NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 20

"Rinda."

Rinda menghembuskan nafasnya kasar saat melihat siapa yang datang ke kamar rawatnya. Orang yang sungguh tak ingin dilihatnya saat seperti ini.

Rinda memutar bola matanya malas ketika orang itu duduk di sisi ranjang.

"Bagaimana keadaan kamu hmm? Apa ada yang sakit? Kenapa kamu sudah berangkat bekerja, seharusnya kamu istirahat dulu di rumah.

Serentetan pertanyaan dilontarkan oleh Gani. Wajah penuh rasa khawatir juga dipertontonkan kepada Rinda. Namun Rinda hanya bergeming. Dia bahkan memejamkan matanya karena enggan melihat wajah Gani dalam kurun waktu yang lama. Rasanya sangat malas bagi rinda sekarang berhadapan dengan Gani yang penuh dengan kepalsuan.

"Pergi."

hanya itu yang Rinda katakan. Dia seolah tak ada tenaga untuk bicara banyak.

"Tidak Rin, aku akan menjagamu di sini."

Gani menolak apa yang baru saja Rinda katakan. Kursi yang didudukinya malah dimajukan sehingga menjadi dekat sekai dengan ranjang Rinda.

Tidak hanya itu, Gani juga hendak meraih tangan Rinda, namun tidak berhasil karena Rinda menarik tangannya.

"Rind, aku tahu aku salah. Aku minta maaf. Kamu pasti sangat kesulitan kan di luar sana. Aku seharusnya tak menyerah dalam mencari mu. Aku seharusnya mengerahkan lebih banyak orang untuk mencari keberadaan dirimu di sana. Aku minta maaf Rin, aku sungguh minta maaf."

Meskipun nada bicara Gani terdengar memilukan, namun bagi Rinda itu hanya omong kosong belaka. Semua yang dikatakan oleh Gani hanya bualan.

Tangan Rinda mengepal erat. Namun dia saat ini tak ingin banyak bicara.

"Belum saatnya," ucap Rinda dalam hati.

Rinda memilih membisu. Dia juga konsisten memejamkan matanya untuk tidak melihat Gani yang duduk di sampingnya.

Ceklek

"Rinda."

Sebuah suara yang sama-sama terdengar memuakkan bagi Rinda. Ia mendengus kesal, dan akhirnya membuka matanya.

"Apa? Mau nyari suami mu? Tuh bawa dia. Kebetulan aku juga muak melihatnya. Pas sekali kamu datang jadinya."

Rinda menatap sinis ke arah Teani. Wanita yang dipanggilnya kakak selama ini, tak ubahnya seperti ular berbisa. Dia memiliki dua lidah yang pandai berbicara.

Di depannya baik, tapi di belakang berkata buruk.

Selama ini, Rinda tak pernah mempermasalahkan tentang siapa Teani. Dia menerima Teani dan dan Nania dengan baik. Rinda juga menganggap Nania layaknya ibunya sendiri.

Peristiwa masa lalu tentang orang tua mereka, bukanlah sebuah hal yang perlu dibahas kembali. Kesalahan orang tua, tidak perlu menjadi dendam bagi anak-anaknya.

Rinda pun berpikir demikian. Dia senang dan ingin akur dengan kakak dan ibu tirinya. Dia memberikan hal yang terbaik bagi mereka berdua. Bahkan meski ayahnya sudah tiada, Rinda tetap memperlakukan Teani dan Nania dengan sangat baik.

Akan tetapi apa yang dilakukan mereka berdua sungguh tak terduga. Perihal kecelakaan tentu Rinda belum tahu siapa dalang dibaliknya. Meski dalam hati Rinda tetap merasa ada yang tidak beres dalam kecelakaan itu. Tapi soal hubungan Teani dan Gani, sungguh dia tak pernah menyangka bahwa sang kakak tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya.

Kakak yang disayang nya dan suami yang dicintainya, mereka berdua tega berkhianat. Dan jika tanpa kecelakaan itu, mungkin Rinda selamanya tidak akan pernah tahu. Mereka begtu pandai dalam menyimpannya.

"Rinda, kenapa kamu ngomong begitu? Aku ke sini untuk menjaga kamu. Aku mengkhawatirkan," ucap Gani. Dia berdiri dan hendak menggenggam tangan Rinda. Namun Rinda tak mau. Dia tak akan mengizinkan pria itu menyentuh tubuhnya.

"Jangan drama, aku sudah muak dengan sandiwara yang kamu tampilkan, Gani. Dan kau Teani, bawa pergi pria ini bersama mu. Aku sudah muak dengan kalian. Lalu aku ingin besok, kalian keluar dari rumah ku."

"APA?? jangan gila kamu Rinda. Itu bukan rumah mu saja, itu rumah kita."

Rinda menyeringai lalu tertawa keras.

"Kita? jangan bercanda Teani. Rumah itu adalah milik ibuku, jadi itu rumahku. Selama ini kau dan ibu mu cuma numpang saja. Jadi sekarang pergilah kalian semua. Dan bawa pria ini bersama mu."

Teani membulatkan matanya. Dia tidak menyangka Rinda akan mengusir mereka begitu saja.

Sedangkan Gani, kepalanya menggeleng cepat. Dia tidak mau melakukan itu.

"Tidak Rinda, aku tidak mau meninggalkan mu. Aku tidak mau pisah sama kamu."

"Cih, dasar. Sana pergi!"

Teani mengepalkan tangannya erat saat melihat wajah Gani yang memelas dan tampak memohon kepada Rinda.

Ia jelas tidak suka dan merasa marah. Suami yang kemarin dinikahinya, kini sudah berbalik dengan begitu cepatnya.

"Apa ini ribut-ribut. Pasien butuh istrahat, jadi sebaiknya Anda berdua pergi dari sini."

Rinda menghela nafasnya panjang saat Xerena datang dan berkata demikian. Dia merasa mendapatkan pertolongan.

"M-maaf Dokter, kami hanya sedang berbincang saja."

"Lakukan nanti kalau pasien sudah sembuh. Saat ini pasien dalam pengawasan dan tanggung jawab saya. Dan sekarang saya ingin kalian pergi."

Gani dan Teani terdiam sambil melenggang pergi dari ruangan Rinda. Tapi mereka berdua masih berdiri di depan ruangan.

"Kenapa kamu ke sini?" tanya Teani.

"Aku? Aku kemari untuk bertemu dengan istriku. Istriku sakit, jadi aku harus menjaganya."

hahaha

Teani tertawa keras. Dia tak peduli bahwa itu adalah rumah sakit. Apa yang dikatakan oleh Gani sangat lucu.

"Menjaga kamu bilang, Gan? Selama ini, kamu bahkan sama sekali tidak mencarinya dengan benar? Seolah kamu membiarkan dia hilang dan mati begitu saja."

Duk!

Gani mendorong Teani hingga terpojok di dinding. Gani juga menekan tubuh Teani hingga wanita itu meringis karena sakit pada bagian punggung dan juga kedua bahu yang dicengkeram.

"Jangan bicara sembarangan kamu, Tean. Jangan sampai aku melakukan sesuatu padamu."

"Lakukan Gani, lakukan saja. Tapi yang pasti, aku tidak akan pernah mau pisah sama kamu."

Gani menghentakkan tubuh Teani lalu melepaskannya. Dia menghembuskan nafasnya kasar dengan sorot mata yang tajam.

Teani sedikit tersentak dengan cara Gani menatapnya. Tatapan Gani kali ini sedikit menakutkan.

"Gan," panggil Teani.

"Terserah, yang pasti aku tidak akan pisah dari Rinda. Terserah juga kalau kamu mau kukuh jadi istriku. Tapi aku tidak akan pernah mengakui mu sebagai istri."

Gani melenggang pergi setelah mengatakan hal tersebut. Dia sama sekali tak menoleh ke belakang. Sedangkan Teani, wajahnya cukup tenang bahkan sebuah senyum tipis terukir di bibir nya.

"Silakan Gan, silakan yakin dengan pemikiran mu itu. Tapi setelah aku dapat kunci nya, kamu tak akan pernah lepas dari ku."

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!