"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Tidak percaya
"Kau jaga mulut kau itu agar Jangan sembarangan berbicara tentang dia!" Ardian langsung marah kepada Doni.
"Ini Aku punya bukti bahwa Yayuk tadi malam memang datang dan dia pasti akan menghantui kita." Doni tetap bersikeras.
"Don, kalau kau terus saja berbicara seperti itu maka para warga akan segera mengetahui tentang perbuatan kita!" Amri juga Mulai kesal pada Doni.
"Kalian lihat saja luka cakaran yang ada pada punggung aku sekarang." Doni membuka baju dan menunjukkan bekas luka itu.
"Ya kan itu luka biasa dan belum tentu itu adalah Luka dari perbuatan Yayuk, dia sudah mati dan tidak akan pernah datang untuk membalas dendam!" Ardian berkata dengan sangat yakin.
"Aku tidak mau tahu kalau nanti ada orang yang mendengar percakapan ini dan kau yang terus mengatakan kepada semua orang bahwa Yayuk jadi hantu." Amri menatap Doni dengan ketegasan.
"Tidak ada orang yang mati bangkit kembali untuk balas dendam seperti itu!" jawab Ardian pula.
Doni yang mendapat penentangan keras seperti itu tentu saja tidak bisa untuk banyak berkata lagi, terlebih lagi dalam rombongan itu hanya dia yang paling lemah dan juga miskin sehingga tidak mungkin bila berani banyak mengeluarkan suara untuk memberikan kesaksian atas apa yang telah dia alami tadi malam di rumah.
Ardian dan Amri sama sekali tidak peduli meski Doni sudah menunjukkan bukti yang ada pada tubuh dia saat ada luka cakar itu, Ardian tetap yakin bahwa itu hanya luka biasa yang tidak sengaja Doni dapatkan ketika dia sedang tidak menyadari apa yang telah dia buat, malah Amri mengatakan bahwa itu cakaran ketika mereka sedang melakukan kekejaman di Malam Satu Suro.
Doni yang Mendengar hal itu tentu saja tidak bisa mau berkata-kata lagi dan tidak berani menentang, Ardian adalah pria yang sangat gila sehingga tidak ada yang berani untuk menentang ucapan yang sudah keluar dari mulut yaitu dan mereka juga menyadari bahwa tidak memiliki kuasa.
Jamal yang paling tua di antara mereka saja tidak pernah membantah ucapan Ardian, karena mereka menyadari bahwa Ardian adalah ketua dari kelompok itu dan dia adalah anak dari Pak Lurah, warga biasa seperti mereka Tentu saja tidak berani banyak berbicara untuk menentang apa yang telah Ardian katakan.
Tapi sejujurnya di dalam hati Doni sangat resah karena dia takut bila ternyata memang Yayuk menjadi hantu gentayangan, meninggal dalam keadaan tidak wajar dan malam itu adalah Malam Satu Suro juga sehingga banyak yang percaya bahwa itu adalah malam keramat bagi para arwah yang datang untuk gentayangan di dunia manusia.
"Kenapa kok kalian tegang semua?" Jamal datang dan membanting rokok di atas meja.
"Doni mulai membuat ulah dan mengatakan kalau Yayuk datang untuk balas dendam." Amri berkata dengan kesal.
"Apa kau ini, Don?" Jamal langsung menatap dengan penuh kemarahan.
"Maaf, Bang!" Doni menunduk dan dia tidak berani kalau harus melanjutkan percakapan itu lagi.
Jamal menarik nafas panjang Karena dia menyadari bahwa percakapan itu pasti sangat membuat Ardian kesal karena saat ini terlihat bahwa pemuda itu seolah tidak ingin berbicara, Doni saja merasa menyesal atas ucapan yang keluar dari mulutnya saat ini karena dia takut bila nanti Ardian marah dan dia justru akan mendapat masalah.
"Hei, Ada yang ingin ku katakan pada kalian." Iwan datang dan dia terlihat cukup gelisah.
"Kau kalau datang Jangan tergesa-gesa seperti itu karena aku menjadi takut." Jamal menoleh dengan cepat.
"Sebab aku merasa kalian harus tahu secepatnya tentang masalah ini, tadi malam aku merasakan hawa yang berbeda dan Maimunah juga mengatakan ada sosok mengerikan datang ke rumah." Iwan langsung mengatakan apa yang dia alami.
"Hissh!"
Braaaaak.
Ardian yang sudah kesal karena mendengar ucapan Doni sejak tadi, ini dia semakin kesal dan menendang meja yang ada di hadapan mereka karena Ardian tidak sanggup untuk terus membicarakan masalah itu. sudah berusaha keras sejak tadi dia menepis perasaan yang ada tapi ini malah bertambah lagi Iwan datang dan mengatakan hal seperti itu juga.
Doni yang mendengar bahwa Iwan mengalami hal sama tentu saja menjadi semakin yakin bahwa Yayuk tadi malam memang mendatangi dirinya, itu semua bukan hanya halusinasi. bila yang lain tidak mengalami hal seperti itu maka Doni masih bisa berpikir bahwa itu semua hanya halusinasi dia saja, tapi ini malah Iwan juga mengalami hal serupa dan Maimunah pun mengalami hal itu sehingga membuat Doni semakin yakin bahwa Yayuk akan menjadi arwah gentayangan untuk menuntut balas.
"Kenapa otak kalian berdua ini terus dipenuhi dengan bayangan hantu?!" Ardian menatap Doni dan Iwan penuh kemarahan.
"Tapi Aku sama sekali tidak mengada-ada dan memang tadi malam suasana di pos ronda sangat berbeda." Iwan terus Berusaha menjelaskan.
"Wan sudah lah, Nanti para warga akan curiga kalau kau terus membicarakan tentang Yayuk." Amri menengahi perdebatan mereka.
"Sampai ada warga yang merasa Curiga dengan omongan ini maka aku tidak akan pernah ikut campur dan hanya kalian saja yang mengurus." tegas Ardian.
"Enak saja kau bilang seperti itu, sudah jelas ini adalah perbuatan kita semua dan kenapa hanya aku dan Doni yang harus menanggung?!" Iwan juga terbawa emosi.
"Sebab Kalian terus saja membicarakan tentang hantu Yayuk dan para warga akan curiga!" geram Ardian.
"Aku sama sekali tidak bohong tentang hantu Yayuk ini karena Maimunah juga melihat sosok dia tadi malam." Iwan tetap saja ngeyel.
"Sudah!" Jamal membentak mereka berdua yang terus berdebat tentang masalah arwah Yayuk.
Iwan terdiam dan dia menatap Doni yang terlihat begitu pucat, dia masih penasaran apa yang telah Doni alami namun suasana yang ada di gudang mereka sangat tidak beres sehingga mau tidak mau Iwan memilih untuk tetap bungkam saja terlebih dahulu dan nanti ketika sudah tidak ada orang maka Dia memutuskan untuk bertanya kepada Doni.
"Jangan ada yang membahas lagi tentang arwah gadis sialan itu." Ardian memberi peringatan kepada mereka semua.
"Dia sudah kita bunuh dan tidak akan pernah datang untuk menuntut balas." Jamal juga yakin.
"Pokok nya tentang kejadian itu sudah terkubur bersama dengan mayat dia di dalam tanah, tidak perlu kita bahas dan ungkit kembali." Amri juga berkata dengan sangat yakin.
Doni dan Iwan mau tidak mau hanya mengangguk saja karena mereka juga tidak berani membantah ucapan mereka bertiga, daripada hanya menjadi masalah dan mereka akan mendapat celaka maka lebih baik untuk diam saja karena kedua orang ini juga menyadari Bagaimana Ardian bila sudah mengambil tindakan.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
tapi apa iya Yayuk sudah ga perawan ya...
apakah saat ini giliran si Jamal yg mau di bunuh oleh Yayuk ❓🤔
hmm...duo Kun Kun edan mana ya,ga nongol lg nih,padahal Yayuk lg beraksi tuuhh..👻
mang Ujang cm diam ja Krn sejatinya Dia sdh tahu ttg pembunuh nya Yayuk 😡
sdh 2 hari ini dr siang mpe malam di guyur hujan ,,, dingin bgt cuacanya 🥶🥶