Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mengalami peristiwa yang sangat tragis, karena kecelakaan yang dialami nya, dia harus duduk di kursi roda sebagai penyangga hidupnya, entah lelaki mana yang masih mau menerima nya sekarang, dokter mengatakan semuanya sementara, namun ini sudah hampir lima tahun da dirinya masih duduk di kursi roda. Entahlah, hidupnya mungkin akan berakhir seperti itu selamanya, namun di saat detik detik terakhir dalam hal terpuruk nya. Dia datang, seolah membawa harapan yang selama ini dia inginkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20.
Kejutan Grace ini cukup menantang Teo, ada rasa penasaran dan sulit di jelaskan oleh pikirannya. Grace yang anggun dan lemah lembut memiliki peran aneh di belakangnya. Dan itu cukup tidak terduga.
Teo pikir dirinya adalah bajingan sejati, namun saat melihat rahasia Grace yang lebih gelap membuat Teo berpikir, inilah yang membuat mereka berjodoh. Dari awal mereka di pertemukan, Teo merasa ada sesuatu yang entah apa itu yang membuat Teo benar-benar bertekuk lutut pada Grace, saat itu Teo berpikir mungkin karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya yang begitu luar biasa sempurna di matanya.
Rasa kepemilikan Grace terhadap dirinya membuat Teo terkendali dan tetap berjalan di belakangnya, memujinya, menghormatinya dan mencintai nya .
Dari awal Teo memang sudah mengagumi Grace, tatapan, suara dan bahkan setiap gerakan tangannya mampu membuat Teo terdiam, saking sempurna nya Grace di mata Teo. Walaupun Grace adalah wanita yang sangat di cintai olehnya. Teo yang terjebak ke dalam lumpur di kubangan kotor bersama Layla membuat hidupnya semakin berantakan, anehnya Grace yang tau tentang semua itu mendukungnya. Tanpa kemarahan, tanpa kilatan emosi ataupun hal yang merepotkan lainnya.
Siapa sangka di balik sikap diam dan tenangnya menyimpan rahasia yang luar biasa.
Teo merasa tertantang dan ingin menguji kekuatan dominasi Grace terhadap dirinya sendiri.
Teo dari awal sudah memiliki firasat tentang ini, dari tatapan mata Grace yang selalu menilai, caranya berbicara dengan keanggunan yang mutlak, dan sikap abainya terhadap kasus Layla, semua itu sinyal yang kini sudah terbaca jelas oleh Teo, bahwa Grace juga memiliki seorang mainan di pelukannya.
Ternyata mereka sama. Sama-sama gila.
Teo melangkah mendekati Grace, membiarkan langkah sepatunya memecah keheningan ruangan itu. Teo berhenti tepat di hadapan tunangannya, menatap lurus ke dalam manik mata wanita yang memegang kendali penuh atas tempat ini.
“Jadi inilah rahasia di balik ketenangan mu Grace” Teo tersenyum tipis tangannya membelai lembut pipi Grace, yang memancarkan senyuman manis ke arah Teo.
Suara Teo terdengar berat karena ketegangan intim di antara mereka. Teo menyentuh dagu Grace dengan lembut namun menantang.
“Sejak awal, aku tau kamu tidak menyukai hal hal yang biasa. Kamu menyukai kendali, tapi pria ini yang rapuh dan hancur.. bukannya begitu membosankan?”
“Bagaimana jika kau bermain dengan pria yang berada di tingkat yang sama denganmu” ucapan Teo dan tatapan matanya pada Grace begitu lekat, sapuan lembut Ibu jari Teo di bibir Grace begitu intens dan lembut.
Grace hanya menatap Teo, senyuman tipis mulai melebar di bibirnya, memancarkan aura dominan yang kuat. Grace bisa merasakan bahwa Teo sedang menyerahkan diri ke dalam jaringan nya, bukan karena terdesak seperti Adrian, melainkan karena rasa penasaran yang berbahaya dan mungkin menantang baginya.
“Kamu ingin mengujiku Teo?” Tanya Grace lembut, namun jemarinya perlahan bergerak mencengkeram kerah kemeja mahal Teo, menarik pria tegap itu sedikit menunduk ke arahnya.
“Jangan pernah menantang sesuatu yang tidak bisa kamu kendalikan..”
“Adrian menyerahkan dirinya karena butuh penyelamat, tapi kamu.. kamu menantang ku dengan kesombonganmu. Dan aku sangat suka menjinakkan pria yang sombong “lanjut Grace.
Dua manusia yang paling sempurna secara fisik kini berdiri di ambang permainan psikologis yang ekstrem. Teo tau dia sedang bermain dengan api, namun tarikan obsesi baru ini terasa begitu kuat, sebuah pelarian instan yang anehnya mulai mengaburkan bayangan Layla dari kepalanya, namun kini dia terjerat manis oleh tunangan nya sendiri.
Grace mengambil kendali penuh atas Teo, membalikkan dinamika kekuasaan di antara mereka dalam sebuah momen dominasi yang intens. Meskipun ego Teo sempat memberontak, dia akhirnya memilih untuk berlutut dan menyerahkan kendali atas diri serta jiwanya kepada Grace.
“Bagus Teo. Pria yang pintar tau kapan harus tunduk” bisik Grace dengan nada suara yang begitu tenang namun mutlak.
Teo yang kini berlutut di atas lantai marmer yang dingin, merasakan sensasi asing yang belum pernah dia alami seumur hidupnya. Sebagai lelaki yang selalu di agungkan, di puja dan memegang kendali atas segala hal, posisi ini seharusnya menghancurkan harga dirinya.
Namun, saat menatap mata Grace yang memancarkan dominan yang kuat, Teo justru menemukan jenis kebebasan yang aneh. Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir, beban berat di kepalanya, lingkaran hitam yang selalu di penuhi oleh bayangan wajah pucat Layla mendadak terasa ringan. Ruang gelap di kepalanya kini telah digantikan secara paksa oleh sosok Grace yang berdiri angkuh di hadapannya.
“Mulai malam ini aturan main nya berubah “ ujar Grace sambil melipat kedua tangannya di depan dada, menatap dua pria yang kini berada di bawah kendalinya. Adrian yang pasrah karena kehancuran masa lalu dan Teo yang tunduk karena kesombongan egonya yang takluk.
“Kamu tetaplah tunangan ku yang sempurna di luar sana. Kita akan menikah, dan kita akan memimpin bisnis keluarga kita di puncak dunia. Tapi di ruangan ini, dan di hadapan ku.. kamu tidak memiliki suara. Kamu hanya bergerak saat aku perintahkan “ terang Grace.
Teo mendongak menatap tunangannya yang tiada batas cantiknya. Sebuah senyuman tipis dan samar muncul di bibir Teo yang terbiasa angkuh. Dia menyadari bahwa dia tidak sedang di hancurkan seperti Adrian, Grace hanya mencoba menjinakkannya dan mempermainkan kekuasaan yang ekstrem ini adalah satu-satunya hal yang cukup kuat untuk mengunci jiwanya yang liar.
“Aku menerima aturan mu Grace” Jawab Teo, suaranya berat dan mantap, sepenuhnya menyerahkan kendali atas diri dan masa depannya ke tangan Grace.
Perasaan tunduk di bawah kendali Grace tidak membuat nya merasa terhina. Sebaliknya, adrenalin nya bergejolak hebat. Sebagai seorang sosiopat yang selama sepuluh tahun ini tidak bisa merasakan rasa bersalah setelah melumpuhkan Layla, Teo merasa seperti sedang belajar hal baru tentang sisi gelap manusia.
Dia melihat dan mengamati bagaimana Grace mendominasi dengan begitu rapi, terstruktur dan tanpa cela. Bagi Teo, ini bukan lagi sekedar hukuman atau penyimpangan seksual, ini adalah sebuah seni manipulasi tingkat tinggi.
Sambil tetap berlutut dengan patuh di hadapan Grace, sebuah rencana aneh dan gila mulai tersusun rapi di dalam kepala Teo.
Teo berpikir, jika Grace bisa menjinakkan seorang pria dan mengurung nya di ruang pribadinya hingga tak berdaya, mengapa dia tidak melakukan hal yang sama?.
Namun, target di kepala Teo bukan seorang pria atau wanita lain, melainkan Layla.
Entah kenapa Layla yang tidak sebanding dengan Grace yang memiliki kesempurnaan dan ketertarikan yang tak terbatas bisa terus mempengaruhi pikirannya.
Jika Grace bisa, kenapa dia tidak.