ketika keluarga belum dikaruniai keturunan dan memilih poligami sebagai solusi, bagaimana kisah keluarganya? Bagaimana sekitar bisa memahami kondisinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#chapter 20, Jamur
Nayara diperkenalkan ke temannya Maulana yang memang sangat concern mengembangkan budi daya jamur serta menjadikannya sebagai bisnis utama, Tri namanya. Hari ini janjian ketemu sama Nayara di daerah Kampung Pulo Kambing, Jatinegara. Nayara diantar sama Mang Dadang kesana untuk langsung melihat tempat budidaya jamur yang sekaligus dijadikan tempat workshop buat para pemula yang ingin belajar usaha jamur.
Sesampainya di lokasi, Tri meminta Nayara langsung melihat ke tempat budidaya karena dia masih ada tamu. Sekilas tampak bangunan di pinggir Jalan Swadaya, Kampung Pulo Kambing, Jatinegara, Jakarta Timur itu tidak menarik perhatian.
Bangunan kotak sederhana berukuran 10 x 5 meter yang hanya ditutupi tripleks dengan rangka dan atap terbuat dari baja ringan itu nyaris tidak terlihat bagi siapa saja yang melintas jalan menuju kawasan industri Pulo Gadung tersebut.
Dalam bangunan rumah jamur tersebut, terdapat rak besi yang berisi sekitar 5.000 baglog (media tanam jamur). Tampak juga ada hydrometer untuk mengetahui kelembaban ruangan budi daya jamur. Karena jamur ini akan bagus dikisaran standar suhu ruangan dibawah 29 derajat celcius dan kelembaban disekitar tujuh puluh persen.
Sekitar tiga puluh menit Nayara menunggu hingga akhirnya ketemu sama Tri.
"Bu Nayara ya?" sapa Tri.
"Ya Pak ... dengan Pak Tri?" tanya Nayara balik.
"Betul Bu ..." ucap Tri sambil berjabat tangan dan mempersilahkan Nayara duduk di ruangannya, disebelah tempat budidaya jamur.
Keduanya masuk dan duduk di kursi tamu, tampak ada dua wanita yang sedang sibuk mencatat dan yang satu lagi sedang menelpon.
"Maaf kalo kantornya kecil, Bu Nayara mau minum apa?" tawar Tri.
"Air mineral dingin aja Pak, oh ya panggil aja Nay" jawab Nayara.
"Ga enak lah Bu" sahut Tri.
Keduanya berbicang langsung ke bisnisnya. Tidak banyak basa basi untuk mempersingkat waktu pertemuan.
"Ini bisa dibilang hanya workshop saja Bu Nay ... kami punya budidaya ini kebanyakan di daerah Puncak, karena tingkat kelembabannya lebih baik. Kalo di Jakarta seperti ini harus seringkali disiram sedikit biar lembab, tau sendiri udara di Jakarta kaya gimana. Kalo boleh saya tau kebutuhan online shop sayurannya butuh berapa kilogram per harinya?" tanya Tri.
"Belum terlalu banyak Pak, tapi memang lagi bagus-bagusnya permintaan dari konsumen kami. Saya jual per lima ratus gram dan dalam seminggu rata-rata kami perlu seratus kilogram. Suami saya belum bisa memenuhi sebanyak itu, makanya hanya bisa terlayani separuhnya aja. Makanya saya mau coba ajak Pak Tri kerjasama kedepannya agar permintaan konsumen kami bisa terpenuhi" jelas Nayara.
"Kami juga masih dalam tahap perluasan budidaya, sementara ini total seluruh tempat budidaya itu baru sekitar tiga ratus kilogram per hari, kami juga baru bisa memenuhi wilayah Jakarta aja. Makanya saya lagi menyiapkan lahan baru dan terus bekerjasama dengan petani lokal" jelas Tri.
"Sama Pak .. kami juga menyediakan tempat dan awalan bahan aja, selanjutnya para petani jamur yang urus, kami bagi hasil" ucap Nayara.
"Saya mungkin bisa menyanggupi lima puluh kilogram per Minggu dulu ya, sistemnya sementara ini cash, nanti kita bisa tinjau ulang jika diperlukan" kata Tri.
"Baik Pak ... terimakasih, nanti saya berhubungan dengan siapa ya untuk pemesanannya?" tanya Nayara.
"Ke saya aja gapapa" jawab Tri dengan senyum ramah.
"Ok ... saya kira pertemuan kita hari ini cukup, nanti saya hubungi Bapak untuk pesanannya, kita akan mulai pekan depan kalo begitu" putus Nayara.
.
Berkembangnya pola hidup sehat dan penganut vegan (makanan 100% dari tumbuhan) membuat jamur semakin diminati. Bisa dibilang jamur digunakan sebagai pengganti daging. Banyak manfaat yang diberikan jamur, karena termasuk bahan makanan yang rendah kalori, bebas lemak, bebas kolesterol, bebas gluten dan rendah natrium. Jamur juga menyediakan berbagai gizi yang dapat bermanfaat bagi tubuh seperti vitamin B2 (untuk menjaga kesehatan sel darah merah), vitamin B3 (untuk kulit dan pencernaan), vitamin B5 (berfungsi sebagai produksi hormon dan penting untuk syaraf) dan vitamin D yang baik untuk tulang. Selain itu, jamur juga mengandung beberapa mineral seperti zat besi dan kalium.
💠
Bisnis antara Nayara dan Tri langsung meningkat dipekan kedua. Rupanya Nayara mendapat konsumen yang punya usaha katering untuk diet dan vegetarian, jadinya memerlukan jamur setiap harinya hingga dua puluh kilogram. Ada pula konsumennya yang membuka usaha jamur goreng tepung yang crunchy. Jadilah permintaan awal lima puluh kilogram seminggu meningkat jadi dua ratus kilogram per minggunya. Tri pun memenuhi semua permintaan Nayara, bahkan selalu dia yang mengantar jamur ke tempat Bakulan Bunda kalo Nayara lagi ada disana.
.
Tri seorang duda dengan dua orang anak. Istrinya meninggal lima tahun yang lalu dan kedua anaknya kuliah di luar kota. Dari telepon pertama dengan Nayara, hatinya bergetar mendengar suara Nayara yang keibuan. Dipertemuan pertama pun dia sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap Nayara, walaupun dia tau status Nayara sebagai istrinya Maulana.
Tri pun rajin menyapa setiap hari, walaupun obrolan pembukanya tentang jamur, bahkan mereka pernah diskusi untuk membuat kumbung (tempat budidaya jamur) bareng. Tapi Nayara belum setuju karena belum ada lokasi untuk membuatnya.
Nayara sebenarnya juga merasakan ada sesuatu yang ga beres dengan sikap Tri, tapi dia coba menepis. Menurut Nayara, Tri mana mungkin jatuh cinta sama wanita berusia tiga puluh sembilan tahun seperti dirinya. Sebagai pengusaha jamur yang sukses serta banyak yang merasa terbantu dalam kehidupannya, pastilah bukan hal sulit bagi Tri mencari pendamping.
Rupanya Maulana mencium gelagat ga beres diantara chat-chat yang dikirim Tri ke Nayara. Ga sengaja Maulana melihat pop up HP nya Nayara, ada chat dari Tri yang mengajaknya untuk makan siang bareng.
Maulana yang sekarang memang seperti berjarak sama Nayara pun naik pitam. Mereka bertengkar hebat di kamar dengan segala kecemburuan Maulana. Nayara yang merasa dituduh tanpa bukti pun ikut kesal.
"Aa' kira Nay ga cemburu saat Aa' tiap jatah tidur sama Nay selalu beralasan cape dan pusing, tapi kalo tengah malam Aa' masuk ke kamar Tikah dan balik lagi kesini menjelang dini hari? Aa' kira Nay ga cemburu saat Aa' tersenyum dan menyebut nama Tikah saat tidur sama Nay?" ucap Nayara penuh drama dan air mata.
"Tikah ga ada sangkut pautnya sama masalah ini Nay, ini masalah kita dan Tri" jawab Maulana.
"Aa' menuduh Nay selingkuh?" tanya Nayara meyakinkan.
"Terus buat apa janjian makan siang bareng segala" kata Maulana.
"Apa salah sebagai partner kami makan bareng? Toh Nay juga tau A' batas sebagai wanita yang udah bersuami" ujar Nayara.
Maulana ga puas dengan jawaban Nayara dan memilih keluar dari kamar menuju kamar Atikah.
Tumpah semua cerita tentang kecemburuannya terhadap Nayara. Hal ini benar-benar dimanfaatkan oleh Atikah untuk memperkeruh keadaan.
membuka wawasan, tau gimana kita harus mengerti orang lain gak berkutat pada diri sendiri.
keluar dari zona nyaman itu berat
Alhamdulillah Zay banyak anak jadi penerus nya juga ada
mbokya sekali kali selesaikan masalah sendiri gitu