Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.
Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.
Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.
Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.
Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.
Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diculik
"Saya punya tugas buat kamu," ucap Dalia, pada seorang pria yang sering dia perintahkan untuk melakukan semua keinginannya.
"Apa itu Bu Dalia?" tanya seorang pria berusia sekitaran 37 tahun.
Wanita itu menyerahkan foto pada si pria, "Kamu lihat foto anak kecil itu, aku mau kamu culik dia," perintah Dalia.
Pria bayaran itu melihat foto anak kecil yang ternyata adalah Kiki putri Naura, entah apa yang ingin dilakukan olehnya sepertinya wanita itu punya niat jahat.
"Akan segera saya laksanakan perintah Anda, Bu Dalia,"
"Cepat dapatkan anak itu untukku!"
"Baik!" Pria itu pun pergi memenuhi perintah dari Dalia.
Mau merebut Anggara dariku? Langkahi dulu mataku! Batin Dalia dalam hati.
_______
Di rumah sakit, Naura tiba-tiba merasa tidak enak hati, dari bangun pagi dia sering merasa gelisah. Akan tetapi, dia tidak tahu apa yang membuat hatinya khawatir.
Saat sedang gelisah, dia tiba tiba didatangi oleh seseorang.
"Naura," pria itu memanggil namanya.
Lagi-lagi merasa familiar dengan suara tersebut, dia menoleh benar saja Naura mendapati Kelvin berdiri di belakangnya.
"Untuk apa kau kemari?" tanya Naura tidak senang dengan kedatangan pria itu. Dia juga bingung, bagaimana pria itu bisa tahu tempat kerjanya.
"Naura, apa kita bisa bicara?" tanyanya penuh harap kalau wanita itu mau mendengarnya lagi. Karena setelah melihat wajah di balik cadar Naura, dia benar-benar menyesal karena sebelumnya hanya pernah mempermainkannya.
Naura mengabaikannya, "Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, kita hanya sosok yang tidak saling kenal. Kalau Anda datang kemari untuk keluhan sakit silahkan, tapi kalau untuk membicarakan soal pribadi. Saya tidak tertarik!" tuturnya berterus terang menolak mentah-mentah pria yang sudah menyakitinya dulu itu.
"Naura, dengarkan aku dulu aku tahu aku salah tapi tolong beri aku satu kesempatan lagi, aku...--"
"Cukup! Tolong Anda mengerti, dan segera pergi dari sini! Hubungan kita sudah berakhir sejak 7 tahun lalu. Oh, ralat, maksudnya hubungan kita tidak pernah dimulai karena dari awal aku hanyalah wanita yang kau pertaruhkan. Jadi tolong, jangan pernah muncul di hadapanku lagi! Tolong menjauh dariku!" Naura pergi, meninggalkan pria itu masuk ke ruangannya.
"Naura!" Panggil Kelvin tapi tak di pedulikan.
Tentu saja Kelvin tidak bisa ikut masuk keruangan Naura, karena itu rumah sakit dan dia tidak bisa sewenang-wenang.
"Bisa bisanya dia masih berani menunjukkan wajahnya di depanku lagi, setelah apa yang sudah dia lakukan padaku dulu. Dasar laki laki enggak tau malu. Aku heran bagaimana dulu aku bisa menyukai pria kayak gitu," gumam Naura merasa sangat kesal.
Naura melihat arloji di tangannya, dia terkejut ternyata dia sudah telat untuk menjemput putrinya.
"Astagfirullah, aku terlambat Kiki pasti sudah keluar dari sekolahnya dan mencariku," tuturnya bergegas cepat untuk menjemput gadis kecil itu.
Berjalan keluar dari rumah sakit, usai berpamitan dengan salah seorang suster.
Di sekolah, ternyata dari tadi Kiki sudah berdiri di luar gerbang sekolah menanti kedatangan sang mama, tapi masih belum kunjung terlihat.
"Mama ke mana ya? Kok belum datang?" gumam gadis itu, mondar-mandir.
Tiba-tiba, seorang pria menghampirinya.
"Kamu Kiki kan?" Tanya pria itu.
Kiki mengangkat pandangannya, melihat pria tersebut.
"Iya Paman, aku Kiki,"
"Kebetulan, Mama kamu nggak bisa jemput kamu. Jadi Mama kamu nitip supaya Paman yang jemputmu," tutur pria itu berbohong. Dia adalah suruhan Dalia untuk menculik Kiki.
Gadis kecil itu berpikir sejenak, kemudian dia menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau ikut.
"Enggak Paman, Kiki enggak kenal sama Paman, jadi Kiki tunggu di sini aja. Bentar juga Mama pasti datang,"
"Mama kamu nggak bakalan datang, karena Mama kamu lagi sibuk di rumah sakit!" Suara pria itu mulai sedikit meninggi, memaksa gadis kecil di depannya.
"Aku nggak mau ikut!" Tolaknya dengan keras.
"Anak ini di dibilangin juga nggak ngerti-ngerti! Sini kamu!" Pria itu langsung menarik tangan Kiki dengan keras.
"Tidak! Aku enggak mau!" Kiki memberontak, akan tetapi dia tidak bisa menandingi tenaga pria dewasa itu.
"Tolong!" Kiki berteriak, sehingga membuat pria itu langsung membekap mulutnya dan menggendong tubuh kecil gadis itu berjalan ke mobil yang sudah dia siapkan di seberang jalan.
Kiki langsung dibawa pergi dari tempat itu. Tak lama kemudian, Naura pun tiba. Dia mencari putrinya di luar gerbang tempat putrinya itu biasa menunggunya, tapi tidak terlihat.
"Kiki ke mana ya? apa dia masih ada di dalam kelas," gumam Naura, melangkah masuk ke dalam sekolah berniat mencari putrinya, berpikir mungkin saja gadis itu belum keluar.
Dia tidak tahu kalau putrinya sudah diculik.
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls