Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Kesunyian yang mencekik di alun-alun pecah oleh suara tawa yang dalam dan bergema.
Tawa itu bukan berasal dari para murid, melainkan dari atas tribun utama. Patriark Jian Wuji menatap Ye Xuan dengan sepasang matanya yang setajam pedang, mengelus dagunya perlahan. Alih-alih marah karena kesombongan pemuda itu, sang Patriark justru menunjukkan raut ketertarikan yang langka.
"Menjadikan Tangga Ilusi Penekan Jiwa sebagai alat pijat? Hahaha! Sangat arogan, tapi kau memang memiliki modal untuk itu," suara Jian Wuji bergema ke setiap sudut alun-alun. "Fisikmu telah ditempa hingga melampaui batas fana tingkat kondensasi Qi. Tubuh daging yang menyaingi monster buas... Pantas saja kau bisa bertahan di Puncak Makam Pedang."
Mendengar pujian dari Patriark, wajah Penatua Zhao Ying menjadi semakin suram. Cucu keponakannya, Zhao Ming, kini terbaring cacat di paviliun medis, dan melihat musuhnya mendapat pengakuan dari Patriark membuat darah Zhao Ying mendidih.
Waktu satu dupa akhirnya habis. Dari tiga ribu murid luar, hanya sekitar tiga ratus orang yang berhasil bertahan di atas anak tangga ke-60. Sisanya tereliminasi dan harus menunggu tahun depan.
Penatua Lu Zifeng melangkah maju ke tepi tribun untuk mengumumkan tahap selanjutnya.
"Tahap pertama selesai! Kalian yang berhasil lolos, persiapkan diri. Ujian tahap kedua adalah Arena Boneka Pedang Kayu Besi!"
Lu Zifeng mengibaskan lengan bajunya. Lantai alun-alun di bawah tribun tiba-tiba bergetar dan terbelah. Dari bawah tanah, puluhan arena batu berbentuk persegi muncul ke permukaan, masing-masing dijaga oleh sesosok boneka kayu berwarna hitam legam yang memegang sebilah pedang tajam.
"Kalian akan menghadapi satu boneka yang kekuatannya disesuaikan dengan tingkat kultivasi kalian. Mampu bertahan sepuluh jurus, kalian lolos. Mampu menghancurkan boneka tersebut, kalian akan mendapat nilai sempurna dan prioritas masuk ke Pelataran Dalam!"
Begitu aturan dibacakan, para murid mulai turun dari tangga dan menuju arena masing-masing. Lin Feng, yang menjadi pusat perhatian sebelumnya, segera melompat ke salah satu arena. Dalam waktu kurang dari sepuluh napas, ia berhasil memenggal kepala boneka kayu besi Bintang Delapan miliknya, memicu sorak-sorai kagum.
Ye Xuan baru saja menuruni tangga dan hendak berjalan menuju salah satu arena kosong, ketika suara sinis Zhao Ying tiba-tiba memotong.
"Tunggu sebentar!" Zhao Ying berdiri, menatap Patriark Jian Wuji sambil menangkupkan tangan. "Patriark, Ye Xuan telah membuktikan bahwa kekuatan fisiknya melampaui murid biasa. Membiarkannya melawan Boneka Kayu Besi yang hanya mengandalkan Qi fana tentu tidak adil bagi murid lain, dan tidak akan menguji batas kemampuannya yang sebenarnya."
Jian Wuji menoleh. "Apa usulmu, Penatua Zhao?"
Sebuah kilatan kejam melintas di mata Zhao Ying. "Saya mengusulkan agar dia diuji menggunakan Boneka Perunggu Pembentukan Fondasi!"
Gasssp!
Suara tarikan napas terkejut terdengar dari seluruh penjuru alun-alun. Penatua Lu Zifeng langsung membelalakkan matanya dan berseru marah, "Zhao Ying! Kau sudah gila?! Boneka Perunggu itu dirancang untuk ujian kelulusan murid Pelataran Dalam! Kekuatannya setara dengan ahli Pembentukan Fondasi Bintang Satu yang tubuhnya sekeras baja. Ye Xuan hanya berada di Bintang Enam! Kau sengaja ingin membunuhnya?!"
Zhao Ying tersenyum dingin. "Bukankah dia menuntut medali akses Paviliun Pusaka, hak istimewa yang bahkan murid inti pun harus berdarah-darah untuk mendapatkannya? Jika dia hanya diuji seperti murid luar biasa, lalu apa bedanya dia dengan mereka?"
Argumen itu sangat licik, membuat beberapa tetua yang awalnya netral mulai mengangguk setuju. Jian Wuji sendiri terdiam sejenak, menimbang-nimbang. Ia memang ingin melihat batas sejati Ye Xuan, tetapi Boneka Perunggu mungkin terlalu mematikan.
"Bagaimana, Ye Xuan?" Jian Wuji mengalihkan pandangannya ke bawah. "Jika kau merasa ini terlalu berat, kau bisa menolak dan mengambil ujian standar. Tapi, hak istimewa untuk Paviliun Pusaka akan dibatalkan."
Semua mata kini tertuju pada Ye Xuan. Pemuda itu berdiri dengan santai, menguap kecil seolah baru saja dibangunkan dari tidur siang.
"Keluarkan saja boneka mainan itu," jawab Ye Xuan datar, nadanya dipenuhi rasa bosan yang absolut. "Jangan buang waktuku lebih lama lagi."
"Bagus! Keberanian yang patut dipuji!" Zhao Ying segera menyahut sebelum Patriark bisa berubah pikiran. Ia melemparkan sebuah token formasi ke tengah alun-alun.
BOOM!
Lantai batu di tengah alun-alun hancur saat sesosok raksasa logam setinggi tiga meter melompat keluar. Seluruh tubuh boneka itu terbuat dari perunggu murni yang diukir dengan rune formasi pertahanan yang rumit. Di tangannya, ia memegang sebuah tombak halberd raksasa. Fluktuasi energi cair yang merupakan ciri khas Alam Pembentukan Fondasi menyapu arena, membuat murid-murid di sekitarnya mundur ketakutan.
Berbeda dengan manusia, boneka tidak mengenal rasa sakit, tidak memiliki kelemahan titik akupunktur, dan tenaganya tidak akan habis selama batu roh di intinya masih menyala. Melawan boneka perunggu ini jauh lebih mematikan daripada melawan Lin Zhentian.
Zhao Ying diam-diam mengalirkan secercah Qi-nya ke dalam token kendali di tangannya, mematikan protokol 'berhenti saat musuh menyerah' pada boneka tersebut. Mati kau hari ini, bocah sialan.
"Ujian dimulai!" teriak Zhao Ying.
WUSH!
Boneka Perunggu itu menerjang maju dengan kecepatan yang sangat tidak proporsional dengan tubuh raksasanya. Tombak halberdnya membelah udara, menciptakan gelombang angin tajam yang mengincar langsung kepala Ye Xuan.
Para murid menahan napas. Serangan itu terlalu cepat, memblokir semua jalan keluar.
Namun Ye Xuan tidak menghindar. Ia bahkan tidak mundur selangkah pun.
Mantan Kaisar Dewa itu akhirnya menggerakkan tangan kanannya. Ia mencabut Pedang Besi Bintang Jatuh dari bahunya. Tidak ada pendaran Qi yang menyilaukan, tidak ada raungan teknik pedang yang mewah. Hanya ayunan murni dari kekuatan otot yang telah ditempa oleh Tulang Besi Kulit Perunggu.
WUSH—!
Lempengan besi hitam seberat seribu kati itu diayunkan dari bawah ke atas, menyongsong halberd perunggu yang sedang turun.
KLAANGGG—DUAARRR!
Suara benturan logam yang mengerikan meledak bagai guntur yang menyambar di jarak dekat. Gelombang kejut sonik menyapu arena, membuat ubin batu di radius sepuluh meter meledak menjadi debu. Banyak murid luar yang harus menutup telinga mereka yang berdenging hingga berdarah.
Di atas tribun, senyum Zhao Ying membeku seketika.
Tombak halberd perunggu yang dirancang mampu menahan serangan senjata tingkat bumi itu... bengkok membentuk sudut sembilan puluh derajat!
Tapi itu belum selesai. Tenaga brutal dari ayunan Pedang Besi Bintang Ye Xuan tidak terhenti oleh halberd tersebut. Pedang tumpul itu terus melesat naik, menghantam tepat ke dada Boneka Perunggu raksasa itu.
KRAAAK! BOOOOM!
Rune formasi pertahanan di tubuh boneka itu berkedip terang sedetik sebelum hancur sepenuhnya. Dada perunggu setebal setengah meter itu penyok ke dalam, dan tubuh raksasa seberat dua ton tersebut terlempar ke udara dengan kecepatan peluru meriam.
Boneka itu terbang melintasi alun-alun, menabrak dinding batas arena hingga menembusnya, lalu tergelincir sejauh belasan meter dan akhirnya berhenti dalam kondisi yang tidak bisa dikenali lagi. Inti batu roh di dadanya hancur, dan anggota geraknya bengkok berantakan.
Satu ayunan pedang tumpul.
Sebuah Boneka Perunggu Pembentukan Fondasi hancur berkeping-keping.
Kesunyian mematikan mencekik Sekte Pedang Azure. Bahkan Patriark Jian Wuji tanpa sadar berdiri dari kursinya, matanya melotot tak percaya.
Menghancurkan Boneka Perunggu bukanlah hal yang mustahil bagi tetua sekte, tapi melihat seorang pemuda Bintang Enam melakukannya murni dengan kekuatan fisik... itu menentang hukum alam semesta!
Di tengah arena yang hancur, debu perlahan menipis. Ye Xuan memutar pergelangan tangannya, mengayunkan Pedang Besi Bintang sekali ke samping untuk membuang sisa debu, lalu memanggulnya kembali ke bahunya dengan tenang. Seolah ia baru saja memukul lalat yang agak besar.
Ye Xuan mendongak menatap tribun, tatapannya langsung menembus jiwa Penatua Zhao Ying yang kini gemetar hebat hingga kakinya nyaris tak bisa menopang tubuhnya.
"Aku sudah mengatakan pada cucumu agar kau tidak menggunakan trik murahan di hadapanku," suara Ye Xuan terdengar sangat dingin, tak memiliki fluktuasi amarah, namun membawa tekanan yang membuat seluruh alun-alun bergidik.
Ye Xuan mengangkat pedang besinya, ujung tumpulnya menunjuk lurus ke arah wajah Zhao Ying di atas tribun kehormatan.
meLawan maka akan ada patriark yang baru
preeeeeetttttttt