarmuka sistemnya untuk menghitung total akumulasi poin terbarunya.

[System Point Berkat Misi & Achievement: 650 SP + 300 SP + 100 SP \= 1.050 SP]

Dengan total 1.050 System Point di tangannya, Rian memutuskan untuk menyempurnakan seluruh penguasaan Rokushiki fisiknya melalui Shop Level 3.

"Sistem," perintah Rian secara mental, "beli Rokushiki: Rankyaku (Basic) dan Rokushiki: Shigan (Basic)."

[Membeli Skill: Rokushiki: Rankyaku (Basic)... Berhasil.] [Membeli Skill: Rokushiki: Shigan (Basic)... Berhasil.] [System Point Berkurang: -350 SP (200 SP Rankyaku + 150 SP Shigan)] [Sisa System Point: 700 SP]

WUSH!

Seketika, dua gelombang pemahaman teknik pertarungan tingkat lanjut meresap sempurna ke dalam sistem saraf dan serat otot Rian.

Pemahaman pertama (Rankyaku) mengajari Rian cara menyepakkan kaki dengan kecepatan dan sudut aerodinamis ekstrem untuk memotong tekanan udara, menciptakan tebasan angin tajam melengkung berjarak jauh.

Pemahaman kedua (Shigan) mengajari Rian cara memusatkan seluruh daya dorong otot paha dan lengan ke ujung jari telunjuk dalam waktu sepersekian detik, mengeraskannya seperti peluru besi tempa yang mampu menembus daging atau baju zirah musuh.

Denting suara sistem berdenting nyaring merespons pencapaian luar biasa ini.

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Six Powers Initiate]

Menguasai seluruh enam teknik dasar Rokushiki (Kami-e, Geppo, Tekkai, Soru, Rankyaku, Shigan) secara utuh.

Reward: +200 System Point.

[Total System Point Akhir: 700 SP + 200 SP \= 900 SP]

Rian melangkah ke area pasir terbuka, mengangkat kaki kanannya dan melakukan tebasan menyepak ke arah udara laut.

"Rankyaku!" bisik Rian.

SWOOSH!

Sebuah tebasan angin tajam berwarna biru muda meluncur dari ujung kakinya, membelah permukaan air laut pantai sejauh sepuluh meter dengan garis potong yang presisi sebelum memudar di gelombang!

Rian mendaratkan kakinya kembali di atas pasir, meresapi enam kemampuan Rokushiki yang kini telah menyatu sempurna di dalam dirinya.

Ia memanggil antarmuka status sistem secara menyeluruh untuk mengonfirmasi seluruh data canon, status finansial, dan anggota terbarunya secara mutlak.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 12 Speed: 13 Vitality: 8 Stamina: 10 Intelligence: 14

System Point: 900 SP Reputation:

Public Reputation: 550 (Pulau Ren & Kepulauan Hagi)

Underworld Reputation: 850 (700 + 150 - Diakui sebagai Tokoh Berpengaruh di Pasar Gelap)

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Rokushiki: Geppo (Basic)

Rokushiki: Tekkai (Basic)

Rokushiki: Soru (Basic)

Rokushiki: Rankyaku (Basic)

Rokushiki: Shigan (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters:

Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Pos Terdepan Teluk Karang Hantu

Smoker (Rare - Marine Captain) - Lokasi: Pos Terdepan Teluk Karang Hantu

Tashigi (Rare - Marine Ensign) - Lokasi: Pos Terdepan Teluk Karang Hantu

Paulie (Rare - Galley-La Dock 1 Foreman) - Lokasi: Pos Terdepan Teluk Karang Hantu

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Kunai Standar Kiri (10)

Senbon (8) (28 - 20 terjual)

Parang Pemotong Kayu Tebal (5) (15 - 10 terjual)

Gulungan Peta Rahasia Anbu Kiri (1)

Topeng Porselen Anbu Terbelah (1)

Den Den Mushi Pair (1 di Pos Hagi, 1 di Markas Pulau Ren)

Dokumen Sewa Gudang Sektor Sekunder #08 (1)

Uang Tunai: 62.800 Ryo (52.800 Ryo di Pos Hagi + 10.000 Ryo di Markas Pulau Ren)

Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)

Kapal Sloop Bertiang Dua (1 - Bersandar di Teluk Hagi)

Kapal Perang Lautan Merah (1 - Bersandar di Teluk Hagi)

Kapal Perintis 01 / Eks-Anbu Cutter (1 - Bersandar di Teluk Hagi)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Founder

Naval Dominance

Fleet Expansion

Martial Mastery

Shinobi Hunter

Commander Assembly

Marine Bureaucracy

Anbu Suppressor

Multi-Island Expansion

Master Shipwright

Underworld Merchant

Six Powers Initiate

Organization: Gale (Level 2 - Organisasi Rahasia) Territory:

Markas Utama: Tebing Barat (Pulau Ren)

Pos Terdepan 2: Teluk Karang Hantu (Kepulauan Hagi)

Aset Bawah Tanah: Gudang Sektor Sekunder #08 (Kota Pelabuhan Hagi)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Malam merambat tenang di atas Teluk Karang Hantu.

Paulie sedang sibuk mengelas dan membetulkan tali derek di kapal perang bersama Johnny, Smoker menikmati cerutunya di atas tebing pengawas, sementara Tashigi merapikan dokumen arsip keuangan di dalam kabin.

Rian berdiri di anjungan pantai pasir, menatap bintang-bintang yang berkilauan di balik kabut malam Negara Air. Faksi Gale kini berdiri kokoh dengan empat perwira berbakat, tiga kapal perang, dua benteng wilayah, satu aset pasar gelap, serta penguasaan penuh teknik fisik Rokushiki. Langkah persiapan telah selesai; babak konfrontasi strategis berikutnya di perairan Negara Air siap diukir dalam perjalanan selanjutnya.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!