NovelToon NovelToon
PAMAN! JANGAN GODA AKU

PAMAN! JANGAN GODA AKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Nita

Aku menikahi dia, tapi justru pamannya yang membuatku kehilangan akal. Setiap kali pria itu menatapku, ada bara yang tak bisa kupadamkan. Di mata keluarga, pria itu hanyalah paman dari suamiku. Di hatiku, dia adalah pria yang tak pernah boleh kusentuh. Namun, semakin aku menghindar, semakin dekat dia datang, membawa bisikan-bisikan yang memecah pertahananku. Bagaimana jika cinta ini terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINDAH

Diam!" Teriak Tuan Jack kepada Nyonya Gia.

"jika bukan karena kau yang selalu memanjakannya, maka dia tidak akan menjadi pria brengsek yang seperti sekarang ini!"

"Tetap saja, dia ini putra kita satu-satunya. Dan, kau malah ingin membunuhnya karena orang luar!" Balas kata Nyonya Gia lagi.

"Siapa yang orang luar! Seline adalah putri kita, menantu sah keluarga Mo!" kata tegas Tuan Jack Mo.

Nyonya Gia ingin memapah Eric, namun Tuan Jack langsung melecutkan cambuknya ke lantai. "Siapa yang bilang dia boleh pergi! Berlutut! Sampai dia benar-benar menyadari kesalahannya!"

Tuan jack memberikan perintah kepada kepala pelayan agar menarik Nyonya Gia ke kamarnya. Tuan Jack pun Membiarkan Eric berlutut entah untuk berapa lama. Sementara itu, Seline kembali ke kamar, membantah mertuanya saat ini hanya akan menambah kemarahnnya. Jadi dia memutuskan kembali ke kamar.

Seline masuk ke kamarnya, merebahkan diri seraya berpikir, terlalu banyak konflik etika di dalam kediaman ini. Teringat kata Simon sudah ada tempat yang bisa disewa, dia pun mengirimkan "Kapan aku bisa pindah!"

"Besok, juga sudah bisa!" Balas pesan dari Simon.

"Ok! Balas singkat Seline

Seline meletakan ponselnya diperut seraya berpikir, "Bagaimana caranya keluar dari rumah ini dengan damai!"

Dia berpikir sambil memandangi lampu kristal yang menggantung di langit-langit kamar utama. Tiba-tiba terpikir suatu ide. "Aku akan membujuk dengan Air mata" pikir Seline, dia pun bangun dari ranjang, lalu keluar dari kamar utama.

"Apa Tuan Mo ada di ruang kerja?" tanya Seline kepada Kepala pelayan yang kebetulan berpapasan dengannya.

Kepala pelayan itu menganggukan kepalanya. Seline pun langsung mengetuk pintu. "Pa!" panggilnya.

Seline mendorong pelan pintu ruang kerja itu, dan melangkah masuk perlahan. "Pa! Panggilnya sekali lagi.

Terlihat Tuan Mo, masih sibuk mengetik di laptopnya, dan terlihat juga beberapa berkas terbuka diatas mejanya. Seline berdiri di depan meja kerja Papa Mertuanya itu.

Tuan Mo menatap Seline. "Tentang ini!" Sebuah berkas disodorkan di depan Seline.

Itu adalah foto-foto Eric dengan Riana selama mereka memadu kasih. Tuan Mo bersandar di kursinya sambil berkata, "Katakan kompensasi yang kau pinta!"

Seline mengambil foto-foto itu, matanya nampak mau memerah lagi. Tuan Mo menyadarinya. Dia pun langsung berkata lagi. "Nak! Satu-satunya menantuku hanya kau!"

"Eric kami bersalah kepadamu, jadi! Katakan kau mau kompensasi apa?"

"Apa pun?" tanya Selin dengan terbata.

"Ya Apa pun, aku akan memberikannya kepadamu. Kecuali perceraian. Papa tidak akan pernah menyetujuinya!"

Seline menyadari, untuk hal yang satu itu pasti akan sulit dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi jika menyangkut keputusan Tuan Mo, lihat saja bagaimana pernikahannya dengan Nyonya Gia. Tidak bahagia, tapi Tuan Mo tidak pernah membahas perceraian. Dalam kamus Papa Mertuanya, "Hanya Maut yang bisa memisahkan, meski mereka saling menyakiti di sepanjang pernikahan mereka!"

Seline pun langsung berkata, "Pa, aku mau tinggal terpisah!"

"Maksudmu kamar terpisah dengan Eric?" tanya Papa Mertuanya itu.

Seline menggelengkan kepalanya, lalu berkata lagi. "Kompensasi yang aku mau, aku mau pindah tempat tinggal. Tidak tinggal di sini lagi!"

Tuan Mo mengetuk-ketuk jari tangannya di meja solid dari kayu Mahoni. Berpikir sejenak lalu dia berkata "OK"

Seline pun bernapas lega, setidaknya dia tidak perlu mengeluarkan air mata buaya untuk membujuk Papa mertuanya itu agar mengijinkannya pindah rumah.

"Kapan kau akan pindah!" tanya Tuan Mo.

"Besok pagi!" kata Seline.

Tuan Mo, mengangguk-anggukan kepalanya. Lalu, dia mengeluarkan salep dari laci meja kerjanya. "Olesi ini di tubuhnya!"

Seline mengerti siapa yang dimaksud, dia pun mengambil salep itu dan pergi melangkah ke ruang tamu. Terlihat Eric masih berlutut dengan patuh.

Seline memapah Eric, "Ayo! Aku obati lukamu!"

Eric mondongakan wajahnya. "Benarkah?" tanya dia dengan nada hampir tidak percaya. "Ayo kita kek kamar!" ajak Seline.

Eric pun patuh, hatinya merasa lega mwlihat sepertinya Seline sudah tidak marah. Di dalam kamar Eric duduk dengan patuh, sementara Seline dengan telaten membersihkan luka suaminya itu, mengoles salep, lalu membalut lukanya dengan perban.

Setelah selesai mengobati, Seline mengambil kopernya dan mulai berkemas. Eric langsung bangkit dari ranjang, "Kau mau kemana?"

"Papa sudah memberi ijin, aku tidak tinggal di sini lagi!" kata Seline sambil memasukan beberapa helai baju dan beberapa barangnya.

"Tidak bisa begitu dong!" Kata panik Eric.

"Apanya yang tidak bisa! Kalau kau bisa begini, mengapa aku tidak bisa melakukan apa yang aku mau!" kata Seline sembari memberikan beberapa lembar foto yang tadi dia dapat dari Papa Mertuanya. Lagi-lagi bukti yang bicara, membuat Eric tidak berkutik.

Dengan cepat Seline langsung mengepak barang, lalu menggeret kopernya. Dia memanfaatkan momen Eric dihukum. Karena sudah pasti suaminya itu tidak akan berani keluar untuk mengejar dirinya.

Seline melajukan mobilnya dengan terburu-buru, seakaan takut Tuan Mo akan berubah pikiran. Setelah mobilnya menjauh, barulah dia merasa ini semua nyata. Dia telah benar-benar keluar dari Kediaman Mo.

"Silakan Pergi Suamiku!" Seline bergumam pelan.

Pada akhirnya Seline sampai di kompleks apartemen Simon. "Hei! Aku dibawah!"

"Bukannya besok pagi!" kata Simon Setengah tertidur.

"Semakin cepat semakin baik!" Jawab Seline

"Ok! Tunggu dibawah, aku akan menjemputmu!"

Simon pun segera menjemput Seline. "Hanya satu koper?"

"Ya, terburu-buru! Jadi hanya bawa ini saja!" jawab Seline memaksakan senyumnya.

Melihat mata Seline yang membengkak, Simon tidak banyak bertanya. Dia pun langsung menggandeng tangan Seline. "Ayo, aku antar ke unitmu!"

Sesampainya di unit barunya, Seline menatap tak percaya. "Kau yakin di sini tidak ada hantunya!"

"Hantu apa?" kata simon dengan wajah bingung.

"Ya... mana tahu ada korban pembunuhan disini. Maksudku lihat saja, sebagus, semewah, dan seluas ini. Mengapa disewakan begitu murah!" jelas Seline.

Simon memicingkan matanya, menelisik setiap sudut. Merasa tidak ada yang aneh. "Ah sudahlah, kau jangan berpikir macam-macam!"

"Dewi keberuntungan sedang menyayangimu!" kata Simon lagi meyakinkan.

Seline pun mengangguk, lalu menggeret kopernya ke kamar utama. "Eh ini... ini kam warna kesukaanku!"

"Kenapa bisa pas sekali!" Katanya sambil menoleh kepada Simon.

"Kan sudah aku bilang, Dewi keberuntungan sangat menyayangimu!" Kata Simon lagi.

"Kau beristirahatlah yang tenang, di sini tidak akan ada yang bisa ganggi kamu. Karena keamanan di sini termasuk sangat bagus!"

Melihat mata sembab Seline, Simon pun berkata, "Ambil cuti beberapa hari, tenangkan dirimu di sini. Kau telah berjuang menaklukan hari-harimua yang tak mudah. Jadi, tenangkan dirimu dulu saja di sini, ok!"

Seline tersenyum, mengangguk setuju, seraya berharap bisa terlepas dari jeratan keluarga Mo.

1
Farid Attalah
selalu di tunggu ka
Siti Solihah
langsung baca terus kok thor,mlh nunggu up trus...
Nova Silvia
aahhh,,kelen greget tau
seline kamu polos bed
thor pengen visuaaaaalllllll
biar halu ny enak🤭
Nova Silvia
riana lu takut ketauan klo itu bkn anak eric kan,,
Rosy
dia itu ceo yg lagi nyamar Selin 😂😂

semoga si pelakor kena jebakan Batman..niat hati menjebak Selin malah dia yg terbukti bersalah
Rosy
kalau memang Selin berniat mau membvnvh,kenapa tidak keduanya saja..sangat merepotkan
ollyooliver
mau itu anak lu apa bukan ..gk ada alasan buat seline mencari pria lain. dia berhak! dan yg namanya lu dah tidur sama riana ..ya itu udah kesalahan menuju perceraian😏
Rosy
jangan mau Selin..itu pasti si pelakor
suka banget dg ketegasan tuan Mo..tapi lebih suka lagi kalau mereka di izinkan berpisah biar Selin jadi adik ipar saja 🤭
Nova Silvia
aku suka semua karya othor
Nova Silvia
c jalang bikin ulah
pph you the best,,,tp maaf bentar lg bkal jd istri paman
Nova Silvia
selueniamu polos bed,,punya lu klo nanti you nikah ma xender,,heee
xender aku mau satuuuu
Nova Silvia
ciye² seline merasa aman dekat xender
Widya Febrina
aku jadi penasaran...apa yang jadi tujuan Seline masih mempertahankan pernikahannya dgn Eric yg jelas2 telah mengkhianati pernikahan mereka
Widya Febrina
Rania...berarti pelakor sah ya...Krn mertua Seline tidak mengabaikan nya ...kasian bgt kami Seline
Widya Febrina
seline....seline...ternyata kamu hanya dijadikan alat utk dimanfaatkan sama keluarga suamimu..🤦🤦🙆🙆
Widya Febrina
pertemuan yang tak diduga🤭🤭😅😅
Rosy
pemiliknya Xander kah ?
Rosy
bagus sekali Xander..bocah itu bisa jadi perantara untuk menemui Selin tanpa ada rasa curiga 😂
Yuli Chen
tiap buka novel toon selalu cari karya kak nita, karena penulisan dan ceritanya bagus moga sampe tamat ya tor
Nova Silvia
ky ny cmn xander yg bisa lepasin kamu dr tuan mo,,,dengean cara elegan(curang)🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!