NovelToon NovelToon
Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Kekasihku Seorang Intel Dan COO

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Lusia Irene seorang dokter yang sedang sekolah spesialis onkologi di salah satu rumah sakit polisi. Karena dokter pembinanya adalah seorang polisi. Di usianya yang sudah dua puluh tujuh tahun Lusia belum perna membuka hatinya buat hadirnya seorang laki - laki. Karena traumanya atas rumah tangga orangtuanya yang berpisah karena adanya orang ketiga. Papanya berselingkuh di usianya sudah enam belas tahun. Apakah Lusia Irene bisa merasakan cinta hadir di kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lusi Hamil

Semalam Gio dan Lusi sudah membicarakan tentang rumah tangga mereka. Mereka membahas apa yang mami sampaikan saat kemarin makan siang. Mami sudah menyiapkan rumah yang sudah lengkap buat Gio dan istrinya. Rumah ini sudah mama siapkan lama. Ini hadiah buat anak laki - lakinya. Siang itu Gio tidak langsung mengambil keputusan untuk menempati hadiah yang maminya berikan. Karena dia mau istrinya harus nyaman menempatinya nanti. Mami membeli rumah buat Gio dan Lusi. Dan rumah itu sudah siap di tempati.

Pagi ini Gio dan Lusi istrinya akan melihat rumah itu. Letaknya masih sekompleks dengan rumah yang di tempati mami dan keluarga kakaknya.

"Kamu suka sayang."

"Rumah seindah ini, pasti sukalah mas. Terkesan minimalis namun dekorasinya elegan. " Benar Gio dan Lusi hanya membawa baju mereka saja. Semua perabot rumah tangga sudah di isi sampai printilan - printilan kecil.

"Mas suka kita tinggal disini. Karena kalau kita punya anak nanti, dia sudah punya tempat bermain. Lingkungannya juga aman, kalau mas berdinas kamu aman. Dan kalau kesepian, kamu bisa ke rumah mami dan kakak, atau sebaliknya."

Gio dan Lusi memutuskan untuk menempati rumah itu. Dua mobil Gio dan satu motor gede dan motor balap sudah di pindahkan. Gio dan Lusi menggunakan mobil kesukaan Lusi ke rumah barunya.

Karena baru masuk rumah baru, mami meminta pendeta datang berdoa di rumah baru. Dan mami sendiri yang sudah memesan makanan dan kue buat kami makan malam ini.

Pagi - pagi Gio di kagetkan dengan suara muntah dari kamar mandi. Makan dengan cepat dia menyusul istrinya yang sudah terduduk di depan kloset duduk dengan tubuh lemasnya. Gio yang kuatir langsung menghubungi maminya. Dan ternyata bukan hanya mami, ada juga kak Rahel dan Ronald juga ikut ke rumah mereka.

"Sepertinya mami akan bertamba cucunya"

"Mami, Lusi hamil."

"Iya sayang."

"Puji Tuhan." Karena Lusi masih lemas, maka langsung di bawa ke rumah sakit biar bisa tahu kondisi kesehatannya bersama janin yang ada di tubuhnya. Sampai di rumah sakit silom, Lusi langsung di tangani oleh dokter kandungan yang adalah teman kuliah Lusi waktu masih kuliah di Universitas Indonesia. Dokter Axelo, informasi yang Lusi peroleh dokter Axel nama panggilannya ini menyelesaikan spesialisnya di Jerman.

"Bagaimana kondisi anak mantu saya dokter?" Mami Hany direktur rumah sakit Siloam menanyakan keadaan Lusi menantu dan calon cucunya. Axel pun menjelaskan kondisi Lusi dan Janinnya yang baru berusia dua minggu ini dalam keadaan sehat.

Axel tidak tahu jika Lusi temannya ini sudah menikah, soalnya berita pernikahan antara Gio dan Lusi sengaja tidak di publikasi karena status Gio sebagai intelejen yang kerahasian identitasnya harus dirahasiakan. Sekarang ini, dia sedang menyelidiki kasus besar yang melibatkan banyak petinggi pemerintahan. Keselamatan Lusi yang utama, makanya mereka melangsungkan pernikahan secara tertutup.

Karena kondisi Lusi maka dia harus dirawat, dan kamar VIP di rumah sakit ini adalah tempat rawat inap ternyaman buat Lusi dan Gio.

"Dokter kandungannya profesional ngak sih mi." Naluri intel Gio mulai meronta - ronta ketika dia melihat dokter itu memeriksa istrinya.

"Jelas dong. Dia dokter terbaik lulusan sekolah di Jerman."

"Kedokterannya??"

"Ngak spesialisnya dokter kandungan. Kalau dokternya di Universitas Indonesia.... Kalau mami baca riwayat hidupnya dia seangkatan dengan kamu sayang. Kamu kenal nak sama dokter Axelo Herman."

"Kenal mami. Kami seangkatan."

"Kamu kenal sayang." Gio menatap istrinya. Dia jadi yakin akan kecurigaannya.

"Iya kenal mas."

"Dia baru melapor kemarin. Waktu mami memeriksa kamu dan merasa ada gejala kamu hamil, mami langsung hubungi dokter Axel dan dia menunggu kita di rumah sakit."

Axel baru saja datang mengunjungi Lusi di ruangannya. Hal yang biasa dilakukan oleh seorang dokter terhadap pasiennya.

"Gimana kabarmu iren." Gio yang di kamar mandi mendengar pembicaraan dokter itu dengan istrinya.

"Baik Axel."

"Waktu itu...... Aku minta maaf....karena."

"Aku sudah lupain kok, sudah lama juga kan." Gio semakin curiga. Karena cemburunya. Akhirnya adegan sembunyi tak bertahan lama. Gio keluar dari kamar mandi.

"Bagaimana keadaan istriku dokter." Gio langsung mencium Lusi istrinya di bibir dengan mesra. Lusi mulai curiga tingkah suaminya. Ngapain juga menciumnya ketika sedang bertanya pada dokter Axel.

"Baik pak. Istri bapak dan calon anak bapak sehat."

"Kapan istri saya bisa keluar."

"Mungkin harus sehari lagi ya pak. Karena kami sedang memberi obat penguat janin dan vitamin."

"Baik dokter. Terima kasih ya sudah merawat istri saya dokter..........."

"Axelo Herman. Sama - sama bapak........"

"Gio Abraham. Suami dari dokter Lusia Irene Pong." Lusi tersenyum, dia tahu akhirnya bahwa suaminya cemburu. Dokter Axelo Herman sudah keluar ruangan.

"Mas cemburu ya."

"Apa yang harus mas cemburui. Mas cemburu kalau kamu ada hubungan dengan dia. Kalian tidak ada hubungankan." Lusi binggung, antara mau jujur atau disembunyikan. Lagian hubungannya Axelo tidak berarti apa - apa.

Axelo Herman, memang jatuh cinta kepada Lusia Irene Pong, namun setelah menyatakan cinta Axelo pergi meninggalkan Lusi tanpa berita setelah pagi menyatakan cinta sore dia menghilang. Setelah Lusi di Papua baru dia tahu Axelo ke Jerman mengikuti papinya di sana. Selama ini, Axel dibesarkan oleh maminya yang orang Indonesia. Makanya dia menggunakan marga maminya.

"Sayang..... Mas lagi ngomong kenapa kamu melamun."

"Maafkan adek mas."

"Kamu ada hubungan dengan dokter Axelo Herman itu." Lusi yang takut berbohong, akhirnya menceritakan semuanya kepada suaminya.

"Satu hari... Itu bisa dikatakan pacar. Eh bukan sehari beberapa jam."

"Pantas dia menatap kamu dengan tatapan cinta. Aku akan meminta mami untuk tidak memperkerjakan dia disini."

"Mas..... Adek ngak punya perasaan apapun."

"Tetapi dia mempunyai perasaan. Dari tatapannya mas tahu, kalau dia itu masih mencintai kamu."

"Mas......" Gio menatap istrinya. Lusi sudah meneteskan air mata. Dia tidak mau karena perasaan cemburu suaminya, merusak masa depan orang lain.

"Kamu tahu kan suamimu ini cemburu parah. Saya bisa menghabisi dia kalau dia macam - macam."

Lusi langsung memeluk suaminya. Karena dia takut terjadi sesuatu. Akibat kekuatiran berlebihan dan ketakutan. Lusi pingsan.

"Sayang....... Sayang.... Adek sadar." Gio sudah menekan tombol ruangan Lusi untuk memanggil dokter. Bukan hanya dokter Axelo yang merespon panggilan itu, dokter Hany juga merespon. Karena saat ini dokter Axelo sedang membahas kesehatan Lusi menantunya dari hasil pemeriksaan darah lengkap dari laboratorium ternyata ada penyakit yang di derita oleh dokter Lusia Irene.

"Mami... Tolong Lusi pingsan." Axelo melihat kearah Gio suaminya Lusi. Perasaan tadi dia baik- baik saja.

"

1
r111
lanjut
Ceisye: ok. terima kasih sudah membaca karyaku. kritik dan sarannya silahkan🙏🙏🙏
total 1 replies
serana
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!