NovelToon NovelToon
Posesif Bagas

Posesif Bagas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Posesif
Popularitas:798
Nilai: 5
Nama Author: Safira Maulidah salsabila

Semuanya bermula dari sebuah kejadian yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Tinggal di panti asuhan membuat gadis itu terbiasa menjalani hidup sederhana,Jauh dari kata kemewahan,Namun satu hal yang selalu berhasil membuatnya tersenyum adalah kelinci kesayangannya.

Hingga suatu hari,Kelinci itu tiba-tiba kabur.

Tanpa berpikir panjang,Ayla berlari mengejarnya hingga keluar ke jalan raya,Karena terlalu fokus mengejar,ayla tak menyadari sebuah motor melaju ke arahnya.

Brak!

Dalam hitungan detik,Hidupnya seolah berubah.

Beruntung,Seseorang datang menolongnya sebelum keadaan menjadi lebih buruk,Pertemuan yang awalnya hanya sebuah ketidaksengajaan itu ternyata menjadi awal dari kisah yang jauh lebih besar.

Siapa sebenarnya lelaki yang menolongnya?

Dan apakah setelah pertemuan itu,Takdir seolah terus mempertemukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira Maulidah salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Langit masih gelap kebiruan, udara pegunungan terasa lebih dingin dari malam sebelumnya. Kabut tipis masih menggantung di sekitar villa.

Alarm pertama berbunyi.

Di kamar cowok.

"ANJIR SUBUH BANGET"Dimas menarik selimut lebih dalam.

Raka langsung bangun sambil duduk.

"Katanya mau lihat sunrise pantai."

Bagas sudah berdiri,Jaketnya sudah dipakai.

"5 menit lagi kumpul diruang tengah."

Dimas langsung duduk.

"HAH?CEPET BANGET?!"

Di kamar cewek.

Rina sudah bangun lebih dulu,Lagi rapihin rambut.

Salsa masih gulung selimut.

"Aku nggak kuat bangun terlalu pagi."

Ayla duduk di kasur, masih setengah sadar, tapi senyum kecil muncul.

"Kemarin yang paling semangat siapa?."

Salsa langsung nutup muka.

"Aku khilaf."

Rina ketawa.

"Ayo bangun,Nanti ketinggalan momen."

Beberapa menit kemudian.

Ruang tengah villa.

Lampu masih menyala redup,Suasana sepi tapi hangat.

Dimas datang sambil nguap lebar.

"Gue belum sepenuhnya hidup."

"Kelihatan"jawab raka santai.

Salsa datang sambil bawa kamera,Masih setengah sadar tapi tetap niat.

"Aku siap tapi ngantuk."

Rina ketawa kecil.

"Lo ajaib sih."

Ayla turun terakhir dengan memakai jaket,Rambutnya masih sedikit berantakan tapi justru kelihatan natural.

Bagas sudah berdiri dekat pintu,Bagas lihat semuanya.

"Udah lengkap?."

"Udah"jawab rina.

Dimas langsung angkat tangan.

"Belum,Gue butuh kopi."

"Di mobil tidur aja"jawab raka.

Semua ketawa kecil.

Bagas buka pintu.

"Ayo."

Di depan villa.

Udara dingin langsung menyambut.

Dimas langsung merapatkan jaket.

"Ini dingin banget sumpah."

Raka nyengir.

"Yang penting viewnya."

Salsa sudah siap dengan kamera.

"Aku nggak mau kelewatan satu detik pun!."

Ayla berdiri di dekat Bagas.

Masih diam,tapi jelas menikmati suasana pagi itu.

Bagas melirik.

"Siap?."

Ayla mengangguk kecil.

"Iya."

Mobil kembali melaju.

Kali ini jalanan lebih sepi.

Langit perlahan berubah warna dari gelap ke ungu lalu ke oranye tipis di ujung horizon.

Di dalam mobil lebih tenang dari kemarin,Tidak ada nyanyi keras Hanya suasana pagi yang pelan.

Beberapa waktu kemudian.

Mobil berhenti.

"Udah sampai"ucap bagas.

Mereka semua turun dan langsung diam.

Di depan mereka,terbentang pantai luas,Ombak pelan menyapu bibir pantai dan Langit mulai menyala antara gradasi warna oranye,Pink dan emas perlahan muncul.

Salsa langsung teriak pelan.

"YA ALLAH INI INDAH BANGET."

Salsa langsung rekam tanpa henti.

Rina cuma tersenyum,Matanya fokus ke horizon.

"worth it banget ini bangun shubuh."

Dimas berdiri dengan tangan di saku.

"Cantik sih."

Raka melirik.

"Tumben lo puitis."

Ayla berdiri di antara mereka,Menatap ke depan bersama yang lain,Angin laut menyentuh wajahnya,Matanya mengikuti garis horizon,Tempat matahari perlahan muncul.

Tanpa sadar,Bagas berdiri sedikit lebih dekat di sampingnya,Tidak bicara,Tapi cukup terasa.

Matahari akhirnya muncul,Cahaya hangat menyinari mereka semua,Momen itu hening,Tapi penuh.

Ayla pelan bicara.

"Bagus banget."

Bagas menjawab singkat.

"Hmm."

Beberapa detik,Lalu ayla menoleh sedikit.

"Terima kasih."

Bagas menatapnya.

"Untuk?."

Ayla tersenyum kecil.

"Semua ini."

Bagas tidak langsung jawab,Lalu bersuara pelan

"Sama-sama."

Di belakang mereka,Dimas lagi foto diam-diam Salsa.

Raka yang melihat.

"Ngapain lo?."

Dimas langsung kaget.

"NGGAK NGAPA-NGAPAIN!."

Rina langsung nyengir.

"Foto siapa tuh?."

Salsa nengok.

"Hah?."

Dimas panik.

"INI BUAT DOKUMENTASI!."

Semua langsung ketawa.

Matahari makin tinggi,Cahaya makin terang Dan pagi itu Bukan cuma tentang melihat sunrise,Tapi tentang kebersamaan yang mulai terasa lebih dalam,Tentang perasaan yang pelan-pelan muncul Dan tentang momen sederhana Yang bakal mereka ingat lama.

Matahari mulai naik lebih tinggi.

Cahaya hangat perlahan berubah jadi terang biasa.

Angin pantai masih terasa,Tapi suasana sudah mulai santai.

Dimas meregangkan badan.

"Oke udah dapet healing."

Raka melirik.

"Baru juga sejam."

Salsa masih sibuk dengan kameranya.

"Ini bagus banget ini fix masuk opening vlog!."

Rina tersenyum.

"Yang penting kita nikmatin juga, bukan cuma direkam."

Ayla diam sebentar,lalu mengangguk kecil.

"Iya."

Bagas melihat mereka sekilas.

"Balik?."

"Balik!"jawab dimas paling cepat.

"Karena lapar"tambah raka.

Semua langsung tertawa.

Perjalanan kembali ke villa.

Kali ini mobil lebih hidup.

Dimas mulai cerita ngaco.

"Gue yakin sunrise tadi lebih bagus karena gue ada."

Raka langsung jawab.

"Iya,Biar kontras."

Salsa tertawa.

"Jahat banget."

Ayla cuma senyum kecil,Sesekali melirik ke arah bagas.

Beberapa waktu kemudian.

Mereka sampai di villa.

Semua turun dan langsung masuk ke dalam.

Ruang tengah.

Suasana santai, ada yang duduk, ada yang rebahan.

Dimas langsung jatuh ke sofa.

"Gue lapar."

Raka berdiri di tengah ruangan,Lalu tepuk tangan sekali.

"OKE."

Semua langsung nengok.

Raka lihat satu per satu.

"Setelah kita menikmati sunrise."

Dia berhenti sebentar, lalu senyum tipis.

"Team masak,saatnya bekerja."

Salsa langsung kaget.

"HAH SEKARANG?!."

Rina ketawa.

"Lah siapa yang tadi bilang lapar?."

Dimas langsung tunjuk ke dapur.

"Itu mereka!."

"ENAK AJA!"jawab salsa cepat.

Raka tetap santai.

"Udah sesuai pembagian,Ayla,Rina,dan salsa team masak."

Ayla mengangguk kecil.

"Iya."

Rina berdiri.

"Ayo,Daripada makin ribut."

Salsa masih setengah pasrah.

"Aku kira liburan itu santai."

Dimas langsung nyeletuk.

"Ini santai,Kalian masak,gue santai."

Rina langsung lempar bantal ke arah dimas.

"Mimpi."

Dan pagi itu di villa bukan cuma tentang sunrise yang indah,Tapi juga tentang tawa, kerja sama, dan kekacauan kecil di dapur yang justru bikin semuanya terasa lebih hidup.

Setelah makan selesai,Suasana di villa mulai santai. Aroma kopi dan sarapan masih tersisa di udara.

Raka berdiri sambil membawa cangkir teh hangat.

"Setelah kalian mandi,Langsung kumpul diruang tengah."

"Ngapain?"tanya dimas.

"Nanti juga tau"jawab raka.

Beberapa menit kemudian,Mereka semua selesai mandi dan siap di ruang tengah.

Raka menoleh ke semua teman-temannya.

“Oke,Sekarang kita mau ke kebun strawberry di sekitar villa,Tapi nggak bisa pakai mobil,Jalannya terlalu sempit.”

Dimas langsung ngacir semangat.

“YES! Strawberry!Horeee!”

"Kita pakai montor berboncengan"ucap bagas.

"Oke,Aku lihat tadi didepan villa cuma ada tiga,Jadi pembagian boncengan,Montor pertama bagas dan Alayla,Montor kedua aku dan rina dan montor ketiga dimas dan salsa"ucap raka.

Salsa langsung mengerutkan dahi.

"Eh seriusan?Gue nggak mau boncengan sama Dimas!."

Dimas nyengir.

"Ayolah,Santai aja,Seru kok!."

Salsa tetap menolak sambil melipat tangan.

"Gue nggak yakin,Gue takut jatuh!."

Dimas masih mencoba meyakinkan salsa.

"Gue janji pelan-pelan kok,Santai aja!."

Salsa meringis tapi akhirnya menyerah.

"Yaudah tapi gue masih deg-degan nih."

Beberapa menit kemudian,mereka semua siap di depan villa.

Bagas menyalakan motornya dan menoleh ke Ayla.

"Siap?."

Ayla mengangguk.

"Siap."

Raka dan Rina naik motor lain, sementara Dimas masih mencoba menenangkan Salsa, yang duduk di belakangnya dengan sedikit cemas.

"Pelan-pelan ya,Dimas!"bentak salsa sambil memegang erat.

"Tenang,Gue santai kok"jawab dimas sambil senyum lebar.

Mereka pun berangkat,satu per satu, motor melaju pelan di jalan pagi yang masih sepi,Angin sejuk pagi menyapu wajah mereka dan meski ada sedikit ketegangan dari salsa,Tawa dan canda tetap terdengar,Membuat perjalanan menuju kebun strawberry itu terasa hangat,Lucu,Dan penuh semangat.

Beberapa menit kemudian,Mereka sampai di kebun strawberry.

Motor berhenti di tepi jalan kecil yang menghadap lahan tanaman,Aroma segar tanah dan manis buah strawberry langsung menyambut mereka.

Bagas turun terlebih dahulu,Membuka helm ayla dan tersenyum.

"Siap panen,sayang?."

Ayla tersenyum kecil sambil menatap barisan tanaman yang rapi.

"Siap."

Raka menoleh ke Rina,Membukakan helm untuknya.

"Kita berdua juga siap."

Dimas masih sibuk menenangkan salsa,Yang duduk sedikit tegang di belakangnya.

"Tenang aja,buktinya gue gak ngebut kok"ucap dimas.

Salsa hanya menghela napas tapi terlihat mulai lega.

Semua turun,Lalu melangkah ke antara barisan tanaman strawberry,Buah merah cerah berkilau di bawah sinar matahari pagi yang hangat.

Rina langsung tertawa melihat ukuran strawberry yang besar.

"Wow, gede banget ini!."

Ayla menunduk,memetik beberapa buah sambil hati-hati.

"Lihat,masih segar banget."

Bagas berdiri di sampingnya,sesekali menunjuk buah yang terlihat manis.

"Yang ini bagus buat dimakan langsung"ucap bagas sambil meletakkan beberapa ke keranjang.

Dimas dan salsa saling lempar pandang,Salsa mulai ikut memetik meski masih agak kaku.

"Gue masih takut jatuh"gumamnya.

"Tapi ini seru juga sih"tambahnya,Menatap buah merah di tangannya.

Raka dan rina tertawa melihat tingkah mereka.

"Lihat deh,Mereka baru panen lima menit tapi udah heboh"ucap rina sambil menyusun buah di keranjang.

Suasana pagi di kebun strawberry itu hangat,Penuh canda,Aroma manis buah,Dan tawa yang membuat semuanya terasa hidup,Semua sibuk memetik,Mencicipi dan sesekali saling bercanda,Membuat momen sederhana ini jadi kenangan yang nggak bakal terlupakan.

Setelah beberapa keranjang strawberry penuh,Mereka semua duduk sebentar di tepi kebun sambil menikmati beberapa buah yang baru dipetik.

Tiba-tiba raka berucap.

"Gimana kalau kita lanjut ke tempat lain?Enak nih kalau keliling pakai motor."

"Kemana,rak?"tanya rina.

Raka menoleh ke Rina.

"Pas divilla tadi gue sempat searching,Kita bisa ke tepi danau yang nggak jauh dari sini,Katanya viewnya bagus banget."

Salsa mengangkat alis,tersenyum.

"Asik tuh,Bisa foto-foto juga kan?."

Salsa berucap lagi.

"Jadi kita semua naik motor lagi?."

Dimas nyengir, mencoba meyakinkan.

"Iya,Santai aja,Gue janji pelan-pelan kok."

Salsa menarik napas panjang.

"Yaudah deh tapi gue tetap pegang erat ya."

Bagas menatap Ayla.

"Siap naik lagi,Sayang?."

Ayla tersenyum manis,Memegang helmnya.

"Siap."

Raka dan Rina sudah siap di motor lain,Sementara Dimas dan Salsa bersiap terakhir.

Dimas tertawa pelan.

"Siap untuk adventure selanjutnya?."

Salsa menatapnya serius tapi akhirnya ikut tersenyum.

"Siap tapi jangan bikin gue kaget lagi ya."

Bagas menyalakan motor dan menoleh ke Ayla.

"Berangkat?."

Ayla mengangguk.

"Berangkat."

Mereka pun mulai melaju perlahan di jalan pagi,Angin sejuk menyapu wajah,Tawa dan canda tetap terdengar.

Dimas menoleh ke salsa.

"Eh,tenang aja,gue bakal bikin momen ini lebih seru, tapi aman kok."

Salsa akhirnya tertawa kecil.

"Oke deh,Semoga beneran aman."

Semua pun melaju,menyusuri jalan berliku menuju destinasi berikutnya,Dengan semangat liburan pagi yang hangat,Penuh tawa dan sedikit adrenalin manis.

1
Citra bella Suteja
ayla teralalu lemah ngga bisa tegas ngga berani melawan,,,
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!