Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.
Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.
Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13: UTUSAN SEKTE NAGA LANGIT
Asap tebal membumbung tinggi dari retakan tanah tempat pria tua berseragam militer hitam itu mendarat.
Aura membunuh yang sangat dingin merayap cepat, menyelimuti seluruh pelataran Vila Puncak.
Zhao Xiong yang masih berlutut di tanah mendadak mendongak dengan mata terbelalak lebar.
"T-Tetua Gao dari Sekte Naga Langit?!" jerit Zhao Xiong terbata-bata, seolah mendapat angin segar.
Zhao Tian yang tersungkur di samping ayahnya langsung mengepalkan tangan penuh harapan palsu.
'Yes! Sekte Naga Langit turun tangan! Mampus lu sekarang Reno!' batin Zhao Tian bersorak girang.
Pria tua yang dipanggil Tetua Gao itu melangkah perlahan, membuang puntung rokok di tangannya.
Matanya yang tajam menatap remeh ke arah Reno yang berdiri tenang tanpa ekspresi.
"Pemuda, lu sudah kelewat batas," ucap Tetua Gao dengan suara berat yang mengintimidasi.
"Klan Zhao itu sekutu bawah tanah milik Sekte Naga Langit kami," tambah Tetua Gao menekan.
Reno memiringkan kepalanya sedikit, menatap Tetua Gao dengan pandangan malas.
"Sekte Naga Langit? Sekte apaan tuh? Nggak pernah dengar," pukas Reno santai.
Deggg...!
Zhao Xiong dan Zhao Tian hampir pingsan mendengar perkataan Reno yang sangat tidak beradab itu.
"Sialan! Lu bener-bener berani menghina sekte kultivasi nomor satu di wilayah ini?!" bentak Tetua Gao murka.
Tetua Gao mengangkat tangan kanannya, memicu munculnya pusaran angin hitam di sekeliling lengannya.
*Wusss! Wusss!*
Angin kencang berhembus menampar wajah orang-orang di sekitar, membawa bau amis darah yang menyengat.
Bagas melangkah maju satu langkah, hendak memasang posisi pasang untuk bertarung.
"Tuan Muda, izinkan hamba membereskan orang tua bangkotan ini," bisik Bagas sigap.
"Nggak usah, Bagas. Lu jaga Alya aja di dalam," sahut Reno menepuk bahu tangan kanannya.
Bagas membungkuk hormat, lalu mundur beberapa langkah untuk mengamankan area vila.
Tetua Gao tertawa terbahak-bahak, merasa dihina oleh sikap santai Reno.
"Sombong banget lu! Biar gue tunjukkan kekuatan Ranah Master Spiritual Tingkat Menengah sejati!" jerit Tetua Gao.
Brakkkk!
Tanah di bawah kaki Tetua Gao hancur berhamburan saat tubuhnya melesat maju bagaikan peluru kendali.
Tangannya membentuk cakar naga hitam, mengincar langsung ke arah jantung Reno dengan kecepatan luar biasa.
"Cakar Naga Pembalik Langit!" teriak Tetua Gao penuh percaya diri.
Cakaran angin hitam itu melesat cepat, membelah udara dengan suara raungan seperti binatang buas.
Reno masih berdiri tegap di tempatnya, menatap gerakan Tetua Gao seperti rekaman video lambat.
'Cuma segini kecepatannya? Lemah banget,' batin Reno mengejek.
Saat cakar hitam itu tinggal berjarak beberapa sentimeter dari dadanya...
Reno melangkah miring satu sentimeter ke kiri dengan gerakan yang sangat halus.
*Wusss!*
Cakaran mematikan Tetua Gao menyenggol angin kosong, meleset total dari sasarannya!
"Apa?! Kok bisa lu ngeredam gerakan gue?!" teriak Tetua Gao kaget setengah mati.
Sebelum Tetua Gao sempat menarik tangannya kembali, Reno sudah melayangkan satu tamparan santai menggunakan telapak tangan kanannya.
Plak!
Suara tamparan keras bergema nyaring di tengah udara pagi yang dingin.
"Guaaarkkk!"
Tetua Gao memuntahkan darah segar beserta tiga gigi depannya yang patah seketika.
Tubuhnya berputar tiga ratus enam puluh derajat di udara sebelum menghantam lantai marmer dengan keras.
Brakkk!
"Tetua Gao!" jerit Zhao Xiong histeris, tidak percaya dengan apa yang baru saja disaksikannya.
Seorang pakar kultivasi tingkat menengah dari sekte raksasa ditampar seperti bolak-balik menampar anak kecil!
Tetua Gao merangkak bangkit dengan wajah babak belur, matanya merah padam oleh rasa malu dan amarah.
"Sialan! Lu benar-benar bikin gue murka, Pemuda Bangsat!" racau Tetua Gao histeris.
Tetua Gao merogoh saku dalam jubahnya, mengeluarkan sebuah jimat kertas berwarna merah darah.
Dia menempelkan jimat itu ke dadanya sendiri sambil memuntahkan setitik darah inti dari mulutnya.
"Dengan darah ini, gue panggil kekuatan Leluhur Naga Hitam!" teriak Tetua Gao gila.
Aura di sekitar tubuh Tetua Gao mendadak membengkak dua kali lipat, matanya berubah menjadi merah menyala bagaikan iblis.
Otot-otot di lengannya membesar hingga merobek kain seragam militernya.
"Mati lu sekarang!" jerit Tetua Gao yang kini sudah kehilangan akal sehatnya, menerjang Reno kembali.
Reno menghela napas panjang, menatap jimat merah itu dengan pandangan prihatin.
"Pakai teknik terlarang cuma buat nambah tenaga sedikit? Kasihan banget," pukas Reno dingin.
Reno mengepalkan tangan kanannya, memicu munculnya pancaran sinar emas murni Sutra Naga Kuno dari dalam tubuhnya.
Aura emas itu bergetar hebat, membentuk gambaran naga emas raksasa yang melilit tubuh Reno secara sempurna.
Tekanan aura dewa memancar keluar, membuat langit pagi di atas Vila Puncak mendadak berubah menjadi terang benderang.
Brakkkk!
Reno melayangkan satu pukulan lurus ke depan, menghantam tepat di tengah dada Tetua Gao.
*Boommm!*
Gelombang kejut raksasa tercipta dari titik benturan, menghancurkan helikopter tempur yang terparkir di belakang hingga meledak!
"Arghhhhh!"
Tetua Gao menjerit melengking saat seluruh tulang di dada dan tangannya hancur berkeping-keping.
Tubuhnya melesat mundur bagaikan meteor jatuh, menabrak tebing batu di seberang jalan hingga tertimbun reruntuhan.
Suasana di depan Vila Puncak mendadak hening seketika, hanya menyisakan suara kobaran api dari helikopter yang hancur.
Zhao Xiong dan Zhao Tian terkencing-kencing di celana, terduduk lemas di tanah tanpa bisa mengeluarkan kata-kata lagi.
Reno menarik kembali kepalan tangannya, memadamkan aura emas yang menyelimuti tubuhnya.
Dia melangkah mendekati Bagas yang berdiri di dekat pintu vila.
"Bagas, urus sampah-sampah ini. Jangan sampai mengganggu Alya istirahat," perintah Reno datar.
"Siap, Tuan Muda!" jawab Bagas membungkuk penuh hormat.
Tiba-tiba, suara transmisi radio dari puing-puing helikopter yang terbakar berbunyi nyaring.
*Kreeek... Kreeek...*
"Perhatian seluruh anggota... Pemimpin Besar Sekte Naga Langit telah keluar dari pengasingan..." suara dari radio berbunyi patah-patah.
"Beliau sedang menuju Kota Provinsi untuk mengeksekusi siapa pun yang menghina sekte!"