NovelToon NovelToon
Goresan Takdir

Goresan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:46.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Dikhianati oleh pria yang sangat ia cintai demi sebuah tahta, membuat Ningmas Danastri Kartawidjaja benar-benar terluka.
Dibawah aturan keluarga, Raden Dwipa Soeradiningrat, tak bisa berbuat apa-apa demi tahta sebagai pewaris dari Trah Soeradiningrat. Ia bahkan harus kehilangan Ningmas Danastri yang sangat ia cintai.
Namun, takdir justru membawa Ningmas Danastri ke arah yang tak disangka-sangka. Karena keterpurukannya, ia justru tanpa sadar menghabiskan malam dengan pria yang memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya.
Selain itu, satu persatu rahasia dua Trah (Trah Soeradiningrat dan Trah Kartawidjaja) yang tak pernah akur pun terbuka. Hal yang menyebabkan dua generasi terakhir selalu bersitegang itu, ternyata karena ada masa lalu yang masih belum selesai.
Bagaimanakah kelanjutan hidup Ningmas Danastri Kartawidjaja?
Akankah ia jatuh cinta pada orang yang tepat?
Apakah rahasia masa lalu dari dua keluarga yang masih belum tuntas?
Simak terus keseruan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Sirkam dan Gelungan

Setelah acara akad dan jamuan makan di kediaman Astri, hari itu juga Raden Daksa memboyong langsung istrinya ke rumah pribadinya. Mereka sampai di kediaman pribadi Raden Daksa pada malam hari.

"Bunda! Bunda benar tinggal disini dengan Sasa dan Ayah?" Tanya Sasmaya dengan antusias. Sasmaya sendiri ikut pulang bersama rombongan Keluarga Trah Soeradiningrat siang tadi, seusai jamuan makan siang.

Netranya semakin berbinar ketika melihat Astri tersenyum dan menganggukkan kepala. Ia sampai bertanya satu kali lagi karena tak menyangka dengan jawaban Astri.

"Njih, Cah Ayu. Mulai sekarang Bunda akan tinggal disini bersama Sasa dan Ayah." Kata Astri yang menjawab pertanyaan kedua dari Sasmaya.

"Yeee! Horee! Sasa beneran punya Bunda." Seru Sasmaya sambil melompat-lompat kegirangan.

"Mbok. Tolong pindahkan pakaian Astri ke walk in closetku." Perintah Raden Daksa.

"Njih, Raden Mas." Jawab Simbok yang langsung bergerak di bantu dengan Sus Sari.

Mendengar itu, tiba-tiba jantung Astri berdebar keras. Diri masih tak menyangka jika akhirnya ia menjadi istri dari keturunan Trah Soeradiningrat. Meskipun bukan dengan orang yang dulu ia inginkan.

Setelah pakaian dan barang-barang Astri selesai dibereskan, Raden Daksa pun mengajak Astri untuk masuk kedalam kamar mereka karena hari sudah malam.

Astri menyapu pandang ke arah kamar yang tampak sangat rapi dan bersih. Sementara itu, Raden Daksa mengamati Astri yang sedang memindai kamar mereka. Raden Daksa kemudian masuk lebih dulu ke walk in closet untuk berganti pakaian, ia membiarkan Astri melihat-lihat isi dalam kamar mereka.

"Ganti pakaianmu dulu, Dek Ayu." Ujar Raden Daksa.

Astri hanya menangguk, lalu pergi menuju ke walk in closet untuk mengganti pakaiannya.

"Dek Ayu..." Astri sedikit terjingkat ketila Raden Daksa memanggil namanya.

"Dalem, Mas." Jawab Astri sambil menatap ke arah Raden Daksa yang berdiri di ambang pintu walk in closet.

Raden Daksa kemudian menghampiri Astri yang sedang duduk di depan meja rias. Istrinya itu sedang menyisir rambut panjangnya setelah berganti pakaian.

"Wonten nopo, Mas? (Ada apa, Mas?)" Tanya Astri sambil menatap tubuh Raden Daksa melalui pantulan cermin didepannya.

"Ini-" Raden Daksa memberikan sebuah kotak pada Astri. Astri pun menerima kotak pemberian Raden Daksa dan melihat isi dari kotak itu.

Didalam kotak itu, ada sebuah sirkam yang sangat cantik. Sirkam itu memiliki hiasan berbentuk bunga berwarna peach yang menambah kesan manis.

"Apa Mas boleh memintamu untuk menggelung rambut saat keluar dari rumah, Dek Ayu?" Tanya Raden Daksa dengan hati-hati. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan tradisi di keluarganya yang mungkin tak ada pada keluarga Astri.

"Mungkin Dek Ayu sudah tau mengenai tradisi ini di Trah Soeradiningrat, bahwasannya wanita yang sudah menikah, harus menggelung rambutnya saat sedang berada di luar rumah." Ujar Raden Daksa.

"Gelungan rambutmu itu adalah simbol dari kehormatanmu dan sirkam adalah simbol jika sudah ada pria yang menjaga kehormatanmu." Imbuhnya lagi.

Astri tentu tau jika semua wanita yang sudah menikah di Trah Soeradiningrat itu memang selalu menggelung atau menggunakan sanggul saat keluar dari rumah. Namun, ia baru tau maknanya ternyata sedalam itu.

"Njih, Mas. Aku ndak keberatan melakukan itu." Jawab Astri. Bagaimanapun, ia tetap harus menghargai tradisi di keluarga suaminya.

Sebagai Kartawidjadja, ia bukannya tak mau sama sekali mengikuti aturan keluarga Soeradiningrat, hanya saja, ada beberapa aturan yang memang masih belum bisa ia jalani, salah satunya untuk tak bekerja.

Namun, untungnya Raden Daksa tak mempermasalahkan jika Astri ingin tetap bekerja. Ia justru mendukung jika istrinya itu masih ingin terus berkarir.

"Matur suwun, Dek Ayu." Ujar Raden Daksa sambil tersenyum ke arah Astri. Senyuman yang hampir tak pernah ia pelihatkan pada siapapun kecuali pada Sasmaya dan kini pada Astri, istrinya.

Setelah selesai dengan rutinitas malamnya, Astri kemudian menyusul Raden Daksa yang sudah lebih dulu berada di ranjang. Pria tampan itu duduk di ranjang sambil bersandar di kepala ranjang. Netranya tampak fokus dengan tablet yang berisi pekerjaannya.

Namun, fokusnya teralih ketika Astri datang menghampiri dan berdiri di dekat bagian ranjang yang lain. Raden Daksa menatap ke arah Astri yang terlihat sangat cantik.

"Apa ada yang salah, Mas?" Tanya Astri sambil memeriksa penampilannya. Ia memeriksa piyama yang ia kenakan malam itu.

"Gak ada, Dek Ayu." Jawab Raden Daksa. Ia kemudian menepuk tempat di sebelahnya, sebagai kode untuk meminta Astri duduk disana.

Dengan malu-malu, Astri menghampiri suaminya dab duduk di sebelah Raden Daksa yang masih memegang tabletnya. Meski begitu, atmosfer kecanggungan masih kental terasa. Astri sampai berkali-kali menelan ludah karena merasa gugup dan canggung.

"Kamu kenapa kok gelisah, Dek Ayu?" Tanya Raden Daksa yang menangkap kegugupan istrinya.

"Ah! Anu... Mboten, Mas. (tidak, Mas)" Jawab Astri.

"Mas gak akan meminta kalau kamu belum siap. Mas bisa mengerti." Ujar Raden Daksa tiba-tiba yang membuat Astri hampir tersedak ludahnya sendiri.

Raden Daksa tentu mengerti jika mungkin sosok Dwipa masih ada di hati istrinya dan mungkin, terlalu canggung bagi Astri karena ia yang berada di sampingnya saat ini.

Raden Daksa sangat memaklumi hal itu. Hubungan yang sudah dijalin selama lima tahun, tentu tak mudah untuk menghilang begitu saja. Tetapi, Raden Daksa akan berusaha dengan hati-hati untuk mengobati luka di hati Astri dan membuat istrinya itu melupakan kisah cintanya dengan adiknya, Dwipa.

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan pintu terdengar lembut ditengah kecanggungan mereka. Raden Daksa menahan tangan Astri yang hendak beranjak dari peraduan untuk membukakan pintu.

"Biar Mas saja, Dek Ayu." Ujar Raden Daksa yang kemudian beranjak setelah meletakkan tabletnya di atas nakas.

Raden Daksa tersenyum tipis saat melihat Sasmaya dan Sus Sari berada di depan pintu kamarnya. Sementara, Astri tampak berusaha mengintip dari tempat duduknya untuk mengetahui siapa yang datang malam itu.

"Ngapunten, Raden Mas. Den Putri minta diantar bertemu dengan Raden Mas dan Raden Ayu." Ujar Sus Sari dengan takut-takut. Tentu saja, ia takut mengganggu malam pertama kedua majikannya.

"Gak apa-apa." Jawab Raden Daksa dengan tenang.

"Ayo masuk, Nduk." Ujar Raden Daksa sambil menarik lembut tangan Sasmaya.

"Boleh, Ayah?" Tanya Sasmaya yang kembali di jawab anggukan juga senyuman oleh Raden Daksa.

Melihat kedatangan Sasmaya, tentu membuat hati Astri sedikit lega. Ia merasa seperti terbebas dari belenggu kecanggungan yang terasa menipiskan oksigen di dalam kamar itu.

"Sasa mau tidur dengan Ayah dan Bunda, boleh?" Tanya Sasa yang berjalan sambil memeluk boneka kelincinya.

Raden Daksa dan Astri saling bertatapan seolah sedang berdiskusi melalui netra.

"Boleh dong, Cah Ayu." Jawab Astri setelah Raden Daksa mengangguk pelan dan mengerjapkan matanya.

"Yeee! Matur suwun, Ayah, Bunda." Girang Sasmaya yang langsung melompat ke atas ranjang dan memeluk Astri.

1
Santi Seminar
panas membara
Fisca vis vis
novel ini bnyak adegan mantap2nya 🤣, mngkin karna raden daksa pak duda sndiri di bnding tokoh novel yg lain jdi dibuat beda 🤣🤣🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
novel yang ini lebih byk adetan mantap2nya dr yang sebelum nya. pasangan hp mereka.
Rahmawati
hareudang hareudang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Ealah, kenapa gini terus adrgannya
This Is Me
Jadi kepikiran, apakah Yg dikandung istrinya itu anak Dwipa?
🤔🤔
ika
Peh ...
othor kie...🤣😄
Sukarti Wijaya
cuaca sudah panas tambah panas...🤭😄🤣
Intan Nurwulan
Hareudang gini ka othor,,jdi pengen honeymoon lg😂😍
citraalief
fanasss oeyyyy.... fanasss...🤣🤣🤣 maternuwun Kak sampun up seng puanass... puanassss🥰🙏
Reni Setia
hot hot haredang 😄😄
citraalief
😘 Semangat Up Kakk👍🙏💪
Nur Wakidah
pasangan teruwuuuuu😍😍😍😄😄😄
Rahmawati
itulah rasa iri timbul karna ketidakadilan, , tambah lope lope deh sama raden daksa
This Is Me
Astri & Daksa pasti jadi pasangan ortu idaman 🩷🩷
Rahmawati
astri. harus rajin olahraga biar bisa ngimbangi raden Daksa yg sll on fire😂
This Is Me
Terlalu lama puasa nih🤣
Reni Setia
raden Daksa lagi maruk,,, maklum duda lama 😄😄
🟢Rafifah
bsk sblm honeymoon terakhir mantap2 ny di kolam renang nich pasti seru
ika
wadowwww🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!