NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11. TOPENG TERBUKA

Hari-hari berikutnya di Kediaman Duke Dravenhart dipenuhi dengan perang urat syaraf yang melelahkan, bukan melawan monster es atau pasukan musuh di perbatasan, melainkan menghadapi amukan seorang putri yang menolak tunduk pada aturan tempat tidur.

Setelah tiga hari berturut-turut tidur di kamar pribadi sang panglima perang dengan alasan keamanan, Virelia akhirnya mencapai batas kesabarannya. Setiap malam ia harus menahan napas, salah tingkah setengah mati, dan berpura-pura mendengkur agar Kael tidak curiga.

Dan pada malam keempat, kekacauan itu meledak.

PRANG!

Suara pecahan vas bunga kembali mengguncang sayap timur puri. Di dalam kamar utama, Virelia berdiri dengan pinggang berkacak pinggang, menatap tajam ke arah Kael yang baru saja melangkah masuk dengan setelan santai.

"Aku sudah muak! Tempat tidur ini berbau apek! Ada pasukan hantu kasur yang terus menggelitik telapak kakiku setiap jam dua belas malam! Aku mau kembali ke kamarku sekarang juga!" seru Virelia dengan suara melengking penuh emosi buatan, menunjuk-nunjuk tempat tidur besar milik Kael.

Kael, yang baru saja melepas sarung tangan militernya, menghela napas panjang sambil memijat pelipisnya. Ia sudah terbiasa dengan berbagai taktik tantrum istrinya.

"Virelia, kamar di sayap barat baru saja selesai direnovasi sesuai permintaanmu tempo hari, tapi-"

"Aku tidak peduli! Kalau aku tidak boleh pindah malam ini, aku akan memakan gorden jendela sampai habis dan melompat ke sumur!" potong Virelia histeris, sengaja menghentakkan kakinya ke lantai.

Kael menatap gadis itu lekat-lekat. Ia melihat kilatan keras kepala di mata sang istri, bukan kilatan kegilaan, melainkan desakan yang begitu kuat. Mengingat kamar di sayap barat memang sudah aman dan para pengawal kini berjaga ketat di setiap sudut, Kael akhirnya menyerah demi kewarasannya sendiri.

"Baiklah, kau boleh kembali ke kamarmu malam ini. Tapi ingat, jika ada penyusup lagi, langsung berteriak," ucap Kael pasrah dengan nada rendah.

Mendengar kata-kata itu, binar kemenangan berkelebat di mata Virelia. Ia berusaha keras menahan senyum lebarnya agar tidak merusak akting.

"Hahaha! Bebas! Ratu Awan kembali ke istananya!" teriak Virelia girang, langsung berlari keluar kamar menuju kamarnya sendiri dengan kawalan Elaine yang hanya bisa mengelus dada sabar.

Pukul dua belas malam.

Kediaman Duke Dravenhart kini telah terlelap dalam keheningan total. Lampu-lampu koridor dipadamkan, menyisakan cahaya obor remang-remang yang dijaga oleh para ksatria patroli.

Di dalam kamarnya yang sunyi, jendela yang menghadap ke arah hutan belakang terbuka selebar beberapa jengkal. Angin malam berembus masuk, menerbangkan tirai tipis.

Tidak ada lagi sosok putri yang tidur nyenyak.

Dari balik bayangan sudut ruangan, sesosok tubuh berpakaian serba hitam legam dengan jubah panjang bertudung muncul tanpa suara. Gerakannya begitu ringan, gesit, dan presisi, bagaikan hantu yang meluncur menembus kegelapan.

KLANK!

Dengan satu lompatan akrobatik yang sempurna, Virelia yang kini telah melepas topeng Putri Gila dan mengenakan identitas aslinya sebagai Raven langsung mendarat tanpa suara di atas dahan pohon ek di luar jendela. Ia melompati tembok pembatas puri dengan kecepatan kilat, meninggalkan Kediaman Duke di belakang, dan melesat membelah remang malam menuju jantung ibu kota Valdoria.

Di sudut paling tersembunyi dan kumuh di distrik perdagangan ibu kota, berdiri sebuah bangunan tua berlantai dua dengan papan nama usang: The Rusty Anchor, sebuah bar remang-remang yang tampak sepi dari luar.

Namun, begitu seseorang mengetuk pintu belakang dengan pola tiga ketukan pendek dan dua ketukan panjang, pintu besi berat itu terbuka lebar.

Virelia melangkah masuk ke dalam terowongan bawah tanah yang tersembunyi di balik lantai bar. Begitu ia membuka tudung jubahnya, memerlihatkan rambut pirang panjang dan mata tajamnya yang dingin, seluruh anggota kelompok revolusioner Black Dawn yang sedang berkumpul langsung berdiri tegap dan membungkuk hormat.

"Selamat datang kembali, Ketua!" seru seorang pria berbadan kekar dengan bekas luka di pipinya, bernama Johan, wakil ketua Black Dawn.

Virelia mendengus pelan, melepas sarung tangan hitamnya dan melemparkannya ke atas meja bundar di tengah ruangan markas yang dipenuhi peta strategi. Ia melangkah ke kursi pimpinan, lalu duduk dengan postur santai namun berwibawa.

"Bagaimana situasi di distrik utara? Apakah pasokan senjata dari faksi pedagang sudah aman?" tanya Virelia langsung pada intinya, suaranya terdengar tegas, dingin, dan penuh karisma, jauh berbeda dari nada manja atau teriakan histeris saat ia berada di istana.

"Semua aman, Ketua. Kami berhasil meloloskan tiga gerobak pedang baja tanpa terendus oleh mata-mata Raja Lucien," lapor Johan dengan senyum bangga. Ia lalu melangkah mendekat, menyeringai lebar penuh godaan.

"Ada apa dengan senyum menyebalkan itu?" Virelia tahu dengan jelas maksud senyum itu sebenarnya tapi ia memilih berpura-pura tidak tahu.

"Omong-omong soal berita ... kami dikejutkan oleh satu kabar besar beberapa hari terakhir," ujar Johan tanpa memudarkan senyum jahilnya.

Virelia mengangkat sebelah alisnya. "Berita apa?"

Seorang wanita anggota kelompok dari sudut ruangan terkikik geli dan menimpali, "Kabar tentang pernikahan Anda, Ketua! Siapa sangka, pemimpin kita yang paling ditakuti di dunia hitam justru mendadak diseret ke pelaminan oleh sang Serigala Perang Valdoria, Duke Kael Dravenhart!"

Seketika, gelak tawa renyah meledak di seluruh ruangan markas. Para anggota Black Dawn saling bersiul menggoda, menikmati ironi lucu bahwa ketua mereka yang kejam kini berstatus sebagai seorang istri bangsawan.

"Kami tidak menyangka akhirnya Ketua menikah juga. Oh, impian kami rasanya jadi nyata bahwa ada pria yang akhirnya meminang Putri Gila ini," goda salah satu anak buahnya dengan lagak dramatis.

Wajah Virelia langsung merona merah padam, bukan karena malu, melainkan karena rasa kesal yang luar biasa. Ia menggebrak meja kayu di depannya hingga berderit kencang.

"Diam kalian semua! Itu adalah strategi paksaan politik dari Raja sialan itu! Aku terpaksa menerimanya agar membuangku dari istana!" bentak Virelia tajam, matanya menyalang galak.

"Strategi atau bukan, kudengar sang Duke adalah pria yang luar biasa tampan dan disiplin," goda Johan lagi sambil tertawa lebar.

"Bagaimana rasanya sekamar dengan panglima terhebat kerajaan, Ketua? Apakah dia memperlakukanmu dengan kasar seperti musuh, atau justru memperlakukanmu seperti seorang putri sungguhan?" tambah Lilia si anggota perempuan yang paling suka menggoda Virelia seperti sahabat dekatnya sendiri.

"Kurang ajar! Berani sekali kalian menggoda ketua kalian!" seru Virelia mendesis geram, mengambil pisau lempar dari sabuknya dan menancapkannya tepat di sebelah kepala Johan pada dinding kayu, membuat pria itu langsung terdiam sambil menelan ludah gugup meski masih menyunggingkan senyum geli.

Yang lain justru tertawa semakin senang.

Setelah suasana sedikit tenang, Johan berdehem pelan, mengubah ekspresi di wajahnya menjadi serius kembali. Ia melipat tangan di dada.

"Baiklah, mari kita bicara serius, Ketua. Keberadaanmu di Kediaman Duke Kael memberikan kita keuntungan dan risiko yang sama besar. Di satu sisi, kita punya akses informasi langsung ke militer pusat. Tapi di sisi lain, pria itu adalah anjing penjaga raja yang paling berbahaya," ujar Lilia.

Johan menatap Virelia lekat-lekat dan menambahkan,"Bagaimana kalau kita menarik Duke Kael ke dalam pihak kita? Bagaimana kalau kita bekerja sama dengannya untuk menggulingkan Raja Lucien?"

Mendengar usulan itu, seluruh isi ruangan terdiam. Anggota lain mulai berbisik-bisik, memertimbangkan kemungkinan tersebut.

Virelia mengerutkan keningnya dalam-dalam. Ia menyandarkan punggungnya di kursi, memikirkan sosok Kael di kepalanya; pria yang menatapnya dengan penuh kelembutan, pria yang merawat luka di tangannya, dan pria yang tidak memermasalahkan istrinya yang gila ini.

"Tidak, kita tidak bisa melibatkan Duke," jawab Virelia tegas, menggelengkan kepalanya perlahan.

"Kenapa, Ketua? Pria itu benci korupsi dan tidak menyukai cara raja memimpin. Jika dia tahu raja adalah tiran, dia pasti akan berpihak pada kebenaran, kan?" tanya Johan heran.

"Bukannya masalah itu, masalahnya adalah aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Duke jika dia tahu siapa aku sebenarnya," sergah Virelia, napasnya terasa sedikit berat.

Virelia menunduk, menatap telapak tangannya sendiri.

Mereka semua saling tatap, paham maksud ketua mereka ini.

"Selama ini, aku berbohong kepadanya. Aku berpura-pura menjadi wanita gila yang lemah dan tidak waras. Jika Duke mengetahui bahwa istrinya yang selama ini ia urusi dengan sabar adalah Raven, pemimpin pembunuh bayaran yang paling dicari olehnya juga, dia tidak akan melihatku sebagai sekutu. Dia akan melihatku sebagai pembohong besar yang telah mempermainkannya," lanjut Virelia dengan suara pelan yang sarat akan keraguan.

Johan terdiam mendengar penjelasan ketuanya. Untuk pertama kalinya, ia melihat binar kebingungan dan rasa bersalah di mata sang ketua pembunuh bayaran yang biasanya tidak kenal rasa takut.

"Lalu, apa rencana kita selanjutnya, Ketua?" tanya Lila hati-hati.

Virelia menarik napas dalam-dalam, menegakkan kembali postur tubuhnya, dan memasang kembali topeng dingin seorang pemimpin Black Dawn.

"Rencana tetap berjalan sesuai jadwal. Kita kumpulkan bukti kejahatan finansial Raja Lucien, perkuat jaringan mata-mata di istana, dan biarkan aku yang menangani urusanku di Kediaman Duke. Sebelum waktu pemberontakan tiba ... aku sendiri yang akan mencari cara untuk menyelesaikan semua ini," kata Virelia mutlak.

Rencana boleh berjalan, tapi Virelia tidak tahu bahwa pergerakannya ternyata sudah diketahui oleh pihak berbahaya. Yang mana Virelia akan berakhir di gang dengan tubuh bersimbah darah.

1
sweet escape
Waduuuh d kasih seneng2 eh sekrg d kasih tegangnya🫠🫠🫠🫠🥹duke dan duchess😱
sweet escape: 😱 oemji kak wkwkw
total 2 replies
sweet escape
Yang satu sembuh, eh pasien lain tumbuh kembang😂😱😱
Archiemorarty: Iya juga lagi lah 🤣
total 1 replies
Septi Wijaya
akak oThor nih... mereka lagi hangat hangatnya kok dikasi ulet bulu siiichh
Archiemorarty: soalnya ulet bulu ada dimana mana 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
ujian cinta dataaanggg
Archiemorarty: Hahaha 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
lanjuttt dong..
Eli Rahma
wahhh kemajuan nih ..siRatu awan kiss duluan..apa gk jumpalitan tuh si Kael..😅
Archiemorarty: Minta saru kerajaan langsung dikasih kayaknya sama Kael 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
tapiiii senangkaaann...😅
Archiemorarty: Dalam hati mah aghhhh...dia 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
kayak emak² ngomelin anaknya pergi kencan..😅
Archiemorarty: iya juga yak 🤣
total 1 replies
Ayu Padi
keren ..selalu di tunggu Up ny ...💪💪💪
Archiemorarty: Asiap kakak...makasih udah baca ceritanya kak, happy reading sampai akhir cerita ya 🥰
total 1 replies
mimief
pengalaman hidup yg pait
menjadikan aku lebih tegar dan terlihat serba bisa .
siapapun yg selalu didorong kepinggir jurang setiap saat,pastinya mekanisme perlindungan diri nya lebih aktif 🥹🥹
Archiemorarty: Benarrr...😭
total 1 replies
mimief
thats my girl 😍😍😍
mimief: wkwkwkwkw
bacanya langsung bernada yaaa
total 2 replies
mimief
aku...pernah baca sebuah komik yg Ampe sekarang berkesan bgt dialog nya
" menjadi seorang perempuan harus serba bisa
bahkan ketika kita memakai gaun yg cantik,kita harus bisa berdiri tegak di dalam sebuah pertempuran."
mimief: salah satu komik fav ku Thor
kisahnya luar biasa😍
total 2 replies
mimief
nah tu liat jul
ratu awan lu
Elaine mana?
syok ga liat boneka Barbie nya bisa begitu🤣🤣🤨
mimief: kejang kejang ga dia
ratu awan nya bisa swaag🫣🤣😍
total 2 replies
mimief
ya ampuun
sweet banget si mereka😍😍
mimief
mulut mu jul..
dah kayak Mak Mak komplek
pas bgt itu🤣🤣
mimief: masalahnya tapi bener🫣🤣🤣
total 2 replies
mimief
buahahahahaha..
ga usah malu
bangga donk ah
ajaran siapa itu🤣🤣🤣
Archiemorarty: Kata Varelia : bukan aku 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
uluuhhh...srigala perang ini udah kecanduan pipi si Ratu awan..😅
Archiemorarty: ya kan 🤭
total 3 replies
mimief
hei...anda jangan cuci tangan
gara gara siapa tu woiiii🫣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Pinter kali emang mereka itu 🤣
total 1 replies
mimief
kan kan🫣🤣🤣.cuman Elaine doank yg berani nyela julian🥹🥹🥹
lama lama virusnya akan kah nyampe ke Julian???🤨
Archiemorarty: Bisa jadi ini 😎
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🫣
othor.....tolong
kok lebih menjiwai mereka si
aku jadinya percaya sama siapa???
🫣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Jangan percaya sama isi puri Duke, terutama Duke nya sendiri 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!