NovelToon NovelToon
Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis
Popularitas:190k
Nilai: 5
Nama Author: Chnslai

ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.

Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.

Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.

Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.

Posesif yang sudah di level atas.

Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?

Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Part ini aku Kolaborasi dengan iraamanda234

Kita berdua saling berbagi ide. Jadi ini gabungan ide dari kita berdua..

Tapi tetep kok kalimatnya, paragrafnya, dll, aku bikin sendiri. Ira manda ga bakal tahu. Biar penasaran, hehe..😅

Semoga suka😍

Happy Reading....

...○○•○○...

Setelah Syifa dan Revan selesai makan Ice Cream, mereka pun segera pulang.

Syifa juga membeli Ice Cream lagi untuk Adnan dan Bara.

"Syifa pulang~"

"Kok pulangnya telat?"

Vina beranjak dari sofa ruang tamu, menghampiri anaknya yang pulang telat.

"Hehe.. Syifa tadi makan Ice Cream dulu Mom. Ini Syifa juga bawa pulang buat Kak Anan sama Kak Bara"

Syifa mengangkat tentengan plastik berisi beberapa cup Ice Cream.

Vina mengangguk paham.

"Ouhh gituu, ya udah sekarang Princess, Revan. Kalian bersih-bersih badan dulu yah. Lalu istirahat. Ice Creamnya biar Mommy aja yang taruh di kulkas"

Vina mengambil alih Plastik Ice Cream dari tangan Syifa.

"Okey Mom!"

Syifa dan Revan berucap kompak.

Membuat Vina terkekeh. Ia pun segera menaruh Ice Cream di kulkas.

Syifa dan Revan berjalan berdampingan menaiki undakan anak tangga. Dengan lengan Revan yang merangkul Syifa hangat.

"Mandi, ganti baju, lalu istirahat. Okey Princess?"

"Okey Kak Revan. Syifa masuk dulu yah"

"Iya. Istirahat ya Sayang"

Syifa mengangguk cepat lalu tersenyum.

Ia segera masuk kamar dan dilakukan juga oleh Revan yang masuk kamarnya juga.

Syifa meletakkan tas sekolahnya dikursi belajar. Lalu mengambil handuk dan masuk kamar mandi, untuk mandi.

Tak lama selesai mandi, ia mengambil piyama bergambar panda. Lalu memakainya.

Syifa sekarang terlihat imut dengan badan mungil yang tenggelam dengan piyama yang terlihat lebih besar.

Syifa mengambil sisir, menyisir rambutnya. Tapi gerakannya terhenti.

Karena sisir miliknya menyangkut di rambutnya.

Syifa panik!.

"Aduh! Bagaimana ini? Syifa susah nyisirnya"

Syifa bingung.

Lalu ia keluar kamar. Mencoba mencari Vina.

"Mommy!!"

"Mom!"

"Apa Sayang?. Jangan teriak-teriak, nanti tenggorokan kamu sakit" ucap Vina lembut.

Ia baru saja keluar dari kamar. Dan akan menuju dapur untuk ambil minum. Karena ia merasa haus.

Tapi karena teriakan Putrinya. Membuat ia berhenti melangkah.

Ia pun menatap Syifa yang sedang turun tangga dengan tergesa-gesa sambil memegang sisir dirambutnya.

"Kenapa kok sisirnya dipegang terus?"

"Gak di sisir?"

Pertanyaan Vina membuat Syifa cemberut.

"Mommy.."

Syifa merengek pada Vina.

"Kenapa sih Sayang?"

"Sisirnya nyangkut di rambut Syifa"

"Eouh.. coba Mommy periksa"

Vina memeriksa rambut Syifa yang sudah terpasang sisir, alias nyangkut.

"Mommy sakitt.."

"Iya ini pelan-pelan Princess. Mommy sisirin sekalian yah"

"Iyah"

Syifa menjawab sambil menganggukkan kepala pasrah.

"Udah selesai"

Vina berujar sambil menata rapi anak rambut Syifa yang berantakan, untuk ia taruh dibelakang telinga Syifa.

"Makasih Mom"

Syifa tersenyum dengan menunjukkan deretan giginya.

"Sama-sama Sayang"

Vina menatap jam dinding di ruang tamu.

"Udah jam 15.05, Syifa istirahat sana. Bobo dulu. Biar nanti saat makan malam Mommy bangunkan"

"Iya Mommy"

Syifa berjalan kembali ke kamarnya seraya membawa sisirnya kembali.

Dilanjut ia merebahkan tubuhnya, dan menutup matanya menuju alam mimpi.

...●●●...

Di lantai bawah, lebih tepatnya di dapur.

Vina dan para maid disana sedang disibukkan dengan peralatan dapur.

Vina memasak menu makan malam dibantu beberapa maid yang khusus bekerja di dapur.

Karena Mansion ini besar, ah lebih tepatnya sangat besar. Maka Aditya dan Vina, memutuskan membagi para maid dibidangnya masing-masing.

Bagian dapur seperti memasak, bersih-bersih didalam Mansion, bersih-bersih di halaman belakang, depan, samping. Dan masih banyak lagi tugas di berbagai sudut Mansion ini.

Ini adalah Mansion milik keluarga Winata👇

Ada Air Mancur di halaman depan☝

Ada Kolam Renang di samping Mansion☝

Gerbang depan Mansion☝

Taman bunga punya Mommy Vina☝

Cantik kan?.

...●●●...

"Mom, Princess belum bangun?"

Revan bertanya pada Vina seraya duduk di kursi meja makan.

"Belum Van, Mommy bangunkan Princess dulu yah"

Revan mengangguk saja, ia sedang minum air putih karena merasa haus.

Vina menaiki satu per satu anak tangga.

Lalu tangannya terulur memegang handle pintu kamar Syifa.

Membukanya, lalu ia masuk dan mendapati Putrinya masih tidur nyenyak. Dengan selimut yang melilit tubuhnya. Jangan lupakan dengan rambut Syifa yang berantakan.

Vina menggelengkan kepalanya tak percaya, ia tadi sore sudah menyisir rapi rambut Putrinya.

Tapi sekarang lihatlah, keadaan rambut Syifa yang sudah berantakan dan awut-awutan.

"Bangun yuk Princess"

"Makan malam dulu, udah ditunggu lho dibawah"

"Enghh.."

Syifa menggeliat pelan.

Malah terlihat seperti kepompong yang sedang menggeliat. Karena selimut yang membungkus Syifa mirip kepompong.

Syifa lalu menatap seseorang yang ada didepannya.

"Mommy... umm.."

Vina terkekeh, ia menerima uluran tangan Putrinya.

Untuk membantu Syifa beranjak dari ranjang. Karena kebiasaannya Syifa, kalau sehabis tidur pasti masih lemas.

Selesai Vina dengan membantu Syifa cuci muka dan gosok gigi.

Ia segera mengajak Putrinya ke meja makan.

Tak lupa ia juga sudah menguncir rambut halus Syifa. Agar tidak mengganggu saat makan nanti.

"Selamat makan semua~"

"Selamat makan Princess.."

...●●●...

"Ekhem."

Karena deheman Aditya membuat semua tatapan mata menuju kearahnya.

"Kenapa Dad? Daddy haus?"

Syifa bertanya polos. Membuat Aditya tersenyum geli.

"Enggak kok Sayang, Daddy gak haus. Tapi Daddy mau membicarakan sesuatu"

Mendengar itu, membuat semuanya penasaran.

Kecuali Adnan, karena ia sudah tau kemana arah pembicaraan Aditya.

"Daddy dan Adnan ada perjalanan bisnis di Aussie, Australia. Dan juga kita semua akan liburan disana. Sekaligus berkunjung ke rumah Grandpa dan Grandma"

"Grandpa?! Grandma?!"

Syifa spontan bertanya.

Ia terkejut juga bahagia, mendengar akan mengunjungi Grandpa dan Grandma.

Syifa sangat antusias sampai sampai bergerak-gerak bebas di karpet berbulu ruang keluarga.

Semuanya tersenyum senang. Melihat Syifa bahagia, juga membuat mereka ikut merasa bahagia.

Aditya mengelus pipi Chubby Syifa, yang terasa sangat lembut. Seperti kulit bayi.

"Iya Princess Sayang.. kita akan ke Aussie. Princess seneng?"

Syifa mengangguk cepat tak sabaran.

"Syifa seneng banget, bisa jalan-jalan ke luar negeri. Apalagi mau ketemu Grandpa dan Grandma"

"Iya, kita berangkat besok sekitar jam 10.00 pagi"

Adnan ikut bersuara.

"Tapi Syifa belum siapin baju-baju punya Syifa" ucap Syifa sedikit gelisah.

"Udah, gak papa. Biar maid yang siapin baju-baju Princess ke koper. Princess tenang aja yah"

Vina berkata lembut, membuat bibir Syifa yang tadinya melengkung ke bawah. Kini tersenyum lebar.

Sangat manis.

"Ini udah malam. Waktunya Princess bobo. Gak boleh begadang pokoknya"

Bara berucap posesif.

"Kapan Syifa begadangnya?. Setiap malam juga Syifa selalu di ingetin buat bobo. Syifa mana bisa begadang, kalau ini itu aja masih dilarang. Diomelin mulu.."

Syifa menggerutu pelan dengan tingkat keposesifan Kakaknya. Tak sadar bahwa ia menjadi gadis cerewet.

"Tuh! Baby barusan ngapain. Kalau gak ngomelin Kakak?"

Bara berucap menggoda.

"Syifa cerewet. Wlee~"

Revan juga ikut-ikutan meledek Syifa.

Lalu Revan dan Bara berlari terbirit-birit menuju kamar masing-masing.

Membuat Syifa merengek, hampir menangis.

"Hhh.. Syifa gak suka! Hiks hiks Kak Anan..."

Rengek Syifa sambil menahan tangisnya.

Tapi tetap saja ia malah semakin sesenggukan. Menatap Adnan penuh permohonan ingin di bela.

"Sini Ifa Sayang.. yuk bobo, biar Kak Anan temenin"

Adnan menggendong Syifa di depan.

Tanpa aba-aba, Syifa segera melingkarkan kedua kakinya di pinggang Adnan. Kepalanya pun ia masukkan ke dalam ceruk leher Adnan.

Adnan setia mengelus punggung Syifa, sampai ia membaringkan tubuh mungil Syifa diranjang. Menyelimuti tubuh Ifa dan dirinya. Terus mengelusnya.

Lalu ia ikut tidur di kamar Syifa. Mengarungi alam mimpi.

...●●●...

Setelah mereka selesai sarapan, mereka semua segera mengecek barang-barang pribadi dan barang penting.

Takut ada yang ketinggalan.

Tapi tak perlu panik bila ada yang ketinggalan. Keluarga Winata bisa memerintahkan orang suruhannya untuk mengambil barang tersebut.

Orang kaya mah bebas.

Saat ini Syifa dan keluarganya sedang ada di Bandara.

Eits... bukan bandara umum yah. Ini adalah Bandara pribadi milik keluarga Winata.

Syifa di gandeng Adnan menaiki tangga menuju pintu pesawat.

Syifa duduk di sebelah Adnan lalu di bantu memasangkan sabuk pengaman oleh Kakaknya.

Selama perjalanan Syifa hanya menatap ke jendela pesawat. Memandang awan yang melintas.

Lama kelamaan, Syifa akhirnya tertidur pulas.

Adnan mengecek Syifa yang dari tadi hanya diam.

Adnan tersenyum kecil, ternyata sedang tidur toh. Ia dengan sigap menaruh kepala Syifa untuk menyender di bahunya dan mengelus lembut kepala Syifa

...●●●...

Syifa terbangun di ruangan yang indah.

Kamar bernuansa serba pink, sangat cantik.

"Syifa lagi di kamar siapa sih?. Kamarnya cantik banget"

"Ini kamar Princess kok, suka gak?" Ujar suara di depan pintu kamar.

Seseorang tersebut tersenyum menatap Syifa. Senyuman lembut penuh kehangatan.

"Hemm.. apa ini Grandma?!"

"Iya ini Grandma Sayang"

Grandma menghampiri Syifa di ranjang.

Memeluk cucu perempuan satu-satunya. Dibalas pelukan juga oleh Syifa tak kalah erat.

"Syifa kangen Grandma"

Grandma melepas pelukan mereka.

"Grandma juga kangen sama Princess"

"Selama ini, Syifa cuma lihat Grandma dari Album keluarga".

"Nama Gradma Nara Winata kan?"

Nara mengangguk dan tersenyum bahagia bisa memeluk cucu perempuan satu-satunya dari keluarga Winata.

"Iya nama Grandma Nara Winata".

"Princess tau nama Grandpa siapa?"

"Tau dong. Nama Grandpa Bian Javas Winata"

"Betul. Pintarnya cucu Grandma. Cantik lagi"

Syifa tersenyum malu.

Sedikit tersipu.

"Makasih Grandma. Sayang Grandma"

Cup

Cup

Syifa mencium kedua pipi Nara, walaupun sedikit keriput.

Tapi tidak mengurangi kadar kecantikannya. Malah terlihat awet muda.

"Ummh.. Grandma juga sayang Princess"

Cup

Cup

Cup

Nara juga membalas mencium kedua pipi dan kening Syifa dengan sayang.

"Cuma sayang sama Grandma nih. Gak sayang sama Grandpa?"

Ujar seseorang dengan suara bariton yang masih terdengar tegas.

"Grandpa?!"

Syifa beranjak dari ranjang dengan antusias.

Bahkan hampir melompat.

"Hati-hati Sayang"

Bian berucap tegas namun masih lembut pada cucunya.

Ia sangat cemas tadi, melihat Syifa yang melompat dari ranjang yang cukup tinggi.

Hal itu juga di rasakan oleh Nara.

Ia juga terkejut sekaligus panik.

Tapi setelah itu ia bisa mengelus dadanya lega. Karena Syifa sudah berhambur dalam pelukan Bian, Suaminya.

"Iya, Syifa minta maaf" S

yifa menundukkan kepalanya, ia merasa sangat bersalah sudah membuat Grandpa dan Grandma khawatir.

Bian mengelus pucuk kepala Syifa.

"Tidak apa-apa Sayang. Sudah Grandpa maafkan. Jangan kaya gitu lagi yah. Nanti kalau Princess jatuh, pasti sakit"

"Iya Grandpa. Syifa sayang juga sama Grandpa"

Syifa tersenyum senang. Itu terlihat sangat manis dan cantik.

"Ayo, turun ke bawah, kita ngobrol bareng" ajak Nara yang diangguki keduanya.

"Let's go!"

Sorak Syifa ceria.

Membuat Nara dan Bian terkekeh gemas dengan Cucunya ini.

Mereka bertiga turun dengan Syifa yang diapit oleh Nara dan Bian dikedua sisinya.

Lalu duduk di sofa bersama yang lain.

Vina dan Aditya sedang duduk dengan berbincang ringan.

Revan dan Bara sedang bermain Ponsel masing-masing.

Sedangkan Adnan, ia sedang disibukkan dengan beberapa E-mail yang masuk ke laptopnya.

"Ouh iya, Ada yang mau Daddy bicarakan. Ini tentang Pertemuan Bisnis dengan Client Daddy. Princess mau ikut?"

"Emang boleh Dad?"

"Boleh dong, ini kan pertemuannya tidak terlalu formal. Kita mau mengadakan pertemuan di Restoran"

"Syifa mau ikut!. Tapi nanti Syifa sendirian dong, kalau Daddy udah sibuk sama Client Daddy"

"Enggak dong Ifa, kan Kakak juga ikut. Client Daddy itu adalah sahabat Kakak. Yang tinggal di Aussie."

"Yess! Syifa jadi ada temennya"

Girang Syifa terhadap pernyataan Adnan tadi.

Semuanya terkekeh gemas.

Syifa pun dengan tiba-tiba mendapatkan sebuah kecupan di kedua pipinya, dari Bian dan Nara.

Syifa tersenyum senang. Keluarga yang lengkap dan harmonis.

...●●●...

Tiba di mana sekarang adalah waktunya pertemuan dengan Client Aditya dan sahabat Adnan.

Syifa baru saja turun dari mobil.

Berjalan dengan diapit oleh Aditya juga Adnan, menuju Restoran.

"Welcome Sir, with Mr. Winata?" Ucap seorang pria dengan pakaian seragam.

Ia salah satu pelayan Restoran yang ditugaskan dibagian depan. Untuk menyambut tamu.

"Yes, true" balas Aditya singkat dan datar.

"Follow me please. I will show you the table that has been private reserved by Mr. Sachdev"

"Okay"

Mereka bertiga berjalan mengikuti pelayan pria menuju ruangan privat.

"If so, Excuse me Sir"

"Yeah, Thanks" balas Aditya mengangguk.

"You're welcome"

Lalu pelayan tersebut segera pamit undur diri dan meninggalkan ruang privat ini.

"Please sit down Mr. Winata" ucap seorang Pria dewasa seumuran Adnan.

Mungkin pria inilah yang merupakan sahabat Adnan.

"Thank you"

Mereka bertiga duduk.

"Sorry Mr. Sachdev. We are late"

"It's okay. I also haven't been waiting long"

Tak lama Aditya memperkenalkan putrinya.

"Perkenalkan ini Putriku, Asyifa Putri Winata"

"Hai Kak. Kenalin, Syifa"

Syifa menyapa seseorang itu lalu mengulurkan tangannya mengajak berkenalan.

Pria itu masih diam melamun.

"Kak?"

Syifa mencoba menyadarkan pria didepannya.

"Ah iya"

Pria tadi terkejut, lalu tangannya membalas uluran tangan dari Syifa.

"Alfarezi Sachdev Kavindra"

"Hai bro! Apa kabar?"

Adnan menyapa Alfarezi dengan santai, memang mereka kan sudah sahabatan lama.

"Eh.. i-iya kabarnya baik" balas Alfarezi sedikit gugup.

Ia menatap gadis imut didepannya intens.

Entahlah ada apa dengan dirinya ini.

Tiba-tiba jantungnya berdetak tidak normal. Ia menghela nafas sejenak untuk menetralisir kegugupannya.

Syifa malah terlihat asik melihat-lihat interior Restoran ini. Terlihat sangat elegan.

Lalu tatapannya tak sengaja bertabrakan dengan pria di depannya.

Keduanya masih saling menatap, terperangkap dengan pesona masing-masing.

Sebelum terdengar suara deheman, membuat keduanya salah tingkah.

Tunggu-tunggu.

Sejak kapan seorang Alfarezi Sachdev Kavindra salah tingkah?!.

Ini benar-benar pemandangan yang langka.

...■■♢■■...

2109 Karakter.

Hai Aku Update..

Udah panjang banget nih.

Tapi yang chapter berikutnya belum tentu sepanjang ini😔

Semoga ga bosen yah😉

VOTE✅✅

COMMENT✅✅

Dadah semua😙

Salam sayang

Lia..

^^^Minggu, 11 Oktober 2020.^^^

1
Rizka Agustina
agak gimna ya syifanya. dikit2 nangis dikit2 dipangku.. agak tegas dikit gpp kali thor
Hypper©®Queen•L°A™
karma selalu berlaku Revan 😌

makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
Marchie putri ayu
hay kak,ceritanya bagus banget😁semangat terus buat berkarya yah kak
Rahmat Afandi
Thor kasi visualnya dong Thor biar makin seru kita bacanya 😃
~ Mie Goreng ~
revan sih, keliatan enjoy gitu org nya
Hulifah Hasanah
hahaha kek aku paling males bljr kimia ,kebanyakan larutan
Mia Azzura Kusmiati04545
lanjut up thor
Chantyka Dewanti
next lg?
qomariasiti
semangat Thor
@ndriani_04
smngt thorrr untk membuat klnjtn crt nya sya suka sma crtanya tapi klau boleh ksih sran karakter syifanya di buat tegas sdkit thor jan trlalu lmbuttt slbhnya trgantung sma thorr nya mau buat gmn
kupu-kupu biru
hallo ka, ceritanya sangat bagus🤗 jangan lupa mampir di my big bos is a big baby ya❤️
에이브릴 넬리~🩸
thorr..Aku ngak suka sifatnya mommynya syifa...dia mudah percaya orang lain
에이브릴 넬리~🩸
aku pun Tak suka kimia
Aya
jadi kepingin punya Abang.. punya Abang 2 kagak ada yang bener,,😑
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, mampir ya terimakasih 😊
total 2 replies
cya
thor karakter syifa nya jan trlalu cengeng dong thorrr buat karakter syifany sedikit tegas dan tidak mudah nangis thorrr berasa karakter syifanya kyk anak kecil heheheheh maaf thor klau sya menyinggung author sya hanya ingin mmbri pendpt sya sja



dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor
kya imut
lma bngt gx up" kk
Chnslai: Maafin aku, aku lg gk ada semangat buat nulis. Aku jg lg menggali ide biar enak dibacanya nanti, aku minta dukungannya yah
total 1 replies
Novita Sari
kok lama gk pernah up Thor,, kan jadi kangen & lama nunggu up nya thor😍
Chnslai: Iya maaf ya Novita, Aku habis PAT. Syukur deh aku ada stok bisa up 2 eps. Di sini lg kendala sinyal juga.

doain yah biar bisa up lebih dari 3 eps
total 1 replies
Linggar
terlalu melow syifanya.....
ふじょし
kirain TTDJ itu TiaTiDiJalan
Novita Sari
yang pertama aja Thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!