Mengisahkan tentang kisah cinta Daniel David Johanes seorang perwira angkatan laut yang bertemu dengan teman masa kecilnya Joanna Josephine Josep mahasiswi semester akhir fasultas kedokteran jurusan dokter gigi di Universitas Negeri Surabaya. Apakah Daniel bisa merebut hati Joanna yang sering dipanggil Anna ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia
Malam itu, Anna bangun jam tujuh malam. Oleh Daniel langsung di ajak keluar karena Anna belum makan dari siang.
"Mas, sekarang ya. Adek lapar."
"Iya bawel. Makanya jangan kerjanya marah melulu."
"Mas yang marah, bukan adek." Daniel tersenyum.
Mereka sudah tiba di penjual kaki lima. Banyak makanan dan jajanan ada di sini. Anna makan sate bersama dengan Daniel. Selesai Anna masih di ajak beli jajan.
"Sayang, besok mas masih cuti. Tetapi mas akan ke kantor ambil surat pengajuan nikah biar bisa lihat syarat - syarat apa yang harus ade lengkapi."
"Mas benar mau nikahi Ade."
"Iya. Mas ngak kuat, bisa - bisa mas kelepasan dan mengauli kamu."
Besok harinya Selesai mengantar kekasihnya ke rumah sakit Daniel langsung ke kesatuannya. Sesuai dengan rencana dia mengambil surat - surat. Ternyata surat yang banyak di lengkapi adalah calon istri.
Daniel susah berjanji akan menjemput kekasihnya itu. Tetapi sore hari. Dia mau nongkrong di cafe, tetapi dia menunda rencananya itu dari pagi hari ke sore hari biar biasa bersama Anna kekasihnya.
Daniel langsung menghubungi papa Yansen di Ambon, agar mengirim surat - surat yang Daniel butuhkan. Dan sebelum jam tiga sore surat - surat itu sudah ada di kirim papanya Anna. Karena sudah mendekati jam pulang kerja Anna, Daniel langsung ke rumah sakit.
Di area parkir rumah sakit, Daniel melihat Anna sudah datang menuju mobilnya.
"Bagaimana kerjamu hari ini menjadi dokter koas??"
"Good. Mas dokter Nurul ada perlu?"
"Urusan apa?"
"Mana ku tahu mas." Jawaban Anna membuat Daniel tersenyum. Langsung di sambar bibir kekasihnya itu.
"Temani mas."
"Mas sendiri aja. Aku malas lihat muka dokter judes itu." Daniel tersenyum.
"Kalau begitu tunggu mas sebentar ya." Anna hanya mengangguk.
Daniel pun menemui dokter Nurul. Lettu dokter Nurul Pratiwi adalah lettingnya mereka lulusan pada tahun yang sama. Dokter Nurul Pratiwi lebih tua usianya dari Daniel. Dia melalui seleksi perwira karier. Mereka beda usia dua tahun. Sekarang usia Nurul dua puluh tujuh tahun. Sedangkan Lettu Marinir Daniel Johanes dua puluh lima tahun. Sejujurnya Nurul dan Daniel perna pacaran setahun. Namun Daniel sudah memutuskan hubungan itu, karena tembok mereka terlalu tinggi. Mereka tidak seiman.
Informasi Daniel akan melakukan pengacuan nikah, membuat Nurul gelisah, sebenarnya dia rela melepaskan keyakinannya mengikuti Daniel. Hubungan mereka meskipun sembunyi - sembunyi dari orangtua mereka. Daniel itu di mata Nurul laki - laki sempurna. Dia penyayang dan perhatian. Mereka bahkan perna berlibur bareng ke Bali, kualiti time bersama. Moment ini berbekas, dan sampai sekarang masih tersimpan di hati. Bukan hanya Bali, mereka bahkan perna menghabiskan waktu libur tahun baru di Jepang. Bermain ski, olahraga kesukaan Nurul.
Kemarin, Daniel memeriksa kesehatan lengkap. Dan hari ini, Nurul yang akan menyerahkan hasil itu kepada Daniel. Dia yang meminta kepada rekan dokter yang Daniel temui Dokter Resky. Dokter Resky ini yang mengetahui kisah cinta doker Nurul dengan Daniel.
"Hai Beb, masuk." Panggilan sayang Nurul Pratiwi kepada Daniel.
"Ada apa ya." Nurul kaget, dengan pertanyaan Daniel yang cuek ini.
"Maksud kamu?"
"Nur, aku mohon maaf. Tetapi hubungan kita sudah selesai. Kita berdua sudah sepakat berpisah.
"Karena dokter koas itu kan. Calon dokter gigi, siapa namanya Joanna. Thats right!!"
"Apa hubungannya. Kalau kamu mau bertele - tele. Aku pamit.
"Kamu berubah Beb."
"Hentikan Nur. Kamu tahu kan kenapa kita berpisah. Jauh sebelum Anna ada dalam hidupku."
"Oooo namanya Anna. Tetapi waktu itu aku siap ikut kamu, dengan semua konsekuensinya."
"Aku pamit."
"Dan ini rekam medis kamu dari dokter Risky."
"Kenapa di kamu?"
"Aku yang minta. Resky tidak salah."
Daniel langsung mengambil map itu dan keluar ruangan Nurul Pratiwi. Seketika muka kesalnya berubah menjadi senyum kembali waktu melihat Anna di depannya. Anna sengaja menyusul Daniel karena hampir tiga puluh menit Anna menunggu di dalam mobil. Sebenarnya Anna mendengar sedikit pembicaraan antara Daniel dan dokter Nurul.
"Kelamaan ya sayang. Sori ya." Anna hanya tersenyum. Daniel memeluk pinggang kekasihnya. Nurul melihat adegan mesra itu. Air matanya mengalir.
"Aku sangat mencintaimu Daniel Johanes."
"Melamun apa?" Dokter Resky mengagetkan Nurul.
"Ngak."
"Move on, laki - laki di dunia ini bukan hanya Daniel. Banyak kok yang bujang. Kecuali aku, aku kan sudah menikah." Nurul tertawa.
Lagian Nurul juga ngak mungkin jatuh cinta kepada Resky, karena istrinya Resky ada sahabat Nurul, sahabat dekat Nurul. Dokter Natalia adalah istri dari dokter Resky, dia dokter sipil dan bertugas di rumah sakit daerah. Dia sudah sementara mengambil pendidikan spesialis anak. Dokter Natalia ini adalah saudara sepupu Daud. Namun hubungan Daniel dan Nurul tidak diketahui oleh Daud. Itu rahasia antara pasangan suami istri ini dengan Nurul dan Daniel.
"Lama amat."
"Ambil hasil cek up kemarin."
"Oooo, tetapi bukanya dokter Resky yang mas temui kemarin. Kenapa malah hasilnya sama dokter Nurul. Kok bisa ya."
Anna lupa, bahwa Daniel ini seorang intelejen. Dari tatapan sampai gaya bicara Anna, Daniel tahu bahwa dia tahu sesuatu. Daniel diam, dia akan mencari tempat yang nyaman untuk menjelaskan.
"Kita ke Cafe ya."
"Adek mau pulang, lelah." Daniel semakin yakin kalau Anna mendengar pembicaraannya dengan Nurul.
"Kita mampir sebentar, mas take away saja." Anna tidak merespon. Daniel turun masuk ke cafe. Namun ekor matanya melihat air mata Anna mengalir. Anna dengan cepat mengelap air mata itu. Tidak sampai lima menit, cepat saja. Karena sebelumnya Daniel sudah memesan kepada temannya yang menjadi owner di cafe senang kesukaan Daniel ini.
Mobil langsung menuju rumah. Anna turun dan langsung menuju kamar. Dia sedikit senang karena mama tadi hubunginya lewat pesan, bahwa mereka ada di rumah dinas mas Jefry, karena mba Cindy mulai merasa mulas dan sudah ada flek. Katanya mama itu adalah gejala mba Cindy mau melahirkan.
"Sayang.... Mas mau jelaskan. Mas tahu kamu nguping tadi." Anna tidak merespon karena dia ada di kamar mandi. Daniel menunggu, selesai mandi Anna sudah menggunakan baju tidur. Dia melihat Daniel namun dia cuek saja. Anna hanya mengambil gulingnya dan hendak keluar kamar. Daniel tahu, Anna sedang marah.
Dengan cepat dia membawa tubuh itu dalam pelukannya. Anna meronta namun, sekali lagi tenaga Daniel lebih kuat dari seorang Joanna Josephine Josep. Dipeluk erat calon istrinya itu.
"Maafkan mas, maafkan. Mas akan jujur semua."
Anna masih terdiam. Akhirnya teka - teki kenapa dokter Nurul judes dan membencinya akan terungkap jelas. Pertanyaan selama ini ada di pikirannya. Tidak berbuat salah tetapi selalu di salahkan bahkan mukanya jutek.
btw turut berdukacita juga atas dipanggil pulang Opa tercinta
sayang sekali, Alena sudah tidak perawan, kalau masih perawan, meskipun orang tua sudah setuju, tinggalkan saja Daniel, biarkan Daniel berjuang untuk mendapatkan Alena , ini ya sudah sulit
Anna harus jual mahal, supaya Daniel dapat pelajaran, kalau untuk mendapatkan kamu, Daniel harus berjuang
mestinya ceritanya Daniel dan Anna tidak tinggal satu rumah dulu yah, meskipun ada orang tua, biarkan Anna kost di luar, dan mereka berdua harus menjaga kekudusan mereka sampai selesai pemberkatan