NovelToon NovelToon
Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rizza Khan

Aisha Senjani mahasiswa matematika yang baru menyelesaikan pendidikannya di universitas luar negeri dan mendapatkan pekerjaan di sana. Setelah kurang lebih sebulan ia mengambil cuti untuk pulang ke tanah air, sejak menyelesaikan pendidikannya ia belum pernah sama sekali pulang kampung. Dihari kepulangannya ternyata di rumah sedang ada acara pernikahan sang kakak, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Namun, sang kakak kabur disaat mempelai Pria dan rombongan sudah datang. Pihak pria tidak ingin membatalkan karena akan merusak nama baik keluarganya. Sehingga sang mempelai meminta Aisha jadi penggantinya.

Apakah Aisha akan menerima perkawinan tiba-tiba ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizza Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Anton menatap Aisha lekat-lekat, rasa kagum dan cintanya kepada gadis di hadapannya itu melambung kian tinggi, berpadu dengan rasa hormat yang mendalam atas keteguhan iman yang dimilikinya.

"Berarti tidak ada kesempatan untuk pria yang tidak seiman denganmu, Aisha?" tanya Tania, mempertegas rasa penasarannya.

Aisha tersenyum. "Kesempatan tentu ada, Miss. Jodoh itu di tangan Tuhan. Kalau kita memang ditakdirkan berjodoh, pasti akan selalu ada kemudahan dan jalan yang menyertai, dan Allah sendiri yang akan menggerakkan hati manusia," tutur Aisha.

"Tugas saya sebagai manusia hanyalah terus berdoa dan memperbaiki diri."

Tania mengangguk-angguk pelan. Senyum kagum mengembang tulus di wajah cantiknya usai mendengar prinsip hidup Aisha yang begitu bijak dan teguh.

"Pasti pria yang menjadi suami kamu nanti adalah pria yang sangat beruntung, Aisha," tutur Tania lembut.

Aisha tertunduk malu, rona merah muda tipis merambat di pipinya. Ia mengulas senyum manis, lalu menatap Tania penuh keramahan.

"Pria yang menjadi suami Miss Tania nanti juga pasti akan sangat beruntung," balas Aisha ramah, mengalihkan perhatian dari dirinya.

Tania terkekeh renyah, meletakkan garpunya di atas piring yang sudah bersih. "Oke! Karena aku sekarang sudah tahu tipe pria idaman kamu... nanti aku bilang ya kalau ada pria yang mau dijodohkan sama kamu," goda Tania seraya melempar kerlingan mata nakal ke arah Anton yang duduk kaku di sebelahnya.

Anton, yang sejak tadi berusaha bersikap tenang dan menyimak, mendadak tersedak air minumnya sendiri.

Ia buru-buru meraih tisu dan memalingkan wajah, menyembunyikan rona merah yang membakar telinganya gara-gara keusilan adiknya.

"Tapi... jangan sekarang ya, Miss," celetuk Aisha pelan.

"Eh? Kenapa?"

Aisha mengulas senyum tipis, bayangan sosok kakak perempuannya di Indonesia mendadak melintas di benaknya.

"Saya punya seorang kakak perempuan, Miss. Beliau belum menikah juga..." sahut Aisha. "Jadi... tunggu kakak saya menikah dulu, baru setelah itu giliran saya."

Tania tertegun sejenak, lalu tersenyum haru mendengar kepedulian Aisha. "Ooh... gitu? kamu perhatian banget sama kakakmu." Tania lalu mengedipkan matanya jahil ke arah Anton lagi.

"Oke, bisa diatur! Nanti aku bilang sama calonnya untuk bersabar sedikit."

Anton mendengus pelan, menatap Tania dengan tatapan 'peringatan' yang teramat tajam. Namun, Tania justru makin terkekeh geli melihat kakaknya yang kian salah tingkah.

"Nah, karena urusan makan malam dan pembicaraan penting kita sudah beres," ujar Tania seraya merapikan tas tangannya di atas meja, "berarti fix ya, besok pagi kita bertiga berangkat ke perusahaan cabang!"

"Iya, besok kita harus berangkat agak pagi agar tidak terjebak macet dan bisa sampai di sana sebelum makan siang."

"Siap, Pak!" jawab Aisha seraya mengangguk patuh.

"Ayok, kalau sudah selesai semua, kita pulang sekarang untuk siap-siap beres-beres koper buat esok hari," ajak Tania riang seraya berdiri dari kursinya.

"Mari, Miss," sahut Aisha ikut berdiri dan merapikan pakaiannya.

Mereka bertiga pun melangkah keluar dari restoran hangat tersebut.

Di luar, udara malam kota Edinburgh terasa makin menusuk tulang. Angin dingin berembus lembut menyapu jalanan batu tua yang sepi.

Anton dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Aisha dan Tania sebelum ia sendiri duduk di balik kemudi.

Sepanjang perjalanan pulang menuju apartemen Aisha, suasana di dalam mobil terasa jauh lebih hangat dan santai.

Rasa canggung yang sempat menggelembung di antara mereka bertiga telah mencair, berganti dengan perbincangan riang tentang persiapan keberangkatan esok hari.

Malam itu, Aisha memejamkan mata di dalam mobil dengan hati yang tenang. Ia sama sekali tak menyadari betapa rumitnya benang takdir yang sedang terajut.

Di saat ia bersiap melakukan perjalanan kerja tiga hari bersama bosnya, di belahan bumi lain, pernikahan sang kakak sedang dirancang tanpa kehadirannya.

1
Rian Moontero
mampiir👍
Rizza: Makasih udh mampir Kak🙏 semoga suka ceritanya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!