Fiona Delvina
Seorang psychopath gila, itulah panggilan yang pantas bagi seorang gadis berdarah dingin ini. kasus pembunuhan yang ia lakukan sudah tak terhitung jumlahnya, kelihaian gadis itu dalam menyembunyikan jati diri membuat orang orang disekitarnya tidak ada yang mengira bahwa dialah pelaku pembunuhan tersebut. Fiona melakukan itu semata-mata hanya untuk mencari siapa pembunuh adik, kakak, serta papanya, dendam lama Fiona membuat gadis itu menjadi serigala pembunuh tanpa jejak.
Elbara Cesar Roosevelt
Pria yang tak kalah kejamnya dari Fiona, Elbara merupakan CEO dari bidang perfilman action tentu saja semua itu hanya topeng untuk menyembunyikan sifat aslinya karena orang orang mengenal Bara sebagai pria hebat yang selalu berhasil mengantar para aktor debut dalam filmnya. Bara juga terkenal ramah pada staf dan orang orang sekitar tapi siapa yang tau bahwa pria itu hidup penuh dengan dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
"Fionaa!!"
Teriakan dari saluran telepon itu berhasil membuat Fiona sakit telinga mendengarnya, Ella Fitzgerald pasti akan marah marah karena tidak mendapat kabar dari Fiona selama satu minggu.
Ponsel Fiona disita oleh Bara selama menjalankan hukuman jadi dia tidak bisa menghubungi siapapun .
"I-iya El," jawab Fiona.
Malah gadis itu yang sedikit takut dengan ocehan Ella sekarang.
"Iya El iya El kemana saja kau hah!! Kau pikir aku tidak lelah mencari mu kemana mana? Aku ke apartemen tidak ada, aku menghubungi mu tidak diangkat, aku mencari kerumah sakit jiwa sampai sampai aku ingin masuk kedalam saking frustasi nya kau tau!!"
Fiona membesarkan volume suaranya agar Bara mendengar ocehan seseorang jika dia masih saja tetap menyita ponselnya.
"Heehh jawab!!"
"Iya iya Ella sayang aku tidak ada kabar karena aku sakit uhuk..uhuk"
"Kau baik-baik saja?" Tanya Ella dengan nada bersahabat.
Fiona tersenyum sembari menatap Bara, dia seperti ingin memamerkan sahabatnya pada Bara seolah-olah ini sahabat ku sahabat mu mana?
"Aku akan menjenguk mu kau dirumah sakit mana?" Tanya Ella lagi.
"Tidak perlu aku baik baik saja," jawab Fiona.
"Jangan bantah aku dimana alamat mu kirimkan padaku sekarang,"
"Tapi.."
"Baiklah nona akan kirimkan nanti," saut Bara sembari mengedipkan matanya.
"Fiona kau sedang bersama orang lain? Siapa?"
"Akan ku kirimkana alamatnya nanti sampai jumpa,"
Fiona langsung mematikan sambungan lalu memukul lengan Bara cukup keras.
"Aww!!"
"Bagaimana jika Ella tau aku tinggal dengan monster!" Ucap Fiona kesal.
"Monster? Kau mengira aku monster?"
"Ya memangnya salah,"
"Apa masalahnya tinggal dengan ku, aku orang kaya tidak terlalu buruk diperkenalkan," ujar Bara.
"Haha tidak buruk tidak buruk bagaimana jika media tau aku tinggal satu atap dengan mu sementara pelayan tidak ada penjaga keamanan tidak ada,"
"Mau solusi?" Tanya Bara.
"Katakan," Fiona berharap Bara akan mengatakan dia boleh pergi dari rumahnya.
"Menikah dengan ku urusan selesai,"
"Cihh mimpi!" Kata Fiona lalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Bara tersenyum melihat kepergian Fiona, andai saja Fiona tau apa yang terjadi dalam surat perjanjian mungkin dia akan mengamuk habis habisan.
"Baru ku tawari untuk menikah dengan ku kau sudah menolak bagaimana jika aku mengubah persyaratan dalam surat perjanjian," gumam Bara.
"Tuan kenapa anda melamun?" Tanya Rezza.
"Aku tidak melamun, bagaimana kondisi ayah ku?"
"Ahh ya dokter mengatakan tuan besar masih belum ada perkembangan, sejauh ini kondisinya sama saja seperti sebelumnya." Tutur Rezza.
Haahh!!
Bara hanya bisa melihat papanya dari luar, tidak ada perkembangan adalah kabar yang setiap hari didapatkan oleh Bara.
"Usaha tidak akan mengkhianati hasil papa," gumam Bara sembari menatap papanya.
****
Fiona menunggu Bara di mobil, dia tidak tau harus melakukan apa didalam rumah sakit.
Tring..tring
"Fiona kau dimana?" Tanya Dicky.
"Dirumah sakit,"
"Kau sakit?"
"Tidak hanya mengantar teman menjenguk papanya,"
"Elbara," ucap Dicky datar.
Fiona diam, bagaimanapun Fiona menyembunyikan dirinya Dicky pasti tau dan sekarang soal Bara pun ia tahu.
"Keluar dari mobil itu aku akan menjemputmu,"
"Ka-kau tau aku sedang berada didalam mobil darimana?" Tanya Fiona heran.
"Keluar Fiona aku sudah ada disamping,"
Fiona melirik sekitarnya dan hanya ada satu mobil hitam di samping mobil Bara.
"Aku tidak suka mengulangi perkataan ku,"
"Iya baiklah,"
Fiona keluar dari mobil lalu berjalan pelan mendekati mobil Dicky.
"Masuk!" Titah Dicky tanpa menatap Fiona sedikitpun.
Fiona mengangguk lalu masuk kedalam mobil, Dicky membawanya jauh dari rumah sakit. Sepanjang perjalanan tidak ada perbicangan sama sekali, Dicky terlihat sedang kesal jika terus diam tanpa sepatah kata.
"Kita akan kemana?" Tanya Fiona mencari topik pembicaraan.
"Kemana hati ku ingin pergi," jawab Dicky.
Fiona mengangguk pelan dan tidak membantah lagi toh Dicky tidak akan melukainya walau wajah pria itu benar benar tidak bersahabat.
Jam 3 dini hari sampai sore??
🤔🤔